Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 159


__ADS_3

[Chapter 159.]


[Kebenaran.]


[Silahkan Dibaca.]


Hutan besar, Sumatera.


Booomm.


Ryuto memukul Ayah Lisa dengan keras, membuat orang tersebut terbang ke arah tengah danau.


Ryuto melesat kembali ke arah Ayah Lisa terbang. Dia dengan cepat tiba di atas Ayah Lisa.


Boomm.


Ryuto memukul Ayah Lisa ke bawah, membuat orang tersebut jatuh tenggelam ke bawah dengan cepat.


Byuuur blub blub.


‘Ugh, sial. Aku harus naik kalau tidak, aku akan tenggelam,' batin Ayah Lisa, dengan cepat naik ke atas permukaan.


Namun, Ryuto sudah berdiri di atas Ayah Lisa. Kemudian, saat kepala Ayah Lisa muncul, Ryuto dengan cepat memukulnya kembali.


Boommm.


Byurr blub blub blub.


‘Aku harus ke permukaan,' batin Ayah Lisa, namun saat sampai di permukaan, dia terus di pukul oleh Ryuto.


Boommm.


Sampai akhirnya, Ayah Lisa tidak kuat. Dia pun tenggelam dan pandangannya mulai kabur.


Ryuto yang melihat hal tersebut, dia menyeringai. Lalu, meluncur ke bawah sambil berkata.


“Kau kira, bisa mati semudah itu,” ucap Ryuto, lalu menyelam dengan cepat. Dia menatap ke Ayah Lisa, kemudian menyelam lebih cepat.


Tiba di belakang Ayah Lisa, Ryuto dengan cepat menendang punggung dari Ayah Lisa tersebut dengan kuat.


Booomm.


Ayah Lisa membelalakkan matanya, kemudian dia meluncur ke atas dengan cepat. Ryuto yang berada di dalam air, melesat kembali ke atas.


“Ughh,” ucap Ayah Lisa, dia benar-benar terkejut, saat melihat dirinya terbang dengan keadaan lemah.


“Oh, akhirnya kau sadar,” ucap Ryuto, kemudian Ryuto mengeluarkan cambuk berduri.


Dia tersenyum, membuat Ayah Lisa bergidik ngeri. Kemudian, Ryuto mengayunkan dengan cepat cambuk tersebut.


Plash Plash Plash.


Ryuto terus mengayunkan dan memukul Ayah Lisa dengan cepat, semakin cepat semakin menyakitkan cambukkan tersebut.


Ayah Lisa tidak kuat untuk berteriak, dia hanya menahan rasa sakit, namun itu percuma. Dia akhirnya pasrah, menerima semua rasa sakit.


“Kau kira, membuat wajah seperti itu, aku akan memaafkanmu, jangan berharap,” ucap Ryuto.


Beberapa menit kemudian.

__ADS_1


Terlihat Ayah Lisa penuh dengan lebam dan darah keluar dari mulutnya, Ryuto sudah bosan untuk menyiksanya.


“Matilah,” ucap Ryuto, namun kematian Ayah Lisa, bukan dalam sekejap. Ryuto membakarnya, perlahan-lahan.


Ryuto hanya berbalik, membiarkan Ayah Lisa menikmati Api yang diciptakan untuk membunuhnya.


Ryuto pergi ke tempat para istrinya, tiba di dekat para istrinya. Ryuto menatap ke arah mereka.


Lisa juga terbangun, namun menatap Ryuto dengan cemberut. Dia berkata dengan tidak senang.


“Hmm, Ryuto curang. Harusnya aku yang menyiksanya,” ucap Lisa, membuat Ryuto tersenyum tak berdaya.


“Dia sudah mati, ayo kita kembali ke hotel. Besok kita pergi ke Bali,” ucap Ryuto, meregangkan tangannya.


“Un,” ucap kelima istrinya, mereka mengangguk setuju. Lalu, keenam orang tersebut berjalan pergi menuju hotel bersama.


Mereka berjalan keluar dari hutan besar, Lisa benar-benar lelah dengan kejadian hari ini, sedangkan yang lainnya sudah terbiasa.


Tiba di luar hutan besar, mereka berjalan kaki dan melihat-lihat kota di Sumatera tersebut. Mereka juga berhenti di kedai-kedai tertentu.


Membeli makanan khas untuk oleh-oleh kepada istri yang lainnya. Ryuto membeli beberapa makanan.


Tiba di hotel, mereka masuk ke dalam hotel dan naik ke lift kamar mereka.


Tak lama kemudian, mereka tiba di kamar. Masuk ke dalam kamar, Ryuto berkata dengan santai.


“Ayo kita mandi,” ucap Ryuto, kelima istrinya mengangguk. Lisa walaupun sudah kehilangan, dia tetap sedikit malu.


Mereka berjalan menuju ke arah kamar mandi. Masuk ke dalam, Ryuto melepaskan seluruh pakaiannnya, begitu juga yang lain.


Byuurr.


“Nah Lisa, apakah benar dia Ayahmu?” ucap Ryuto, sedangkan Lisa terkejut dan menundukkan kepalanya.


“Kau berbohongkan?” ucap Ryuto, para istri Ryuto menatap ke arah Lisa yang menunduk. Sayoko mendekat dan berkata.


“Ceritakan saja yang sebenarnya,” ucap Sayoko, kemudian Lisa mengangkat wajahnya dan menatap Sayoko.


Lisa memeluk Sayoko, dia sedikit terisak tangis. Melihat itu, Sayoko menepuk Lisa, untuk menenangkannya.


Tak lama kemudian, Lisa sudah tenang. Dia pun melepas pelukan dan berkata dengan sedikit malu.


“Maaf dan terimakasih,” ucap Lisa, membuat Sayoko dan ketiga istri Ryuto tersenyum. Lalu, Lisa menatap Ryuto dan berkata.


“Orang yang kau lawan dan siksa tadi adalah Ayah angkatku, dia mengambilku dari panti Asuhan,” ucap Lisa.


“Awalnya aku senang, namun ternyata kebalikan dari semua itu. Aku diambil dari panti asuhan, hanya untuk bahan pelampiasan,” ucap Lisa.


“Keluarga mereka, selalu menyiksaku dengan kejam, terutama putra dari orang itu,” ucap Lisa. Kemudian, Ryuto berkata.


“Tapi, saat kita bermain kemarin, kau berdarah uang berarti masih segel,” ucap Ryuto, membuat Lisa memerah.


“I-Itu karena mereka tidak menyiksaku seperti itu,” ucap Lisa, membuat Ryuto mengangguk mengerti.


Beberapa menit kemudian.


Mereka berenam keluar dari kamar mandi, yah mereka hanya memakai pakaian dalam. Sementara, Ryuto tidak memakai apapun.


Mereka makan bersama, dengan Ryuto bermain dengan Sayoko. Kemudian, selesai makan, mereka pun mulai bergantian bermain.

__ADS_1


Alunan melodi di kamar tersebut benar-benar keras, beruntung Ryuto sudah menaruh energi spiritual untuk membuat kedap suara.


Pagi hari.


Ryuto terbangun, dia duduk dan melihat ke samping kanan dan kiri, dia melihat istrinya tidur dengan damai.


Lalu, dia mengalihkan pandangan di sekelilingnya, Ryuto hanya tersenyum kecut.


Sungguh kacau.


Dua kata tersebut yang berada di benak dari Ryuto, dia pun turun dan berjalan ke kamar mandi.


Dia hanya mandi normal dengan menggunakan Shower.


Beberapa menit kemudian.


Ryuto keluar dari kamar mandi, dia membersihkan tubuhnya dengan handuk. Tanpa melilitkan handuk di tubuhnya.


Kelima istrinya bangun, Ryuto menatap ke arah mereka dan berkata.


“Segeralah mandi, aku akan membuat makanan dulu, untuk kekacauan ini, biarkan pelayan hotel ini yang bersihkan,” ucap Ryuto.


(Sungguh menyedihkan, pelayan hotel.)


Ke lima istrinya mengangguk, kemudian mereka beranjak pergi menuju ke kamar mandi.


Ryuto memakai pakaian santai dan pergi ke dapur, dia membuat berbagai macam makanan, namun dia taruh ke kotak makan.


‘Lebih baik, makan di pesawat nanti, daripada di meja yang sudah kotor, karena permainan kemarin,' batin Ryuto.


1 jam kemudian.


Ryuto selesai membuat bekal, bertepatan para istrinya sudah selesai mandi dan sudah berpakaian.


“Baiklah, ayo kita pergi,” ucap Ryuto, mereka mengangguk. Kemudian, keluar dari kamar hotel tersebut.


Ryuto dan para istrinya berjalan ke arah Lobby dan melakukan Check out di tempat Resepsionis.


“Baik, terimakasih telah berkunjung Tuan,” ucap Resepsionis, Ryuto mengangguk dan keluar bersama kelima istrinya.


“Sebaiknya aku memanggil pelayan untuk membersihkan kamar yang dipakai Tuan tersebut,” ucap resepsionis.


Kemudian, dia memanggil salah satu pelayan. Lalu, menyuruh pelayan tersebut untuk pergi ke kamar VVIP, agar segera dibersihkan.


Pelayan mengangguk, dia pun masuk ke lift dan menuju ke kamar bekas milik Ryuto dan para istrinya.


Tiba di depan kamar bekas milik Ryuto, pelayan tersebut masuk ke dalam dan terkejut dengan apa yang dilihat.


“Astaga, Mereka sungguh berlebihan membuat kerjaan untukku,”


Pelayan tersebut berteriak tak berdaya, melihat ruangan tersebut. Sementara pelaku yang membuat pelayan berteriak, sudah tiba di bandara.


“Baiklah, waktunya ke Bali,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2