
[Chapter 73.]
[Kembali 2.]
[Silahkan Dibaca.]
Andy berjalan ke arah Pria tersebut. Kemudian menendang Perut Pria tersebut dengan keras, sampai membuat Pria tersebut Terbang dan jatuh ke tanah.
Dughh.
Wushhh Brukkk.
“Ughh.” Ucap Pria tersebut terbaring tak berdaya di tanah. Lalu, Andy mengambil Hpnya dan memanggil Zero.
“Zero, datanglah ke tempat ku sekarang!.” Ucap Andy dengan nada sedikit marah. Sedangkan Zero terkejut dengan Andy yang marah.
Saat, Zero akan menjawabnya. Andy sudah menutup telponnya dan mengirimkan Lokasinya. Zero tanpa basa-basi langsung keluar dan pergi menuju Mobil Pickup yang berada di belakang Bar.
“Pasti terjadi, sesuatu sampai-sampai Tuan marah. Aku harus cepat pergi.” Ucap Zero, lalu segera masuk ke Mobil Pickup, menyalakan mesin dan bergegas dengan cepat menuju ke Andy.
Di sisi Andy.
Dia menyiksa Pria tersebut, mulai dari mematahkan jari-jari Pria tersebut. Agar tidak teriak, Andy gunakan tali dan tarik ke belakang, membuat Mulut terus terbuka.
“Ha Hhah.” Teriak Pria tersebut, namun hanya terdengar seperti gumaman. Andy mematahkan jari-jari Pria tersebut. Kemudian, memasukkan Pil penyembuhan rendah.
Jari-jari pun kembali sembuh, Andy melakukan lagi dan lagi, sampai dia bosan. Lalu, setelah dia bosan, dia mulai mematahkan tangan Pria tersebut.
Krak krak.
Pria tersebut hanya merasa sakit tidak bisa berteriak. Andy, perlahan mulai bosan tepat, Zero datang dengan Mobil Pickup.
Zero pun berhenti dan menghampiri Andy. Lalu, melihat ada Pria di depannya. Zero bisa menyimpulkan bahwa Tuannya marah karena orang tersebut.
“Tenggelamkan dia di teluk Tokyo.” Ucap Andy, sedangkan Zero mengangguk. Lalu, mengeluarkan sebuah suntikan dan menyuntik Pria tersebut.
Jlebb.
“Selamat tinggal.” Ucap Andy, kemudian berbalik menuju ke rumah Nanami. Sedangkan Zero membawa Pria tersebut dan menaruhnya di belakang. Kemudian, Zero tutupi dengan kain.
Zero masuk ke Mobil dan melaju menuju ke teluk Tokyo, Zero tahu kenapa Tuannya marah. Zero tahu rumah yang di tuju Tuannya adalah rumah salah satu Wanitanya. Sedangkan, si Pria ini membuat onar di rumah tersebut.
Di sisi Andy, dia berjalan ke Nanami yang dia baringkan di lantai depan pintu. Kemudian, Andy menggendong Nanami, dan membuka pintu rumah.
“Ren, kau dimana?.” Ucap Andy, lalu terdengar suara seseorang yang berlari turun ke bawah. Orang tersebut ialah Ren, Putra Nanami.
Ren melihat Andy membawa Nanami, dia segera berlari sambil menangis. Sampai di bawah Ren segera memeluk Andy.
“Uwaaa Kak, aku tidak bisa melindungi Ibu.” Ucap Ren sambil menangis. Sedangkan, Andy hanya tersenyum dan menjawab.
“Beritahu aku, kamar Ibumu. Aku ingin menaruh Ibumu terlebih dahulu.” Ucap Andy, lalu Ren mengangguk dan melepaskan pelukannya, kemudian menghilangkan air matanya.
“Ikuti aku, kak.” Ucap Ren, lalu naik ke atas kembali. Andy mengikutinya, Ren pun menuju ke arah kamar Ibunya.
__ADS_1
“Disini kak.” Ucap Ren, kemudian Ren membuka pintu kamar Ibunya. Andy masuk dan menaruh Nanami di tempat tidur.
Saat menaruh Nanami di tempat tidur, Andy tanpa sengaja melihat Replika Adik kecil. Andy hanya tersenyum melihat hal tersebut.
Andy berbalik pergi dari kamar Nanami. Dia kemudian menutup pintu kamar Nanami. Lalu, melihat ke arah Ren.
“Sini.” Ucap Andy melebarkan tangannya, sedangkan Ren dengan cepat memeluk Andy. Lalu, Andy menggendongnya seperti seorang anak.
“Bagaimana kalau kita buat makan untuk Ibumu.” Ucap Andy, sedangkan Ren mengangguk dengan semangat.
“Baik, kak.” Ucap Ren, lalu Andy dan Ren pergi menuju ke bawah dan pergi ke dapur. Ren di dudukkan di tempat persiapan.
“Lihat, ketika Kakak memasak.” Ucap Andy dengan memakai Pisau dan mengambil kentang. Kemudian Andy buat menjadi kotak-kotak.
Di sisi Nanami, dia terbangun dan terkejut bahwa dirinya berada di kamarnya. Lalu, dia turun dari kasur dan berjalan ke arah pintu.
Nanami keluar dan berjalan menuju ke bawah. Di tengah tangga, Nanami mencium bau makanan yang enak, dia segera turun dan pergi ke tempat makan.
“Siapa yang tengah memasak saat malam hari?.” Ucap Nanami, lalu sampai di tempat makan, Nanami melihat Andy dan Ren berada di dapur sedang memasak.
Andy menyadari ada yang masuk ke tempat makan. Dia tidak berbalik, dan berkata sambil tersenyum.
“Sudah bangun, ya. Kalau begitu, duduklah di kursi tempat makan. Tunggu, makanan siap.” Ucap Andy, sedangkan Ren yang mendengar ucapan Andy, segera menoleh ke tempat makan.
Ren mendapati Ibunya di sana, dengan cepat dia turun dari tempat persiapan. Dia berlari menuju ke Ibunya dan memeluk Ibunya.
“Maaf bu, Ren sangat lemah.” Ucap Ren sambil terisak-isak menangis. Sedangkan Nanami tersenyum mendengar ucapan putranya.
Nanami mengangkat Ren dan mendudukkan Ren di pangkuannya. Lalu membelai kepala putranya yang kecil tersebut.
Ren yang mendengar itu, mengangguk dan berkata dengan suara tegasnya.
“Baik bu, tapi lain kali Ren akan melindungi Ibu.” Ucap Ren, kemudian Andy datang sambil membawa makanan yang dia buat.
“Makanlah, kamu akan tenang dan berenergi kembali.” Ucap Andy, sedangkan Nanami mengangguk.
Lalu, mengambil makanan tersebut dan memakannya. Seketika, matanya berbinar-binar dan dengan cepat mengambilnya kembali.
Ren yang melihat Ibunya menyukai makanan tersebut, dia juga mengambilnya. Lalu, saat Ren memakannya, matanya berbinar-binar.
Dengan cepat Ren juga memakan makanan buatan Andy tersebut. Andy melihat tingkah Ibu dan anak tersebut tersenyum dan duduk di kursi tepat depan mereka.
Beberapa menit kemudian, Ibu dan anak tersebut selesai memakan makanan Andy. Lalu, mereka meminum air mineral di gelas yang sudah disiapkan Andy.
Glug Glug Glug.
“Sungguh enak makanan buatanmu Andy.” Ucap Nanami sambil tersenyum menghadap ke Andy, Ren yang masih dalam pangkuan Nanami mengangguk setuju.
“Itu bagus. Serta Nanami, Ren, aku ingin kalian pindah ke Rumah ku. Apakah kalian setuju?.” Ucap Andy, sedangkan Nanami terkejut lalu berkata.
“Apakah kamu sudah membeli Rumah?.” Ucap Nanami, sedangkan Andy mengangguk dan berkata kembali.
“Ya, serta semuanya menunggu. Lilia, Amy, Aoi, Miya, dan keempat Perempuanku.” Ucap Andy, sedangkan Nanami terkejut, lalu tersenyum dan menatap ke Ren.
__ADS_1
“Ren, bagaimana jika Ibu menikah dengan Kak Andy?.” Ucap Nanami kepada Ren. Terlihat Ren, wajahnya menjadi cerah dan berkata.
“Aku setuju, hanya Kakak Ren yang paling cocok dengan Ibu.” Ucap Ren, lalu turun dari Pangkuan Ibunya dan pergi ke arah Andy.
“Mulai sekarang Ren, akan memanggil Kak Andy dengan sebutan Ayah.” Ucap Ren dengan senang. Andy melihat itu, mengelus kepala Ren dan berkata.
“Ya, kau bisa memanggilku Ayah.” Ucap Andy, kemudian Ren menjadi senang dan segera memeluk Andy. Begitupun Andy membalas pelukan Ren.
“Baiklah, nak. Segera persiapkan barangmu, hari ini kita akan pindah.” Ucap Andy, sedangkan Ren mengangguk dan melepaskan pelukannya, kemudian berlari naik ke atas.
Andy kemudian memandang ke arah Nanami, lalu berjalan ke arahnya. Saat di dekat Nanami, Andy menciumnya.
Cup
“Segera berkemaslah. Kita pergi ke Rumah baru, lalu aku akan memuaskanmu daripada bermain dengan Replika.” Ucap Andy.
Nanami mendengar itu seketika memerah malu, dia lupa menaruh Replika tersebut di lemari. Nanami sangat malu dan berlari ke kamar.
“Andy Bodohh.” Teriak Nanami, sedangkan Andy tersenyum dan berjalan ke pintu depan. Andy keluar dan menunggu di luar.
Jam 10.21, Nanami dan Ren keluar dengan Koper dan Tas. Lalu, Nanami memandangi Rumah tersebut, lalu berkata.
“Rumah yang kusewa ini, banyak mengandung arti bagiku. Dari aku mulai karir sebagai artis, sampai aku hamil, sampai aku cerai, sampai aku melahirkan Ren, sampai aku membesarkan Ren, semua kenangan ada di Rumah ini.” Ucap Nanami.
“Sekarang, aku akan pergi terimakasih telah menjadi tempatku berlindung.” Ucap Nanami, sedikit mengeluarkan Air mata.
Andy kemudian memeluk Nanami dari belakang dan berkata untuk menenangkannya kembali.
“Suatu saat akan kubeli Rumah ini.” Ucap Andy, namun Nanami menggelengkan kepalanya dan berkata.
“Tidak perlu, Andy. Rumah ini juga, kenangan burukku ada.” Ucap Nanami, sedangkan Andy mengangguk dan berkata sambil tersenyum.
“Baiklah, nanti di Rumah baru kita buat kenangan bermain di berbagai tempat.” Ucap Andy dengan bercanda.
“Dasar mesum.” Ucap Nanami memerah, Andy pun melepaskan pelukannya dan memegang tangan Nanami dan Ren.
“Baiklah, ayo pergi.”
[To be Continued.]
Promosi Novel, silahkan Dibaca juga.
Satu milikku, satu milik Temanku.
Info : Karena ini Minggu berarti di atas 2 Chapter.
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.