Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 135


__ADS_3

[Chapter 135.]


[Pertemuan berbeda Dunia.]


[Silahkan Dibaca.]


Tokyo.


Di jalan menuju ke arah Stasiun lama Tokyo, terdapat satu mobil Lamborghini yang sedang berjalan dengan ramah, tanpa peduli apapun.


“Maaf sebelumnya, namaku adalah Maria,” ucap Perempuan tersebut, sambil memandang ke arah Ryuto.


“Oh, Maria. Kalau begitu, namaku adalah Ryuto,” ucap Ryuto, kemudian dia bertanya kepada Maria.


“Jadi, apa yang kamu inginkan lakukan di Stasiun lama?” ucap Ryuto, sementara Maria bertanya balik.


“Apakah Ryuto tahu soal Spiritual?” ucap Maria, sementara Ryuto, dia tersenyum dan mengangguk.


“Aku sudah tahu, berarti tujuan kita sama,” ucap Ryuto, menghindari pertanyaan yang akan ditanyakan sama oleh Maria.


Sementara itu, Maria sedikit terkejut, lalu dia menatap ke arah Ryuto dengan menyipitkan matanya.


“Apakah kamu pengusir roh dari organisasi Sain atau Ouro, kalau bukan itu, apakah kamu lepas?” ucap Maria.


Sementara Ryuto muncul tanda tanya besar di atas kepalanya, dia berfikir ‘Sain?, Ouru?, organisasi apa itu?’


“Aku bisa dikategorikan lepas,” ucap Ryuto, sementara Maria mengangguk paham, kemudian dia rileks di mobil sebelum sampai di stasiun lama.


Beberapa menit kemudian.


Mereka tiba di Stasiun lama, saat mereka turun. Entah bagaimana, mereka benar-benar langsung akrab.


Mungkin saja kemampuan Ryuto aktif, kemampuan yang bisa membuat seluruh perempuan ataupun wanita nyaman dan cepat akrab.


Mereka berdua merasakan dari stasiun lama tersebut, suasana mencekam dan aura yang begitu mengerikan.


“Ryuto, aura jahat yang sangat besar,” ucap Maria, dia benar-benar sedikit mengerutkan keningnya saat merasakan Aura tersebut.


“Kau benar, walaupun begitu. Aku harus membunuh roh tersebut,” ucap Ryuto, berjalan masuk ke dalam stasiun lama.


Maria yang diam, ikut bersama dengan Ryuto masuk ke stasiun lama tersebut.


Mereka masuk ke dalam stasiun lama, kemudian Aura besar menerpa mereka dengan kuat.


Wushhhh.


Ryuto biasa saja, sementara Maria dia sedikit mengeluarkan energinya, untuk melindungi dari aura tersebut.


‘Dia sangat kuat, bahkan tanpa pelapisan energi, aura besar tidak bisa menggores dirinya,' batin Maria saat melihat Ryuto.


Sementara itu, Ryuto berjalan dan mengerutkan keningnya, lalu dia berfikir ‘kenapa lebih lemah dari si laba-laba kemarin?’


Ryuto benar-benar tidak menganggap roh jahat di stasiun lama terlalu berbahaya, dia hanya tersenyum saat berjalan.

__ADS_1


Maria di sisi lain, dia berjalan dengan tenang dan waspada di belakang Ryuto. Dia takut tiba-tiba ada serangan datang.


“Oh, ada mangsa yang kemari,” ucap suara yang berasal dari dekat rel kereta tersebut. Ryuto dan Maria melihat ke arah suara.


Terlihat seorang wanita berambut panjang dengan kain putih menutupi dirinya, rambutnya sungguh panjang, bahkan sampai melingkar di lantai.


“Hmmm, kau sungguh roh yang jahat, tapi aneh kalau kamu belum menjadi monster,” ucap Ryuto.


Wanita berambut panjang tersebut terkejut dengan pernyataan Ryuto, dia bertanya-tanya apakah aku bukan monster?, Wanita tersebut mulai bingung dengan identitas nya.


Sementara Maria, dia benar-benar bingung dengan ucapan Ryuto, dia lalu berkata dengan suara serius.


“Ryuto, dia adalah monster. Bagaimana kau bisa bilang dia tidak monster?” ucap Maria, sementara Ryuto memiringkan kepalanya.


“Dia, monster? Apakah kau tidak bisa membedakan monster dan bukan?” ucap Ryuto, kemudian dia memandang ke arah sebuah kereta.


“Disana ternyata,” ucap Ryuto, menatap tajam ke arah Kereta yang tiba-tiba menyala. Sementara Maria dan wanita hantu tersebut masih memikirkan hal lain.


“Khukhukhu, ternyata kau menyadari keberadaanku,” ucap suara dari arah yang dipandang oleh Ryuto.


Wanita hantu dan Maria juga segera menatap ke arah suara tersebut, Maria sedikit terkejut saat melihat aura mematikan keluar.


Lalu, dari Kereta muncul asap yang berwarna hitam, kemudian dari asap muncullah sosok monster tinggi dengan empat tangan dan satu mata.


Ryuto tersenyum melihat hal tersebut, kemudian dia mengeluarkan energi miliknya.


Bushhhh.


Tiba di depan Wanita hantu, dia tersenyum dan memegang kening wanita hantu tersebut.


Sementara itu, Wanita hantu terkejut, dia ingin menyerang Ryuto dengan rambutnya, namun sesuatu yang hangat menutupi keningnya.


Cup.


“Tenanglah dirimu disana,” ucap Ryuto lembut, sementara wanita hantu tersebut, bercahaya lalu berubah menjadi wanita yang cantik.


Wanita hantu tersebut masih terkejut, lalu dia memandang ke arah Ryuto, kemudian sebuah bayangan anak kecil muncul di samping Ryuto.


Wanita hantu melebarkan matanya, kemudian dia tersenyum melihat hal tersebut. Lalu, dia melihat Ryuto yang mengeluarkan air mata dan membasahi pipinya.


“Ahh, akhirnya aku bertemu dengan mu, Ryuto kecil... Namun, maaf aku sudah dalam keadaan begini, serta terimakasih telah membuatku pergi ke atas dengan tenang,” ucap wanita hantu.


“Kau tahu, aku selalu mencari informasi tentang mu, dan yang terakhir kutemukan adalah berita bahwa kamu adalah salah satu korban yang meninggal dalam kecelakaan kereta,” ucap Ryuto.


Dia benar-benar merasa sedih dan sesak, wanita di depan ialah orang yang paling dia sayang dan sukai sejak awal, jika wanita di depannya masih hidup, dia akan menjadi yang pertama dia nikahi.


“Maaf, Ryuto,” ucap wanita hantu tersebut, sementara Ryuto menggelengkan kepalanya dan berkata.


“Semoga kau tenang disana, Himiko,” ucap Ryuto, menatap ke arah wanita hantu tersebut.


“Terimakasih,” ucap Himiko, lalu melesat ke arah Ryuto dan memeluknya dengan erat sambil menangis.


Saat Ryuto, membalas pelukannya. Himiko sudah menjadi cahaya kecil, Ryuto memeluk kehampaan, lalu melihat sebuah rambut hitam di tangannya.

__ADS_1


Maria yang melihat itu terkejut, dia tidak menyangka akan ada kejadian menyentuh seperti itu.


Sementara itu, monster tetap diam, dia akan menunggu saat Ryuto dan Maria melawannya, lalu membuatnya putus asa.


Ryuto terduduk, dia masih menangis namun sebuah suara sistem membuatnya terkejut dan menjadi senang.


[Ding.]


[Terdeteksi jiwa tidur di dalam rambut tersebut.]


[Jiwa bisa dibangunkan dengan beberapa item.]


[Misi tingkat Dunia.]


[Bangkitkan Himiko.]


[Melihat bahwa Himiko masih ingin bersama Tuan. Dewa kematian membuat jiwa miliknya tertidur di rambut tersebut.]


[Hadiah : Tubuh asli Himiko.]


[Hukuman : Jiwa akan larut.]


‘Ini, bukankah menentang aturan alam?’


[Sistem juga termasuk menentang Alam, serta banyak kultivator bisa membuat 10 jiwa untuk kelangsungan hidup mereka.]


[Bahkan Kultivator bisa membangkitkan orang mati. Jadi jangan beranggapan, bahwa itu tidak mungkin untuk menentang Alam.]


‘Simpan ini, di penyimpanan,' batin Ryuto, kemudian rambut milik Himiko menghilang.


Kemudian, Ryuto menatap ke arah Maria, lalu ke arah Monster yang sedang menatapnya dengan seringaian.


Maria berjalan ke arah Ryuto, dia mendekat dan sampai di dekat Ryuto.


“Kau tidak apa-apa, bukan?” ucap Maria, dia benar-benar merasa sedikit sedih dengan Ryuto.


“Aku, tak apa-apa. Hanya saja, kehilangan seorang Wanita yang kau sukai sejak kecil, lalu bertemu kembali, itu benar-benar...” ucap Ryuto, dia tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata.


“Ya, aku tahu tentang itu,” ucap Maria, kemudian monster yang menunggu keduanya mulai bicara.


“Sudahkah, dramanya? Kau tahu, saat melihat kalian aku ingin membuat kalian menjadi putus asa dan menuju jurang kegelapan,” ucap monster tersebut.


“Namun, sepertinya menyiksa kalian lebih menyenangkan, Hahahaha,” ucap monster sambil mengeluarkan aura kembali.


“Yah, mari kita bertarung,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2