
[Chapter 260.]
[Mencari seseorang dalam laut.]
[Silahkan Dibaca.]
Kediaman Utama Kurokami.
Ryuto keluar dari Dunia Jiwa miliknya diikuti oleh dua hewan peliharaannya dulu, yaitu Zen dan Jordan.
“Kita akan pergi ke laut. Apakah kalian tidak masalah?”
Zen dan Jordan memandang ke arah Ryuto, kemudian menggelengkan kepalanya. Mereka tidak masalah akan lautan, bagaimanapun juga keduanya ahli melindungi diri dengan kekuatan spiritual.
Ryuto mengangguk, kemudian Jordan membesar begitu juga Zen. Ryuto sedikit terkejut dan melihat kedua binatangnya melapisi punggung mereka dengan energi spiritual.
Seketika energi spiritual kedua hewan Ryuto berubah menjadi tempat duduk. Ryuto kemudian mendengar suara kedua hewannya.
“Naiklah, Bos.”
Ryuto naik ke arah tempat duduk tersebut. Dirinya duduk dan merasa nyaman dengan ini. Kemudian mereka terbang ke atas, tujuan ketiganya adalah laut dekat pantai Tokyo.
***
Tiba di lokasi, Ryuto menatap laut tersebut. Dirinya menatap dengan fokus dan serius. Dia perlu melihat apakah seseorang yang dirinya cari ada di laut tersebut atau sudah pindah.
Ryuto memfokuskan diri, sementara Zen dan Jordan diam tanpa bergerak. Mereka berdua paham kalau tuannya sedang mencari sesuatu dari atas.
‘Dimana sebenarnya dirimu...’ Ryuto sedikit mengerutkan kening ketika melihat kain berwarna merah yang mengambang di laut tersebut.
“Kita turun, Jordan kau coba lacak tempat asli kain itu berasal.” Ryuto turun dari tempat duduknya, Jordan dengan cepat melesat menuju ke arah kain berwarna merah.
Tiba di dekat kain merah, Jordan dengan mudah meraih dan mencium kain tersebut dengan bantuan energi spiritual miliknya.
Jordan dengan ringan mengetahui dimana lokasi kain merah berasal. Dirinya dengan cepat menatap ke arah Ryuto.
“Tuan, lokasi kain merah ini berasal dari dalam lautan. Kita harus turun sebelum sesuatu hal terjadi.”
Mendengar penjelasan Jordan, Ryuto mengerutkan keningnya. “Apa maksudmu, Jordan? Apakah pemilik kain itu sedang terluka?”
Jordan mengangguk dan berkata, “Aku mencium bau darah juga di kain tersebut.”
Ryuto yang mendengar hal itu, segera melapisi dirinya dan dua hewan peliharaannya tersebut. “Jordan arahkan tempat kain itu berasal.”
Jordan mengangguk, kemudian ketiganya menyelam ke dalam laut tersebut. Mereka menyelam dengan cepat menuju ke arah dasar laut.
Ryuto terus mengikuti Jordan, sampai dia melihat ada hiu yang datang ke arah dirinya dan hewan peliharaannya.
Zen melihat hiu tersebut, dirinya dengan ringan menghilang dan muncul di dekat Hiu. Dengan cakar tajam miliknya, Hiu terpotong menjadi kecil-kecil.
Slash Slash Slash Slash Slash.
“Daging yang lezat, sayang kalau di buang...” Zen dengan ringan menyimpan seluruh daging hiu tersebut ke dalam sebuah gelang yang terpasang di kakinya.
__ADS_1
Ryuto mengerutkan keningnya ketika melihat Zen yang memiliki hal unik. “Zen, kau mendapatkan barang seperti itu dimana?”
Zen muncul di dekat Ryuto, kemudian dengan santai mengikuti Jordan sambil menjawab pertanyaan tuannya. “Di Dunia Jiwa para pengrajin membuat banyak hal tentang ini, Bos.”
Ryuto mengangguk paham, Negaranya ternyata memproduksi barang-barang aneh. Dirinya perlu mengecek agar bisa memberikan kepada seluruh istrinya.
[Apakah Tuan, ingin meningkatkan cincin pernikahan?]
Ryuto mendengar ucapan sistem, sedikit mengerutkan keningnya. ‘Apa maksudnya, sistem?’
[Sistem dapat meningkatkan cincin pernikahan, agar cincin tersebut dapat menyimpan barang apapun.]
Ryuto sedikit terkejut, kemudian bertanya kembali. ‘Jika begitu, apakah tidak mempengaruhi fitur dan fungsi lainnya?’
[Tidak.]
Ryuto mengangguk. ‘Kalau begitu, tingkatkan!’
[Terkonfirmasi.]
***
Tiba di sebuah gua dengan berbagai terumbu karang menutupi isi dari gua tersebut. Jordan dengan ringan menghancurkan seluruh terumbu karang tersebut.
Ryuto tidak peduli, ketiganya masuk ke dalam. Namun, sosok serangan melesat ke arah mereka.
Wushhhh.
Zen dengan ringan menghilang dan menangkis serangan tersebut dengan cakar tajam miliknya.
“Keluar kalian, tempat ini sedan-“ Ryuto muncul di belakang sosok tersebut, dirinya memotong kepala sosok itu dengan ringan.
Slashhhh.
“Banyak bicara, aku paling malas menanggapinya.” Ryuto merasakan ada satu perempuan dengan kaki ekor ikan. Dirinya tahu bahwa itu adalah Duyung yang melegenda.
Ryuto merasakan berbagai Duyung laki-laki mengejar Duyung perempuan tersebut. Dirinya sedikit menaikkan alisnya dan mengejar para duyung itu.
Wushhhhh.
Ryuto melesat dengan cepat bahkan ikan di dalam gua tersebut kalah cepat dengan dirinya.
***
Wushh Wushh Wushhh.
Terlihat sosok perempuan duyung di kejar oleh berbagai duyung laki-laki. Duyung perempuan memakai pakaian berwarna merah dengan tangannya terluka akibat serangan.
“Chloe, berhenti atau kau akan terima nasibmu.”
Suara teriakan dari duyung laki-laki yang sedang marah. Duyung perempuan tidak peduli dan mengabaikan ancaman tersebut.
‘Tolong, seseorang selamatkan aku.’
__ADS_1
Duyung perempuan yang bernama Chloe tersebut benar-benar putus asa, bagaimanapun juga dirinya terluka oleh serangan musuh.
Kecepatan Duyung perempuan perlahan melambat, membuat seluruh Duyung laki-laki tersenyum akan hal itu.
“Hahaha, kena ka-“ sebelum selesai tertawa dan menyelesaikan kata-katanya. Dia melihat sesuatu mengerikan terjadi kepada tangan miliknya yang akan meraih Chloe.
Slashhhhh.
Seluruh Duyung laki-laki berhenti ketika melihat sosok di depannya. Mereka terkejut ketika melihat duyung laki-laki yang di depan tertebas tangannya.
“Ahhhhh, tanganku.” Teriak duyung laki-laki tersebut. Chloe yang sedang berenang berhenti seketika, dirinya berbalik dan melihat seseorang berdiri di depannya.
‘Manusia?’ Chloe terkejut melihat sosok manusia berdiri di depannya, dia benar-benar tidak menyangka akan hal yang dilihatnya.
Sosok manusia itu ialah Ryuto, dirinya berhasil menebas tangan dari duyung di depannya. Dia menatap dengan ringan.
“Sepuluh laki-laki mengejar seorang perempuan. Kalian sepertinya tidak punya urat ********.”
Sepuluh duyung terkejut dengan ucapan dari Ryuto tersebut. Mereka merasa marah seketika, orang yang terpotong tangannya berteriak dengan keras.
“Kalian bunuh, Manusia lemah ini.”
Duyung laki-laki mengangguk dan berkata secara bersamaan. “Siap, Pangeran.”
Wush Wush Wush Wush.
Sembilan duyung mengepung Ryuto dengan cepat, mereka adalah makhluk yang paling tercepat sedunia. Bahkan ikan saja kalah dengan kecepatan mereka.
Gukkkkk Rawrrrrr.
Terdengar suara anjing dan kucing yang sedang terlihat marah. Sembilan duyung melihat ke arah asal suara, akan tetapi mereka tidak menemukan satu pun sosok kedua binatang tersebut.
“Bos, kau meninggalkan kami.”
Sembilan duyung terkejut, dengan cepat mereka mengalihkan pandangan ke arah tempat Ryuto berada.
Sembilan duyung melebarkan matanya ketika melihat sosok dua binatang besar melingkar dan menatap ke arah mereka dengan tajam dan buas.
Aura membunuh keluar dari kedua binatang tersebut, membuat sembilan duyung bergetar dan meneteskan keringat dingin.
Ryuto dengan ringan mengelus kedua binatang tersebut. “Akhirnya kalian tiba juga, Zen, Jordan.”
Mata Kucing dan Anjing itu menyala merah, mereka benar-benar terlihat seperti binatang buas yang siap menerkam mangsanya.
Sembilan duyung tanpa sadar mundur selangkah ketika merasakan tatapan mengerikan tersebut. ‘Monster apa ini?’
Ryuto tersenyum dan berkata, “Nah, mari kita mulai... Pertarungannya.
[To be Continued.]
Note : Bingung nentuin judul, jadi begitu saja penting isinya.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.