
[Chapter 167.]
[Berangkat menuju Jawa.]
[Silahkan Dibaca.]
Pagi hari.
Ryuto dan para istrinya terbangun, mereka meregangkan seluruh otot-otot dalam tubuh mereka.
“Baiklah, ayo kita persiapan,” ucap Ryuto, kemudian para istrinya bersiap-siap berbagai hal.
Mulai dari Mandi bersama, selesai mandi memakai pakaian, kemudian mengambil barang yang mereka bawa.
Maid sudah membawa bekal untuk mereka makan nanti di kapal. Para pasukan Ryuto sudah bersiap untuk pergi.
“Baiklah, seluruhnya sudah siap,” ucap Ryuto, mendapatkan anggukan semuanya. Lalu, mereka berjalan menuju ke kapal yang sangat besar.
Ryuto dan para istrinya naik ke dalam kapal tersebut, kemudian mereka semua didatangi oleh satu pelayan.
“Maaf, apakah Tuan dan Nyonya sekalian dalam sebuah kelompok?” ucap pelayan dengan sopan.
“Itu benar, kami keluarga besar Ryuto,” ucap Ryuto, dia tidak menggunakan nama Kurokami untuk menyembunyikan identitas keluarganya.
Pelayan pun membuka bukunya, kemudian dia mencari nama keluarga Ryuto, tak butuh waktu lama, pelayan pun menemukannya.
“Di ruang 2..1,” ucap pelayan terkejut, dia memandang ke arah Ryuto dan yang lainnya. Dia pun segera sadar dan berubah menjadi lebih professional.
“Tuan dan Nyonya, tempat kalian berada di ruang 21, agar lebih jelasnya mari saya antar,” ucap pelayan tersebut.
Istri Ryuto tersenyum melihat perubahan sikap pelayan tersebut, sementara Ryuto mengangguk dan berkata.
“Tolong tuntun jalannya,” ucap Ryuto, kemudian pelayan tersebut berbalik dan berjalan diikuti oleh Ryuto dan yang lainnya.
Para istri Ryuto di jalan selalu berbicara satu sama lain, sementara Ryuto memandangi lorong dan interior dalam kapal.
Pelayan hanya diam dan berjalan memandu mereka untuk pergi menuju ke kamar 21. Namun dalam hatinya, dia benar-benar gugup.
Beberapa menit kemudian.
Mereka semua tiba di sebuah ruangan yang luas, itu terlihat 10 ruangan jadi satu, Ryuto tersenyum melihat kamar miliknya.
“Kita sudah sampai, Tuan dan Nyonya,” ucap pelayan, kemudian dia melanjutkan ucapannya kembali.
“Ruang anda disini Tuan Nyonya, dan ruangan sebelah juga,” ucap pelayan kemudian menyerahkan beberapa kunci.
“Berhubung semuanya sudah, saya undur diri, Tuan dan Nyonya, jika ada permintaan tolong, anda bisa menghubungi resepsionis lewat telepon di dalam,” ucap pelayan tersebut.
__ADS_1
“Baik, terimakasih telah memandu kami ke arah kamar milik kami,” ucap Ryuto, dengan ramah. Kemudian, dia mengeluarkan kartu berwarna emas.
“Ini tips dariku,” ucap Ryuto, kemudian Ryuto dan para istrinya masuk ke dalam kamar, sementara para pasukan pergi ke kamar yang lainnya.
Maid sendiri, mereka ikut dengan Ryuto. Bagaimanapun mereka adalah maid yang akan melayani Tuannya baik secara apapun.
Pelayan yang mengantar tadi terkejut, lalu dia sadar dan menatap ke arah Ryuto dan yang lainnya.
“Terimakasih, Tuan,” ucap pelayan menundukkan kepalanya, terlihat air mata bahagia keluar dari sudut matanya.
“Dengan ini akhirnya kau akan selamat adik,” ucap pelayan tersebut, lalu berbalik dengan bahagia, dia berjalan menuju ke sebuah ruangan.
Tanpa pelayan sadari, Ryuto dan para istrinya mengetahui ucapan dari pelayan tersebut, mereka tersenyum.
“Ryuto, apakah kau akan ikut campur?” ucap Yuuko, dengan senyum misterius nya. Ryuto mendapati hal tersebut, mengangkat bahunya.
“Apa perlu?” ucap Ryuto, mereka semua mengangguk, bahkan maid pun juga mengangguk.
“Haihh, baiklah, akan kujadikan dia Maid nantinya,” ucap Ryuto, dia berbalik keluar dari kamar miliknya.
Namun, sebelum dia keluar. Nanami dan Yui berkata secara bersamaan.
“Kami ikut,” ucap keduanya, Ryuto berbalik dan menatap keduanya, kemudian dia mengangguk.
“Ya, dan untuk kalian semua, lakukan apa yang ingin kalian lakukan? Jika ada yang menghalangi hancurkan, tapi jika menghalangi demi kebaikan kalian, hargai,” ucap Ryuto.
“Kenapa kau, seperti memberitahu anak kecil, kami sudah paham,” ucap Anri, kemudian seluruh istri Ryuto menatap datar ke arah Ryuto.
“Kami pergi dulu,” ucap Ryuto, kemudian memegang tangan Nanami dan Yui, mereka bertiga pergi meninggalkan para istri Ryuto yang memerah, begitu juga Maid.
(Note : Maid juga dapat kecupan di kening ya guys.)
Ryuto, Nanami, dan Yui berjalan bersama. Mereka juga menyebarkan energi spiritual untuk merasakan kehadiran pelayan tadi.
Mereka bertiga mengunci aura pelayan tersebut, kemudian mereka mengikuti secara santai.
Mereka melihat bahwa pelayan berjalan di sebuah lorong tempat para orang kaya, namun lorong tersebut di bawah tempat Ryuto.
“Oh, sepertinya pelayan itu memiliki masalah dengan para orang kaya disana?” ucap Ryuto, kemudian Nanami menjawab.
“Kau benar, apalagi para orang kaya itu auranya buruk dan beberapa yang baik,” ucap Nanami.
“Pelayan itu, ternyata terlibat dengan orang kaya busuk, ughh. Tubuhnya jelek dan gendut,” ucap Yui dengan wajah jelek.
“Hahaha, kau benar. Kita lihat dulu apa yang akan terjadi,” ucap Ryuto, kemudian dia merasakan aura yang familiar.
‘Aura ini, bukankah polisi itu. Tapi kenapa dia ada disini?’ batin Ryuto, kemudian dia merasakan Aura yang lainnya.
__ADS_1
‘Ohh, mereka berdua juga ada disini, sudah lama tidak bertemu dengan mereka,' batin Ryuto menaikkan sudut mulutnya.
Sisi pelayan.
“Asri, semoga kau tidak apa-apa,” ucap pelayan tersebut, tubuhnya gemetar, dia pun mengetuk pintu kamar.
Tok tok tok.
“Masuk,” ucap seseorang dari dalam, dengan suara yang sangat jelek, pelayan tersebut membuka pintu kamar.
“Oh, Sari. Kau datang untuk adikmu, bagaimana apakah kau akan menyerahkan tubuhmu?” ucap orang berbadan gemuk tersebut.
“Aku tidak akan pernah menyerahkan tubuhku, ini adalah uang untuk menebus seluruh hutangku kepadamu,” ucap pelayan tersebut.
“Hehehehe, walaupun ada uang. Kau tidak akan bisa, keluar dari ruangan ini,” ucap ugly tersebut.
“Apa maksud mu,” ucap Sari, kemudian dia mendengar suara di belakangnya.
Klek.
Sari terkejut, dia berbalik dan melihat seseorang dengan tubuh besar, Ugly tersebut tertawa penuh kemenangan.
“Hahahaha, kau akan kujadikan milikku, Sari,” tawa menyebalkan dari Ugly tersebut, kemudian terdengar suara dari samping.
“Ka-kakak,” ucap seorang perempuan tanpa busana apapun, Sari terkejut dengan hal yang terjadi kepada adiknya, dia bergetar dan terduduk lemah.
“Ayo Sari, teriaklah minta tolong, Hahaha. Aku senang dengan raut muka seperti itu,” ucap Ugly tersebut.
Kemudian, dia berjalan ke arah adik Sari, yang tak lain ialah Asri. Lalu, tangannya akan meraih buah milik Asri.
Greppp.
Sebuah tangan muncul di samping Ugly tersebut, lalu tangan lainnya memukul tepat wajah dari Ugly.
Bughhhh.
Penjaga yang mengunci Sari terkejut, kemudian dia tanpa sadar lengah. Membuat Sari bebas dari jeratan nya.
Booommm.
Pintu yang terkunci terbuka, dan hancur. Terlihat dua sosok perempuan yang berdiri di luar. Lalu, sebuah suara terdengar.
“Kau benar-benar menyebalkan dan juga lama tidak bertemu, Rudi atau bisa kubilang musuh lama,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.