Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 112


__ADS_3

[Chapter 112.]


[Mulai perang.]


[Silahkan Dibaca.]


Ryuto menghentikan Taxi, kemudian dia naik bersama dengan Sasha. Kemudian, Ryuto memberikan alamat kepada Supir Taxi.


“Ke alamat itu, pak.” Ucap Ryuto, sementara supir Taxi mengangguk. Kemudian, Taxi berjalan menuju ke tempat alamat yang Ryuto berikan.


Di jalan, Ryuto dan Sasha menikmati pemandangan Osaka tersebut. Ada Tower besar, atau bisa dibilang menara (Aku lupa namanya, di Detective Conan sudah ditampilkan tapi lupa namanya.)


Beberapa menit kemudian, Taxi berhenti di tempat lokasi tersebut. Di sana ternyata adalah sebuah Apartemen yang lumayan besar.


“Ini, pak.” Ucap Ryuto, sambil memberikan uang kepada Supir Taxi tersebut. Taxi pun pergi, Ryuto dan Sasha masuk ke dalam wilayah Apartemen tersebut.


“Apakah pasukanmu berada disini, Ryuto?.” Ucap Sasha bertanya kepada Ryuto. Sementara Ryuto, dia mengangguk dan menjawab.


“Menurut alamat yang diberikan, lokasinya disini.” Ucap Ryuto, kemudian mereka berdua berjalan masuk ke tempat Apartemen tersebut.


Lalu, Ryuto menekan bel yang berada di apartemen tersebut. Setelah itu, pintu terbuka dan menampilkan Zero.


“Oh, Tuan. Silahkan masuk ke dalam, semuanya sudah berkumpul.” Ucap Zero, kemudian Ryuto dan Sasha masuk ke dalam Apartemen.


Mereka berdua masuk, kemudian Zero membawa mereka ke ruang semua pemimpin berkumpul. Zero membuka ruang tersebut, Ryuto dan Sasha masuk.


“Salam Tuan.” Ucap empat orang yang melihat Ryuto masuk. Kemudian, dia menatap ke arah ke empat orang tersebut.


“Hari ini kita mulai menyerang, apakah semua pasukan sudah siap?.” Ucap Ryuto, sementara ke empat orang tersebut mengangguk.


“Semua sudah siap, Tuan.” Ucap mereka berempat, kemudian Ryuto menatap ke arah Zero dan berkata.


“Istriku ini, ingin ikut perang. Zero, kamu bawa istriku ke ruang penyimpanan, agar memilih senjata dan perlindungan yang dia inginkan.” Ucap Ryuto, lalu Zero dan Sasha pergi keluar ruangan.


“Ayo kita turun.” Ucap Ryuto, kemudian berjalan keluar diikuti keempat pemimpin tersebut. Mereka berempat berpencar menuju ke pasukan mereka.


Sementara itu, Ryuto berjalan santai untuk keluar dari Apartemen. Serta, dalam perjalanan, dia seketika berubah pakaian.


Ryuto menutupi wajahnya hanya tersisa mata saja, kemudian memakai pakaian hitam, lalu Jubah berwarna Abu-abu, kemudian memasangkan Topeng Iblis.

__ADS_1


Ryuto keluar dari Apartemen, kemudian terlihat banyak mobil terparkir di depan Apartemen tersebut. Beruntung, area yang mereka tempati, bukan area ramai.


Di daerah tersebut, tidak banyak orang yang berada disana. Jadi, tempat tersebut aman untuk melakukan apapun.


Zero dan Sasha keluar, lalu terlihat bahwa Sasha memakai pakaian hitam ketat. Sasha terlihat seperti pembunuh bayaran, memakai Topeng Iblis, dia benar-benar terlihat seperti Dewi Pembunuh.


“Kau cantik dengan baju seperti itu.” Ucap Ryuto sambil tersenyum, namun tidak nampak. Sementara Sasha tersipu malu.


“Ini adalah pakaianku, saat aku menjadi Pembunuh bayaran dulu.” Ucap Sasha, sementara Ryuto mengangguk dan berkata.


“Baguslah, kalau begitu ayo kita berangkat.” Ucap Ryuto, kemudian mereka berdua memakai motor Ninja berwarna hitam.


Kedua naik, lalu mereka menyalakan motornya dengan keras, kemudian melesat dengan cepat menuju ke kediaman Yakuza Homaku.


Semua mobil hitam pun juga mengikuti kedua motor Ninja tersebut. Mereka seketika menyebar, karena perintah Ryuto hancurkan semuanya.


Semua mobil hitam segera menyebar dan tersisa 4 Mobil hitam yang mengikuti Ryuto dan Sasha. Mereka bersama-sama melaju dengan cepat menuju ke Kediaman Yakuza Homaku.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai sedikit jauh dari kediaman Yakuza Homaku, mereka benar-benar beruntung, karena kediaman Yakuza tersebut berada di tengah hutan biasa.


“Heh, sepertinya Yakuza ini berada di hutan, agar semua pasukannya bisa bersembunyi dengan aman.” Ucap Ryuto, lalu dia turun diikuti dengan Sasha.


“Ada 500 yang menyebar di luar, Lion apakah kamu bisa mengatasi mereka.” Ucap Ryuto, kepada Lion yang sekarang mengikutinya untuk berperang.


Zero, Alpha, Eleven, dan Gin mereka menyebar untuk memusnahkan Yakuza Homaku yang berada di luar. Sedangkan, Lion mengikuti Ryuto dan Sasha.


“Serahkan kepadaku, Tuan. Aku bisa mengatasi mereka dengan 40 pasukan yang kita bawa.” Ucap Lion. Sedangkan Ryuto, dia mengangguk.


“Kalau begitu, mulailah menyerang.” Ucap Ryuto, semua pasukan melesat ke arah hutan. Mereka semua memiliki keterampilan pasif yaitu persepsi.


Mereka bisa merasakan musuh sekitar 500M dari mereka, Lion melatih persepsi mereka dengan latihan intensif, atau latihan Neraka.


40 pasukan melesat ke arah para pasukan musuh, mereka membunuh dengan sekali serang. Mereka mengendap dan membunuh, layaknya Assasin.


Sementara, para pasukan sudah mulai membantai. Ryuto, Sasha, dan Lion mempersiapkan diri mereka, lalu Ryuto berkata.


“Ayo kita masuk ke dalam markas mereka.” Ucap Ryuto dengan tajam dan serius menatap ke depan, Sasha dan Lion mengangguk.


Kemudian, mereka melesat dengan cepat menuju ke kediaman Yakuza. Salah satu anggota yang melihat hal tersebut, segera berteriak.

__ADS_1


“Ada penyusup.” Teriak Yakuza1, kemudian Ryuto melemparkan jarum panjang tepat di jantung Yakuza1.


Seluruh anggota Yakuza yang di dalam segera keluar dan memenuhi latar kediaman Yakuza Homaku tersebut.


(Nama anggota Yakuza kuubah menjadi Yakuza2 sampai seterusnya.)


Ryuto menyebarkan persepsinya dan merasakan ada 2000 Yakuza di tempat tersebut. Ryuto tersenyum dan berkata.


“Sasha, Lion atasj 1000 Yakuza tersebut, aku akan mengatasi 1000 Yakuza yang lain.” Ucap Ryuto, sementara keduanya mengangguk.


“Baiklah, ayo kita mulai pertarungan.” Ucap Ryuto, dia melesat maju karena merasakan Aura yang besar tepat lurus di depannya.


Sasha dan Lion mulai menyerang mereka semua, keduanya dengan cepat membunuh berbagai Yakuza. Ryuto juga terus maju dan membantai Yakuza yang berada di depannya.


“Siapa yang berani menyerang kediaman, Homaku.” Teriak seseorang dari dalam, Ryotu tersenyum saat melihat aura yang besar namun masih dibawahnya melesat ke arah dirinya.


‘Gyu-sama marah. Semuanya menyin-“ ucap Yakuza1242 terpotong oleh tebasan dari Ryotu. Kemudian, Ryotu mulai kembali membunuh yang lainnya.


Ryotu dengan mudah menghindari semua serangan Yakuza, baik itu tembakan maupun tebasan. Ryuto, kemudian membalas dengan menebas kepala para Yakuza tersebut.


Sampai seseorang dengan perawakan tinggi dan memiliki otot yang kuat, rambut yang dia miliki pendek, dengan wajah memiliki garis cakar seekor beruang.


Orang tersebut melesat ke arah Ryuto, dia menggunakan pedangnya dan menebas ke arah Ryuto dengan cepat.


Namun, Ryuto sudah terlebih dahulu melakukan backflip ke belakang dan memperluas jarak mereka satu sama lain. Lalu, orang tersebut menatap ke arah Ryuto dengan tajam.


Aura membunuh keluar dan menyerbu ke arah Ryuto. Sedangkan Ryuto, dia diam dan memandang orang tersebut dengan dingin, lalu Aura membunuhnya melesat ke arah orang tersebut.


Bentrokan Aura membunuh, membuat para Yakuza terkejut dan tercekik, mereka tidak bisa bernafas dengan normal.


“Aku tidak tahu siapa kamu, Nak. Tapi kamu berani melawan Yakuza Homaku, aku Gyu akan membunuhmu di tempat.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2