
[Chapter 111.]
[Rindu.]
[Silahkan Dibaca.]
Ryuto tersenyum senang saat mendengarkan suara musik Klub musik milik sekolah miliknya, dia benar-benar menikmati lagu yang dibawakan tersebut.
Sasha juga sama dengan Ryuto, dia menikmati lagu yang dibawakan klub musik sekolahnya. Lalu, Ryuto pergi ke tempat mesin minuman.
Para penonton dan para Juri, mereka benar-benar suka dan senang dengan lagu dan permainan musik milik Klub musik Kotohana.
Di sisi Ryuto, dia mengambil 2 minuman kaleng. Lalu, dia berjalan ke arah Sasha dan memberikan minuman kaleng.
“Kau bukankah terlalu santai, Sayang.” Ucap Sasha, dia menerima minuman kaleng tersebut dan membukanya, kemudian berkata sebelum meminum.
“Yah, aku tidak terlalu khawatir, karena pasti kau akan membuat semuanya seperti kompetisi musik kemarin.” Ucap Sasha, lalu meminum minuman tersebut.
Ryuto tersenyum mendengar ucapan dari Sasha, dia membuka tutup kaleng minuman tersebut, lalu meminumnya. Setelah itu, dia berkata.
“Kau benar, aku akan membuat mereka seperti di kompetisi terakhir kali.” Ucaap Ryuto, kemudian dia melanjutkan.
“Mungkin setelah ini, aku tidak akan mengikuti kompetisi kembali.” Ucap Ryuto, sementara Sashaa mengangguk, dia tahu bahwa Ryuto bukan waktunya untuk bermain-main seperti ini.
Sasha tahu, selepas ini Ryuto akan mengurusi Istri dan berbagai bisnis dan perusahaan nantinya. Serta, Sasha tahu bahwa selepas ini Ryuto akan berjalan menuju ke puncak.
“Aku dan seluruh saudari, akan selalu berada di sampingmu. Kami akan selalu bersama, berjalan bersama menuju ke puncak Dunia nanti.” Ucap Sasha kepada Ryuto.
Sementara itu, Ryuto tersenyum dan mengangguk. Lalu, dia mengusap kepala Sasha dan mencium bibirnya. Kemudian, berkata.
“Itu pasti, aku akan selalu dengan kalian, walaupun suatu saat berdiri puncak pun. Aku tetap akan membawa kalian, karena kalian semua adalah Istriku.” Ucap Ryuto, kemudian berdiri.
Lagu yang di bawakan Klub musik, yaitu Hikaru Nara sudah berhenti. Ryuto berjalan ke arah pintu, kemudian berhenti tepat di pintu dan menatap ke arah Sasha, lalu berkata.
“Ayo, temani aku menuju ke sana.” Ucap Ryuto, sementara Sasha berdiri dan berjalan menyusul Ryuto, kemudian mereka keluar dari ruang tunggu.
Di luar, mereka berdua berjalan menuju ke tempat belakang panggung. Di jalan mereka bertemu dengan Sayoko, Yuli, dan para anggota klub musik.
“Bagaimana?.” Ucap Ryuto, lalu mereka menatap ke arah Ryuto. Kemudian, mereka tersenyum dengan senang dan bahagia, Sayoko berkata mewakili mereka.
__ADS_1
“Mereka dinilai baik, dan para juri senang dengan penampilan dari Klub sekolah kita.” Ucap Sayoko, lalu Ryuto tersenyum dan mengangguk.
“Kalau begitu selamat, aku akan pergi maju sekarang.” Ucap Ryuto melanjutkan jalannya, namun Sayoko segera mendekat ke Ryuto dan mencium pipinya.
“Itu adalah ungkapan semangat dariku.” Ucap Sayoko, sementara para anggota klub musik benar-benar terkejut dengan ciuman tersebut.
Ryuto hanya tersenyum dan mengangguk, kemudian dia berjalan kembali bersama Sasha menuju ke tempat belakang panggung.
Sampai di belakang panggung, mereka berdua bertemu dengan Panitia. Sementara, Panitia yang melihat Ryuto, dia tersenyum dan berkata.
“Apakah anda, Andy-san?.” Ucap Panitia, sementara Ryuto mengangguk. Lalu, Panitia tersebut dengan senang mempersilahkan Ryuto naik ke panggung.
Sasha tetap berada di belakang panggung, dia hanya menatap ke arah Ryuto yang akan berjalan masuk ke panggung.
Namun, sebelum Ryuto masuk, dia berbalik dan menatap ke arah Sasha. Lalu, dia berjalan ke arah Sasha, tepat di depan Sasha, dia mencium kening Sasha.
“Ini adalah semangat darimu.” Ucap Ryuto, sementara Sasha tersenyum dan mencium pipi yang lainnya, setelah itu Ryuto berjalan menuju ke panggung.
Semuanya terkejut, baik itu Juri maupun para penonton. Mereka tidak menyangka, kontestan terakhir adalah Ryuto. Kemudian, salah satu juri bertanya dengan bercanda.
“Andy-san, apakah kamu akan mengguncangkan panggung kembali?.” Ucap juri dengan bercanda, juri tersebut yang tak lain adalah Yamazaki.
“Baiklah, silahkan dimulai Andy-san.” Ucap Yamazaki, kemudian Ryuto memakai gitar yang entah dia dapatkan dari mana.
Gitar di petik, kemudian alunan nada terdengar. Semuanya tahu, nada awal dari suara tersebut, mereka hanya terfikirkan satu lagu, yaitu Sparkle.
(Maaf, guys. Lirik tidak ada, NT tidak mengijinkan adanya lirik lagu.)
Seketika semuanya merasakan ilusi, mereka merasa duduk di sebuah pegunungan yang hijau, suasana malam menyerbu, lalu cahaya berbagai bintang muncul menerangi mereka.
Angin sepoi-sepoi menerpa mereka, kemudian mereka mulai mengingat, sesuatu yang lebih sakit daripada rasa sedih seperti sebelumnya, rasa tersebut ialah rasa rindu.
Mereka semua mulai bernostalgia tentang orang yang mereka sukai, tanpa sadar air mata kerinduan mengalir dari mata mereka.
Mereka benar-benar merasa rindu, entah kenapa mereka semua merasa tidak pernah bertemu selama 10 tahun.
Hati mereka merasa sakit dan benar-benar rindu dengan orang yang mereka sayangi, entah itu pacar, maupun orang tua mereka. Mereka semua bergumam, dan terfikirkan satu kalimat.
“Rindu benar-benar bisa membunuhmu.” Gumam mereka, akhirnya semuanya paham maksud dari kalimat tersebut. Lalu, lagu masuk ke bagian terakhir.
__ADS_1
Mereka semua berganti tempat di sebuah jembatan. Mereka melihat ke depan dan air mata mereka mengalir deras melihat orang yang mereka rindukan tepat di depan mereka.
Mereka hanya terfikirkan dua kata, yang bisa mengungkapkan keadaan mereka, dua kata tersebut ialah “Aku merindukanmu.”
Ryuto memetik gitar untuk terakhirnya, lalu semuanya kembali ke kesadaran mereka masing-masing, namun air mata yang mengalir tetap terdapat di wajah mereka.
Mereka semua menundukkan kepala mereka, menghapus air mata mereka. Lalu, menenangkan diri mereka. Yamazaki benar-benar terguncang namun dia lebih dulu pulih.
Penonton maupun Juri, entah kenapa kehilangan minat untuk berada di tempat, mereka ingin segera pulang dan memeluk orang yang mereka rindukan.
“Andy-san, kompetisi ini dimenangkan olehmu. Namun, masalah penyerahan hadiah, kita akan mendatangi sekolah masing-masing yang mendapatkan juara.” Ucap Yamazaki.
Semua mengangguk setuju, mereka semua merasa Ryuto pantas di peringkat pertama. Ryuto tersenyum dan mengangguk.
Kemudian, para penonton dan juri, semuanya segera keluar dan mereka ingin segera pulang. Ryuto sendiri tidak peduli.
Ryuto berbalik dan pergi ke belakang Panggung. Sampai di sana, dia disambut oleh Sayoko, Sasha, dan Yuli
Mereka bertiga melompat dan memeluk Ryuto, mereka bertiga menangis. Sementara, Ryuto mengelus punggung mereka bertiga.
Anggota klub musik Kotohana juga merasakan rindu tersebut, namun mereka menunggu sampai waktu pulang nanti.
Mereka keluar dan berjalan menuju ke Penginapan. Semuanya lelah, kecuali Ryuto. Sampai di depan penginapan Ryuto berkata.
“Hari sudah sore, aku akan pergi terlebih dahulu.” Ucap Ryuto kepada istrinya tersebut. Sayoko dan Yuli mengangguk, sementara Sasha berkata.
“Aku ikut.” Ucap Sasha, walaupun terlihat lelah namun sudah kembali normal. Sayoko dan Yuli sedikit terkejut, namun tetap diam.
“Iya, Sayoko dan Yuli tetap di penginapan. Tunggu aku dan Sasha pulang.” Ucap Ryuto, lalu Yuli menjawab.
“Hati-hati, serta jaga Sasha.” Ucap Yuli, walaupun dia tahu Sasha siapa, namun tetap khawatir, karena mereka semua terikat dalam Istri Ryuto.
“Itu pasti, baiklah aku pergi dulu.” Ucap Ryuto, kemudian mencium kening Yuli dan Sayoko, lalu berangkat bersama dengan Sasha.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.