
[Chapter 218.]
[Mulai pelatihan.]
[Silahkan Dibaca.]
Kediaman Ryuto, Ruang tamu.
Ryuto memandang ke arah seluruh istrinya, kemudian dia tersenyum dan berkata dengan nada tenang dan serius.
“Aku ingin, kita melakukan pelatihan bersama.”
Para istrinya seketika terdiam, kemudian mereka tersenyum dengan lebar, mereka benar-benar merasa senang mendengar hal tersebut.
“Kapan?” tanya para istri Ryuto, sementara Ryuto mengangkat tangannya dan berkata sambil menjentikkan jarinya.
“Sekarang,” seketika mereka menghilang dari ruang makan.
***
Dunia Jiwa Ryuto.
Ryuto dan istrinya seketika muncul di halaman rumah mereka, kemudian mereka melihat ke arah sekelilingnya.
Mereka menemukan Dunia Jiwa Ryuto menjadi lebih kaya dan lebih terlihat seperti Negara sekarang.
“Apakah ini Dunia Jiwamu, Sayang?” tanya Amy, dia benar-benar terkejut melihat bahwa Dunia jiwa Ryuto menjadi lebih besar dan banyak orang.
Bukan hanya Amy saja, melainkan seluruh istri Ryuto juga terkejut dengan apa yang mereka lihat.
Ryuto tersenyum dengan reaksi para istrinya, kemudian dia berkata dengan nada santai.
“Kita akan berlatih di ruang biasanya, tapi kalau kalian ingin menjelajah, segera menjelajah,” ucap Ryuto.
Seluruh istrinya mengangguk, mereka senang dan mulai melesat ke arah wilayah yang sudah terlihat seperti Negara.
Ryuto sendiri tidak ikut, dia menatap ke arah danau, disana dia juga bisa melihat ada Ular putih di dalamnya.
“Sepertinya, dia senang tinggal disana,” Ryuto berkata, lalu dia terbang dan melesat ke arah danau tersebut.
***
Tiba di dekat danau, Ryuto turun ke bawah. Dia melihat ke arah danau, kemudian tersenyum. Lalu, dalam danau muncul Ular putih dan menghadap ke arah Ryuto.
“Salam Tuan.”
Ular putih menunduk di depan Ryuto, dia benar-benar patuh terhadap laki-laki itu. Membuat Ryuto tersenyum, kemudian dia mengangkat tangannya. Lalu, dia bertanya dengan nada santai.
“Bagaimana tempat ini, Ular putih?”
Ryuto bertanya sambil berjalan ke arah Ular putih tersebut. Ular putih yang mendengar pertanyaan Ryuto, dia senang. Lalu, dia berkata dengan penuh semangat.
__ADS_1
“Tempat ini sangat mengagumkan, Tuan.”
Ryuto yang melihat reaksi Ular putih, dia terkekeh. Kemudian, dia melayang dan duduk di atas kepala Ular putih. Lalu, dia berkata dengan nada ringan.
“Mah, kalau kau senang dengan tempat ini, kau juga harus menjaga Dunia ini, apalagi menjaga para manusia di Negara itu.”
Ular putih mengangguk pelan, dia setuju dengan syarat tersebut. Karena dia sudah menjadi peliharaan Ryuto, maka dia tidak mungkin menolak. Dia pun menjawab dengan senang.
“Aku bersedia, Tuan. Mereka semua adalah manusia baik, berbeda dari manusia yang di luar.”
Ryuto memahami ucapan dari Ular putih, dia mengelus kepala Ular putih. Ryuto bisa merasakan bahwa Ular putih selalu di incar para manusia. Maka dari itu, dia bisa memahami hal tersebut.
Ular putih yang dielus kepalanya, dia senang dan menikmati elusan tersebut. Keduanya menikmati pemandangan di Dunia jiwa tersebut. Lalu, Ryuto berkata.
“Nah, Ular putih.”
Mendengar panggilan dari Ryuto, Ular putih menjadi fokus ke Tuannya. Ryuto yang melihat Ular putih fokus, dia berhenti mengelus kepala Ular putih. Kemudian, dia berkata dengan serius.
“Apakah kau bisa menembus tahap selanjutnya dari Prajurit langit?” tanya Ryuto. Dia benar-benar ingin tahu jawaban dari peliharaannya tersebut. Ular putih yang mendengar pertanyaan itu, menjawab.
“Belum, Tuan. Aku masih berusaha untuk menembus Prajurit langit tingkat 8, Tuan.”
Ryuto yang mendengar jawaban dari Ular putih, dia mengangguk. Ryuto kemudian berfikir, dia tidak bisa tidak bingung. Lalu Ryuto bertanya.
“Apa yang menghambatmu, Ular putih?” Ryuto semakin penasaran. Dia benar-benar ingin tahu soal perkembangan Monster. Karena, dengan dia mengetahui hal tersebut, dia bisa memulai rencana barunya.
“Kami para Monster, harus memiliki Kristal laut dan darat. Kristal itu sangat langka, Tuan. Karena, Kristal tersebut hanya bisa tumbuh 10.000 tahun sekali.”
‘Sistem, apakah ada Kristal laut dan darat di shop?.’
[Ada, Tuan.]
[Kristal laut dan darat : 10 poin.]
‘Murah sangat, kenapa bisa murah Sistem?’
[Karena itu hanya Kristal di pinggiran pantai. Kristal tersebut sebenarnya pasir pantai yang terbentuk mirip dengan kaca.]
‘Jadi begitu, untuk meningkatkan mereka hanya perlu kaca?’
[Lain, Tuan. Prosesnya memang mirip kaca, namun perlu juga energi spiritual agar terbentuk sepenuhnya.]
‘Oh, begitu. Baiklah aku mengerti,' batin Ryuto. Dia paham maksud dari sistem miliknya, kemudian dia merasakan ada aura mendekat ke arahnya. Dia tersenyum dan menatap ke arah Aura tersebut.
***
Para istri Ryuto selesai berbelanja, mereka berbelanja baik pakaian maupun makanan. Sekarang mereka, akan kembali menuju ke kediaman. Namun, mereka tidak merasakan Ryuto disana.
“Sayang, tidak ada di kediaman,” Silvia berkata dengan jelas. Seluruh istrinya menatap ke arah Silvia, kemudian mereka menyebarkan persepsi mereka. Seketika mereka langsung menatap ke arah danau.
“Ayo kita kesana, disana ada, Suami,” ungkap Erika. Semuanya mengangguk, kemudian mereka terbang dan melesat ke arah Ryuto. Mereka tersenyum ketika melihat Ryuto berbicara dengan hewan peliharaan besarnya yaitu, Ular putih.
__ADS_1
***
Ryuto merasakan para istrinya melesat ke arahnya. Dia tersenyum dan para istrinya seketika tiba di tempat. Kemudian, Ryuto turun dari kepala Ular putih dan menyambut para istrinya.
“Selamat datang, apakah kalian sudah selesai, berkeliling?” Ryuto bertanya sambil berjalan ke arah para istrinya. Sedangkan para istri, melesat dan memeluk Ryuto. Membuat Ryuto terkejut dan terjatuh ke tanah.
Ular putih melihat hal tersebut, dia kemudian menenggelamkan dirinya, kembali ke bawah. Ryuto menikmati pelukan para istrinya, walaupun dia berada di tanah. Kemudian dia bertanya dengan lembut.
“Apakah ada sesuatu, juga apakah kalian sudah siap pelatihan?” Para istrinya diam. Ryuto mengerutkan keningnya, namun dia akhirnya paham. Ryuto berkata dengan nada lembut.
“Baiklah, mari kita tiduran sambil menikmati pemandangan langit.”
Para istrinya senang, Ryuto memahami mereka. Kemudian, seluruh istri Ryuto berbaring di sebelah Ryuto. Mereka menikmati pemandangan langit di Dunia jiwa Ryuto.
***
Beberapa jam kemudian, Ryuto dan para istrinya berdiri tepat di depan ruang latihan. Mereka benar-benar bersemangat untuk latihan kali ini. Ryuto kemudian berkata dengan serius.
“Selepas kita keluar, kita harus mencapai tingkat di atas Prajurit langit.”
Seluruh istrinya mengangguk, mereka paham akan hal itu. Mereka perlu kekuatan untuk menggapai apa yang mereka inginkan. Maka dari itu, mereka harus semangat dalam berlatih.
Ryuto tersenyum melihat para istrinya mengangguk. Dia kemudian menatap ke arah pintu pelatihan. Lalu, dia berkata dengan nada serius.
“Baiklah, mari kita mulai berlatih.”
[Data Istri Ryuto : Amy Kurokami.]
Amy Kurokami ialah Wanita yang sudah menikah dan memiliki anak dua seumuran dengan Ryuto. Amy sendiri berpisah dengan Suaminya karena Suaminya tidak suka denga mantan pemain AV. Amy juga ialah Adik dari Ibu kandung Ryuto.
Ryuto bertemu dengan Amy, pada saat dia tiba di Jepang. Awal mula Ryuto menganggap Tante biasa. Namun, perlahan Ryuto tertarik dengan Amy dan akhirnya Amy menjadi istri Ryuto.
(Nama : Amy Kurokami.)
(Umur : 34 Tahu.)
(Tingkat : Prajurit langit tahap 8.)
(Kondisi : Senang, Hamil, bahagia, puas.)
(Persentase mencintai Ryuto : 100%.)
[To be Continued.]
Note : Kondisi istri Ryuto akan sama semua, jadi jangan tanya nanti kenapa sama.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1