Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 153


__ADS_3

[Chapter 153.]


[Sebelum berangkat.]


[Silahkan Dibaca.]


Rumah Ryuto.


Hari sudah sore, Ryuto berjalan di sekitar rumahnya, dia berjalan bersama dengan Sayoko, Sasha, Rina, Nina, Angel, dan Erika.


Mereka berjalan-jalan, dengan santai. Ryuto di depan, sementara ke enam istrinya di belakang sedang berbicara satu sama lain.


Selesai berjalan-jalan, hari sudah gelap menandakan malam telah tiba. Mereka masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju ke kamar mandi.


Saat mereka masuk, di dalam kamar mandi sudah banyak orang disana, yang tak lain para istri Ryuto.


“Sayang,” ucap mereka, Ryuto tersenyum dan berjalan sambil membuka seluruh pakaiannya. Dia berjalan ke arah bak mandi luas di sana.


Byurrr.


“Fyuhhh, segarnya,” ucap Ryuto, mendapati tawa kecil dari para istrinya. Ryuto juga melihat Eimi ada disana.


Ryuto tersenyum, saat melihat Eimi senang berbicara dengan yang lain dan tertawa bersama.


‘Sepertinya dia sudah melupakan, Seida.’


Ryuto bisa melihat bahwa Eimi sudah tidak memiliki perasaaan khawatir dan gelisah, maka dari itu, Ryuto tahu bahwa Eimi sudah melupakan Seida.


“Sayang, besok kau pergi ke Indonesia, bukan?” ucap Lilia, dia bertanya tepat di sampingnya.


“Itu benar, Jawa dan Sumatera,” ucap Ryuto, lalu Lilia berkata dengan suara datar.


“Kalau begitu, kau harus bunuh mantanmu dulu sama orang yang pernah membullymu,” ucap Lilia.


Ryuto tertegun, lalu melihat bahwa semuanya berhenti bermain, mereka menatap ke Ryuto dengan tatapan tajam.


“Huff, akan kulakukan,” ucap Ryuto, dia benar-benar terkejut melihat seluruh istrinya menginginkan dia balas dendam.


“Nah sayang, sebenarnya kami ada rencana, tapi kami harus meminta izin padamu dulu,” ucap Amy.


Ryuto menaikkan alisnya, kemudian dia berkata dengan penasaran.


“Katakan, Sayang,” ucap Ryuto, meminta Amy untuk menjelaskan rencana mereka.


“Sebenarnya, kami ingin ke Bali, kami akan berlibur sekaligus menunggu kau datang ke sana,” ucap Amy.


“Oh, lalu siapa yang akan bersamaku?” ucap Ryuto, dia tidak masalah soal istrinya ingin berlibur, namun dia ingin ada beberapa istrinya ikut dengan Ryuto.


(Biasalah, kalau jalan sendiri, pas malamnya ga ada hangat-hangat, frustasi tingkat dewa, nanti Ryuto.)


“Tenang, kami sudah diskusikan, yang akan menemanimu itu Sayoko, Sasha, Yuli, dan Arisa,” ucap Amy.


Ryuto menatap ke arah Sayoko, Sasha, Yuli, dan Arisa. Terlihat mereka mengangguk dengan senang.


“Baiklah, kalian tunggu saja di Bali, aku akan ke Sumatra setelah itu ke Bali, baru ke Jawa,” ucap Ryuto.


Dia tersenyum misterius, istri Ryuto tahu bahwa suaminya pasti merencanakan sesuatu. Mereka tidak peduli, terpenting dia selamat itu sudah cukup.


Beberapa menit kemudian.

__ADS_1


Mereka selesai mandi, kemudian berjalan menuju ke arah ruang makan.


Maid segera menyiapkan makanan di piring Ryuto dan para istrinya. Lalu, mereka duduk bersama.


“Selamat makan.”


Seketika mereka dengan senang makan makanan yang sudah disiapkan oleh Maid rumah mereka.


(Note : para maid sudah menyiapkan makanan di meja makan, lalu mereka juga ikut mandi bersama.)


Beberapa menit kemudian.


Mereka selesai makan, lalu seluruh orang yang berada di tempat makan pergi kepada kegiatan masing-masing.


Sementara Ryuto, dia pergi ke balkon dan mengambil telpon miliknya.


“Hallo, Zero,” ucap Ryuto, kemudian dia tiba di balkon dan duduk di kursi yang berada di sana.


“Ada apa, Tuan?” ucap Zero dengan tenang, Ryuto pun menjawab.


“Menurutmu, organisasi apa yang terkenal di Indonesia, sekarang?” ucap Ryuto, Kemudian Zero menjawab.


“Banyak, Tuan. Ada geng motor, Mafia, Yakuza, Preman, dan masih ada yang lain,” ucap Zero.


“Apakah sebanyak itu, sampai kau tidak tahu?” ucap Ryuto, dia benar-benar sedikit terkejut dan berfikir.


‘Apakah Indonesia pusat bagi berbagai organisasi?’


Ryuto benar-benar merasa terkejut, lalu dia tersenyum menyeringai.


“Itu benar, Tuan. *******, Organisasi merah, Organisasi Hitam, dll. Tapi, disini terlihat mereka menempati satu wilayah masing-masing,” ucap Zero.


“Menarik, memang sih di Indonesia Sumber daya paling banyak, namun para penduduk belum benar-benar maju,” ucap Ryuto.


Dia paham kondisi dari Indonesia, sumber daya alam banyak dan melimpah, namun yang benar-benar bisa memanfaatkan adalah Negara lain.


Ini terlihat seperti, domba yang punya banyak daging, di tatap oleh seekor serigala yang serakah.


“Zero, kita buat beberapa pergerakan di Indonesia, kita kuasai seluruh wilayah di Indonesia,” ucap Ryuto.


Ryuto pun akhirnya menunjukkan taringnya, Zero yang berada di balik telpon juga menyeringai.


“Dilaksanakan,” ucap Zero, kemudian Ryuto menutup telponnya. Lilia dan Amy, datang dari belakangnya.


“Ara~ Jadi, itu yang kau rencanakan, sayang,” ucap Lilia, dengan pesona miliknya, dia memeluk leher Ryuto.


“Fufufu~,” ucap Amy, dia hanya tertawa kecil sambil menutupi mulutnya dengan tangan, ini adalah pesona m*lf lainnya.


Ryuto yang digoda oleh kedua M*lf tersebut, dia tidak akan menahan, dengan cepat meremas dan menarik mereka ke dalam.


Suara permainan pun mulai terdengar, membuat seluruh istri Ryuto datang satu persatu ke kamar.


Mereka melakukan terus-menerus, beruntung Ryuto mendapatkan Keterampilan Ruang dan waktu jadi lebih liar.


Pagi hari.


Ryuto terbangun, dia duduk dan melihat ke arah para istrinya yang kelelahan, karena permainan kasar semalam.


“Biarkan mereka istirahat,” ucap Ryuto, kemudian dia turun dari tempat tidur, dia berjalan ke arah pintu kamar mandi.

__ADS_1


(Note : kamar mandi Ryuto dan di luar juga sama luasnya, intinya luas seperti milik kerajaan. Air di bak mandinya akan selalu terganti sendiri.)


Ryuto berendam di bak mandi, dia bersandar di tepi bak mandi.


Beberapa menit kemudian.


Pintu terbuka, para istri Ryuto masuk ke dalam kamar mandi tersebut. Ryuto yang melihat mereka, dia berkata.


“Selamat pagi,” ucap Ryuto, mereka tersenyum dan membalas dengan senang.


“Pagi,” ucap mereka, walaupun senang, mereka terlihat benar-benar lelah. Mereka semua langsung berendam ke bak mandi.


Byurrr.


“Uhh, air hangat memang menyegarkan,” ucap Silvia, kemudian mereka perlahan merasakan tubuh mereka kembali bertenaga.


1 jam berlalu.


Ryuto dan para istrinya keluar dari bak mandi, kemudian mereka memakai pakaian santai. Lalu, keluar kamar mandi.


Mereka berjalan menuju ke arah tempat makan, dimana saat mereka sampai, makanan sudah disiapkan di meja makan.


Mereka pun segera duduk, diikuti oleh seluruh Maid, mereka pun saling berkata.


“Selamat makan,”


Segera mereka memakan makanan di piring mereka dengan senang.


Beberapa menit kemudian.


Mereka selesai makan bersama, lalu mereka berdiri dan berjalan pergi menuju keluar rumah.


“Jaga Ryuto, serta jaga diri kalian juga,” ucap Aoi, memandang ke arah Sayoko, Sasha, Yuli, dan Arisa.


“Tenang, kami akan melindungi satu sama lain dan juga ada Ryuto,” ucap Arisa.


“Yah, kita juga kuat,” ucap Sayoko, sedangkan Sasha juga ikut mengangguk.


“Itu benar, kami akan selalu melindungi satu sama lain,” ucap Yuli.


Mereka pun berpelukan satu sama lain, sementara Ryuto menatap ke arah seluruh Istrinya dengan senyuman.


Selesai sesi berpelukan saudari, Ryuto pun mendekat dan mencium kening mereka satu persatu.


Selesai sesi mencium, sebuah mobil hitam Suv di luar sudah menunggu. Kaca mobil turun, menampilkan Zero, sopir andalan Ryuto.


Mereka pun berpisah, Ryuto dan keempat istrinya masuk ke dalam mobil.


“Kami pergi,” ucap Ryuto, kemudian seluruh istri yang masih di rumah berkata bersama.


“Hati-hati dan sampai jumpa di Bali,” ucap mereka semua, Ryuto mengangguk.


Mobil pun pergi menuju ke Bandara.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2