
[Chapter 136.]
[Pertarungan 1.]
[Silahkan Dibaca.]
Stasiun lama.
Maria dan Ryuto memandang ke arah Monster yang sedang tertawa, lalu Ryuto berkata dengan serius.
“Ayo kita maju, Maria,” ucap Ryuto, kemudian dia melesat ke arah Monster tersebut. Sementara Maria, dia juga ikut melesat.
“Majulah, kalian,” teriak monster tersebut, Maria melompat dan membuat semacam gerakan tangan.
“Penghalang roh,” ucap Maria, kemudian monster tersebut berada di sebuah kubus transparan.
Ryuto masuk ke dalam penghalang, lalu mulai memukul dengan energi padat miliknya.
Sementara itu, monster mengayunkan kepalan tangan besar miliknya.
Booomm.
Kedua pukulan bertemu, monster sedikit terdorong ke belakang. Sementara Ryuto, dia tidak bergeming sedikitpun.
‘Benar-benar lebih lemah dari Laba-laba itu,' batin Ryuto, kemudian dia menambahkan energi ke kaki miliknya.
Wushhh.
Ryuto melesat dengan cepat, lalu muncul di atas kepala monster tersebut, Ryuto menyatukan kedua tangannya dan menyerang dengan cepat tepat di kepala monster.
Booommm.
Monster terkejut dan dengan cepat menabrak tanah di bawah, sementara Maria benar-benar terpana dengan cara Ryuto melawan.
‘Apakah ini masih manusia?’ batin Maria, namun dia tetap fokus agar penghalang tidak lepas.
Ryuto kembali muncul tepat di punggung monster dan memukuli punggung monster dengan keras.
Boom Boom Boom Boom Boom.
Kemudian, Ryuto melompat mundur dan berdiri di samping Maria, sementara monster tersebut berjuang untuk berdiri kembali.
“Benar-benar ketahanan yang kuat,” ucap Ryuto, sementara Maria terkejut dengan Ryuto yang berada di dekatnya.
“Bagaimana kau bisa disini?” ucap Maria, sedangkan Ryuto tetap diam dan berkata.
“Apakah kamu bisa mengalahkannya?” ucap Ryuto dengan santai, Maria yang melihat bahwa ucapannya diabaikan dia cemberut dan menjawab dengan kesal.
“Hmmp, aku bisa mengatasinya,” ucap Maria, kemudian melemparkan sejumlah kertas yang memiliki tulisan aneh.
“Kekang,” ucap Maria, kemudian kertas menyala dan memunculkan semacam rantai berwarna emas dan mulai melilit Monster tersebut.
“Sialan kau, manusia,” teriak monster tersebut, dia marah dan dengan mudah menghancurkan rantai emas tersebut.
“Monster ini, benar-benar lebih kuat dari yang kubayangkan,” ucap Maria, dia benar-benar tidak mengira monster di depannya kuat.
“Maria, aku akan bertanya soal tadi, setelah menyelesaikan monster tersebut,” ucap Ryuto, kembali melesat tanpa menunggu jawaban dari Maria.
Ryuto merasa ada yang salah dengan monster di depannya, dia melesat dan muncul kembali di depan wajah monster.
__ADS_1
“Terima ini,” ucap Ryuto, sambil mengayunkan pukulan berisi energi. Namun, hal selanjutnya membuatnya sedikit terkejut.
Wushh.
Monster tersebut menghilang dari tempat dan muncul di belakang Ryuto.
Maria yang melihat itu tidak bisa tidak berteriak dengan keras, “Ryuto, belakangmu,”
Saat Ryuto mendengar itu, segera berbalik dan mendapati sesuatu hitam, tanpa sadar sesuatu tersebut menabrak dirinya dengan keras.
Booommmm.
“Ryutooo,” teriak Maria, walaupun dia baru bertemu beberapa jam, mereka sudah mengembangkan pertemanan mereka.
“Khukhukhukhu,” tawa dari monster tersebut, lalu berbalik menatap ke arah Maria, namun sebelum dia melesat, sebuah suara muncul di belakang.
“Menarik, ternyata begitu,” ucap suara tersebut. Monster berbalik, namun sebuah kepalan tangan berwarna ungu memukul tepat wajah monster tersebut.
Booommm.
Wushhh.
Monster tersebut terbang dan jatuh tidak jauh dari batas penghalang. Ryuto yang memukul monster tersebut tersenyum.
Sementara itu, Monster menatap Ryuto serius dan menyeringai. Dia benar-benar terkejut dengan Ryuto.
“Hahahaha, seorang manusia yang menarik,” ucap Monster tersebut, kemudian dia melesat ke arah Ryuto.
Wushhh.
Ryuto tidak tinggal diam, dia juga melesat ke arah Monster tersebut. Keduanya saling bertemu di tengah, lalu mengayunkan pukulan mereka.
Stasiun lama benar-benar bergetar, akibat tabrakan kedua pukulan tersebut. Ryuto menatap ke arah Monster dengan senyum senang. Monster pun juga seperti Ryuto.
Maria yang melihat adegan pertarungan di depannya, tidak bisa tidak terkejut, dia benar-benar teringat dengan pertarungan di sebuah ring yang bertulisan WWE.
“Apakah ini kesenangan laki-laki aslinya?” ucap Maria, dia benar-benar merasa panas di tubuhnya.
“Sungguh panas,” ucap Maria saat melihat tubuh Ryuto saat ini, karena pukulan keras tadi, baju milik Ryuto robek dan memperlihatkan tubuh yang sempurna.
Di sisi pertarungan.
Boom Boom Boom Boom Boom.
Ryuto dan monster saling tukar pukulan, entah kenapa keduanya sangat menyukai hal tersebut.
Booommm.
Kedua pukulan yang kuat saling bertemu dan mundur beberapa langkah, Ryuto menatap ke arah monster, begitu juga sebaliknya, keduanya tersenyum.
“Siapa namamu, Manusia?” ucap Monster dengan senang, sementara Ryuto menjawab dengan senang.
“Namaku adalah Mon- Uhuk-uhuk. Namaku adalah Ryuto Kurokami,” ucap Ryuto dengan senang, dia sebenarnya ingin menggunakan nama pemuda yang maniak daging.
(Kalian pasti tahu siapa itu, dia akan selalu berteriak, ' Aku akan menjadi Raja bajak laut.’)
“Ryuto, oh kalau begitu namaku adalah John,” ucap monster tersebut, lalu Ryuto berkata.
“Ayo kita lanjut, pemanasan sudah selesai,” ucap Ryuto, kemudian monster tersebut menyeriangi dan menjawab.
__ADS_1
“Ya, mari kita serius,” ucap monster tersebut, sementara Maria yang menonton terkejut dan berfikir.
‘Kalian selama ini belum serius,' batin Maria, dia benar-benar terpana dan terkejut dengan kedua maniak petarung di depan.
Namun, dia sendiri terlihat mengeluarkan sesuatu air yang mengalir di antara kakinya. Dia menyatukan kedua kakinya.
‘Ini benar-benar panas,'
Ryuto dan monster tidak peduli, mereka saling memandang kemudian, mereka saling menyeringai.
Monster seketika meraung dan terlihat tangannya menjadi berotot dan lebih membesar, urat-urat sampai terlihat.
Empat lengan miliknya juga sama, kemudian tumbuh rambut panjang, iris mata berubah merah darah.
Tubuhnya menjadi lebih besar dan lebih tinggi dari sebelumnya.
Sementara itu, Ryuto memfokuskan Energi ke arah tangan kaki dan tubuhnya, semuanya ditutupi dengan energi miliknya.
Energi tersebut benar-benar padat, sehingga angin pun tidak bisa masuk ke tubuh Ryuto. Mata milik Ryuto berubah menjadi hitam, sementara rambutnya memanjang dan berwarna hitam.
Keduanya saling memandang, lalu mereka berdua tersenyum dan mengeluarkan aura mereka masing-masing.
Boom Boom.
Krakk Ctarrrr.
Penghalang milik Maria hancur, namun segera di ganti oleh sebuah penghalang baru yang lebih kuat.
“Penghalang,” ucap seseorang yang baru saja datang, namun itu tidak dalam perhatian monster dan Ryuto.
Sementara Maria, dia menatap orang tersebut dan dia terkejut saat melihat orang tersebut.
“Guru Yuuko,” ucap Maria, saat melihat seorang Wanita memakai pakaian kuil berwarna putih bawahan merah.
Wanita tersebut benar-benar cantik, rambut hitam ke belakang dan ukuran kedua bola melon benar-benar besar.
(Kalau di deskripsikan mirip si Sadis petir bidak perempuan rambut merah tua, adik raja iblis. Bagi yang tahu aja.)
“Ara~ kau tak apa, Maria?” ucap Yuuko dengan nada menggoda miliknya.
“Aku baik-baik saja, Guru,” ucap Maria. Namun, Yuuko menatap ke arah Maria yang memerah dan melihat ke bawah.
‘Oh,' batin Yuuko, sambil menjilat bibirnya. Kemudian, dia memperhatikan pertempuran di depannya.
‘Ahh, jadi laki-laki itu. Namun, dia benar-benar tampan dan panas,' batin Yuuko, dia juga sama merasakan sesuatu mirip dengan Maria.
Di sisi pertempuran.
Ryuto dan monster saling memandang dan mereka tersenyum, kemudian keduanya saling berkata.
“Mari kita mulai, ronde kedua,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1