
[Chapter 97.]
[Menyelamatkan Aria.]
[Silahkan Dibaca.]
Ryuto segera memasuki mobilnya, dia memiliki wajah yang dingin dan membunuh. Namun, Aura membunuhnya berhasil dia tekan.
“Beraninya, keluarga orang busuk itu. Sepertinya benar kata pepatah, hancurkan sampai akarnya.” Ucap Ryuto, sambil mengendarai mobilnya menuju ke lokasi tempat Aria.
Di sisi lain.
Gedung tua, Pelabuhan Tokyo.
Di sebuah ruangan terdapat 5 orang di dalamnya. 4 orang laki-laki dan 1 orang Wanita yang sedang diikat di kursi.
“Siapa kalian?.” Ucap Wanita tersebut, yang tak lain adalah Aria. Dia benar-benar terkejut saat di jalan, dia di sergap dan di ikat di tempat kosong tersebut.
“Hehehe, kamu adalah orang yang disukai Greg bukan. Karenamu dia menghilang, entah dimana.” Ucap laki-laki yang berada di tengah ke 3 laki-laki lain.
“Greg?.” Ucap Aria, dia bingung dan bertanya-tanya siapa orang yang bernama Greg tersebut. Sementara itu, laki-laki yang berada di tengah tadi, berkata kembali.
“Kau tidak tahu, dia adalah guru olahraga di tempatmu, J*lang.” Ucap laki-laki tersebut dengan nada kerasnya, sementara Aria dia terkejut.
“Guru olahraga... Oh dia, lalu apa hubungannya hilangnya dia denganku.” Teriak Aria dengan keras, sementara laki-laki tersebut wajahnya menjadi gelap.
“Oh, kau berani berteriak di depanku. Thomas suntikan itu kepadanya, aku ingin melihat reaksinya.” Ucap laki-laki tersebut dengan seringai mesumnya.
Ke tiga orang yang lainnya juga, sementara Aria dia mulai merasa takut, lalu dia melihat laki-laki yang bernama Thomas berjalan ke arahnya dengan sebuah suntikan.
“Tidak, tidak... Apa itu, kumohon jangan.” Ucap Aria, dia benar-benar takut dan berusaha untuk menghindari suntikan tersebut, namun...
Jlebb.
“Uhh.” Ucap Aria, saat dia menerima suntikan tersebut di salah satu gunungnya. Aria benar-benar terkejut, lalu dia merasakan jantungnya berdetak lebih kencang.
Thomas yang sudah selesai, dia kembali ke tempat semula. Lalu, mereka melihat Aria yang perlahan memerah.
Aria tiba-tiba merasa tubuhnya panas, terus panas. Pandangannya mulai buram, serta perasaan aneh muncul di dalam dirinya.
‘Apa ini, kenapa tubuhku ingin sesuatu. Kenapa bagian bawahku begitu basah. Ahhh, tolong aku Ryuto.’ Batin Aria, dia benar-benar sudah terpengaruh dengan suntikan tersebut.
__ADS_1
“Hahaha, lihat dia berusaha menahan dan akhirnya kalah. Hei Wanita, apa yang kau inginkan?” ucap laki-laki yang berada di tengah ke tiga orang tersebut.
“Ak-aku...” ucap Aria, dia benar-benar merasa tidak berdaya dan nafsu di dalam dirinya menguasai tubuhnya sekarang.
Ke empat orang tersebut, mulai melepaskan pakaiannya. Setelah itu mendekati Aria yang benar-benar menjadi berbeda. Namun, sebelum mereka menyentuh Aria.
Boooomm.
Seketika, Aura membunuh memenuhi ruangan tersebut. Pintu yang dihancurkan membuat ke empat laki-laki berhenti dan melihat ke arah pintu.
“Sepertinya, kalian bosan hidup.” Ucap pemuda yang tak lain, Ryuto. Dia melihat empat orang ingin menerkam Aria yang diikat dan terlihat aneh.
‘Obat Afrodisiak yang lebih kuat dari obat Afrodisiak preman yang menculik Yui dan Yuka dulu.’ Batin Ryuto, lalu Aura membunuhnya menjadi lebih kuat.
Ke empat laki-laki itu seketika memiliki keringat dingin membasahi tubuh mereka. Di saat Ryuto berjalan ke arah mereka. Tanpa sadar, mereka juga perlahan mundur.
Ryuto sampai di dekat Aria, lalu memukul tengkuknya agar pingsan. Ryuto berjalan kembali ke arah ke empat orang tersebut.
Tanpa fikir panjang, Ryuto memukul keras keempat laki-laki tersebut. Dia memukul terus mereka, sementara keempatnya tidak bisa membalas.
Bughhh Bughh Bughhh Bughhh.
Tak lama kemudian, ke empatnya terkapar pingsan di lantai. Ryuto berhenti, karena ada hal yang lebih penting, yaitu Aria.
[Pil penyiksaan.]
‘Kalau begitu, beli 4 pil penyiksaan, Iris.’
Lalu muncul di tangan Ryuto, 4 buah pil yang memiliki warna pink dan ungu. Ryuto, tersenyum kemudian menatap ke arah 4 laki-laki yang pingsan tersebut.
“Nikmatilah, penyiksaan ini kalian.” Ucap Ryuto memasukkan empat pil ke mulut masing-masing laki-laki tersebut.
Lalu, Ryuto berjalan ke arah Aria yang masih pingsan. Sesampai di dekatnya, Ryuto memutuskan seluruh tali yang mengikat Aria. Ryuto menggendong Aria menuju ke mobilnya.
Sesampai di mobil, Ryuto memasukkan Aria ke dalam mobil. Kemudian, mengeluarkan telponnya dan menekan nomor rumah.
Purupurupuru.
Katcha.
“Iya, dengan keluarga Ryuto Kurokami, dengan siapa ya?” ucap seorang Wanita di telpon tersebut. Ryuto tahu itu siapa, dia lalu menjawab.
__ADS_1
“Aoi, ini aku Ryuto.” Ucap Ryuto, kepada Wanita yang tak lain Aoi di balik telpon tersebut.
“Oh, Ryuto. Kapan kamu kembali?” ucap Aoi, terkejut melihat bahwa yang menelpon rumah adalah Ryuto.
“Itu, sepertinya tidak bisa. Aku akan tidur di hotel malam ini.” Ucap Ryuto, sementara Aoi sedikit terkejut dan menjawab.
“Kenapa, apakah kamu akan melakukan itu dengan orang lain? Kenapa tidak melakukan itu di rumah, takutnya nanti orang yang kamu mainkan tidak bisa memuaskanmu.” Ucap Aoi, sementara Ryuto menepuk keningnya.
“Ugh, aku lupa dengan fakta itu. Tapi, ini aku menyelamatkan Aria yang sedang diculik dan diberi obat Afrodisiak. Jadi, mungkin ini adalah pertamanya, bisakah nanti biarkan kami duluan, baru aku akan memuaskan kalian?.” Ucap Ryuto.
“Itu, gampang. Kami semua paham, soal pertama kali. Jadi, bawa dia ke rumah sebelum efeknya menjadi buruk.” Ucap Aoi, lalu menutup telponnya.
“Dasar, dia langsung matikan telpon tanpa kabar. Baiklah, hotel tidak jadi, rumah saja kalau begitu.” Ucap Ryuto, lalu masuk ke dalam mobil dan pergi menuju ke rumahnya.
Ryuto tidak peduli dengan nasib dari keempat laki-laki yang dia berikan pil tersebut. Saat, Ryuto pergi, ke empat laki-laki tersebut berteriak di ruangan terus menerus.
Di sisi lain, Ryuto dengan cepat menuju ke rumahnya. Beruntung dia memiliki keterampilan berkendara di atas rata-rata.
Beberapa menit kemudian, karena kecepatannya melebihi cahaya, sampai Author sendiri tidak tahu kecepatan cahaya itu seperti apa.
Ryuto tiba di rumahnya, dia pergi menuju ke parkiran dan memarkirkan mobilnya tersebut. Kemudian dia turun sambil menggendong Aria yang akan menunjukkan tanda-tanda bangun.
“Aku pulang.” Ucap Ryuto, masuk ke dalam rumah. Seluruh Istrinya melihat Ryuto masuk dengan menggendong seorang Wanita.
“Selamat datang.” Ucap mereka, sebelum mengikuti Ryuto menuju ke kamarnya. Namun Amy, Lilia, dan Aoi menghentikan seluruh Saudarinya.
“Berhenti para saudari, kita akan menunggu di sini. Karena ini baru pertama kali untuk Aria, jadi biarkan Aria puas dulu, baru kita masuk.” Ucap Amy, semuanya mengangguk.
“Itu benar, biarkan Aria benar-benar puas. Nanti, setelah itu kita memuaskan Suami kita.” Ucap Yui, namun sebenarnya yang perlu dipuaskan adalah seluruh perempuan dan Wanita tersebut.
Ryuto yang sudah membaringkan Aria, seketika terkejut melihat Aria bangun dan menyerangnya dengan cepat. Ryuto di baringkan di tempat tidur, sementara Aria membuka seluruh pakaiannya.
Kemudian, permainan terus berlanjut sampai tengah malam. Alunan melodi di kamar besar tersebut, membuat para istri Ryuto tidak tahan dan masuk ikut bermain bersama.
Pagi pun tiba.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.