
[Chapter 185.]
[Tiba di Candi Prambanan.]
[Silahkan Dibaca.]
Pagi hari.
Ryuto dan para istrinya berkemas akan pergi menuju ke Yogyakarta, mereka ingin mengunjungi Candi yang didirikan oleh seseorang dengan jumlah candi 1000 dalam semalam.
“Sudah siap, semuanya?” tanya Ryuto, dia melihat ke arah para istrinya yang memakai pakaian santai semua.
(Lilia, Amy, Yui, Yuka, Angel, Arisa, Aria, Silvia, June, Erika, Iris, Nina, Rina, Alice, Kaori, Haruna, Sayoko, Sasha, Yuli, Yuna, Miya, Aoi, Anri, Nanami, Lisa, Yuuko, Asami, Maria dan Olivia.)
“Kami siap,” ucap Haruna, dia tersenyum dan diangguki para saudari yang lain. Kemudian, Ryuto menatap ke arah mobil Limousine.
‘Aku baru tahu, ruang dalam mobil sederhana bisa di lebarkan dengan kekuatan ruang dan waktu,' batin Ryuto.
Kemudian, dia memegang mobil tersebut, tampilan tetap sama, kemudian mereka masuk semuanya.
Terlihat, tempat di dalam mobil menjadi lebih luas, dilengkapi dengan sebuah kulkas mini yang berisi minuman dan makanan.
“Bagaimana bisa begini?” tanya Kaori, dia benar-benar terkejut dengan hal Supranatural, walaupun dia sudah tahu, tapi mengubah sebuah ruang itu hal lain.
“Kurang tahu, mungkin jawabannya selepas kita menembus tingkat prajurit langit,” ucap Ryuto.
“Seperti itu, tapi kau akan pergi terlebih dahulu, bukan?” tanya Rina, sementara Ryuto menggelengkan kepalanya.
“Kita akan naik bersama-sama,” ucap Ryuto, membuat seluruh istrinya senang, lalu Iris berkata.
“Tenang, kita akan selalu bersama, masalah tentang selepas tingkat prajurit langit, itu bahas belakangan,” ucap Iris.
Semuanya menatap ke arah Iris, mereka lupa bahwa Iris adalah Dewi. Jadi, mereka paham bahwa ada sesuatu nanti selepas menembus level prajurit langit.
“Baiklah, Zero. Kau sudah tahu kan tujuan kita?” tanya Ryuto, sementara Zero yang berada di depan, dia berkata.
“Ya, Tuan. Yogyakarta tujuan kita,” ucap Zero, kemudian mobil menyala dan berangkat menuju ke arah Yogyakarta.
Mereka tidak membawa pengawal maupun pasukan, karena mereka sendiri sudah kuat, hanya beberapa yang bisa melukai mereka.
Ryuto juga melihat perkembangan para istrinya, mulai dari aset sampai tingkat kekuatan mereka.
“Kalian semuanya, rata-rata berada di Prajurit langit tingkat 5-7, benar-benar membuatku terkejut,” ucap Ryuto.
Sebelumnya, mereka baru memasuki tingkat 1-3, sekarang sudah 5-7. Ryuto mengangguk puas dengan perkembangan para istrinya.
“Itu benar, kami di rumah selalu berlatih,” ucap Amy, sambil menatap ke arah para saudari yang lain.
Para istri Ryuto lainnya mengangguk sambil tersenyum, kemudian Rina berkata dengan sedikit serius.
“Apakah tidak masalah membawa kita?” tanya Rina, Ryuto yang mendapati pertanyaan tersebut, dia tersenyum dan berkata.
__ADS_1
“Tidak apa-apa, hanya saja nanti musuhnya banyak,” ucap Ryuto, sementara Nina berkata dengan nada bersemangat.
“Apakah kita akan bertarung?” tanya Nina, Ryuto mengangguk dan berkata dengan tenang.
“Jika kalian ingin, jika tidak tetaplah di mobil, nanti,” ucap Ryuto, kemudian para istrinya mengangguk paham.
Mobil pun melaju dengan cepat, jarak antara tempat candi berada dengan letak rumah Ryuto sangat jauh.
Dalam perjalanan, Ryuto dan para istrinya selalu berbicara dan bercanda bersama.
Setelah itu, mereka semua lelah dan tidur di karpet bawah, benar-benar nyaman. Mereka tidak akan terganggu oleh jalan yang tak beraturan.
7 jam kemudian.
Mereka tiba di tempat tujuan, Ryuto dan para istrinya sudah bangun beberapa jam sebelumnya.
Mereka bersiap-siap untuk melihat sebuah candi yang terkenal hanya untuk pelamaran dan itu tercipta dalam satu malam.
Candi Prambanan.
Mobil berhenti, kemudian mereka semua keluar dari mobil, mereka berhenti di sebuah gedung yang kosong.
“Apakah itu Prambanan?” tanya Anri, dia benar-benar sedikit mengerutkan keningnya, bukan hanya dia, namun seluruh saudarinya juga.
Ryuto menatap ke arah Candi tersebut, dia menatap dengan datar. Dia benar-benar merasa terlalu kacau tempat tersebut.
Terlihat Aura yang sangat gelap pekat, tanpa ada yang berkunjung ke tempat candi Prambanan tersebut.
‘Apakah efek dari Kegelapan Candi Prambanan membuat di sekitar sini tanpa ada nyawa sedikit pun,' batin Ryuto.
“Sayang, sepertinya area yang dekat dengan Candi Prambanan akan ada orangnya saat siang hari,” ucap Nanami.
Nanami menyebarkan persepsi dan dia melihat bahwa banyak pengunjung yang segera pergi dari candi.
“Sepertinya Malam akan keluar roh jahat tersebut,” ucap Sayoko, dia membuka berita terbaru.
Sayoko menunjukkan ke semua saudarinya dan ke arah Ryuto, mereka sedikit menaikkan alisnya dan tersenyum.
‘Candi Prambanan akan ditutup tepat 15.00.’
‘Alasan Candi Prambanan tutup 15.00, ialah akan muncul sosok hantu disana.’
‘Bandung Bondowoso keluar bersama dengan para iblisnya.’
Berita yang mereka lihat seluruhnya adalah berita terbaru di Candi Prambanan tersebut.
“Sepertinya alasan mereka bisa melihat siluet-siluet itu karena berada di dalam jangkauan kegelapan itu,” ucap Ryuto.
Dia menatap ke arah aura jahat yang sangat pekat seperti kubah, Ryuto mengerutkan keningnya.
“Tadi belum seperti kubah,” Ryuto berkata dengan heran, para istrinya paham dan sedikit mulai serius.
__ADS_1
“Ayo kita kesana, ini sudah jam 15.32,” ucap Ryuto, namun para istrinya menatap ke arah Aoi.
Aoi mengerti dan mengangguk. Sementara Ryuto melihat tingkah para istrinya, dia menaikkan alisnya.
“Sayang, bisakah kita makan dulu?” tanya Aoi, membuat Ryuto menepuk keningnya, kemudian dia melihat sekitar kembali.
“Baiklah, juga aku tadi melihat ada kedai buka di sekitar walaupun tidak ada orang berlalu lalang,” ucap Ryuto.
Kemudian, dia menemukan kedai tersebut, Ryuto pun mengajak para istrinya menuju ke arah Kedai tersebut.
“Ayo, disana kedai tersebut,” ucap Ryuto, kemudian mereka berjalan pergi ke arah kedai tersebut.
Beberapa menit kemudian.
Tiba di kedai, mereka masuk ke dalam dan melihat bahwa kedai tersebut masih sangat sepi.
“Selamat datang, silahkan duduk,” ucap seorang pria besar dengan bekas tebasan di pipinya, tebasan tersebut berbentuk silang.
“Baik,” ucap Ryuto, dia tidak peduli, terpenting makanan enak dan para istrinya senang dengan makanan.
Ryuto dan para istrinya duduk, sementara orang besar tersebut berjalan ke arah dapur, lalu seorang perempuan mendatangi tempat Ryuto.
“Mau pesan, apa saja, Tuan,” ucap pelayan tersebut, kemudian Ryuto tersenyum dan berkata.
“Seluruh makanan disini,” ucap Ryuto, membuat pelayan diam. Sementara para istrinya bersemangat.
“Apakah anda yakin?” tanya pelayan, Ryuto mengangguk tanda dia yakin dengan yang dia pesan.
Pelayan ingin menghampiri para istri Ryuto, namun dia terkejut saat mendengar bahwa Ryuto adalah Suami mereka.
Pelayan shock, dia pun berjalan pergi menuju ke dapur, lalu berkata dengan nada lelah.
“Pelanggan tersebut meminta seluruh hidangan yang ada, ternyata seluruh perempuan tersebut milik laki-laki itu,” ucap pelayan.
“Oh, menarik. Baiklah, akan kusiapkan,” ucap koki tersebut, kemudian dia dengan senang hati mengambil spatula.
Dia memasak dengan cepat dan akurat, fokus yang dia gunakan sangat tinggi, Ryuto melihat hal tersebut, bergumam dengan senyum terpampang.
“Mantan Master,” gumam Ryuto, kemudian dia mulai menunggu sambil memejamkan matanya.
Beberapa menit kemudian.
“Makanan sudah siap,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1