Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 204


__ADS_3

[Chapter 204.]


[Keinginan bayi dan Istri Ryuto.]


[Silahkan Dibaca.]


Kapal.


Ryuto tersenyum tak henti selepas menerima informasi dari Zero, dia kemudian sadar ketika keempat istrinya tiba di kapal.


Himiko menatap ke arah Ryuto dengan penasaran, dia juga melihat Ryuto tersenyum dalam menelpon.


“Sayang, apakah ada sesuatu?” Himiko langsung menanyai Ryuto, dia benar-benar penasaran. Bukan hanya Himiko, namun Aria, Yuuko, dan Asami juga penasaran.


Ryuto memandang ke arah keempat istrinya, kemudian dia berdiri dan mengalirkan energi spiritual ke dalam kapal, membuat kapal bergerak sendiri.


Ryuto memandang depan dan tersenyum, kemudian dia berkata dengan nada tenang tanpa menyembunyikan kesenangan.


“Nanti saja, saat kita sudah sampai di kediaman. Karena ini akan menjadi hal paling menyenangkan bagi kita.”


Ryuto memandang ke arah keempat istrinya sambil tersenyum, keempatnya memandang Ryuto tak berdaya, mereka hanya bisa menunggu sampai tiba di kediaman.


**


Kediaman Kohta, tepatnya ruang kerja Zero.


Zero yang selepas menghubungi Ryuto, dia tersenyum menyeringai. Kemudian, dia menatap surat ancaman Amerika tersebut.


Zero kemudian menatap ke arah salah satu pasukan yang memberikan surat tersebut, kemudian Zero berkata.


“Apakah hanya surat ancaman yang dikirimkan mereka?” tanya Zero, sementara pasukan tersebut menjawab.


“Itu benar, pemimpin. Aku cek hanya ada surat itu saja, tidak ada hal lain,” ungkap pasukan tersebut.


“Baiklah, kalau begitu siapkan balasan dari kita. Beritahu ke mereka bahwa mari berperang.”


Pasukan tersebut terkejut, kemudian dia tersenyum dan mengangguk. Pasukan keluar dari ruangan, namun sebelum dia keluar, Zero berkata.


“Ingat, ada berapa pasukan yang siap. Jika tidak ada sama sekali, minta mereka menjaga saja.”


Pasukan tersebut mengangguk dan keluar dari ruangan. Zero menyandarkan tubuhnya ke kursi dan dia merasa lucu tentang ancaman tersebut.


“Pft, berani sekali mengancam kami. Kau kira, keluarga Kurokami hanya keluarga normal. Hanya dari salah satu istri tuan saja sudah cukup meratakan Negaramu, Buston Wallace.”


Zero kembali bangkit dia benar-benar merasa senang, karena sudah lama tidak bergerak membunuh seseorang.


“Tumpukan kertas sudah hilang, waktunya mencari-mencari mangsa atau tikus dalam negara.”


Zero beranjak keluar dari ruangan miliknya, kemudian tiba di luar dia dengan santai menghilang dari tempat.

__ADS_1


**


Dalam pesawat, terdapat pria tua dengan setelan jas hitam, di sampingnya terdapat sekretaris miliknya yang sedang memantau sebuah data di dalam laptop.


“Mereka pasti mengira kita mengirimkan surat saja, hahaha,” pria tua tersebut berkata sambil tertawa.


(Note : sebenarnya itu pesawat pribadi guys. Tidak ada orang selain mereka berdua, beberapa pramugari perempuan khusus dan dua pilot.)


Sekretaris yang berada di sebelahnya juga tersenyum dan menutup laptop miliknya dan menjawab.


“Itu benar, Pak Presiden,” ungkap Sekretaris dengan senyum di wajahnya. Pria tua yang dipanggil Presiden menjawab.


“Tepatnya sebentar lagi, barang undead akan berfungsi, semoga kau selamat Ryuto Kurokami.”


Presiden tersebut berkata dengan senyuman misterius, sambil tangan meraih pramugari khusus dan mulai bermain sebentar.


***


Depan Istana Presiden.


Ryuto tiba di depan Istana Presiden, mereka berlima turun dari mobil dan berjalan bersama menuju ke arah taman belakang.


“Hm, mereka berada dimana?” Ryuto bertanya selepas melihat taman yang kosong tanpa ada satupun istrinya.


“Aku kurang tahu,” Aria menjawab dengan tatapan bingung juga, kemudian mereka berlima menggunakan persepsi mereka.


Tak butuh waktu lama, mereka menemukan yang mereka cari, Ryuto memandang ke arah keempat istrinya.


***


Halaman Istana Presiden.


Halaman dengan rumput pendek berwarna hijau memenuhi halaman tersebut, dengan dua pohon beringin menjadi ikonik halaman itu sendiri.


Di halaman tersebut, terlihat para istri Ryuto yang lainnya sedang duduk di atas rumput dan saling berbicara satu sama lain dengan senang.


“Ternyata kalian berada disini,” ungkap sebuah suara dari belakang mereka, seluruh istri Ryuto berhenti bicara dan menatap ke arah belakang, mereka tersenyum dan berkata bersamaan.


“Sayang,” Ryuto tiba di halaman tersebut, para istrinya berdiri dan berjalan ke arah Ryuto, mereka tiba di depan Ryuto dan mulai memeluknya satu persatu.


Selepas berpelukan, Ryuto mencium kening mereka satu persatu, kemudian Ryuto menatap mereka semua.


“Sebenarnya aku ada yang ingin kuberitahukan kepada kalian semua, tapi mari kita duduk terlebih dahulu.”


Seluruh istrinya mengangguk, kemudian mereka duduk kembali di halaman tersebut, suasana sore menambah kesan menarik.


Ryuto memandang ke arah istrinya satu persatu dan mengangguk senang melihat tingkatan milik istrinya, kemudian dia berkata dengan nada tenang dan sedikit serius.


“Amerika mengancam Negara kita, bagaimana kalau kita kirim hadiah ke mereka,” ucapan Ryuto pelan namun cukup untuk terdengar para istrinya.

__ADS_1


Mendengar ucapan dari Ryuto, membuat para istrinya melebarkan matanya terkejut, mereka tidak terkejut akan ketakutan nanti, mereka malah senang dengan informasi tersebut.


“Sayang, bagaimana kau tahu kami menginginkan sesuatu?” tanya Amy, dia merasa bahwa Ryuto bisa melihat mereka sepenuhnya.


Ryuto memandang ke arah Amy, kemudian dia tersenyum penuh arti, lalu dia menjawab dengan jujur.


“Insting seorang Suami dan Ayah,” ucap Ryuto, membuat mereka tertegun dan tersenyum senang.


Mereka memeluk Ryuto dan berkata bersamaan, “Terimakasih sayang, atas perhatiannya.”


Ryuto membalas pelukan mereka, dia merasa senang ketika istrinya juga senang, sementara itu istrinya senang keinginan mereka bertempur tercapai, lebih tepatnya keinginan bayi yang berada di kandungan mereka.


Namun, kebahagiaan mereka terhenti, ketika mereka mendeteksi spiritual jahat di antara pohon beringin tersebut.


Ryuto dan para istrinya berhenti melakukan aktivitas mereka, Ryuto menatap ke arah roh jahat tersebut dengan rasa kasihan.


Sementara itu, para istri Ryuto menatap ke arah roh jahat yang terbentuk dengan penuh kebencian.


“Beraninya, roh jahat mengganggu momen kebahagiaan kita,” ungkap Rina, dia benar-benar terlihat kesal.


“Itu benar, saudari,” tambah Arisa, mereka semua menatap ke arah roh jahat yang terbentuk dengan amarah.


Perlahan-lahan roh jahat tersebut terbentuk, sosok orang dengan pakaian militer khas Belanda dulu muncul.


Roh jahat tersebut membuka matanya, kemudian dia melihat kanan dan kiri, lalu fokusnya ke arah depan.


Roh jahat awalnya mundur, karena niat membunuh besar yang di depannya, kemudian melihat itu hanya perempuan, roh tersebut meraung.


“Jalng beraninya kalian menatapku penuh kebencian, tunduklah di bawah kakiku, sialn,” raung marah roh jahat tersebut.


Namun, respon para istri Ryuto ialah memperbesar niat membunuhnya, mereka menambahkan niat haus darah.


Roh jahat menekan rasa takutnya, kemudian dia berteriak dengan marah.


“Jlang, akan kubuat kalian tersiksa, bangkitlah pasukan undead,” teriak roh jahat tersebut, kemudian tanah di halaman bergetar.


Berbagai tangan muncul di halaman tersebut, para istri Ryuto tidak peduli, sekarang penyusup merusak taman mereka.


“Nah, ayo kita siksa dia sampai benar-benar paham siapa yang mereka hina,” Alice benar-benar geram sekarang.


Ryuto melihat para istrinya marah, dia hanya tersenyum tak berdaya, kemudian menatap ke arah roh jahat beserta para Undead.


“Semoga kalian bisa selamat.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2