Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 212


__ADS_3

[Chapter 212.]


[Berangkat Jepang.]


[Silahkan Dibaca.]


Istana Presiden, Kamar mandi.


Ryuto berendam di bak mandi, dia dikelilingi oleh para istrinya, kemudian dia berkata sebelum para istrinya berkata.


“Tak lama lagi, kita akan kembali ke Jepang,” seluruh istri Ryuto menatap Ryuto dengan senang, mereka baru saja membahas dan ingin berdiskusi dengan Ryuto terkait pergi ke Jepang.


Namun, tanpa disangka, Ryuto mengumumkan hal tersebut, mereka senang dengan kepekaan Ryuto, tanpa sadar mereka semua memeluk Ryuto.


Ryuto yang dipeluk sedikit bingung dengan istrinya tersebut, dia diam namun tangannya tidak, kedua tangannya selalu memainkan buah para istrinya.


Alhasil, para istrinya tersentak dan melepaskan pelukannya tanpa sadar, namun tertangkap satu dan Ryuto mendudukkan istrinya tepat di pangkuannya.


“Jadi, kenapa kalian tadi tiba-tiba memelukku?” tanya Ryuto, sambil bermain dengan buah milik Lilia dan area milik Lilia.


“Itu, tadi kami berdiskusi soal pergi ke Jepang,” ungkap Aoi, dia yang melihat permainan Ryuto dan Lilia, tidak tahan.


Aoi kemudian ikut dalam bermain, seluruhnya juga ikut, Ryuto sendiri menikmati hal tersebut dan memundurkan pertanyaannya.


**


Selepas mandi yang begitu lama, mereka semua keluar. Ryuto dan para istrinya memiliki senyum puas di wajah mereka.


“Mari kita makan, setelah itu kita bahas apa yang kalian diskusikan,” Ryuto berkata kepada seluruh istrinya.


Seluruh istrinya mengangguk dan mereka semua pergi menuju ke arah ruang makan, mereka berjalan santai dan sedikit aneh.


“Milikmu bertambah besar lagi, sayang. Kami masih merasakan rasa sakit di area kami,” ungkap Amy.


Ryuto mengangguk, seluruh istrinya tersenyum dan harus mulai menyesuaikan kembali diri mereka lagi.


**


Tiba di ruang makan, mereka segera duduk di kursi makan, mereka juga melihat meja yang sudah ada makanan di depan mereka.


“Selamat makan.”


Ryuto dan seluruh istrinya mulai memakan makanan tersebut, mereka memakan dengan tenang, namun dalam hati, mereka senang dengan makanan tersebut.


Selepas makan, Ryuto memandang ke arah Maid, dia tersenyum dan berkata dengan nada lembut.


“Keterampilan kalian meningkat, ini menjadi lebih enak,” ungkap Ryuto, ke-8 Maid senang ketika makanan mereka dipuji.


“Terimakasih, sayang,” ucap ke-8 Maid tersebut, ingat Maid Ryuto bukan sekedar Maid, mereka juga Istri Ryuto.


Ryuto mengangguk, kemudian ke-8 Maid tersebut membersihkan piring yang berada di meja, beberapa istrinya juga ikut membantu.


Setelah itu, mereka semua duduk kembali, Ryuto tersenyum dan berkata kepada para istrinya.


“Jadi, jelaskan diskusi kalian,” Ryuto meminta ke seluruh istrinya untuk menjelaskan diskusi mereka.


Seluruh istri Ryuto saling memandang, kemudian mengangguk bersama, lalu Sayoko berkata.

__ADS_1


“Sebenarnya, kami rindu dengan rumah di Jepang, jadi kami ingin kembali ke sana, namun kami bimbang karena kau adalah Presiden disini, jadi pasti sibuk,” Sayoko menjelaskan diskusi tersebut.


Ryuto tersenyum mendengar diskusi para istrinya, dia benar-benar senang dengan istrinya, jika mau kemana-mana pasti akan berdiskusi terlebih dahulu.


“Lalu, kalian senang ketika aku tiba-tiba mengajak kalian pergi ke Jepang kembali,” para istri Ryuto mengangguk.


“Jadi begitu, sebenarnya kita akan tetap disana, karena tujuanku kesana adalah mengambil alih Jepang,” ungkap Ryuto.


Seluruh istrinya akhirnya paham, Ryuto akan menaklukan Jepang, mereka tersenyum dan berkata.


“Kami akan mendukungmu selalu, sayang.”


Mereka benar-benar sudah bertekad akan selalu bersama dengan Suaminya dimanapun tempatnya.


Ryuto tidak bisa berkata apapun, dia hanya berdiri dan mencium kening dan bibir mereka masing-masing.


Dia mencium sekaligus berkata terimakasih kepada mereka satu persatu.


Selepas itu, mereka pergi menuju ke kamar tidur, mereka ingin melanjutkan sesi malam yang masih kurang, Ryuto juga memasang ruang waktu di ruangan miliknya.


Ryuto memasang 1 hari dalam ruangan sama dengan 1 detik di luar.


**


Pagi hari.


Ryuto terbangun dari tidurnya, dia membuka matanya dan duduk bersandar pada tempat tidur tersebut.


“Kemarin, mereka menjadi lebih liar. Yah, itu karena milikku menjadi lebih besar,” ungkap Ryuto, dia tersenyum mengingat kejadian malam.


Namun, sebelum Ryuto membuka pintu kamae mandi, dia merasakan para istrinya bangun dari tidurnya.


“Pagi, sayang,” Yui menyapa Ryuto sambil meregangkan tangannya, kemudian para istri lainnya juga ikut terbangun.


“Pagi juga, sayang,” balas Ryuto terhadap para istrinya tersebut, mereka juga melihat Ryuto akan menuju ke kamar mandi.


Mereka juga turun dan ikut mandi bersama dengan Ryuto. Mereka hanya saling menggosok dan berendam.


**


Mereka selesai mandi, kemudian mereka keluar dengan pakaian santai, mereka juga tidak perlu bersiap-siap pakaian, karena mereka bisa membelinya.


Ryuto dan para istrinya pergi bersiap-siap selain pakaian, para istrinya juga sudah membeli oleh-oleh Indonesia untuk keluarga mereka.


Ryuto dan seluruh istrinya selesai bersiap-siap, mereka akan pergi menuju ke Jepang hari ini, Zero juga sudah menyiapkan Helikopter.


“Zero, bagaimana dengan 100 pasukan yang terendah?” tanya Ryuto, dia ingin pasukan yang terendah mengalami pertempuran tersebut terlebih dahulu.


“Sudah, Tuan. Aku menghubungi Lion untuk kesiapan pasukan tersebut,” ungkap Zero membuat Ryuto mengangguk senang.


Ryuto kemudian menatap ke arah para istrinya, dia tersenyum dan berkata kepada mereka.


“Ayo kita berangkat,” ucap Ryuto, kemudian pintu Helikopter terbuka, Ryuto dan para istrinya mulai naik ke Helikopter.


Namun, sebuah suara teriakan perempuan membuat mereka semua berhenti untuk naik ke dalam Helikopter.


“Tunggu.”

__ADS_1


**


Jepang.


Ruang Pemimpin, disana terlihat duduk seorang Pemuda yang tak lain ialah Ryuzen, dia benar-benar merasa akan ada firasat buruk hari ini.


“Kenapa aku merasakan firasat buruk terhadap ke-7 Petinggiku,” ungkap Ryuzen, dia benar-benar terkejut akan firasat tersebut.


**


Di sebuah Pabrik tak terpakai.


Disana terlihat 7 orang yang sedang diikat di sebuah tiang yang berbentuk silang, ke-7 orang tersebut ada yang memakai pakaian tidur, bahkan pakaian formal.


Mereka bertuju di kelilingi berbagai orang bertopeng waiah datar, pakaian mereka hitam seperti Assasin.


Di depan ke-7 orang tersebut berdiri seorang Pemuda yang membawa sebuah tongkat di tangannya.


Pemuda tersebut ialah  Sakamura Akuzo, dia berdiri di depan 7 Petinggi yang sedang terikat di depannya.


“Kalian benar-benar mendukung Ryuzen, maka dari itu maafkan aku bertindak kejam kepara kalian.”


“Jepang tidak bisa berlindung kepada Pengkhianat negara, aku akan menurunkan Ryuzen dari Jabatannya, kemudian Jepang berada di tanganku.”


“Entah itu Ryuto atau seseorang asli Jepang, akan kubuat mereka tunduk di bawahku, mereka pengkhianat dan harus benar-benar jadi budak.”


Akuzo benar-benar sangat berambisi. Dia tidak takut dengan Ryuto yang bisa menghancurkan negara, dia bisa mengancamnya dengan keluarga milik Ryuto.


“Jadi, apakah sudah ditangkap keluarga yang berhubungan dengan Ryuto?” tanya Akuzo, kepada seseorang di belakangnya.


“Belum ada laporan, Tuan,” ucap orang tersebut, Akuzo mengangguk dan menatap ke arah 7 orang di depannya, lalu berbalik dan berkata.


“Eksekusi mereka,” ucap Akuzo, sambil berjalan pergi keluar dari Pabrik tak terpakai tersebut.


**


Kediaman Ryuto.


“Aku tidak menyangka, tujuan kita malah bertemu dengan orang aneh.”


Terlihat dua kepalan tangan besar yang penuh dengan darah yang menetes turun ke bawah.


“Kau benar, Cohza. Aku juga tidak menyangka akan seperti ini.”


Terlihat sosok kedua orang kekar, satunya terlihat tinggi, satunya dua kali tinggi dari orang sebelahnya.


Kedua sosok tersebut terlihat selesai bertempur dengan berbagai orang yang memakai Topeng.


Kedua sosok itu ialah, Seida Mitsu dan Cohza Akura.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2