Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 142


__ADS_3

[Chapter 142.]


[Salam.]


[Silahkan Dibaca.]


Kedua orang tidak terduga muncul, Kurht dan Zehard. Mereka berdua menatap ke arah para orang yang memakai baju putih.


“Siapa kalia-,” ucap orang berbaju putih, namun terpotong oleh sebuah suara dari arah lain.


“Tak kusangka, kita bertemu kembali, Kurht,” ucap orang yang berada di arah lain. Dia berjalan dari mobilnya ke arah orang berbaju putih.


“Kahahahaha, akhirnya kau muncul, Kurokami,” teriak Zehard dengan tawa senang, Aura besar keluar dari tubuhnya.


“Hmmm, siapa kamu?” ucap orang tersebut, yang tak lain Ryuto Kurokami.


Zehard jatuh dengan tidak etisnya, lalu dia bangun dan menatap ke arah Kurht dan berkata.


“Kau tidak memberitahu tentangku?” ucap Zehard, kemudian Kurht menggelengkan kepalanya.


“Dia tidak bertanya,” ucap Kurht, sedangkan Zehard diam. Dia lalu menatap ke arah Ryuto dan berkata.


“Kenapa kau tidak bertanya tentangku?” ucap Zehard, sedangkan Ryuto mengerutkan keningnya.


“Apakah perlu?” ucap Ryuto, melihat ketiga orang itu berbicara satu sama lain, orang berbaju putih berteriak.


“Si*lan, jangan abaikan aku,” ucap orang berbaju putih tersebut, kemudian Zehard menghela nafas dan berkata.


“Namaku adalah Zehard,” ucap Zehard keras, sementara Ryuto mengangguk. Lalu, berkata dengan suara serius.


“Namaku adalah Ryuto,” ucap Ryuto, kemudian mereka berdua mengalihkan pandangan ke orang berbaju putih.


Lalu, keduanya mengeluarkan aura yang besar ke arah mereka.


Bushhhhhh.


“Nah, sebelum aku berurusan dengan dia, aku akan membunuh kalian terlebih dahulu,” ucap Ryuto.


Zehard menyeringai, lalu melapisi tangannya dengan spiritual, tangan Zehard berubah menjadi merah.


(Energi kuubah menjadi Spiritual, sebenarnya sama sih, spiritual juga Energi. Tapi energi bukan satu saja.)


Ryuto juga melapisi tangannya menggunakan spiritual, tangannya berubah menjadi ungu. Sedangkan, para orang yang memakai baju putih menjadi lebih serius.


“Segera bunuh, perempuan itu,” teriak orang berbaju putih, namun mereka telat.


Swish.


Ryuto sudah membawa perempuan tersebut pergi dari tempat awalnya, sementara Zehard sudah berada di depan salah satu orang berbaju putih.


Booommm.


Pukulan Zehard tepat di wajah orang berbaju putih tersebut. Kemudian, 9 orang berbaju putih menjadi waspada.


“Terlalu mudah,” ucap Zehard, matanya menunjukkan siluet di balik kacamatanya. Lalu, dia memukul lagi orang berbaju putih ke tanah.


Boommmm.

__ADS_1


Jalan pun berlubang karena kepala orang tersebut, Ryuto menatap Zehard sambil menyipitkan matanya.


“Kontrol yang bagus,” ucap Ryuto, kemudian dia melihat ke arah Kurht yang sudah tiba di sampingnya.


“Apa kau ingin berkelahi?” ucap Ryuto dalam, dia benar-benar berada di situasi kesal sekarang.


“Tidak, letakan saja perempuan itu, aku akan menjaganya,” ucap Kurht, entah kenapa dia merasakan sesuatu tekanan sekarang.


‘Pemuda ini, benar-benar mengerikan baru beberapa hari sudah sekuat ini,' batin Kurht, dia hampir sedikit tidak bisa mengukur kekuatan Ryuto sekarang.


“Oh, kalau begitu, jaga dia,” ucap Ryuto, dia meletakkan perempuan tersebut di dekat Kurht.


Ryuto pun melesat ke arah orang berbaju putih lainnya, dia tiba di dekat orang tersebut.


Booomm.


Ryuto menendang perut orang berbaju putih ke bawah dengan keras, Zehard juga memukul mereka.


Beberapa menit kemudian.


“Lemah, Lemah, dasar lemah,” teriak Zehard, memukuli orang berbaju putih dengan keras. Kemudian, dia melihat Ryuto yang sudah selesai bertarung.


Zehard menyeringai, lalu dia mengeluarkan tambahan spiritual di tangannya, tangan yang merah menjadi lebih cerah.


“Kurokami, mari lakukan salam,” teriak Zehard, dengan cepat melesat ke arah Ryuto.


Sementara itu, Ryuto tersenyum dan menambah spiritual di tangannya, tangan yang berwarna ungu hitam berubah menjadi lebih ungu.


Zehard tiba di depan matanya, Ryuto berbalik dan menatapnya, keduanya saling mengayunkan pukulan.


Booooommmmm.


Di depan kedai ramen.


Drrr.


“Gempa?,” ucap Lilia, dia memandang ke arah para saudari yang lain, Asami menjawab dengan serius.


“Gempa ini, terjadi karena dua kekuatan saling bentrok,” ucap Asami, mereka mengangguk paham.


Lalu, mereka menyadari sesuatu, terutama Lilia. Dia memandang ke yang lainnya, kemudian mereka mengangguk bersama.


“Ryuto bertemu dengan orang itu,”


Mereka khawatir, namun mereka menekan rasa khawatir mereka. Asami, segera membuat sebuah monster roh.


“Tolong lihat, siapa yang sedang bentrok,” ucap Asami, lalu monster roh kecil tersebut, segera pergi.


Tidak ada yang bisa melihat, monster kecil tersebut. Karena, itu terbuat dari spiritual, dan di sekitar mereka hanya manusia tanpa energi.


“Kita tunggu di dalam,” ucap Lilia, dia menunggu kabar dari monster kecil milik Asami, mereka semua akhirnya masuk ke dalam kedai.


Di sisi Ryuto.


Keduanya saling memandang, mereka berdua melepaskan spiritual mereka, lalu tangan mereka kembali seperti semula.


“Kau, masih kurang kuat, tapi aku menantikan besok,” ucap Zehard, lalu dia berbalik.

__ADS_1


‘Pukulannya kuat, jika aku tidak menambahkan sedikit spiritual pastj aku akan terpental,' batin Ryuto.


Kurht muncul menggendong perempuan tersebut, lalu menyerahkan Ryuto sambil tersenyum.


“Kami sudah memberitahu istrimu, soal besok,” ucap Kurht, sedangkan Ryuto menatap tajam.


“Kau tidak berlebihan kan?” ucap Ryuto, sambil menggendong perempuan tersebut. Kurht menggelengkan kepalanya.


Lalu, Kurht berbalik dan melesat muncul di samping Zehard.


Ryuto segera pergi ke mobilnya dan menaruh perempuan tersebut, di dalam mobil.


Setelah itu, Ryuto masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil menuju ke kedai ramen.


Di jalan.


“Jadi, Amy gugup karena itu,” ucap Ryuto, dia akhirnya tahu kenapa Amy gugup.


Dia hanya tersenyum, lalu dia sedikit menambah kecepatan menuju ke kedai ramen.


Beberapa menit kemudian.


Tiba di kedai ramen, Ryuto menatap ke arah perempuan yang masih pingsan. Dia menghela nafas, lalu keluar dari mobil.


‘Mungkin, nanti saja aku akan bertanya kepadanya,' batin Ryuto, masuk ke dalam kedai ramen.


Tiba di dalam kedai, Ryuto berjalan ke arah tangga, lalu naik ke atas. Amy sudah mengirimkan nomor tempat mereka.


Ryuto tiba di depan pintu ruang VIP, lalu dia masuk ke dalam ruang tersebut.


Seluruh istri dan maid Ryuto menatap ke arah pintu, mereka tersenyum dan mereka segera berdiri.


Lilia dan Amy yang sangat khawatir segera berlari ke arah Ryuto, lalu melompat dan memeluknya.


“Syukurlah, kau tidak apa-apa,” ucap keduanya, sedangkan Ryuto memiringkan kepalanya dan akhrinya paham.


“Tenang saja, aku baik-baik saja. Ayo kita duduk dengan yang lainnya,” ucap Ryuto, menepuk punggung kedua istrinya.


Sementara Istri yang lain hanya tersenyum, saat melihat tingkah Lilia dan Amy. Mereka juga datang ke Ryuto dan memeluknya.


Ryuto benar-benar dipeluk secara melingkar. Dia hanya menghela nafas dan menunggu mereka selesai memeluknya.


Beberapa menit kemudian.


Mereka semua duduk di sofa yang berada di ruang tersebut. Di depan mereka adalah ramen dengan berbagai jenis.


(Intinya ramen semuanya, aku tidak tahu jenis-jenis ramen.)


Ryuto dan semuanya mengambil sumpit dan mereka berkata bersama.


“Selamat makan,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2