Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 267


__ADS_3

[Chapter 267.]


[Sedikit telat.]


[Silahkan Dibaca.]


Kyoto.


Ryuto dan para kelompoknya, tiba di gunung tempat gua gerbang alam menengah terbuka. Dirinya turun dari motor dan memandang ke arah sekitar.


“Sepi, malam ini sepi sekali di sekitar sini.” Ryuto berkata dengan ringan. Dia biasanya sering mengetahui ada anak balap yang memakai pegunungan untuk melakukan balapan.


“Ada peringatan di sana, seharusnya kamu melihatnya tadi.” Cohza menunjuk ke arah tikungan tajam di jalur lain.


Ryuto menatap tempat yang ditunjuk tersebut. Dia mengangguk paham akan hal itu. Kemudian, Tifa maju dan menyipitkan matanya.


“Sayang, kita harus segera ke sana.” Tifa berkata dengan penuh keseriusan. Ryuto mendengar hal itu dan melakukan hal sama dengan Tifa.


Ryuto melihat ada tiga perempuan di ikat di tiang oleh sepuluh orang berjubah hijau. Dia seketika menjadi serius dan berkata, “Ayo kita masuk ke sana.”


Ryuto melesat terlebih dahulu, diikuti Tifa dan Cohza. Seida sendiri menatap ke arah lain, kemudian berkata, “Kalian berdua jagalah motor. Aku akan pergi ke sisi lain gunung.”


Rina dan Nina mengerutkan keningnya. Namun, sebelum mereka berdua menjawab. Seida sudah melesat dengan kecepatan penuhnya.


“Huff, kita hanya menunggu jadinya.” Rina sedikit kesal dengan hal itu. Begitupun juga dengan Nina.


Namun, keduanya segera menjadi datar. Kemudian, Rina berkata dengan nada dingin, “Keluarlah, jangan bersembunyi seperti pengecut.”


Mendengar ucapan dari Rina. Berbagai orang keluar dari tempat persembunyian.


“Wah wah, aku tidak menyangka kita mendapatkan mangsa dua gadis imut disini.” Seseorang berkata sambil berjalan dari balik pohon sebelumnya.


Berbagai orang juga keluar dari pohon-pohon tersebut. Jumlah mereka ialah 50 orang dengan jaket tengkorak terbakar.


“Karena kalian datang. Maka kalian harus bertahan menghadapi kami berdua.” Nina berkata dengan seringai kejam di wajahnya. Rina pun juga melakukan hal sama.


Para orang tersebut terkejut dan merasa punggung mereka basah. Mereka benar-benar takut akan tatapan dari Rina dan Nina.


“Marilah kita mulai...”


***


Ryuto sudah menyadari adanya kelompok badut di bawah. Dia tidak peduli dan tahu bahwa kedua istrinya bisa mengatasi akan hal itu.


Wush Wush Wush.


Ryuto, Tifa, dan Cohza melesat dengan cepat ke arah gua yang berada di tengah hutan pegunungan tersebut.


Kecepatan ketiganya benar-benar melebihi dari hal normal, mereka juga menghindari yang namanya suara agar dapat dengan mudah tiba tanpa ada gangguan apapun.


Tak butuh waktu lama, ketiganya tiba di depan pintu gua. Mereka melihat bahwa sepuluh orang berjubah hijau sudah memulai ritual pembukaan gerbang secara paksa.


Cohza melihat hal itu, dia dengan cepat mengepalkan tangannya. Namun, Ryuto menghentikan aksinya tersebut.


“Berhentilah, Cohza. Lebih baik kamu arahkan serangan di sekitar gua. Kita buat gua itu terguncang dengan hebat.”


Cohza menyeringai memikirkan ide tersebut. Tifa juga setuju akan ide itu, dia benar-benar tertarik dan mulai melakukan hal yang sama dengan Cohza.

__ADS_1


Ryuto sendiri tidak perlu mengumpulkan energi spiritual. Dia hanya menjentikkan tanah di depan pintu gua.


Boommm.


Gua bergetar dengan hebat, Cohza mengangguk tahu bahwa tanda itu dimulainya guncangan. Dia dengan cepat mengayunkan tangannya ke tanah.


Booommm.


Tifa menjadi yang terakhir dalam mengguncang gua tersebut. Dia juga mengayunkan pukulan dengan cepat ke arah tanah.


Boooommmm.


Gua terguncang, dengan kuat melebihi dari sebelumnya.


***


Sepuluh orang yang berada di dalam gua terkejut akan guncangan tersebut. Mereka menatap ke segala arah dengan waspada.


“Gua terguncang, apa yang terjadi?”


“Gerbang juga belum terbuka. Sial, sepertinya kita ketahuan oleh seseorang.”


“Semuanya tenang!” Sosok orang dengan wajah bertato berteriak dengan keras. Dia mengepalkan tangannya dan menatap keluar gua.


“Siapapun mereka, telah salah memilih musuh. Ayo kita keluar dan urus para kroco itu!” Orang bertato tersebut berjalan terlebih dahulu sambil berpikir, “Siapapun kamu, akan kubunuh karena telah mengganggu rencana kami.”


“Baik, Ketua.” Kesembilan orang berjubah hijau menunduk hormat kepada orang tersebut. Mereka bersepuluh keluar dari gua dengan aura yang meluap.


***


Ketiganya tetap melayang di udara sambil merasakan aura kecil dari sepuluh orang tersebut.


Kenapa kecil? Itu karena bagi ketiganya, musuh di depan hanya semut belaka yang mengusik seekor Naga maupun Phoenix.


Kesepuluh orang seketika muncul dari dalam gua. Aura mereka menakuti burung, membuat para burung terbang tidak tahu arah.


“Siapa kalian, beraninya mengganggu rencana kami!” raung orang yang bertato. Dia menatap ke arah udara dengan tajam.


Ryuto menatap ke arah orang itu, dia tahu di antara kesepuluh orang, hanya yang berada di tengah dan bertato di wajah yang terkuat.


“Cohza, Tifa, apakah kalian ingin bertarung dengan mereka?” Ryuto menatap ke arah kedua rekannya tersebut.


Orang bertato merasa di hina ketika diabaikan, bahkan kesembilan orang di belakangnya gemetar takut ketika melihat ketua mereka marah.


“Nak, berani sekali kau mengabaikanku!” Orang bertato meraung dengan marah. Dia benar-benar perlu membunuh ketiga orang di depannya, agar mengembalikan harga dirinya.


Namun, Ryuto dan kedua rekannya tidak menanggapinya dan berbicara dengan sendirinya.


“Jadi, kalian berdua akan melawan mereka?” Ryuto bertanya dengan ringan. Cohza dan Tifa mengangguk, bagaimanapun mereka ingin bertarung.


“Baiklah, aku akan menyelamatkan perempuan yang berada di dalam.” Ryuto berkata dengan ringan. Dia turun di ke arah pintu gua.


Orang bertato yang sudah kehabisan kesabaran, mulai meraung dan menyerang ke arah Ryuto.


Wushhhh.


“Orang itu pasti mati, ketua sudah marah.”

__ADS_1


Namun, ucapan mereka tidak menjadi kenyataan ketika mendengar suara di belakang mereka.


“Yah, kalian akan mati nantinya.”


Boooommmm.


Suara Ryuto terdengar bersamaan dengan ledakan tinju orang bertato sebelumnya.


Sembilan orang terkejut, mereka berbalik dan melihat dua orang berjaga di gua bersama satu orang yang berjalan ke arah dalam gua.


“Bagaimana bisa?”


Para orang berjubah hijau terkejut akan hal itu, sementara orang bertato wajahnya menggelap dan dia berbalik dengan ekspresi marah.


“Bjingn, kalian berani bermain denganku!” Raungan marah orang bertato membuat para orang berjubah hijau ketakutan.


Namun, Cohza dan Tifa menatap dengan datar dan saling membagi musuh. “Kamu lima, aku lima. Juga untuk orang tato itu, akan jadi milikku.”


Cohza mendengar itu hanya bisa menghela nafas dan mengangguk. Bagaimanapun juga, dirinya yang meminta bantuan jadi tidak masalah.


Cohza sendiri bisa menyelesaikan masalah ini, akan tetapi dia merasa akan ada sesuatu yang fatal akan terjadi padanya jika menyelesaikan masalah tersebut.


Orang bertato bergabung bersama dengan kesembilan orang berjubah hijau. Mereka pun lengkap menjadi sepuluh orang.


Cohza dan Tifa memandang dengan santai dan Tifa berkata, “Baiklah, ayo kita mulai.”


***


Ryuto tiba di dalam, dia melihat ketiga perempuan sudah berada dalam segel tubuh. Sebentar lagi, mereka akan secara paksa membuka gerbang.


“Sial..” Ryuto dengan cepat menuju ke arah ketiga perempuan tersebut. Namun, sebuah garis cahaya vertikal muncul di belakang ketiga perempuan.


“Sistem, batalkan segel itu!” perintah Ryuto kepada sistemnya.


[Dimengerti, memproses.]


[Segel dihancurkan, akan tetapi ada satu Monster yang lolos dari penutupan gerbang. Diharapkan Tuan waspada.]


[Monster itu adalah Binatang Buas tingkat 8, Kera Api perkasa.]


Ryuto mendengar hal itu terkejut, akan tetapi rasa keterkejutan miliknya tergantikan oleh api besar yang memenuhi seluruh ruangan tersebut.


Bushhhhh.


Ryuto kemudian melihat sosok kera dengan empat tangan, bulu kera itu merah dan emas. Telapak tangannya berwarna merah seperti besi yang dipanaskan secara ekstrim.


Grooooooo.


“Sepertinya, aku harus serius.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2