
[Chapter 227.]
[Sisi gelap Blue.]
[Silahkan Dibaca.]
Kerajaan Blue, tepatnya Istana Kerajaan Blue. Zero dan ke-4 pemimpin pasukan melihat sekitar Istana. Mereka benar-benar merasa aneh dengan Istana itu. Seluruh sisi istana tidak ada orang sama sekali.
“Sepertinya terjadi sesuatu dengan istana ini,” ucap Zero selepas melihat sisi istana tempat para pelayan berada. Lion juga menggunakan penciuman tajam miliknya. Dia sama sekali tidak merasakan adanya bau orang di istana.
“Ayo kita ke ruang singgasana istana ini.” Ke-4 pemimpin pasukan kemudian berjalan menuju ke arah ruang singgasana. Mereka berjalan sambil membuka pintu yang mereka lalui. Setiap ruang ada berbagai hal, mulai pakaian pelayan, rantai budak, alat penyiksa, dll.
“Blue ini, sepertinya selalu mengambil perempuan dan membudak mmerek.” Alpha mengungkapkan apa yang ada di otaknya. Gin yang berada di sebelahnya, memberikan sebuah tumpukan kertas kepada Alpha.
Alpha sedikit bingung, dia lalu melihat seluruh isi dari kertas itu. Pemuda itu benar-benar menyipitkan matanya, perasaannya menjadi lebih dingin dari biasanya. Alpha benar-benar terlihat sangat marah ketika melihat kertas-kertas itu.
Isi kertas itu adalah sebuah foto berbagai perempuan yang tak memakai busana di ikat di tiang dan disiksa dengan berbagai alat. Ada alat penyedot susu sapi, ada alat lilin, tali, dan berbagai hal lainnya.
Ke-5 pemimpin pasukan benar-benar marah selepas melihat hal itu. Mereka benar-benar perlu menyiksa Raja dari Blue. Tidak lebih tepatnya, seluruh laki-laki di Kerajaan Blue itu. Kenapa seluruh laki-laki Blue?.
Seluruh laki-laki Blue benar-benar perlu diberikan pelajaran yang melebihi dari Neraka sendiri. Mereka para lelaki benar-benar sudah keterlaluan. Bayi yang perempuan akan dikumpulkan menjadi satu, kemudian ketika sudah berumur 7 tahun.
Para gadis akan kehilangan kesuciannya. Mereka akan menjadi permainan para laki-laki Blue. Sampai berumur 15 tahun. Selepas itu, mereka akan tetap dijadikan mainan sambil disiksa. Hal itu akan terus dilakukan sampai mereka mati.
Zero dan ke-4 pemimpin pasukan tiba di ruang singgasana. Mereka melihat pintu ruang singgasana hancur dan ada semacam penghalang disana. Ke-5 orang itu mendengus dan langsung memukul penghalang itu.
Boooommm.
Penghalang hancur, Lion langsung mencium bau manusia di dalam. Dia mencium bau manusia namun sudah menjadi mayat. “Aku mendapati bau Mayat disini.” Zero mengangguk, kemudian mereka ber-5 berjalan masuk.
Kemudian, Zero dan ke-4 pemimpin pasukan menemukan mayat dengan sebuah Mahkota di kepalanya. Mereka berlima tahu siapa itu, dengan cepat Eleven menginjak mayat itu. Mereka berlima mempermainkan mayat itu dengan cara menendangnya ke setiap sudut ruang singgasana.
__ADS_1
Selepas mereka puas, kelimanya menembakkan energi spiritual ke arah mayat. Lalu, membakarnya dengan cepat. “Raja sudah hilang dan mati. Waktunya kita menghancurkan para laki-laki Blue.” Keempat pemimpin lainnya mengangguk setuju dengan ucapan Zero.
Wushhhh.
Ke-5 pemimpin pasukan dengan cepat melesat pergi menuju ke setiap wilayah Blue. Mereka akan menyelamatkan para perempuan dan menyiksa para lelaki Blue. Zero sendiri sudah menghubungi Ryuto dan tanggapan dari Tuannya adalah musnahkan.
***
Ryuto menerima laporan itu, dia muram. Dia paling tidak suka, ketika para perempuan dibuat permainan apalagi siksaan seperti itu. Pemuda itu segera memerintahkan ke-5 pemimpin untuk menyiksa para laki-laki Blue melebihi para perempuan.
“Ada apa, sayang?” Aoi yang berada di antara kakinya bertanya, ketika melihat ekspresi Ryuto yang muram. Para istri Ryuto mendengar hal itu, segera mengalihkan pandangan ke arah Ryuto. Mereka tidak bisa tidak khawatir.
Mereka semua sekarang berada di kamar mandi bersama. Selepas perang Ryuto dan para istrinya merayakan dengan makan-makan, kemudian mandi bersama. Hal itu sudah menjadi kebiasaan mereka semua.
“Hanya sebuah keburukan dari Kerajaan Blue, mereka benar-benar membuatku marah.” Para istrinya mendengar hal itu, menjadi sedikit serius. Amy yang berada di dekat Ryuto bertanya dengan penuh penasaran. “Memangnya apa yang dilakukan Blue, sampai-sampai kau begitu sangat marah?”
Ryuto kemudian menceritakan seluruh informasi yang dia terima dari Zero. Seluruh istrinya terkejut dengan informasi itu, mereka kemudian mengeluarkan aura kematian tanpa sadar. Ryuto sudah tahu akan terjadi seperti ini, jadi dia dengan cepat menenangkan para istrinya.
Ryuto menghela nafas panjang dan bersandar ke tepi bak mandi. Hampir seluruh sudut di Dunia yang dia tempati, seluruh laki-laki benar-benar tidak menghargai para perempuan, terutama perempuan mantan AV.
‘Kalau tidak suka sih tak apa, tapi apakah harus sampai menjadikan mereka budak juga?’ Ryuto benar-benar bingung dengan hal itu. Dia benar-benar tidak menyangka laki-laki akan serendah itu. Menghargai perempuan itu juga utama, karena Ibu setiap orang pasti perempuan.
Para istri Ryuto melihat suaminya yang sedang melamun, tidak bisa tidak bingung. Mereka kemudian mendekat ke arah Ryuto, entah itu ada yang duduk di pangkuan Ryuto maupun memeluk dari belakang.
Ryuto terkejut dan tersadar dari lamunannya ketika melihat para istrinya mendekat. Pemuda itu tersenyum ketika melihat para istrinya mencoba untuk menenangkan dirinya dengan tubuh mereka. Pemuda itu seketika berubah menjadi serigala lapar.
Ryuto dengan cepat bermain dengan para istrinya. Dia saat bermain juga berfikir, ‘Yah, laki-laki pasti mesum sepertiku, tapi aku berbeda dengan mereka. Aku dengan halus dan bertanggung jawab, bukan menyiksa dan kasar terhadap perempuan.’
Ryuto benar-benar merasa aneh ketika berfikir bahwa inti di Dunia ini adalah klaim perempuan atau wanita. Buat mereka hidup bahagia dan jangan siksa mereka, walaupun di Dunia yang di tempatinya itu hal normal menyiksa perempuan.
Ryuto tidak peduli tentang itu terlebih dahulu, karena sekarang dia fokus dalam permainan yang dia lakukan bersama dengan para istrinya. Dia menjadi semakin ahli dalam bermain, bahkan seluruh istrinya puas dengan perlakuan Ryuto.
__ADS_1
***
Zero dan para pemimpin, mengumpulkan seluruh laki-laki Blue. Mereka setiap bertemu laki-laki Blue, kelimanya pasti akan menemukan perempuan yang diikat di tiang dekat mereka. Kelimanya membagi tugas, antara membawa para perempuan dan menyiksa para laki-laki.
Kelimanya juga memanggil para pasukan untuk membantu mereka. Ketika para pasukan melihat para perempuan, mereka benar-benar merasa terpesona. Walaupun para perempuan disiksa, namun tubuh mereka tetap terjaga.
Para pasukan dengan cepat membawa para perempuan menaiki kapal dan pergi menuju ke pulau yang baru dibangun kota. Mereka semua melakukan hal itu selama 1 minggu penuh. Bagaimanapun juga Blue benar-benar luas, lebih luas dari Kerajaan Kurokami.
Zero dan ke-4 pemimpin pasukan bergiliran antara menyiksa para lelaki dan membantu para perempuan. Mereka dalam menyelamatkan para perempuan sangat cepat, namun dalam menyiksa lelaki mereka sangat lama.
[Data Istri Ryuto : Amamiya Kurokami.]
Amamiya adalah seorang Kepala sekolah dimana Ryuto bersekolah. Mereka bertemu satu sama lain dan hubungan mereka meningkat terus, bahkan orang yang menjadi tunangan Amamiya di hancurkan. Ketika Amamiya sakit, Ryuto merawatnya dengan baik.
Keduanya memiliki hubungan yang terus meningkat sampai akhirnya Amamiya ingin menjadi salah satu istri dari Ryuto. Dengan cepat, Ryuto setuju dan akhirnya mereka menikah.
(Nama : Amamiya Kurokami.)
(Umur : 33 Tahun.)
(Tingkat : Prajurit Alam tahap 9.)
(Kondisi : Senang, Hamil, bahagia, puas.)
(Persentase mencintai Ryuto : 100%.)
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.