
[Chapter 249.]
[Lina.]
[Silahkan Dibaca.]
Kediaman Utama Kurokami, Ryuto dan para istrinya selesai mandi dan makan bersama. Mereka sekarang berada di taman, menikmati hari damai sebelum perang akan dimulai. Namun, Ryuto sendiri berkata, “Aku akan memulai mengumpulkan seluruh saudari kalian selepas melawan Kerajaan Star.”
Para istrinya mengerutkan keningnya, mereka terlihat tidak suka dengan hal tersebut. Mereka damai akan tetapi saudari lainnya tidak, alhasil mereka akan mencari istri Ryuto yang lain untuk sekarang. Ryuto tak berdaya dan berkata, “Kalau begitu, kita akan mencarinya. Biarkan aku sendiri saja yang mencari mereka.”
Para istrinya senang, Ryuto kemudian mengecup kening mereka satu persatu. Lalu, berjalan menuju ke arah tempat garasi. Dia tidak ingin terbang, karena malas. Menikmati suasana kota dengan mobil lebih nyaman dibandingkan terbang.
Zero sendiri sudah tiba membawa mobil hitam BMW X6. Ryuto melihat hal itu, dirinya tersenyum dan masuk ke dalam mobil tersebut. Dia menatap ke arah Zero dan berkata dengan nada ringan.” Siapa yang paling dekat dari sini?”
“Ada 3 Tuan, Lina, Clara, Anna. Mereka bertiga berada di Tokyo, membuka beberapa toko makanan, pakaian, dan bar.” Zero berkata sambil menjalankan mobil menuju keluar dari Kediaman Utama Kurokami.
“Pergi ke tempat Lara, terlebih dahulu. Entah kenapa firasatku mengatakan dirinya sedang mengalami masalah.” Ryuto berkata, dia benar-benar merasakan hal yang tidak baik terkait Lina. Zero mengangguk dan menjalankan mobil ke tempat Lina berada.
***
Dekat pelabuhan, sebuah toko makanan terlihat. Toko itu ada berbagai tempat duduk di depan, dengan pemandangan laut membuat kesan makan menjadi santai. Di dalam toko tersebut terdapat seorang perempuan tengah duduk sambil menatap ke laut.
Wajah perempuan itu cantik, dengan rambut berwarna hitam kecoklatan diikat ekor kuda menambah kesan indah. Perempuan itu menatap ke arah laut dengan ekspresi penuh dengan kesedihan dan keputusasaan. Dirinya tidak tahu harus berbuat apa sekarang.
Perempuan itu mengingat dirinya dipaksa oleh keluarga yang dulu meninggalkannya. Dia dipaksa untuk menikahi seorang Tuan Muda dari orang kaya ke tujuh yang sekarang naik menjadi no satu di daerahnya. Perempuan itu menghela nafas dengan berat. Jika dirinya menolak ayahnya akan menyeret dan menghadapkan ke Tuan muda tersebut agar diperksa dengan paksa.
__ADS_1
“Apakah ada yang bisa menolongku kah? Hidup ini rumit, aku ingin bebas dari jeratan mereka tapi kenapa malah mereka seenaknya menjeratku kembali?” Perempuan itu kesal, dirinya benar-benar dilanda emosi sekarang.
Namun, emosi miliknya reda ketika melihat sosok mobil berwarna putih datang ke tempatnya. Perempuan itu menjadi lebih dingin ketika melihat mobil tersebut. Perempuan itu dengan cepat pergi dari tempatnya dan masuk ke dalam tempat dirinya berada.
Mobil berhenti dan keluarlah dua orang pria. Satu pria dengan pakaian elite, satunya memakai pakaian dengan lambang bintang. Mereka berdua masuk ke dalam restoran. Pria dengan pakaian elite tersenyum dan berkata dengan nada penuh kasih sayang.
“My Sweet Lina, dimana kau berada? Aku datang kesini, untuk menjengukmu.” Pria itu benar-benar membuat Lina yang berada di tempat kasir menatapnya dengan jijik. Melihat tatapan Lina tersebut, Pria elite itu muram.
“Jlang, beraninya kau menatapku seperti itu. Yu Han, seret dia kesini.” Pria Elite itu berteriak dengan marah. Lina mendengar hal itu, membelalakkan matanya. Dia benar-benar terkejut akan ucapan dari Pria Elite tersebut.
“Dimengerti, Tuan.” Pria dengan nama Yu Han, berjalan menuju ke arah Lina. Tatapan dirinya datar, membuat dia susah untuk ditebak. Lina melihat gerakan itu, dirinya ingin kabur dari tempatnya. Namun, Yu han seketika tiba di depannya.
“Bagaimana bisa?” Lina terkejut, dirinya tidak menyangka Yu Han memiliki kekuatan aneh. Yu Han tidak menjawab, dirinya mendorong Lina ke bawah dan memegang tangan Lina untuk dia seret menuju ke arah Tuannya.
Namun, sebelum dia bisa meraih tangan Yu Han. Sosok pemuda menghentikan hal itu, dirinya mencengkram erat tangan Yu Han tersebut. Yu Han terkejut dengan kehadiran sosok itu, apalagi kekuatan yang dimiliki sosok tersebut sangat besar.
“Siapa yang mengijinkan dirimu melukai istriku? Haaa...” Pemuda itu berkata dengan suara penuh emosi. Yu Han dan Lina terkejut ketika mendengar hal itu, Yu Han segera menatap ke arah tuannya yang sekarang terduduk dengan ikatan tali dan lakban di dirinya.
“Yah, kita tepat waktu, Tuan.” Pemuda lain yang berdiri di dekat Pria Elite berkata. Pemuda itu sambil melihat jamnya dan mengangguk bahwa jamnya tepat. Kedua Pemuda itu adalah Ryuto dan Zero.
Ryuto mengeratkan kencangannya. Yu Han terkejut, akan tetapi saat dirinya ingin berteriak. Tangan miliknya terlepas dari tubuhnya. Yu Han membelalakkan matanya, seketika rasa sakit dengan cepat menyerang tangannya yang terputus tersebut.
“Arhhhhhhh,” teriak Yu Han dengan keras, dirinya berguling-guling di lantai. Sementara Ryuto menggendong Lina dengan ala pengantin. Lina terkejut diperlakukan seperti itu, dia tidak melawan melainkan semakin ingin tenggelam dalam dda bidang Ryuto.
“Tidurlah, selepas ini. Kau akan terbebas dari apapun.” Ryuto berkata dengan lembut, Lina suka dengan perlakuan seperti itu. Letihnya seketika terangkat, dirinya perlahan-lahan menutup matanya dan tertidur dalam gendongan Ryuto.
__ADS_1
Pria Elite melihat hal itu marah, dirinya bergerak terus-menerus sampai akhirnya lakban dimulutnya lepas. Pria Elite itu segera berteriak dengan keras. “Bjingn, jangan sentuh Lina silan. Apakah kau ingin menentang Keluarga No satu di Tokyo, Haaa...”
Ryuto mengabaikan orang itu, dirimu berjalan menuju ke arah Yu Han, dia menatap Yu Han dengan ekspresi dingin. “Kau berlaku kasar kepada perempuan, sesuai ajaran Star kah? Maka dari itu kau musuh Kerajaan Kurokami, jadi matilah.”
Crshh.
Ryuto menginjak kepala Yu Han. Dia benar-benar tidak ampun terkait akan hal tersebut. Pria Elite memandang hal itu dengan tatapan horor. Dia berfikir, apakah nyata kaki dapat menghancurkan kepala tanpa sisa.
Pria Elite ketakutan sekarang, dirinya ingin memohon namun Ryuto menatap ke arah Zero. Dia berkata dengan ringan dan santai. “Sisanya kuserahkan padamu. Aku akan menunggu di dalam mobil.”
Zero mengangguk, Ryuto pergi berjalan keluar dari toko. Melihat tuannya sudah pergi, Zero mulai menghancurkan pita suara dari Pria Elite. Zero tidak ingin mendengar teriakan putus asa sama sekali, dirinya hanya perlu membunuh dengan siksaan normal dan lanjut pergi kembali.
“Mari akan kumulai siksaan untukmu.”
***
Ryuto menatap ke arah Lina, dirinya mengelus rambut milik Lina dengan pelan. Dia juga mendapatkan ingatan dari Lina tersebut. Ryuto tersenyum, akan tetapi bagi orang yang pernah melihat senyuman itu, pasti akan segera bergidik ngeri.
“Vastago, kalian benar-benar mencari kematian.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.