
[Chapter 208.]
[Perang 1.]
[Silahkan Dibaca.]
Posko penjaga batas Benua Amerika.
Beberapa pasukan melihat ke arah lautan, dimana mereka melihat sebuah Helikopter besar menuju ke arah mereka.
“Helikopter mana itu?” tanya seorang pasukan yang memakai teleskop, dia melihat Helikopter tersebut dengan firasat buruk.
“Seseorang keluar dari Helikopter,” teriak pasukan tersebut, kemudian pasukan yang lainnya memandang ke arah orang tersebut.
Mereka membelalakkan matanya, mereka benar-benar terkejut melihat orang tersebut terbang di atas langit.
“Beritahu aku kalau ini mimpi, bagaimana bisa ada orang yang terbang,” para pasukan tercengang dan merasa mereka mimpi.
***
Ryuto keluar dari Helikopter, dia menatap ke arah posko perbatasan Benua Amerika tersebut.
“Mari kita hancurkan sedikit saja,” Ryuto kemudian mengepalkan tangannya erat-erat, energi spiritual terkumpul sangat besar di tangannya.
Selepas itu, Ryuto mengambil posisi akan memukul ke depan, mata yang sebelumnya dingin, berubah menjadi tajam dan serius.
Ryuto mengayunkan tangannya dengan keras ke arah depan, kemudian gelombang kejut besar menyerbu keluar menuju ke arah Benua Amerika.
Booooooooommmmmmmmm.
Bruuuuusshhhhhhhh.
Dalam sekejap, gelombang kejut menghantam posko penjaga, terus bergerak menuju ke arah Negara dan menghancurkan 10 kota dalam sekejap.
***
Para warga sipil tidak tahu apa yang terjadi, mereka semua melihat bangunan menghilang terganti oleh tanah rata, mereka terduduk lemas.
“Apa yang terjadi,” “Seperempat Amerika hilang dalam sekejap,” “Lari,” “lariii.”
para warga berlari entah kemana mereka pergi, dalam fikiran mereka hanya ada rasa takut sekarang.
***
Di istana.
“Presiden, ada keadaan darurat,” teriak salah satu bangsawan di tempat singgasana tersebut.
“Aku sudah tahu,” ungkap Pria tua yang tak lain Presiden Amerika tersebut, dia memiliki wajah muram dan menghitam.
“Cari orang yang melakukan itu, bunuh di tempat,” raung Presiden tersebut, dia benar-benar marah sekarang.
Orang yang baru masuk tersebut mengangguk, kemudian dia keluar dan segera menghubungi seluruh pasukan militer di Amerika.
***
Ryuto turun dari ke tanah, diikuti oleh para istrinya, kemudian Ryuto berkata dengan nada ringan.
__ADS_1
“Mulai operasi, ingat 4 jam saja. Selepas itu, kita pulang,” ungkap Ryuto, kemudian para istrinya mengangguk dan mulai menyebar ke seluruh Amerika.
Ryuto sendiri mengeluarkan kursi dan duduk disana, dia duduk di belakangnya ada Helikopter miliknya, di dalam ada Zero yang tidur.
Mereka sangat santai menunggu musuh datang, mereka juga mendengar berbagai ledakan yang diakibatkan para istrinya.
(Lilia, Amy, Yui, Yuka, Angel, Sasha, Sayoko, Arisa, Miya, Yuna, Aria, Iris, Nina, Rina, Alice, Kaori, Haruna, Nanami, June, Aoi, Anri, Silvia, Erika, Asami, Yuli, Eimi, Yuuko, Maria, Lisa, Olivia, Lily, Yurika, Yuriko, Liana, Tamaki, Hitomi, Asri, Sari, Karlina.)
Seluruh istri Ryuto berpencar, mereka membagi menjadi 3 kelompok, 1 kelompok berisi 11 orang.
***
Di kelompok Lilia.
Mereka semua mulai mengamuk, menghancurkan seluruh bangunan di kota, mereka tidak peduli dengan orang yang berada di bawah.
Booom Booom Booom.
Mereka hanya akan menyelamatkan perempuan, wanita, tua, dan anak-anak. Sementara para laki-laki, seperti biasa mereka akan bantai jika memiliki sifat buruk.
(Note : seluruh istri Ryuto memiliki kemampuan mendeteksi mana yang memiliki sifat baik dan buruk.)
Slash Slash Slash Slash.
Lilia menebas dengan santai, dia tersenyum menambah kesan sadisnya, banyak yang melihat hal tersebut bergidik ngeri.
Amy sendiri menghancurkan seluruh bangunan yang ada, bahkan bangunan pencakar langit dia hancurkan sampai rata.
Sasha dan Sayoko sendiri mulai mencari seluruh budak, mereka akan membawa seluruh budak pergi dari Amerika.
Yui dan Yuka menikmati bertarung dengan berbagai pasukan Amerika, bahkan mereka menghancurkan berbagai Tank milik Negara tersebut.
“Apakah hanya segini?” tanya Angel, dia benar-benar menghina para pasukan tersebut, walaupun lemah namun menyenangkan.
“Sial, tembak mereka dengan Bazooka,” teriak pemimpin pasukan tersebut, dia benar-benar marah dan merasa terhina.
Drkk Drkk Drkk Drkk.
Lusinan Bazooka mengarah ke kelompok Lilia tersebut, mereka menekan pelatuk selepas mengunci target.
Booooommmm.
Nanami melihat hal tersebut, mengambil serpihan kaca, kemudian melemparkan ke arah peluru Bazooka yang bergerak sangat lambat.
Wushhhh.
Booooommmmm.
Bazooka meledak tepat di dekat para pasukan, kelompok Lilia tersenyum melihat hal tersebut, mereka mulai menari kembali.
***
Seluruh kelompok lainnya juga sama dengan apa yang dilakukan oleh kelompok Lilia, mereka menghancurkan berbagai macam bangunan.
Mereka sebenarnya bisa segera meratakan Negara, namun karena mereka harus menyelamatkan para budak, mereka hanya bermain-main saja.
Berbagai drone melayang di udara, mereka menunjukkan penghancuran tersebut dan menyiarkan ke seluruh dunia.
__ADS_1
Banyak yang melihat hal tersebut, berita tersebut tidak hanya di siarkan di platform khusus, melainkan seluruh saluran Tv menampilkan kehancuran tersebut.
Para petinggi Negara-negara mulai menatap dengan serius, mereka benar-benar terkejut melihat Amerika diporak-porandakan oleh beberapa orang.
***
Di sebuah kediaman dengan Bendera Matahari dan bunga Sakura, di dalam ruangan terdapat beberapa orang yang duduk.
Mereka semua menatap ke arah layar di depan mereka, layar yang menunjukkan penghancuran Amerika.
“Apakah ini Presiden baru di Indonesia, Amerika benar-benar habis sekarang, Negara kita jangan sampai membuat masalah ke mereka, jika kita diminta, kita menyerah.”
“Aku bisa melihat masa depan bagi wargaku, aku tidak masalah turun maupun dieksekusi, namun aku ingin para wargaku hidup damai dan bahagia.”
Ungkap seorang pemuda yang sedang duduk di kursi tengah, sementara orang-orang yang berada di ruangan, mendengar ucapan tersebut, mereka tersenyum.
“Dimengerti, Presiden.”
Pemuda tersebut ialah, Presiden dari Jepang. Dia benar-benar merasa senang melihat bahwa orang tersebut dulu lahir di Jepang.
‘Kurokami lagi, dulu waktu aku kecil. Kurokami menghancurkan seluruh Negara dan tersisa beberapa Negara.’
Pemuda tersebut masih menatap ke layar tersebut, mereka semua menonton sampai akhir.
***
Di sisi Ryuto.
Ryuto bersandar dengan mata tertutup, dia benar-benar terlihat seperti Raja, debu tidak ada yang beterbangan di depannya, debu sendiri terlihat takut dengan Ryuto.
Drr Drrr Drr.
Ryuto kemudian perlahan membuka matanya, dia menatap ke arah depan. Sudut mulutnya seketika naik.
Zero yang tidur di Helikopter perlahan juga membuka matanya, dia duduk dan menatap ke arah depan.
“Tuan, sepertinya sudah waktunya.”
Ryuto yang mendengar ucapan Zero, hanya mengangkat tangannya. Kemudian, dia berdiri dan berkata.
“Biar aku saja mengatasi mereka, hanya 8 juta nyawa saja.”
Zero mengangguk, dia menyalakan Helikopter dan naik ke atas, sambil mengaktifkan live yang paling terbesar.
***
Ryuto berdiri dan menatap ke arah pasukan yang memiliki jumlah 8 juta, dengan sebuah Tank dan berbagai senjata yang ada, bahkan ada Nuklir.
“Menyerahlah dan tarik kembali pasukanmu, Ryuto Kurokami,”
Teriak seorang pria tua berdiri di atas sebuah Tank, Ryuto menatap kearah Pria tua tersebut dan menyeringai.
“Menyerah.....Hahaha, maaf. Apakah aku salah dengar, harus kalian ketahui. Bahwa hari ini Amerika ditakdirkan hancur dan rata."
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.