Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 128


__ADS_3

[Chapter 128.]


[Pertemuan Ibu dan Anak.]


[Silahkan Dibaca.]


“Eh, siapa tadi Mamamu?” ucap Ryuto, dia sedikit linglung dan terkejut. Kemudian, Youma menjawab dengan senang.


“Mama Asami,” ucap Youma, seketika tubuh Ryuto bergetar. Kemudian, dia menatap serius ke arah Youma, lalu dia berkata.


“Siapa yang menangkapmu, Youma?” ucap Ryuto, dengan serius. Lalu, Youma menggelengkan kepalanya.


“Aku tidak tahu, tapi mereka berencana ingin menjebak Mama, lalu mereka akan membuatnya menjadi budak, kemudian di jual,” ucap Youma dengan nada sedih.


Ryuto terkejut, akhirnya dia paham masalah yang dialami Asami, lalu dia ingat bahwa Asami di juluki Rubah penggoda, artinya Asami adalah Roh Rubah.


“Hmm, Apakah kau bisa keluar dari tempat itu?” ucap Ryuto, sementara Youma menggelengkan kepalanya.


“Aku tidak bisa keluar, Paman,” ucap Youma, sementara Ryuto tersenyum dan berkata dengan lembut.


“Kalau begitu tetaplah disitu, serta panggil aku Papa,” ucap Ryuto, membuat Youma terkejut, lalu air mata keluar.


“Pa...pa,” ucap Youma, dia akhirnya bisa mendengar suara Papa yang dia inginkan.


“Tenang, Youma-chan. Papa akan menyelamatkan dirimu,” ucap Ryuto, kemudian dia bertanya kepada Iris.


‘Iris, kau tahu cara menghilangkan ini?’


[Mudah, beri aku 1.000.000 Yen, itu akan hilang seketika]


‘Okelah,' batin Ryuto, tak berdaya mendengar permintaan dari Iris.


Seketika tanah yang penuh dengan tulisan dan sebuah penghalang di sekitar Youma menghilang, lalu Ryuto berlari ke arah Youma.


Ryuto membuka perban di mata Youma tersebut, kemudian Ryuto melihat Youma membuka matanya.


Ryuto segera memeluknya dan menenangkannya. Dia benar-benar tak percaya ada orang tega melakukan semua itu terhadap seorang anak.


“Baiklah, tenang. Ayo kita pergi, ke tempat Mama,” ucap Ryuto, kemudian menggendong Youma.


“Baik, Papa,” ucap Youma, kemudian Ryuto melesat turun ke bawah dengan cepat. Kemudian bergegas menuju ke penginapan.


Di sisi lain.


Sosok orang berhenti saat berlari, dia merasakan sesuatu yang hancur. Lalu, dia membelalakkan matanya.


“Sial, siapa yang mengganggu rencanaku,” teriak marah orang tersebut, kemudian dia berkata dengan marah.


“Spade, cari orang itu dan bunuh dia. Beraninya mengacaukan rencanaku untuk membudak Rubah penggoda itu,” Teriak orang tersebut.


Kemudian, bayangan besar berkedip. Lalu menghilang dari belakang orang tersebut.

__ADS_1


“Siapapun kamu, telah menyinggung orang yang salah, awas saja kau akan mati dengan cara yang mengenaskan,” ucap orang tersebut, kemudian menghilang.


Di sisi Ryuto.


Ryuto tiba di penginapan, kemudian dia masuk ke dalam penginapan dan menuju ke kamar miliknya.


Ryuto sampai di depan pintu kamar miliknya, dia masuk ke dalam. Asami yang merasakan ada orang masuk, dia membuka matanya dan melihat ke arah pintu.


“Oh, Asami kau sudah bangun,” ucap Ryuto, kemudian Asami mengusap matanya, lalu melihat ke arah Ryuto.


“Ryuto, habis dar-“ ucap Asami oleh teriakan Youma, yang membuat dia terkejut dan segera melihat ke Youma.


“Mama,” teriak Youma, lalu Ryuto menurunkan Youma, kemudian Youma berlari ke arah Asami.


“Youma,” teriak bahagia Asami, dia segera berlari dan memeluk Youma. Dia benar-benar tidak peduli bahwa dia masih telanjang.


“Syukurlah, nak. Kau tidak apa-apa, apakah kau di lukai oleh orang itu?” ucap Asami, dia benar-benar khawatir jika terjadi apa-apa kepada Putrinya yang kecil.


“Tidak, aku baik-baik saja,” ucap Youma, kemudian dia menunjuk ke arah Ryuto, lalu melanjutkan.


“Papa, datang menyelamatkanku,” ucap Youma, lalu Asami menatap ke arah Ryuto. Kemudian dia berkata dengan tulus.


“Terimakasih, telah menyelamatkan Putriku,” ucap Asami, dia benar-benar senang dan bahagia, jika Ryuto tidak ada, mungkin dia akan menjadi budak mereka.


Ryuto tersenyum dan berjalan ke arah Asami dan Youma. Kemudian, dia memeluk Ibu dan anak tersebut.


“Tenanglah, setelah ini kalian akan aman,” ucap Ryuto, sementara Asami memerah dan bersandar di dada Ryuto, Youma memeluk Ryuto.


Lalu, mereka saling melepaskan pelukannya, Ryuto mencium kening Asami dan Youma. Kemudian, dia berkata.


“Sudah, tidurlah sana terlebih dahulu,” ucap Ryuto, mereka mengangguk dan Asami mengangkat dan menggendong Youma.


Asami dan Youma pergi ke tempat tidur dan tidur bersama, di sebelah Aoi dan Nanami. Sementara itu, Ryuto tersenyum.


Lalu, dia berbalik dan pergi dari kamar tersebut. Sampai di luar, senyum miliknya berubah menjadi datar dan wajahnya menjadi dingin.


“Sepertinya, orang yang mengincar Asami dan Youma akan datang. Lebih baik aku sambut di hutan,” ucap Ryuto.


Kemudian dia melompat dari balkon, dan turun tepat di jalan. Karena tengah malam jalanan sepi.


Ryuto menatap ke arah hutan dan melesat ke sana. Dia benar-benar marah sekarang, karena lawan berani memainkan nyawa seorang anak.


[Ding.]


[Roh fluktasi tinggi yang di cari sedang melesat ke arah sayang]


‘Oh, apakah dia berada di depanku,'


[Itu benar, sayang.]


Ryuto tersenyum mendengar hal tersebut, lalu dia menambah kecepatan menuju ke hutan tersebut.

__ADS_1


Di sisi lain.


Bayangan besar melesat ke arah Kota, namun saat akan sampai di pinggiran hutan, dia merasakan bahwa orang yang menggagalkan rencana tuannya, melesat ke arahnya.


“Kyakkk,” teriak bayangan tersebut, kemudian mengeluarkan jaring di berbagai tempat. Lalu, bayangan besar tersebut menempel di jaring di atas.


Roh jahat tinggi, itu adalah Bayangan besar tersebut, yang tak lain ialah Laba-laba 9 mata merah.


Di sisi Ryuto.


Ryuto merasakan energi roh tersebut, lalu dia berhenti saat melihat berbagai jaring di berbagai pohon.


Ryuto mengamati tempat tersebut, sampai dia merasakan suatu serangan bahaya dari arah atas belakangnya.


Wushhh.


Ryuto menghindari serangan tersebut, lalu dia melihat bahwa serangan tersebut ialah jaring, kemudian dia melihat bahwa tanah yang mengenai jaring, mengering.


‘Racun kematian,' batin Ryuto, kemudian melihat ke arah atas dan mengaktifkan mata tubuh miliknya.


Ryuto akhirnya melihat siapa pelaku penyerang tersebut, dia melihat enam kaki, 9 mata merah, lalu bergelantungan di atas.


Kemudian, Ryuto melihat bahwa sosok tersebut menyerang kembali. Ryuto tidak menghindar, melainkan mengayunkan tangannya yang dilapisi oleh energi.


Boom.


Jaring pecah dan menyebar kemana-mana, Ryuto memandang ke arah sosok tersebut dengan dingin.


“Ayo kita mulai, Laba-laba 9 mata merah,” ucap Ryuto, lalu melakukan pose kuda-kuda beladiri Kuno.


Kemudian, dia menggunakan telapak tangannya. Mengirimkan sejumlah energi ke Laba-laba.


Wushhhh.


Laba-laba tersebut menghindar dan membalas dengan melemparkan jaring kembali. Namun, jaring itu berwarna emas.


Ryuto tersenyum, dan melapisi tangannya dengan Energi lebih. Kemudian, energi berubah menjadi hitam.


Lalu, Ryuto mengayunkan tangannya. Serangan jaring emas dan pukulan Kegelapan milik Ryuto.


Booommm.


Ledakan terjadi, semua jaring yang ditempatkan di sekitar menghilang. Kemudian, kedua sosok terlihat.


Ryuto dan Laba-laba sekarang saling menatap, mereka berdua sejajar, karena jaring putus membuat Laba-laba di bawah.


“Mari kita mulai serius,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2