Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 279


__ADS_3

[Chapter 279.]


[Perang Puncak 4.]


[Silahkan Dibaca.]


Portal.


Cohza menatap ke arah Min Huo, ia sedikit tertarik dan terkejut akan perubahannya tersebut. “Jadi, apa yang dibilang Ryuto benar... Ras selain manusia ada.”


Terlihat Min Huo berubah menjadi setengah iblis. Dua tanduk, sayap lebar, telinga memanjang ke belakang, tatapan merendahkan.


“Rendahan.” Min Huo berkata dengan ringan, tangannya terangkat, jarinya menunjuk ke arah Cohza. Seketika jari bercahaya, kemudian cahaya itu melesat ke arah Cohza.


“Swishh...” Cohza melihat hal itu, hanya diam dan tidak bergerak. Dia memang merasakan bahaya dari serangan tersebut, tetapi ia tidak peduli akan hal itu.


“Booommm...” Ledakan terjadi di tempat Cohza. Terlihat debu menutupi Cohza, tetapi debu segera menghilang dan terlihat orang itu baik-baik saja tanpa ada luka di tubuhnya.


“Kekuatan yang menarik, tapi apakah hanya ini.” Cohza berkata dengan ringan, ia menepuk bahunya seakan menghilangkan sebuah debu yang berada di bahunya.


Min Huo melihat hal itu matanya memancarkan niat membunuh, dia dengan cepat melesat ke arah Cohza. Tujuannya sekarang satu yaitu membunuh orang di depannya.


“Wushh..” Cohza melihat hal itu, ia menyeringai ketika Min Huo tiba di depannya. Keduanya saling menatap, satunya penuh kebencian, yang lainnya penuh akan semangat juang.


“Boom...Boom...Boom..” Cohza dan Min Huo saling bertukar pukulan terus-menerus, kawah yang mereka timbulkan lebih besar dari sebelumnya.


“Boommm...” keduanya saling memukul dengan keras. Lalu, terdorong ke belakang, Cohza melakukan Backflip sementara Min Huo menggunakan sayap untuk menstabilkan dirinya.


Keduanya saling menatap, kemudian Min Huo menyalurkan Qi miliknya ke arah mulutnya. Seketika, cahaya hitam berbentuk bola muncul di depan mulutnya.


Cohza melihat hal itu, dirinya menjadi serius. Dengan ringan, ia berlari secara acak. Min Huo menembak Cohza dengan bola hitam tersebut.


“Boom...Boom..” Cohza menghindari berbagai serangan tersebut, ia juga perlahan mengumpulkan Qi di tangannya. Ketika melihat bahwa bola hitam telah selesai, dia melesat menuju ke arah Min Huo tersebut.


“Wush..” Cohza menatap ke arah Min Huo yang sudah menyiapkan bola hitam, tetapi bola itu sekarang semakin membesar dan penuh akan penindasan.


Cohza tidak peduli, dia melesat dan tiba tepat di dekat Min Huo. Dirinya juga sudah mengumpulkan banyak Qi di tangannya, siluet Singa emas terlihat di belakang Cohza.


“Sepertinya ini akhirnya..” Cohza mengayunkan tangannya ke arah Min Huo, tepat bola hitam besar melesat ke arahnya.

__ADS_1


Qi yang terkumpul seketika melesat dengan cepat dan berubah menjadi Singa emas. Bola hitam bertemu dengan Singa emas, mengakibatkan ledakan besar terjadi.


“Booommmm...” Ledakan besar yang mengakibatkan munculnya kawah yang sangat besar, bahkan tengah kawah tidak terlihat sama sekali.


Banyak monster terpental dan mati mengenaskan. Efek dari kedua serangan tersebut benar-benar mengerikan, terlihat pasir berwarna hitam. Pasir itu perlahan menghilang tanpa jejak seketika.


Dalam kawah, terlihat dua sosok yang berbeda posisi. Satu sosok berdiri dengan satu kaki yang tertekuk. Sementara satunya lagi terbaring mati di depannya dengan perut berlubang.


“Hah..Hah..Hah, benar-benar melelahkan.” Cohza berkata dengan terengah-engah. Dirinya benar-benar kehabisan energi sekarang.


“Bruk...” Cohza terbaring telentang sambil menatap ke arah atas. Dirinya sedikit terkejut ketika melihat berbagai pasir menuju ke arahmya.


“Sial, apakah aku akan terkubur di sini?” Cohza mengutuk atas kesialannya. Dia ingin bergerak, tetapi tubuhnya menolak akan hal itu.


“Hahh, sepertinya aku benar-benar akan terkubur di sini.” Cohza pasrah akan hal itu. Namun, sosok siluet muncul dari atas. Sosok itu melesat ke arahnya sambil berteriak dengan keras.


“Oi, Pemimpin... Apakah kau masih hidup?” Sosok itu ialah Zehard. Dirinya terjun ke bawah untuk menyelamatkan pemimpinnya tersebut.


Cohza tersenyum melihat hal itu dan menutup matanya untuk tidur. “Kuserahkan sisanya kepadamu, anak buah bodoh. Juga, Ryuto menangkan pertarungan ini.”


***


“Matilah, Kurokami!” An Shi mengayunkan tombaknya secara vertikal dengan cepat. Ryuto melihat hal itu dengan ringan dan memblokir serangan dengan pedangnya tersebut.


“Dingg...” Ryuto kemudian mendorong dan menebas ke arah depan secara cepat. An Shi sedikit ceroboh dan terkena tebasan lurus tersebut.


“Slashh..” Tebasan pedang terlihat di perut An Shi. Ryuto melihat hal itu, melakukan backflip dan mengumpulkan Qi di pedangnya.


“Matilah.” Ryuto dengan ringan mengarahkan pedangnya lurus ke depan tepat An Shi berada. Namun, musuhnya tersebut bukanlah musuh lemah.


An Shi menatap dengan amarah. Dirinya terluka dan musuhnya tidak, dengan cepat ia memutar tombaknya dan mengarahkan lurus ke depan tepat Ryuto.


“Rawr..” Siluet Naga melesat ke arah serangan Ryuto sebelumnya. Kedua serangan bertemu dan menghasilkan ledakan mengguncang isi dari portal.


“Booomm...” Langit bergetar, dari warna merah menjadi hijau dan berbagai warna terus-menerus berubah. Berbagai orang yang menatap hal itu mulai waspada, tetapi berbeda untuk An Shi dan Ryuto.


Keduanya terus bertarung, banyak luka di tubuh mereka. Namun, Ryuto bisa memulihkan lukanya tersebut dengan cepat. Sementara itu, An Shi juga bisa memulihkan luka karena fisiknya yang setengah manusia.


“Boom..Boom...” An Shi dan Ryuto mundur seketika, mereka berdua saling menatap tajam. Ryuto menyalurkan Qi ke pedangnya. Kali ini terlihat sepuluh bayangan pedang terbang di dekatnya.

__ADS_1


An Shi melihat itu tidak tinggal diam, dirinya menyalurkan Qi ke tombaknya dan berbagai bayangan tombak muncul di belakangnya.


“Maju..” An Shi dan Ryuto mengarahkan senjata mereka ke depan, berbagai bayangan senjata keduanya melesat satu sama lain.


“Boom..Boom..Boom..” Ledakan-ledakan kecil dan besar terjadi di udara. Dimensi portal mulai bergejolak sekarang, terlihat retakan kaca muncul di langit-langit.


***


“Apa yang terjadi?” Tifa yang telah membunuh berbagai monster menatap ke arah langit. Dirinya melihat berbagai aurora dan retakan kaca di atas.


“Gawat, pertarungan Suami dengan Musuhnya membuat Dimensi Portal akan hancur.” Mona menjawab dengan serius. Seluruh saudarinya menatap ke arah suami mereka.


‘Sayang, cepat selesaikan pertarunganmu,' batin kesepuluh istrinya tersebut. Namun, seketika mereka menghilang dari tempat dan muncul tepat di Dunia Jiwa Ryuto.


***


Ryuto menatap ke arah An Shi. Dirinya sadar bahwa Monster sudah selesai di eksekusi. Berbagai orangnya ia masukkan ke dalam Dunia Jiwa. Sementara para pasukan Cohza, ia biarkan karena dia tidak peduli sama sekali.


An Shi menatap seluruh tempat Dimensi Portal tersebut. Ia menemukan bahwa Monster sudah dihancurkan semuanya dan para pasukan Kurokami serta istri Ryuto menghilang entah kemana.


An Shi tidak peduli, dirinya menatap ke arah Ryuto dan seringai kejam miliknya terlihat, kemudian ia menyalurkan Qi ke seluruh tubuhnya.


“Sebelum kau pergi ke Alam menengah, langkahi dulu mayatku, Kurokami.” An Shi seketika diselimuti oleh Qi gelap. Perlahan-lahan tubuhnya membengkak.


Ryuto menatap hal itu, dia menyipitkan matanya kembali. “Sepertinya aku harus lebih serius. Aku tidak menyangka bahwa musuhku setengah ras.”


Ryuto menyalurkan Qi ke arah tubuhnya. Dirinya berubah memakai jubah hitam terkoyak dengan dua sayap berbeda. Ini adalah mode dirinya ketika memasuki mode tempur Kurokami.


An Shi sendiri sekarang terlihat memakai armor ungu dengan berbagai aksesoris di ujungnya. Tombak miliknya berubah menjadi hitam, kobaran api ungu terlihat di tombak tersebut.


“Mari kita mulai babak terakhir.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2