
[Chapter 233.]
[Undangan Sayoko kepada 3 perempuan.]
[Silahkan Dibaca.]
Restoran Aizawa, dalam ruangan VIP. Ryuto menatap ke arah seluruh istrinya yang sedang duduk berbicara dengan ketiga perempuan yang tak lain ialah, Asuna, Kazumi, dan Karina. Perempuan yang telah di selamatkan oleh Ryuto dari tangan Aron.
Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu. “Masuk,” ucap Ryuto dengan ringan, lalu terlihat beberapa pelayan masuk dengan membawa makanan. “Permisi, Tuan.” Ryuto mengangguk, para pelayan langsung menempatkan pesanan Ryuto dan para istrinya.
Asuna, Kazumi, dan Karina ikut membantu hal itu, beberapa istri Ryuto juga membantu menghidangkan makanan tersebut. Kemudian, terlihat seluruh makanan sudah berada di meja makan.
Ketiga perempuan ingin kembali, namun ditarik oleh para istri Ryuto untuk duduk dan makan bersama. Mendengar hal itu, ketiganya tidak bisa menolak. Sementara para pelayan lainnya mengacungkan jempol dan mengedipkan matanya ke arah ketiga perempuan tersebut. “Semangat.”
“Baiklah, ayo makan.” Ryuto mengawali makan. Dia mulai makan sushi dari restoran tersebut, Ryuto hanya mengangguk tentang rasanya. Seluruh istrinya juga mulai mengambil beberapa makanan, begitu juga ketiga perempuan yang berada di sebelah para istri Ryuto.
Beberapa menit kemudian. Ryuto, seluruh istrinya, dan 3 perempuan, telah selesai makan. Mereka sekarang duduk untuk bersantai. “Nah, bagaimana kalau kalian bertiga, ikut dengan kami?” ajakan tersebut bukan datang dari Ryuto, melainkan dari istrinya yaitu Sayoko.
Ketiga perempuan itu bingung, mereka ingin ikut namun takut Ryuto tidak setuju akan hal itu. Ryuto mendengar ajakan dari Istrinya tersebut tersenyum, dia sebenarnya ingin berkata begitu namun didahului oleh istrinya.
Ryuto menatap ke arah ketiga perempuan yang bingung tersebut. Awalnya Ryuto mengerutkan keningnya, namun selepas difikirkan kembali. Dia sadar apa yang dibingungkan oleh ketiganya. Melihat dan memahami hal itu, pemuda itu tersenyum dan berkata, “Aku tidak masalah kalian masuk ke dalam keluargaku, jadi kalian tidak perlu khawatir.”
Ke-3 perempuan tersebut menatap ke arah Ryuto dengan senang. Kemudian mereka, menatap ke arah Sayoko dan berkata, “Terimakasih dan mohon maaf nantinya jika merepotkan.” Sayoko tersenyum, kemudian ke-3 perempuan berpelukan dengan masing-masing istri Ryuto.
Selepas itu, Ryuto dan seluruh keluarganya berdiri dan mulai berjalan pergi dari ruang VIP. Bos pemilik restoran melihat ke-3 perempuan, dia tersenyum kemudian menatap ke arah Ryuto. Sementara itu, Ryuto merasakan tatapan Boss restoran, dia menatap balik.
Terlihat Bos restoran tersebut ialah seorang Wanita yang cantik, wanita tersebut terlihat berumur 35-an, rambut berwarna coklat cerah diikat dengan rapi. Iris mata berwarna coklat menjadikan Wanita itu menjadi lebih cantik. Tubuh yang lumayan langsing dengan kedua buah yang lumayan.
Ryuto menatap dengan tenang sambil tersenyum. Boss restoran tersipu ketika melihat senyuman tersebut, dia menatap tajam ke arah Ryuto dan berkata tanpa suara, “Tolong jagalah mereka ber-3, buat mereka bahagia.”
Ryuto paham ucapan dari Boss restoran, dia tersenyum dan membalas dengan ucapan rendah, “Ya, aku akan menjaga mereka. Bahkan, kau juga dapat kujaga sepenuhnya.” Ucapan Ryuto tersebut terbungkus dalam energi. Kemudian, energi melesat dengan pelan ke arah telinga Boss restoran.
__ADS_1
Boss restoran mendengar ucapan dari Ryuto, awalnya dia terkejut dengan hal itu. Namun, dia memerah ketika mendengar ucapan Ryuto, kemudian Boss restoran berkata kepada Ryuto tanpa suara. “Bodoh.”
Ryuto terkikik melihat hal itu, para istrinya sedikit penasaran kenapa Ryuto terkikik. “Ada apa, sayang?” Silvia bertanya dengan penasaran. Ryuto kemudian tersadar dan menatap ke arah Silvia. “Boss restoran mengijinkan aku mengambil tiga pelayannya, dia mengijinkan dengan sangat lucu.”
Silvia dan seluruh saudarinya mengangguk, sementara ke-3 perempuan itu tersenyum mendengar hal itu. Namun, ke-3 nya tetap akan pergi ke tempat bossnya terlebih dahulu. “Kami akan berpamitan terlebih dahulu dengan para pelayan dan Boss.”
Ryuto mengangguk dan berkata, “Kutunggu di Mobil. Juga mobil yang kupakai ialah Limosin hitam. Masuk saja, kami ada disana.” Ke-3 perempuan mengangguk dengan patuh. Lalu, mereka ber-3 pergi menuju ke ruang staff, sementara Ryuto dan para istrinya pergi keluar dari Restoran.
***
Ryuto dan para istrinya tiba di parkiran, mereka melihat ke arah Mobil Limosin hitam. Kemudian, berjalan ke arah sana dengan santai. Namun dalam tengah perjalanan, mereka dihentikan oleh sekelompok orang berpakaian rapi dengan jas hitam.
Ryuto dan istrinya melihat hal itu dan berhenti sambil menatap ke arah kelompok orang tersebut. Ryuto mengerutkan keningnya dan menghitung jumlah orang tersebut. Para istri Ryuto menatap dengan ringan dan santai.
“Aku tidak menyangka akan mendapatkan tangkapan besar.”
“Kau benar, aku tidak menyangka ada 41 perempuan disini dan juga...” orang itu menjilat bibirnya dan melanjutkan. “Cantik dan begitu menggoda.”
Pemimpin kelompok menatap ke arah para istri Ryuto, kemudian tatapannya beralih ke Ryuto. “Nak, serahkan seluruh perem-“ sebelum pemimpin kelompok menyelesaikan kata-katanya. Ryuto tiba di depannya dan berkata, “Kau ingin bertarung, tapi kebanyakan bicara.”
Bughhhh.
Ryuto menendang pemimpin kelompok dengan ringan bahkan tanpa ada energi spiritual, dia menendang dengan kekuatan fisiknya. Namun, hanya dengan fisik saja dapat membuat pemimpin kelompok terbang menuju ke arah orang yang berada di mobil Limosin miliknya.
Booommm.
Orang itu menendang pemimpin kelompok ke bawah dan menghancurkan lantai parkiran membentuk jaring laba-laba. “Tuan, biarkan aku saja menyelesaikan mereka. Anda dengan Nyonya silahkan masuk ke dalam Mobil.”
Orang itu berkata dengan hormat, orang itu ialah Zero. Ryuto dan para istrinya mengangguk paham. Mereka menghilang dari tempat dan muncul di dekat mobil Limosin. Kelompok yang menghentikan Ryuto dan para istrinya benar-benar terkejut melihat hal itu.
Seluruh orang dalam kelompok itu juga terkejut ketika melihat pemimpin kelompok mereka mati di kaki Zero. Mereka tanpa sadar meneguk air ludah, saat melihat kematian pemimpinnya. Para istri Ryuto masuk ke dalam terlebih dahulu.
__ADS_1
Selepas itu, giliran Ryuto masuk ke dalam. Namun, saat akan masuk Ryuto berhenti dan berkata, “Selesaikan mereka, lalu tunggu 3 orang perempuan.” Zero sedikit bingung dengan kalimat terakhir namun tetap mengangguk.
Ryuto akhirnya masuk ke dalam Mobil. Zero yang melihat itu, dengan cepat dia beralih menatap ke arah para orang dalam kelompok. Dia menatap dengan tajam dan dingin, membuat orang-orang tersebut berkeringat dingin.
Tanpa sadar satu kelompok itu mundur satu langkah. Zero berjalan dengan santai ke arah para kelompok tersebut. Sementara itu, para kelompok tidak bisa bergerak ke belakang kembali. Entah bagaimana, orang-orang itu merasa ada yang mengikat kaki mereka.
Zero berjalan, lalu berkata dengan nada ringan. “Nah, mari kita mulai hukuman kalian.”
[Data Istri Ryuto : Haruna Kurokami.]
Yuli adalah Guru Ryuto saat berada di Indonesia dulu. Yuli adalah sosok yang tegas dan serius, namun dia sangat baik dalam hati. Ryuto mengagumi hal itu, dia bertemu kembali di Jepang tepatnya saat akan pergi Kompetisi di Osaka.
Yuli memiliki profesi lain yaitu seorang agen informan terkenal di seluruh Dunia. Namun, dia tidak akan membocorkan informasi terkait Ryuto, karena baginya Ryuto adalah kekasih yang sempurna dan dia rela mati demi Ryuto.
(Nama : Yuli Kurokami.)
(Umur : 29 Tahun.)
(Tingkat : Prajurit Alam tahap 9.)
(Kondisi : Senang, Hamil, bahagia, puas.)
(Persentase mencintai Ryuto : 100%.)
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1