Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 162


__ADS_3

[Chapter 162.]


[Olivia.]


[Silahkan Dibaca.]


[18+]


Bali.


Selepas mereka selesai memandangi keindahan matahari terbenam, mereka pergi menuju ke penginapan.


Dalam perjalanan banyak warga yang melihat ke arah Ryuto dan para istrinya, mereka benar-benar penasaran dengan Ryuto yang bersama dengan para istrinya.


Namun Ryuto dan para istrinya mengabaikan tatapan tersebut, mereka berjalan dengan tenang menuju ke penginapan.


Tiba di penginapan, mereka masuk dan pergi menuju ke kamar yang sudah disewa oleh Amy dan Lilia.


Keduanya menyewa kamar yang sangat luas, Ryuto tersenyum saat melihat kamar tersebut.


Dia menatap ke arah para istrinya, lalu berkata dengan nada santai sambil tersenyum senang.


“Mari kita mandi,” ajak Ryuto, mereka pun senang dengan Ajakan dari Ryuto, segera mereka pergi menuju ke kamar mandi.


Olivia dan Lisa, masih malu dengan mandi bersama, bagaimana pun baru beberapa hari mereka menunjukkan seluruh tubuhnya, kecuali Olivia.


Silvia dan Erika selalu menyemangati mereka berdua, begitupun para istri Ryuto yang lain juga menyemangati keduanya.


Masuk ke kamar mandi, mereka pun melepaskan pakaian mereka masing-masing. Saat mereka masuk, mereka melihat bahwa air sudah terisi.


“Hmm, otomatis kah,” ucap Ryuto, sambil tersenyum. Kemudian, dia duduk dan istrinya mendekat.


Mereka menggosok tubuh Ryuto dengan kedua buah milik mereka. Entah kenapa, mereka senang karena buah mereka mengeluarkan air.


Ryuto juga dengan ringan menarik Olivia, karena Olivia belum disentuh sama sekali. Ryuto pun mengisap buah miliknya.


Uhhhnn.


Olivia tidak bisa tidak mengeluarkan suara, dia benar-benar merasa meleleh saat Ryuto mulai mengisap buah miliknya.


Beberapa menit kemudian.


Ryuto benar-benar penuh, dia sudah mengisap buah milik seluruh istrinya. Mereka pun berendam bersama.


Byurrr.


Mereka memposisikan diri mereka masing-masing, mereka juga melakukan permainan di kamar mandi.


Selesai mandi, Ryuto dan para istrinya keluar dari kamar mandi. Lalu, Ryuto berkata dengan ringan.


“Biar aku saja yang masak,” ucap Ryuto, mereka pun mengangguk, Maid pun ikut membantu persiapan.


Ryuto mulai memasak kari, entah kenapa dia senang dengan kari. Para Maid mengangguk setuju.


Mereka juga ingin membantu membuat kari tersebut, Ryuto dengan lihai dalam memasak.

__ADS_1


Sementara itu, para istrinya sedang melakukan pembicaraan, entah apa yang mereka bahas, biarkan itu menjadi rahasia perempuan.


Beberapa menit kemudian.


Aroma masakan tercium, membuat para istri Ryuto berhenti melakukan pembicaraan. Mereka segera menatap ke arah dapur.


“Bau yang enak,” ucap Silvia, kemudian Yuli menambahi ucapan Silvia.


“Bau ini, pasti kari,” ucap Yuli, menarik perhatian para istri Ryuto, mereka serempak berkata.


“Kari?” ucap mereka, lalu mata mereka berbinar-binar, karena mereka sudah lama tidak makan kari.


Berbeda dengan istri Ryuto yang ikut menuju ke Sumatera, mereka sudah mencicipi kari milik Ryuto.


Tak butuh waktu lama, Ryuto keluar dengan wadah besar yang berisi Kari tersebut. Ryuto pun menaruh di tengah meja.


Para istri Ryuto, segera mengambil nasi satu persatu, para Maid juga membantu dalam persiapan makan.


Selesai menyiapkan makanan, para Maid juga ikut duduk, mereka juga menyiapkan makanan mereka.


Setelah semuanya selesai, Ryuto dan para istrinya, berkata bersama.


“Selamat makan,”


Kemudian, mereka semua makan bersama. Para istri Ryuto yang baru pertama kali mencicipi Kari Ryuto matanya bersinar.


‘Enak,'


Satu kata tersebut tertancap di fikiran mereka, dengan cepat mereka menyantap kari tersebut, bahkan ada yang menambah kembali.


Beberapa menit kemudian.


“Sayang, besok pergi kemana saja?” ucap Amy, kemudian Ryuto tersenyum dan berkata dengan santai.


“Kemanapun yang kau inginkan,” ucap Ryuto, dia benar-benar membiarkan para istrinya memilih.


Amy pun mengangguk, lalu mereka saling memandang dan mengangguk bersama. Ryuto sedikit menaikkan alisnya.


“Besok, kita Shopping, sayang,” ucap Lilia, mewakili seluruh istri Ryuto.


Ryuto pun memandang ke arah yang lainnya, terlihat mereka setuju. Ryuto pun mengangguk dan berkata.


“Baiklah, kita nanti Shopping. Setelah itu ke tempat makan dekat pantai,” ucap Ryuto, mereka pun mengangguk.


Lalu, mereka melanjutkan pembicaraan, tentang kondisi bayi, apa yang terjadi setelah Ryuto pergi ke Indonesia, dan berbagai hal lainnya.


Tibalah waktu mereka untuk tidur, mereka semua sudah berada di dalam kamar tidur. Seperti biasa mereka melepas pakaian masing-masing.


Olivia sedikit terkejut, lalu dia juga mengikuti para saudari yang lainnya. Namun, dia menutupi area miliknya serta buah miliknya.


“Oliv, kau yang akan pertama kali, karena kau baru menjadi istri Ryuto,” ucap Lilia, kemudian Olivia mengangguk.


Dia pun berjalan ke arah tempat tidur, disana sudah terbaring Ryuto yang sedang menatap ke arahnya.


“Tenanglah, kau pasti akan senang,” ucap Ryuto, kemudian dia menarik perlahan Olivia menuju ke arahnya.

__ADS_1


“Uhhn,” ucap Olivia, saat merasakan buahnya dihisap oleh Ryuto, kemudian dia melihat milik Ryuto sudah siap.


Ryuto mulai menjelajahi area milik Olivia. Entah kenapa, perasaan senang terasa oleh Olivia.


Olivia berteriak saat menumpahkan air putih di tempat tidur. Dia merasa tubuhnya menjadi lemas.


Ryuto pun bersiap, kemudian dia mulai bermain dengan Olivia. Permainan mereka tidak kasar, namun perlahan-lahan menjadi kasar.


3 Jam kemudian.


Olivia sudah pingsan, dengan puas. Lalu, mulailah Ryuto menyantap para istrinya yang lain.


Alunan melodi mulai terdengar terus-menerus di kamar tersebut. Mereka terus bermain, sampai semuanya pingsan, kecuali Ryuto.


Beberapa jam kemudian.


Ryuto memandang para istrinya tidur dengan wajah puas, Ryuto pun juga puas. Kemudian, dia berbaring di tengah mereka.


Ryuto pun memejamkan matanya, kemudian tidur mengejar para istrinya yang sudah berada di alam mimpi.


Pagi hari.


Ryuto terbangun, kemudian dia melihat bahwa Maid sudah tidak ada di kamarnya. Hanya tersisa para istrinya.


Saat Ryuto turun dari tempat tidur, para istrinya perlahan bangun satu persatu.


Ryuto yang ingin pergi ke kamar mandi, dia berhenti saat para istrinya bangun. Dia berbalik dan berkata.


“Pagi, kalian semua,” ucap Ryuto, kemudian para istrinya mengedipkan mata dan menatap ke arah Ryuto.


“Pagi, sayang,” ucap mereka, kemudian meregangkan tangan mereka ke atas. Ryuto yang melihat itu tersenyum.


“Berhubung kalian sudah bangun, ayo kita mandi bersama, sekalian membersihkan diri kita masing-masing,” ucap Ryuto.


Para istri Ryuto pun tersenyum cerah. Mereka mengangguk dan turun dari tempat tidur. Lalu, mereka berjalan ke arah Ryuto.


Tiba di dekat Ryuto, mereka semua pergi menuju ke kamar mandi bersama-sama, mereka semua mandi tanpa ada permainan apapun.


Selesai mandi, mereka keluar dengan pakaian santai mereka masing-masing, lalu pergi menuju ke ruang makan.


Maid sudah menyiapkan makanan di meja makan, Ryuto dan para istrinya duduk di kursi makan. Mereka pun saling berkata.


“Selamat makan.”


Mereka pun mulai memakan makanan yang sudah ada di meja, masakan para Maid meningkat setelah memasak bersama Ryuto.


Beberapa menit kemudian.


Mereka selesai makan, lalu bersiap-siap untuk berbelanja dan menikmati makanan di Bali.


“Baiklah, ayo berangkat.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2