Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 156


__ADS_3

[Chapter 156.]


[Masuk ke Hutan besar.]


[Silahkan Dibaca.]


Pagi hari.


Di sebuah hotel, dekat bandara Sumatera. Terdapat sebuah ruangan yang sangat besar dan luas.


Di ruang tersebut, terdapat sosok 6 orang sedang tidur di sebuah tempat tidur yang luas.


1 laki-laki yang diapit oleh 2 perempuan di samping kanan dan 2 perempuan di samping kiri, lalu 1 perempuan di atasnya.


Laki-laki tersebut, ialah Ryuto dan para perempuan tersebut ialah para istrinya.


Ryuto membuka matanya dan melihat Sayoko tidur di atasnya, kemudian dia bergerak sedikit membuat Sayoko terbangun.


“Unh,” ucap Sayoko, mengedipkan matanya. Kemudian, dia duduk dan meregangkan tangannya.


Selepas itu, Sayoko menatap ke arah Ryuto yang sedang menatapnya dengan senyuman.


“Pagi,” ucap Ryuto, membuat Sayoko tersenyum dan menjawab.


“Pagi juga,” ucap Sayoko, kemudian dia merasa bahwa tubuhnya di angkat dan diletakkan di sebelah.


“Maaf, aku membangunkanmu,” ucap Ryuto, sedangkan Sayoko menggelengkan kepalanya dan berkata.


“Tak apa,” ucap Sayoko, kemudian Ryuto turun dari tempat tidur diikuti oleh Sayoko.


“Bangunkan mereka, aku akan menunggu di kamar mandi,” ucap Ryuto, membuat Sayoko mengangguk.


Ryuto pun pergi, sementara Sayoko berbalik dan membangunkan keempat saudarinya.


Sisi Ryuto.


Masuk ke dalam kamar mandi, kemudian mengisi air hangat di bak. Ryuto menunggu bak terisi penuh.


Beberapa menit kemudian, bak terisi penuh tepat para istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


Ryuto pun menatap ke arah para istrinya. Lalu, mereka saling menggosok tubuh secara bersama.


Selesai saling menggosok mereka mulai berendam ke dalam bak mandi yang luas tersebut.


Beberapa menit kemudian.


Ryuto dan para istrinya selesai mandi, kemudian mereka memakai pakaian santai dan keluar dari kamar mandi.


Kemudian, Ryuto berpisah menuju ke arah dapur, sementara para istrinya pergi menuju kursi tepat di tempat makan.


Ryuto mulai masak kembali, dia hanya memasak nasi goreng biasa, namun dengan keahliannya, nasi goreng pun menjadi lebih enak.


Tak butuh waktu lama, Ryuto selesai memasak makanan tersebut. Dia berjalan keluar dari dapur membawa nampan berisi 6 piring makanan.

__ADS_1


Ryuto pun menghidangkan di depan para istrinya masing-masing, kemudian mereka saling berkata.


“Selamat makan,”


Ryuto dan para istrinya mulai memakan makanan yang berada di depannya, mereka makan dengan senang.


Beberapa menit kemudian.


Ryuto dan ke lima istrinya, sudah berada di luar hotel, Ryuto menatap ke arah Lisa dan bertanya.


“Apakah masuk hutan itu, perlu izin?” ucap Ryuto, kemudian Lisa menggelengkan kepalanya dan menjawab.


“Tidak perlu, hutan itu bebas di masuki siapapun, namun pihak berwajib tidak akan bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi,” ucap Lisa.


Ryuto pun mengangguk, lalu mereka berenam berjalan menuju ke arah hutan besar tersebut.


Mereka tidak perlu naik taksi, hanya perlu berjalan kaki, karena jaraknya juga sedikit dekat.


Dalam perjalanan.


[Tuan, anda sedang diikuti.]


‘Ya, aku menyadarinya. Istriku juga sudah menyadari hal tersebut, biarkan saja dulu. Jika mereka bertindak, maka hilang jawabannya,'


Ryuto pun melirik ke arah kelima istrinya, namun Lisa tidak menyadari karena dia masih tingkat rendah.


Sayoko, Sasha, Yuli, dan Arisa. Melirik kembali ke arah Ryuto, kelimanya saling bertemu dan mengangguk bersama.


Mereka hanya berjalan santai menuju ke arah hutan besar tersebut. Sementara para pengintai saling menelpon.


“Biarkan dulu, biarkan putriku mengekspos rahasia itu,” ucap suara tersebut. Kemudian pengintai 1 menjawab.


“Baik,” ucap pengintai 1, kemudian dia menatap ke arah pengintai yang lainnya, mereka mengangguk bersama.


Kemudian, mereka perlahan-lahan mengikuti Ryuto dan para istrinya yang memasuki hutan besar tersebut.


Sisi Ryuto.


Ryuto dan para istrinya sudah masuk ke hutan besar, Ryuto terus berjalan mengikuti arah panah, begitu juga para istrinya yang mengikuti dirinya.


Sementara itu, para pengintai menjadi semakin banyak. Mereka mengikuti Ryuto dan istrinya, mereka juga menyeringai.


“Sepertinya kita memiliki bonus nantinya, orang itu tidak akan tahu bahwa putrinya akan kami perkosa, begitu juga perempuan yang dibawa laki-laki lemah itu,” ucap pengintai 1.


Kemudian, mereka melepas wajah asli mereka, sifat yang profesional bertukar menjadi bengis dan bercampur dengan niat mesum.


Sisi Ryuto.


Ryuto hanya membiarkan saja terlebih dahulu, dia juga merasakan bahwa para pengintainya bertambah semakin banyak.


Ryuto tersenyum dan akhirnya dia paham. Ryuto melirik ke arah Lisa dan kembali melirik kedepan, Ryuto hanya terfikirkan satu kata.


Konspirasi.

__ADS_1


Ryuto paham, pengintainya menginginkan Lisa dan barang yang disembunyikan Lisa. Setelah itu, mereka tidak peduli dengan Tuan mereka.


‘Benar-benar lucu, tunggu saja sebentar, kau akan merasakan apa itu rasa sakit,'


Ryuto terus berjalan sampai akhirnya di tempat yang luas, dekat dengan sebuah danau yang besar.


“Tempat Little Den, berada di sana,” ucap Lisa, kemudian mereka mengangguk paham.


Namun saat mereka setengah jalan, seketika dari samping mereka, berbagai orang muncul dan mengepung mereka.


“Hahaha, jadi disana harta yang kau sembunyikan itu, Tuan Putri,” ucap seorang pria memakai jas perang.


(Aku kurang tahu namanya, pokok seperti rompi yang biasa di gunakan orang-orang tentara.)


“Kent, bagaimana kau bisa tahu aku disini?” ucap Lisa, dia benar-benar terkejut, apalagi melihat banyak orang yang keluar dari hutan mengepung kelompoknya.


“Hehehe, Nah Lisa, aku ingin tahu bagaimana rasa tubuhmu, serta rasa perem-“ ucap Kent, namun terhenti saat mendengar suara tawa.


“Hihihi, Hahahaha,” ucap suara tawa tersebut, mereka memandang ke arah Ryuto, yang mana adalah sumber tawa tersebut.


“Nah, kalian berkata ingin menikmati tubuh para istri ku,” ucap Ryuto, kemudian Kent menyeringai dan berkata.


“Oh, kau suaminya, kalau begitu. Mungkin, nanti akan ku ikut dirimu dan kuperlihatkan is-“ ucap Kent terhenti.


Dia merasakan sakit di perutnya, lalu dia merasakan dirinya terbang ke belakang dan timbul suara serta rasa sakit di punggungnya.


Booommm.


“Jangan membuatku tertawa,” ucap Ryuto, nadanya menjadi dingin, semua pengintai terkejut dengan hal tersebut.


“Ketua,” teriak mereka satu persatu, sedangkan Ryuto sudah kembali di tempatnya berdiri.


“Ba*ingan, beraninya kau,” raung Pengintai 2, kemudian sebuah suara diiringi dengan sebuah tawa lembut muncul.


“Fufufufu~ kalian benar-benar sungguh bersemangat,” ucap Yuli, dia menatap ke arah para pengintai, sambil menjilat bibirnya.


Sementara itu, Sayoko, Sasha, dan Arisa menatap datar ke arah para pengintai tersebut.


Ryuto yang melihat keempat Istrinya, seperti itu hanya bisa tersenyum kecut. Lalu, dia memandang ke arah para pengintai.


‘Entah kenapa, aku merasa kasihan kepada mereka, well tidak masalah.’


Kemudian, salah satu dari pengintai berteriak dengan keras, membuat seluruh pengintai bergerak melesat.


“Serang mereka,” teriak pengintai 32, kemudian seluruh pengintai melesat ke arah Ryuto dan para istrinya.


“Baiklah, waktunya membunuh,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2