
[Chapter 251.]
[Iblis bersosok Dewi.]
[Silahkan Dibaca.]
Tokyo, di depan bekas toko pakaian yang akan bangkrut. Terlihat satu perempuan menatap dengan tajam ke arah 40 orang berjas hitam. Perempuan itu adalah Lina, dia adalah istri baru Ryuto. Dulu, sebelum dirinya bereinkarnasi, Lina dijuluki Iblis bersosok Dewi.
Lina dijuluki seperti itu karena dia lebih kejam dibandingkan seluruh istri Kurokami lainnya. Dia pasti akan memutar ulang para musuhnya bahkan dia siksa terus-menerus dan berhenti ketika dia benar-benar bosan. Lina dijuluki itu juga karena dirinya bar-bar. Dia tidak ingin banyak bicara, terpenting terobos musuh, siksa mereka, bunuh, itu semua adalah prinsip Lina.
Kembali ke sekarang, Pria Elite yang mengaku suami Clara marah ketika melihat hal itu. Dia mengerutkan keningnya dan mengenal siapa perempuan di depannya. Pria itu ingin tertawa dan menghina, akan tetapi Lina dengan cepat menendang wajahnya tersebut.
Buggghhhh.
Pria itu terkejut ketika merasakan sakit di pipinya. Dirinya benar-benar merasa tubuhnya jatuh ke samping. Pandangannya menggelap seketika. Lina melihat pria itu jatuh pingsan, hanya menatap dingin, kemudian tatapannya beralih ke arah 40 pasukan yang terkejut.
Lina melesat ke arah 40 orang tersebut, dirinya memanfaatkan kelengahan para pasukan. Lina dengan cepat tiba di pasukan1, mengepalkan tangannya dan meninju perut pasukan1 tersebut. Namun, pukulan Lina sangat lemah karena tubuh yang dia pakai sekarang berbeda.
“Cih, aku lupa tentang hal ini.” Lina dengan cepat melakukan backflip, para pasukan sadar akan hal itu. Mereka sadar ketika Lina sudah tiba di dekat pasukan1. Namun, melihat pukulan Lina yang lemah, pasukan35 menjadi marah.
“Bunuh jlang itu, beraninya dia melukai Tuan Muda.” Pasukan35 meraung dengan marah. Dirinya tidak pernah sehina dan serendah ini, sampai-sampai harus berhadapan dengan perempuan nakal yang lemah.
Lina yang dikatakan jlang, seketika menghitam. Energi spiritual miliknya membalut tangannya. Dia menatap ke arah pasukan35 dengan tajam. Namun, yang ditatap hanya mendengus kesal. Lina mengalirkan energi spiritual miliknya ke dalam kaki, dia melesat dengan cepat ke depan.
Seluruh pasukan musuh terkejut melihat langkah cepat Lina. Mereka ingin bergerak namun Lina sudah tiba di depan pasukan35. Dengan kejam, Lina menendang tepat mata dari pasukan35 tersebut.
__ADS_1
Bukkkk.
Sebelum pasukan35 berteriak, Lina sudah menendang mulut pasukan35 yang akan terbuka. Gigi-gigi pasukan35 berserakan bahkan masuk ke dalam dirinya. Lina tidak berhenti disitu, dia menendang kembali telinga kiri pasukan35.
Bugh.
Pasukan35 ingin berteriak kesakitan. Namun, itu percuma karena Lina dengan kejamnya menarik lidah pasukan35 dan memotongnya. Kemudian, memaksa pasukan35 memakan lidahnya sendiri dan pasir yang berada di sekitar mereka.
Pasukan lainnya melihat hal brutal seperti itu benar-benar tidak tahan, mereka belum pernah melihat adegan segila itu. Lina melihat hal itu, dia mengambil pisau milik pasukan35. Lalu, dia melesat ke arah pasukan lain.
Lina tidak akan ampun sama sekali, sayatan di kaki, tangan, tubuh, jari, bahkan wajah pasukan hancur karena Lina tersebut. Para pasukan yang bisa melihat, menatap ke arah Lina yang memegang pisau yang ada darahnya, kemudian mereka melihat Lina menjilat darah di pisau tersebut. Tubuh para pasukan bergetar hebat, tanpa sadar mereka berkata. “Iblis.”
Lina yang mendengar itu tertawa liar, bagaimanapun juga dirinya sudah biasa dengan sebutan itu. Lina bergerak santai ke arah kerumunan 40 orang yang terbaring sambil bergeliat seperti ulat yang kepanasan. “Iblis kah? Mari akan kutunjukkan, apa itu Iblis sebenarnya? Hihihi.”
Ke-40 pasukan merinding, mereka ingin kabur namun seluruh tubuh penuh luka dan lukanya semakin parah karena panas trotoar yang begitu mengerikan. “Jangan, kumohon jangan mendekat. Tidak, Jangan mendekat.”
***
Ryuto dan Zero melihat hal itu, Zero sendiri terkejut dan benar-benar sedikit takut akan Lina. Dia tidak menyangka orang yang akan disiksa tadi, benar-benar sesadis ini. Zero menggelengkan kepalanya dan berfikir, ‘Istri Tuan benar-benar sadis semua.’
Ryuto sendiri tersenyum melihat hal itu, bagaimanapun juga dia senang istrinya kembali seperti dulu. Ryuto tersenyum dan menatap ke arah Clara yang masih mencerna informasi ingatan miliknya sendiri. Kemudian, pandangan Ryuto beralih ke pria Elite yang terbaring.
“Zero, tekan seluruh perusahaan milik keluarga Vastago.” Ryuto berkata dengan nada serius, sedangkan Zero sendiri memberikan file tersebut. Ryuto terkejut, dirinya memandang Zero penuh akan kebingungan. Zero menyadari itu dan mengangguk.
“Itu adalah file tentang keluarga Vastago, juga seluruh industri sudah ditekan.” Ryuto terkejut dengan kecepatan Zero kali ini. Dirinya benar-benar senang dengan kecepatan dan ketepatan Zero. Namun, dia penasaran akan sesuatu.
__ADS_1
“Bukankah, aku baru saja memberikan perintah itu? Juga bagaimana kau bisa cepat mengatasinya?” Ryuto bertanya-tanya bagaimana bisa Pemimpin pasukan pertama miliknya ini bisa melakukan hal itu.
“Ketika saya, anda minta untuk mencari seluruh informasi tentang foto istri anda. Kami menyelusuri dan mencari apa yang menjadi masalah mereka. Dengan cepat, saya menemukan dan menekan perusahaan tersebut.”
Mendengar penjelasan Zero, Ryuto terkejut. Ini benar-benar anak buah yang dapat diandalkan, Ryuto berfikir demikian. Dia benar-benar senang dengan kinerja Zero. Ryuto berfikir, mungkin waktunya untuk memberikan Zero waktu istirahat agar dapat bertemu dengan Anisa.
“Zero, selepas ini kau berlibur. Cepat dapatkan Anisa sebelum kita pergi ke Alam Menengah. Latih Anisa juga, agar tidak menjadi bebanmu nantinya.” Ryuto berkata dengan serius. Zero senang dan mengangguk dengan semangat.
“Baik, Tuan. Saya akan melakukan perintah anda.” Zero benar-benar senang kali ini, dia akhirnya bisa berlibur dan mendapatkan ijin tuannya untuk membawa Anisa ke dalam Kediaman Kurokami. ‘Anisa sayang, aku akan menjemputmu.’
Ryuto tidak peduli dengan fantasi dari Zero, dirinya menatap ke arah Lina. Dia melihat bahwa Lina sudah selesai menyiksa dan sekarang tahap membunuh. Ryuto terus memandang cara membunuh Lina, sampai akhirnya semuanya dibunuh oleh Lina. Beruntung di area tempat Ryuto berada adalah area sepi, jadi tidak ada yang melihat kejadian tersebut sama sekali.
Ryuto kemudian melihat Lina mendekat ke arah mobil, tubuhnya penuh akan darah. Namun, darah segera memghilang ketika Lina sudah dekat dengan mobil. Lina menghilangkan darah dan bau darah dengan energi spiritual miliknya.
“Selamat, jadi apakah kau akan mengunjungi keluarga Vastago?” Ryuto mengucapkan kata selamat ketika Lina masuk ke dalam mobil. Lina mendengar suara Ryuto senang dan menciumnya dari belakang.
“Yah, aku akan menghancurkan keluarga itu. Juga adakah tempat untukku berlatih? Tubuhku benar-benar kaku sekarang, ini tubuh sangat lemah, sayang.” Lina bertanya dan mengeluh akan tubuhnya. Ryuto terkekeh mendengar hal itu.
“Hehehe, ada. Masuklah ke kediaman jepang nantinya dan masuk ke dalam ruang yang memiliki pintu besi.” Ryuto menjelaskan detailnya, tapi tidak menyebutkan Dunia Jiwa. Lina bingung, akan tetapi dirinya segera menghilang ketika Ryuto menyentuh dan menciumnya.
Ryuto selesai melakukan itu dan mendengar sebuah suara dari sebelahnya. “Sayang........”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.