Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 154


__ADS_3

[Chapter 154.]


[Tiba di Sumatera.]


[Silahkan Dibaca.]


Sumatera.


Di bandara, sebuah pesawat akhirnya mendarat dengan lancar.


Kemudian, kokpit pesawat terbuka dan keluarlah banyak orang dari pesawat tersebut.


Dalam banyak orang terdapat satu Laki-laki dan empat perempuan, mereka adalah Ryuto, Sayoko, Sasha, Yuli, dan Arisa.


“Jadi, kita sudah tiba kah, di Sumatera?” ucap Yuli, kemudian Ryuto pun menjawab sambil mengangguk.


“Ya, kita sudah tiba di Sumatera,” ucap Ryuto, mereka pun berjalan keluar dari Bandara tersebut.


Tak lama kemudian, mereka sudah berada di luar. Kesan mereka terhadap lingkungan menarik.


Mereka melihat bahwa ada sebagian tempat masih hutan belantara. Ryuto sedikit menaikkan alisnya.


’Sistem, dimana lokasi roh spiritual Harimau putih berada?’


[Roh tersebut berada di gua dekat danau dalam hutan.]


‘Apakah ada yang mengetahui?’


[Ada, tapi orang yang mengetahui tersebut segera kabur dan tidak pernah mengungkapkan apa yang dia temukan.]


[Juga, sekarang dia dikejar oleh keluarganya sendiri, karena suatu hal lain.]


‘Hehh, menarik. Kalau begitu tunjukkan dengan anak panah, lokasi roh spiritual tersebut,' batin Ryuto.


Kemudian, muncul sebuah anak panah yang mengarahkan ke dalam hutan yang dia lihat tersebut.


‘Jadi, tujuannya berada di hutan,' batin Ryuto, kemudian dia menatap ke arah empat istrinya dan berkata.


“Kita cari hotel dulu, besok kita pergi mencari spiritual roh tersebut,” ucap Ryuto, mereka mengangguk setuju.


Kemudian, mereka pergi menuju ke hotel dengan berjalan kaki, karena jarak Bandara dan Hotel dekat.


Tiba di hotel, mereka masuk. Kemudian, melakukan check-in, saat melihat bahwa Ryuto memesan ruang yang besar, resepsionis terkejut.


‘Orang ini, apakah dia akan melakukan dengan 4 perempuan itu?’ batin Resepsionis, kemudian dia berkata.


“Maaf tuan jika lancang, apakah anda dengan keempat perempuan tersebut memiliki hubungan?” ucap resepsionis tersebut.


“Ya, kami suami istri,” ucap Ryuto, seketika resepsionis membeku dengan wajah terkejut.


Suami istri.


Kata-kata tersebut seketika memenuhi fikiran resepsionis tersebut. Lalu, dia segera sadar dan berkata.


“Kalau begitu, ada satu kamar dan itu ruang VVIP, ruang itu luas dan bersih,” ucap resepsionis tersebut.


Kemudian, Ryuto mengeluarkan kartu hitamnya, resepsionis yang paham segera menerima dan menggesekkan ke mesin kartu.

__ADS_1


Ting.


Pembayaran selesai, resepsionis tersebut tangannya gemetar, lalu dia memberikan kembali kartu hitam tersebut.


“Terimakasih,” ucap Ryuto, kemudian resepsionis mengeluarkan sebuah kunci untuk kamar.


Ryuto pun mengambil dan pergi bersama dengan keempat istrinya. Resepsionis masih menatap punggung Ryuto sambil bergumam.


“Sultan benar-benar...,” gumam resepsionis, dia benar-benar baru pertama kali melayani Sultan.


Di sisi Ryuto.


Ryuto tidak peduli, dia hanya segera pergi menuju ke lift bersama dengan istrinya. Kemudian, dia masuk ke dalan lift.


“Tolong hentikan dulu!”


Sebuah suara terdengar dari luar lift, Ryuto dengan cepat membuka lift kembali, lalu seorang perempuan masuk dengan cepat.


“Tunggu, Nona,”


Suara lainnya terdengar, namun pintu lift sudah tertutup. Kedua orang tersebut terengah-engah di luar lift.


Sementara itu, di dalam lift, perempuan tersebut juga terengah-engah sambil berkata.


“Te-terimakasih,” ucap perempuan tersebut, dia benar-benar lelah. Ryuto pun merespon dengan lembut.


“Ya, tidak masalah. Jadi, lantai mana yang ingin kau tuju?” ucap Ryuto, seketika perempuan tersebut berdiri tegap dan menatap ke Ryuto.


Seketika, perempuan tersebut linglung saat melihat Ryuto tepat di dekatnya, apalagi mendapati tatapan lembutnya.


“Ah- itu lantai 12,” ucap perempuan tersebut dengan malu-malu, kemudian dia berfikir.


‘Lisa, betapa bodohnya dirimu, bisa-bisanya memalukan di depan laki-laki, tapi kalau dilihat dari dekat laki-laki ini sungguh tampan,' batin perempuan tersebut.


Ryuto tidak tahu fikiran perempuan tersebut, dia hanya menekan nomor 12, karena kamarnya juga di lantai 12.


Sementara para istrinya, memiliki matanya yang bersinar dan sebuah senyuman misterius muncul di wajah mereka.


Tanpa Ryuto sadari, benang merah pun terjalin dengan perempuan tersebut.


Lift pun bergerak ke atas, Ryuto diam di depan tombol lift, sementara istrinya di belakang dan perempuan tadi di samping Ryuto.


Ting.


Sebuah suara yang menandakan bahwa mereka sudah tiba di lantai 12, pintu pun terbuka.


Kemudian, mereka keluar dari lift tersebut. Perempuan yang berada di dekat Ryuto menunduk dan berkata.


“Terimakasih,” ucap perempuan tersebut, sementara Ryuto tersenyum dan membalas dengan lembut.


“Tenanglah, itu tidak masalah,” ucap Ryuto, kemudian perempuan tersebut bertanya dengan malu.


“Kalau boleh tahu, namamu siapa?” ucap perempuan tersebut, dengan gugup sekaligus malu.


“Oh, namaku adalah Ryuto, sementara nona sendiri, siapa?” ucap Ryuto, kemudian perempuan tersebut dengan senang menjawab.


“Namaku adalah Lisa,” ucap perempuan tersebut, yang bernama Lisa. Ryuto tersenyum dan mengulurkan tangannya.

__ADS_1


“Salam kenal, Lisa,” ucap Ryuto, lalu Lisa menerima uluran tangan tersebut.


“Salam kenal juga, Ryuto,” ucap Lisa, kemudian terdengar suara dari belakang Ryuto.


“Ara~ sayang, kenapa tidak memperkenalkan kita, begitu buruknya,” ucap Yuli, dengan berpura-pura sedih.


Ryuto menatap ke arah Yuli, Sayoko, Sasha, dan Arisa. Kemudian, dia memperkenalkan keempatnya.


Lisa yang mendengar Ryuto memperkenalkan Istrinya, dia terkejut dan segera meminta maaf karena tidak sopan.


“Maaf, aku telah lancang dan tidak sopan kepada kalian,” ucap Lisa, dia benar-benar kacau.


Entah kenapa, dalam hati Lisa menjadi sedih. Namun, melihat bahwa Ryuto memiliki banyak istri, sesuatu dalam dirinya tumbuh, yaitu adalah tekad.


“Tidak apa-apa,” ucap Yuli, dia benar-benar tidak merasa dirugikan, hanya saja menggoda seorang perempuan yang malu benar-benar kesenangan lain.


“Lisa kah, bagaimana kalau kita pergi ke kamar kita dulu,” ucap Yuli, kemudian Lisa menatap ke arah Yuli, lalu menjawab.


“Baik, kak Yuli,” ucap Lisa, kemudian mereka pun pergi menuju ke ruangan VVIP yang sudah mereka pesan.


Mereka berjalan, dengan Ryuto di depan, para istrinya dan Lisa di belakang.


Ryuto benar-benar sudah terbiasa melihat bahwa, mereka dengan cepat akrab satu sama lain.


Ryuto dan para istrinya masuk ke dalam kamar tersebut, Lisa pun juga ikut di belakang mereka.


Lalu, mereka memandangi kamar tersebut dan mengangguk bahwa kamar tersebut lumayan.


Mereka pun berjalan dan duduk terlebih dahulu di kursi ruang tamu. Ryuto dan para istrinya menatap ke arah Lisa yang duduk di depannya.


Kemudian, Ryuto yang semula biasa, dia menunjukkan wajah serius miliknya dan senyum di wajahnya.


Para istrinya juga sama, mereka juga menatap ke arah Lisa dengan tatapan serius, namun tetap tersenyum.


“Jadi, siapakah kau, Lisa?”


Ungkap Ryuto, membuat Lisa membulatkan matanya, kemudian dia menatap ke arah Ryuto.


Dia pun terkejut melihat tampilan Ryuto dan para istrinya, baru kali ini dia merasakan seseorang yang benar-benar mendominasi.


Lisa pun menunduk, kemudian sudut mulutnya naik membentuk sebuah senyum seringai.


“Heh, kalian ternyata menyadarinya.”


[To be Continued.]


Ilustrasi Lisa.


Memiliki iris mata berwarna coklat, rambut berwarna silver dengan rambut lurus kebelakang, dengan ikatan poni tail.


Dia cantik, namun belum sampai tingkat para istri Ryuto, tubuh yang dia miliki ideal, ukuran keduanya besar.


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2