
[Chapter 207.]
[Berangkat perang.]
[Silahkan Dibaca.]
Pagi hari.
Ryuto terbangun dari tidurnya, dia duduk dan mulai meregangkan seluruh otot-otot miliknya, dia merasa lebih segar selepas bermain panjang dengan para istrinya.
Melihat ke arah kanan dan kiri, Ryuto tersenyum. Dia benar-benar beruntung memiliki mereka semua untuk menjadi istrinya.
“Yah, hari ini adalah perang, 15juta manusia akan melayang, salahkan Presiden kalian, bisa-bisanya mengancamku,” ungkap Ryuto, kemudian dia turun dari tempat tidur.
Ryuto berjalan ke arah lemari baju miliknya, dia mulai mengambil pakaian santai, entah kenapa baju yang santai, lebih mudah bergerak dibandingkan formal.
Di saat Ryuto masih mencari pakaian, para istrinya mulai terbangun satu persatu, mereka ada yang mengucek mata, menguap, bahkan ada yang meregangkan otot-otot tangannya.
Ryuto merasakan hal tersebut, dia mengambil pakaian polos, kemudian berbalik dan menyapa para istrinya.
“Pagi, kalian semua,” sapa Ryuto, dia menyapa para istrinya sambil tersenyum, itu hal normal dan biasa. Para istrinya yang melihat hal tersebut, membalas sambil tersenyum.
“Pagi juga, sayang,” Para istrinya membalas dengan lucu, walaupun mereka baru bangun tidur, nada suara mereka tetap indah dan imut.
“Baiklah, ayo kita bersiap-siap, hari ini ingat kita akan mengirim hadiah ke Negara tetangga,” Ryuto berkata, membuat para istrinya sadar dan mengangguk.
Mereka kemudian turun dari tempat tidur, lalu mengikuti Ryuto ke arah kamar mandi dalam keadaan tanpa busana.
**
Di sebuah Istana dengan ciri-ciri, 8 pillar besar menyangga Istana tersebut, halaman hijau sangat luas, di tengah halaman ada bundaran dengan tengah sebuah Simbol kuda perak dengan seorang Kesatria.
Istana tersebut sangat besar, keramik yang dipasang bukan keramik berukuran 2m melainkan 20m dengan corak putih dan hitam yang terpadu.
Seluruh Istana diwarnai dengan warna putih, namun terdapat hiasan dinding berupa tulisan dengan bahan dasar berupa emas.
Di dalam Istana, terdapat ruangan yang sangat luas, satu kursi besar menghadap ke arah kursi kecil-kecil yang memiliki ukiran tersendiri.
Dalam kursi besar duduklah seorang Pria tua dengan wajah muram, Pria tua tersebut benar-benar kesal dengan sebuah surat yang dibaca oleh Sekretaris miliknya.
(Note : orang yang di sebelah Raja, apa namanya, Guys?)
“Apa yang harus kita lakukan, Pak?” tanya Sekretaris tersebut, kemudian Pria tua tersebut berkata.
“Siapkan seluruh pasukan, besok kita akan menyerbu Indonesia secara besar-besaran, jangan sampai melewatkan sekecil apapun orang tersebut.”
“Mari kita kembalikan masa kelam orang-orang Indonesia itu,” ungkap Pria tua tersebut, dia benar-benar marah dan kesal sekarang.
__ADS_1
Ancaman yang dia berikan diabaikan dan dibalas dengan tantangan, sebagai salah satu Negara besar, bagaimana dia bisa direndahkan seperti ini.
Para bangsawan lainnya melihat keseluruhan cerita tersebut, mereka juga mulai menyiapkan para pasukan, para bangsawan senang, mereka akhirnya bisa menguasai Asia kembali, terutama Indonesia.
Tanpa mereka sadari, mereka sendiri akan mati di hari tepat sebelum mereka meluncurkan serangan.
**
Di sisi Ryuto.
Ryuto dan istrinya selesai mandi, berpakaian, dan makan. Mereka sekarang berada di halaman Istana Presiden.
Disana juga ada Zero dan sebuah Helikopter yang berbeda dengan helikopter seharusnya, helikopter tersebut terlihat lebih kuat dan lebih keras dari Helikopter lainnya.
“Zero, kau antarkan kami menuju ke Benua Amerika, aku ingin mengamuk dengan puas disana,” ungkap Ryuto, dia melakukan peregangan dan pemanasan tubuh.
Para istri Ryuto juga senang, mereka akhirnya bisa mengamuk sesuka hati mereka, bahkan bayi yang berada di kandungan juga senang.
Para istri Ryuto menyadari hal tersebut, karena insting Ibu dan anak mereka, kemudian Zero mengangguk dan berkata dengan nada santai.
“Pastikan rata, Tuan.” Ungkap Zero, kemudian dia mulai masuk ke dalam Helikopter tersebut, Ryuto juga meluaskan ruangan di helikopter, kemudian masuk ke dalam Helikopter.
Para istri Ryuto juga mulai masuk ke dalam Helikopter, perasaan senang menyelimuti mereka, para pasukan memberikan hormat kepada mereka, saat berangkat menuju ke Benua Amerika.
Drrt Drrt Drrt Drrt.
**
Beberapa pasukan Ryuto juga merekam hal tersebut, mereka mengunggah keberangkatan Ryuto ke internet, seketika menjadi trending topik.
“Presiden akan melakukan serangan bersama dengan para istrinya, apakah berita ini tidak terlalu berlebihan.”
“Ditulis, bahwa akan ada live di aplikasi sebelah, kita harus menonton ini.”
“Apakah ada sesuatu, sampai-sampai Negara kita harus berperang dengan Negara Amerika.”
“Aku kemarin sempat meretas data Indonesia, dan melihat bahwa Amerika memberikan ancaman kepada Negara kita.”
“Oh, jadi itu penyebabnya, tapi kawan, kau sungguh benar-benar hebat dan berani, meretas data Indonesia.”
“Hacker memang mengerikan.”
Berbagai komentar di berita tersebut, membuat segera naik dan menjadi Top trending topik.
Sementara itu, orang yang sedang berangkat perang tidak mengetahui, bahwa perangnya akan menjadi Top trending topik.
**
__ADS_1
Di dalam Helikopter.
Ryuto bersantai sambil menyandarkan dirinya di sofa dalam Helikopter tersebut, para istrinya sendiri sibuk dengan bahasan mereka tentang perang nanti.
“Nah, apakah kita langsung hancurkan atau bermain-main dengan mereka,” ungkap Ryuto, kemudian para istrinya berhenti diskusi dan menatap ke arah Ryuto.
Mereka tersenyum melihat Ryuto yang sangat santai, bahkan terlihat seperti mengabaikan Negara tersebut, Sayoko kemudian berkata.
“Sayang, bagaimana kalau kita bermain-main saja, kita akan serius selepas mereka mengevakuasi warga mereka.”
Ryuto menatap ke arah Sayoko, begitu juga para istri Ryuto selain Sayoko, mereka juga menatap ke arah Sayoko, mereka lupa fakta bahwa masih ada warga sipil.
“Kau benar, kita bermain saja dulu, kemudian kalau warga sudah dievakuasi, mulailah kita ratakan mereka dan buat benua mereka menjadi datar.”
Para istri Ryuto mengangguk dengan senang, mereka setuju dengan ucapan dari Ryuto tersebut, kemudian mereka mendengar suara Zero.
“Tuan, kita hampir tiba Benua Amerika.”
**
Di Bar.
“Khahahahaha, Pemerintahan meminta kita untuk membantu mereka berperang?” tanya seorang pria kekar, yang tak lain ialah Zehard.
“Itu benar, Zehard. Bagaimana kita menanggapinya?” tanya pria yang berada di sebelahnya, yaitu Rider.
“Abaikan, mereka memulai jadi kita tidak ada urusan dengan hal tersebut, kita pindah Negara saja, biarkan Negara ini rara, Hahaha,” ucap Zehard.
Dia benar-benar sudah muak dengan Pemerintah Amerika, dia sebenarnya bisa menghancurkan Pemerintah, namun dia malas dan itu akan membuat dirinya memimpin Negara, hal tersebut membuat dia seperti terpenjara dua kali lipat.
Keduanya kemudian mendengar suara langkah kaki dari pintu bar, keduanya melihat ke arah pintu, terlihat pria yang tak lain Kurht masuk ke dalam dengan wajah yang sangat rumit.
Zehard dan Rider mengerutkan keningnya melihat hal tersebut, sebelum mereka berkata, Kurht mendahului mereka.
“Ada berita penting,” ungkap Kurht, membuat Zehard dan Rider menjadi fokus dan lebih serius mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Kurht.
“Seida Mitsu kembali dengan sehat, namun Cohza Akura mulai bergerak, dia mengikuti Seida.”
“Tujuan keduanya ialah Jepang.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1