
[Chapter 108.]
[Kencan dengan Yuli.]
[Silahkan Dibaca.]
Ryuto dan Yuli berjalan menuju ke Supermarket terdekat. Ryuto juga menikmati suasana Osaka tersebut, sedangkan Yuli bertanya.
“Ryuto, kamu sedang memandang apa?.” Ucap Yuli, dia juga mengarahkan pandangan yang dituju oleh Ryuto.
Ryuto yang mendengar pertanyaan dari Yuli, dia tersenyum dan memandang ke arah Yuli, kemudian dia menjawab.
“Memandang sekitar saja, memang ada apa, Sensei?.” Ucap Ryuto, sementara Yuli menggelengkan kepalanya dan berkata.
“Tidak apa-apa, hanya saja sudah lama tidak berjalan bersama begini.” Ucap Yuli, dia tersenyum dan teringat saat dia berjalan bersama dengan Ryuto menuju ke tempat penjual bakso.
“Hehehe, kau masih ingat saja, sensei. Namun, waktu itu bukan aku yang mentraktir jadi kurang sesuai.” Ucap Ryuto, sementara Yuli bertanya.
“Kurang sesuai, apanya?.” Ucap Yuli, dia bingung dengan ucapan dari Ryuto. Sementara Ryuto tersenyum dan menjawab.
“Karena waktu itu, seharusnya aku sebagai laki-laki mentraktirmu, bukan sebaliknya.” Ucap Ryuto, sedangkan Yuli menjawab.
“Tidak masalah, terpenting kita bisa berkencan.” Ucap Yuli tanpa sadar, sedangkan Ryuto berhenti. Lalu, Yuli akhirnya dia keceplosan.
“Eh, kencan? Tunggu, jadi Sensei dulu mengajakku makan berdua untuk kencan?.” Ucap Ryuto, dengan berpura-pura tidak tahu.
Sedangkan, Yuli dia benar-benar gugup dan memalingkan wajahnya ke arah Supermarket yang sudah dekat dengan mereka.
“Eh, kita sudah sampai, ayo kita masuk.” Ucap Yuli dengan gugup, dia segera masuk ke dalam supermarket, sementara Ryuto tersenyum saat melihat tingkah Yuli.
Ryuto menyusul Yuli yang sudah masuk ke dalam Supermarket. Mereka di dalam berjalan ke tempat makanan ringan, Yuli memiliki mata berbinar-binar.
Yuli mengambil keranjang dan memasukkan banyak makanan ringan, dia benar-benar mengambil banyak, sampai 3 keranjang penuh dengan makanan ringan.
“Ryuto, ambilkan keranjang lagi satu.” Ucap Yuli, sedangkan Ryuto tersenyum tak berdaya melihat Yuli yang begitu menyukai yang namanya makanan ringan.
Ryuto mengambil keranjang, lalu menyerahkan ke Yuli. Sementara, Yuli menerima keranjang tersebut dan mulai mengisinya kembali.
4 keranjang penuh dengan makanan ringan, mereka lalu berjalan ke arah kasir. Menunggu beberapa saat, akhirnya giliran mereka.
“Apakah ini semua?.” Ucap Kasir tersebut, dia benar-benar terkejut dengan keranjang penuh dengan makanan ringan, apalagi keranjangnya ada 4.
__ADS_1
“Itu benar.” Ucap Yuli, sementara Kasir mengangguk dan mulai meminta bantuan untuk mengemas makanan ringan ke dalam kresek putih besar.
Mereka menunggu lama, karena makanan ringan tersebut sangat banyak. Tak lama kemudian, penghitungan selesai.
“Seluruhnya : 2.000.000 Yen.” Ucap Kasir tersebut, dia sebenarnya terkejut. Namun, segera bertindak profesional.
“Ini.” Ucap Ryuto, menyerahkan sebuah kartu berwarna hitam. Lalu, kasir tersebut mengangguk dan menggesekkan kartu.
Ting.
“Terimakasih telah melakukan pembelian di Supermarket kami.” Ucap Kasir tersebut, Yuli dan Ryuto mengangguk, kemudian mengambil kartu hitam dan mengambil kresek penuh dengan makanan ringan.
“Setelah ini, kita kemana Ryuto?.” Ucap Yuli, sedangkan Ryuto melihat ke arah kresek besar tersebut dan berkata.
“Kita ke tempat ramen dulu, aku benar-benar lapar.” Ucap Ryuto, sedangkan Yuli mengangguk dengan semangat.
“Baiklah, ayo kita pergi.” Ucap Yuli, lalu mereka berjalan mencari tempat kedai Ramen yang menurut warga sekitar enak.
Mereka berdua bertanya-tanya kepada beberapa orang, lalu diarahkan ke sebuah Kedai Ramen yang memiliki nama ‘Ramen Sayuri.’
“Apakah ini kedainya?.” Ucap Ryuto, sementara Yuli memandang ke sekitar. Lalu, dia menjawab.
“Sepertinya benar.” Ucap Yuli, lalu mereka berdua masuk ke dalam. Ternyata di dalam terdapat tempat yang di batasi sebuah pagar kayu.
“Penuh, oh di No 12 masih kosong, ayo duduk disana.” Ucap Ryuto, melihat bahwa No 12 masih kosong.
Mereka berdua berjalan ke arah No 12, sampai di kotak No 12 mereka masuk dan duduk di kursi yang disediakan.
Lalu, seorang pelayan perempuan datang dan masuk ke dalam. Lalu, pelayan tersebut berkata.
“Selamat datang di Kedai Sayuri, ini adalah menu Ramen yang disediakan di tempat kami, mohon dipilih.” Ucap Pelayan tersebut.
Ryuto dan Yuli pun memilih Ramen yang ingin mereka makan, beserta memilih minuman yang mereka berdua inginkan.
“Mohon tunggu, ramen akan segera datang.” Ucap Pelayan tersebut, lalu keluar dari kotak No 12.
“Jadi, kapan sensei tiba di Jepang?.” Ucap Ryuto, sedangkan Yuli tersenyum dan menjawab.
“2 hari sebelumnya. Aku turun dan mendarat di Jepang, Tokyo. Kemudian, aku menyewa sebuah apartemen, terlebih dahulu.” Ucap Yuli, sedangkan Ryuto mengerutkan keningnya.
“Bukankah kamu memiliki rumah di Jepang?.” Ucap Ryuto, sementara Yuli mengangguk. Kemudian, berkata.
__ADS_1
“Tapi, aku suka tinggal sendiri. Biasanya di rumah ada Ayah dan Ibuku, mereka akan bertanya kapan menikah terus.” Ucap Yuli, sedangkan Ryuto tersenyum.
“Kalau begitu, tinggal saja di rumah milikku sensei. Para istriku akan setuju nantinya.” Ucap Ryuto, mulai menunjukkan taringnya.
“Ara, apakah kau sedang memancing gurumu untuk menjadi Istrimu.” Ucap Yuli menggoda Ryuto, sementara Ryuto tersenyum.
“Iya, itu benar. Namun, jika sensei mau sih.” Ucap Ryuto, sedangkan Yuli menggelengkan kepalanya dan menjawab.
“Kamu, apakah dengan istri sebanyak itu, tidak puas?.” Ucap Yuli, sementara Ryuto menjawab dengan jujur.
“Puas, namun mereka selalu ingin Saudari baru, agar dapat mengatasiku.” Ucap Ryuto, sementara Yuli tersenyum.
“Kenapa tidak menaklukan para pemain AV saja, daripada Gurumu yang sederhana.” Ucap Yuli, sedangkan Ryuto menggelengkan kepalanya.
“Aku ingin mempunyai istri bukan kuat di tempat tidur, melainkan hatinya yang benar-benar tulus, masalah urusan tempat tidur, aku bisa melatihnya menjadi ahli.” Ucap Ryuto, sebelum Yuli membalas, Pelayan masuk dengan sebuah nampan.
“Ini pesanan anda, Pelanggan.” Ucap Pelayan, lalu menaruh Ramen di depan Ryuto dan Yuli, kemudian menaruh minuman di depan keduanya.
“Silahkan dinikmati.” Ucap Pelayan tersebut, lalu keluar dari Kotak No 12 tersebut. Ryuto, mengambil sumpit, begitu juga Yuli.
“Selamat makan.” Ucap keduanya, lalu mereka memakan ramen tersebut dengan senang, Ryuto tersenyum dan mengangguk bahwa ramen yang dia makan enak.
Selesai makan, kedua saling memandang. Lalu, meminum minuman yang mereka pesan, Ryuto pun berkata.
“Baiklah, ayo kita bayar.” Ucap Ryuto, lalu memanggil seorang pelayan. Kemudian, pelayan datang dan Ryuto membayar semuanya.
“Terimakasih telah berkunjung.” Ucap pelayan tersebut, saat melihat Ryuto dan Yuli keluar dari kedai Ramen tersebut.
“Baiklah, waktunya kita pergi ke penginapan.” Ucap Ryuto, lalu Yuli mengangguk. Kemudian Ryuto menghentikan sebuah Taxi.
Kemudian, mereka masuk ke dalam Taxi dan pergi menuju ke sebuah penginapan yang dipesan oleh Sayoko.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di tempat. Ryuto membayar Taxi tersebut. Lalu mereka berdua turun dan pergi menuju ke penginapan.
Namun, saat akan masuk. Sebuah suara dari belakang menghentikan mereka berdua. Ryuto dan Yuli menoleh ke belakang.
“Hai, cantik. Bagaimana kalau bermalam dengan kami?.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.