
[Chapter 58.]
[Hancurnya Keluarga Vincent.]
[Silahkan Dibaca.]
Andy masuk di kamar pertama, dia melihat seorang Laki-laki, tidur dengan 3 Perempuan. Terlihat mereka semua telanjang tanpa apapun.
Andy mendengar salah satu dari Perempuan bangun dari tidurnya. Perempuan itu, terlihat matanya kosong, lalu melihat ke arah Andy.
“Tolong.” Ucap Perempuan tersebut, sedangkan Andy terkejut. Lalu, terlihat Laki-laki yang tidur terbangun. Lalu, menarik Perempuan tersebut.
“Kyaaaa.” Teriak Perempuan tersebut, namun Laki-laki yang menarik Perempuan tersebut sadar, bahwa pintu kamarnya terbuka.
Laki-laki itu segera melihat ke arah pintunya, namun hal berikutnya adalah pandangannya seperti orang terjatuh.
“Appaaa yanggg terjjaddii denggannku.” Ucap Laki-laki tersebut bingung dengan keadaan yang dia alami, namun sebelum dia menutup matanya, dia melihat tubuhnya tidak ada kepala.
Brukk.
Kepala Laki-laki tersebut jatuh, terpotong oleh Andy. Perempuan yang berada di ranjang tadi terkejut, apalagi yang baru bangun.
Dalam hati mereka senang dan takut bercampur jadi satu, senang karena mereka bisa bebas, takut jika kebebasan mereka akan hilang karena mereka akan dibunuh oleh Andy.
“Kalian, pergilah dari Ruangan ini dulu.” Ucap Andy. Kemudian, para Perempuan menahan muntahnya karena melihat pembunuhan tepat di depan mata mereka.
Mereka segera berlari keluar, tanpa peduli apakah mereka telanjang atau tidak. Andy kemudian, memandang ke arah Kepala tersebut. Andy memegangnya dan keluar.
Perempuan yang keluar tadi, terkejut dan ingin muntah namun dia usahakan untuk menahannya. Sedangkan, Andy berjalan pergi menuju ke pintu kamar ke dua.
Saat pintu dibuka, Andy melihat seorang Perempuan yang terlihat cantik, sedang tidur di tempat tidur nya. Kemudian, Andy menatapnya dan Sarah memberikan informasi tentang Perempuan tersebut.
[Arina Vincent, dia adalah seorang Mahasiswa yang memiliki kegiatan buruk. Mulai dari membantu Ayahnya menjual Narkoba, Budak, serta menyiksa para kaum lemah.]
[Misi terpicu.]
[Siksa para Perempuan dan Wanita keluarga Vincent.]
[Hadiah : Tiket peningkatan kemampuan + 10 Point Peningkatan.]
[Hukum : -]
‘Siksa, hmmm aku tidak ahli dalam menyiksa Perempuan loh, Sarah.’
[Tuan, aku sarankan mulai sekarang berusahalah untuk melawan keinginan tidak memukul atau menyiksa Perempuan atau Wanita.]
[Tuan, harus pandai dalam memilih Buruk atau Tidaknya Wanita dan Perempuan. Jika, anda tidak berani menyiksanya. Anda sendiri akan selalu dimanfaatkan oleh Perempuan dan Wanita.]
[Ingat Tuan, jangan naif. Jika Tuan naif, seluruh Perempuan dan Wanita Tuan akan menerima akibat dari kenaifan Tuan sendiri.]
‘Sepertinya kau memang benar, Sarah. Aku masih naif, terimakasih Sarah telah menyadarkan ku.’
[Sarah, akan selalu bersama Tuan.(Blush.)]
__ADS_1
‘Kalau begitu, Sarah beli Kemampuan untuk menyiksa.’
[Keterampilan Menyiksa.]
[Tingkat Pelatihan : 10.000 Yen.]
[Tingkat Rendah : 100.000 Yen.]
[Tingkat Menengah : Terkunci.]
[Tingkat Tinggi : Terkunci.]
‘Beli tingkat rendah.’
[Uang : 1.350.000 – 100.000 : 1.250.000 Yen.]
[Selamat, Tuan mendapatkan Keterampilan Menyiksa (Rendah).]
Seketika, Andy merasa otaknya diberikan sebuah informasi baru. Andy tidak merasakan sakit, karena peningkatan yang dia alami.
Setelah menerima informasi keterampilan menyiksa, Andy merasa dia bisa mengikat Perempuan dan Wanitanya dengan Simpul Legendaris.
“Baiklah, kita akan kumpulkan para Wanita dan Perempuan keluargaa Vincent jadi satu.” Ucap Andy, kemudian berjalan ke arah Arina Vincent tersebut.
Saat sampai di samping Arina, dengan cepat Andy menutup mulut dan hidung Arina dengan kain yang penuh parfum.
Arina terkejut, tiba-tiba dia terbangun dan dia langsung menghirup parfum dalam jumlah besar, seketika Arina pusing, tak lama kemudian pingsan.
Lalu, mengikat kaki dan tangan Arina. Kemudian Andy berjalan sambil memegang kepala, keluar dari ruangan Arina, menuju ke ruangan terakhir.
Andy memasuki ruangan tersebut dan mendapati Pria dengan 4 Wanita sedang melakukan Permainan. Ke 5 Orang tersebut terkejut melihat pintu terbuka.
Lalu, melihat bahwa yang masuk adalah seseorang dengan semuanya ditutupi kain berwarna hitam. Mereka terkejut, bahwa penyusup sudah membunuh seluruh Penjaganya.
“Siapa kamu, keluar dari kamar ini. Dimana Alex bagaimana bisa mereka membiarkan orang ini masuk.” Ucap Pria tersebut yang tak lain Vincent.
‘Sarah apakah para Wanita itu, Jahat?.’
[Ya, semuanya sama dengan Putri mereka. Mereka juga melakukan penjualan ilegal.]
“Aku... Aku adalah orang yang membawa pesan dari Petugas kematian. Bahwa waktumu sudah habis di Dunia ini.” Ucap Andy, sedangkan Vincent yang mendengar itu marah.
Saat ingin berteriak, seketika Vincent jatuh. Ketiga Wanita pun jatuh. Andy tersenyum melihat hal tersebut. Lalu membawa keempatnya menuju ke ruangan milik Arina yang luas.
Andy mengangkat mereka sekaligus. Kemudian berjalan menuju ke Ruang milik Arina. Perempuan yang diselamatkan Andy, masih berada di depan pintu ruang 1.
‘Sarah, mereka lebih baik kuapakan?.’
[Jadikan Maid, untuk Restoran Tuan.]
‘Oh, ya. Kau memang selalu membantuku Sarah, terimakasih.’
[Tidak apa-apa, T-Tuan (Blush).]
__ADS_1
Andy kemudian, menaruh ke empat orang tersebut di kursi yang ada. Lalu mengikat Wanita-wanita tersebut seperti Arina. Tidak lupa Andy menghilangkan seluruh pakaian mereka.
Sedangkan, untuk Vincent. Andy mengambil meja dan mengikatnya. Kemudian, Andy tersenyum dan memanggil Zero dan Gin.
“Kalian berdua, aku beri perintah. Bawa, Perempuan yang berada di lantai 2, untuk keluar dari Rumah ini. Serta suruh para Pasukan untuk memantau dan memutuskan Rumah ini terisolasi sepenuhnya.” Ucap Andy.
“Untuk masalah Isolasi sudah dilakukan sejak kita menyerang, Tuan.” Ucap Zero, sedangkan Andy tersenyum senang mendengar betapa cepatnya anak buahnya bergerak.
“Baiklah, kalian bawa saja Perempuan di lantai 2 ke Rumah baruku.” Ucap Andy, lalu Zero dan Gin menjawab secara bersamaan.
“Segera dilaksanakan, Tuan.” Ucap keduanya, lalu Andy memutuskan komunikasi mereka. Kemudian Andy memandanh ke arah 3 Wanita dan 1 Perempuan tersebut.
Andy kemudian, membeli cairan Afrodisiak. Lalu, Andy memasukkannya lewat lubang-lubang Bola yang mengunci mulut para Perempuan dan Wanita tersebut.
Beberapa menit kemudian, semuanya bangun. Ke 3 Wanita dan Arina wajahnya seketika memerah. Andy tahu bahwa obatnya bereaksi.
“Sepertinya aku harus menggunakan ini.” Ucap Andy, kemudian menunjukkan sebuah Suntikan yang besar dari biasanya. Lalu, diisi dengan cairan Afrodisiak.
Andy, kemudian menusukkan Suntikan tersebut di tempat keluarnya kotoran mereka. Andy kemudian, menekan Suntikan dan memasukkan Cairan ke dalam 3 Wanita dan 1 Perempuan tersebut.
Ke empat orang tersebut, terkejut dan terlihat perut mereka membesar, mata mereka yang mengeluarkan air mata dan tubuh mereka bergetar hebat. Mereka sudah tidak kuat dan mengeluarkannya.
Jesssssssss.
Cairan keluar dari tubuh mereka, lalu terlihat mereka menjadi tidak terkendali dan tidak sadar, karena banyaknya Afrodisiak masuk ke dalam diri mereka.
Sedangkan, Vincent yang melihat Istri dan anaknya di siksa, Vincent marah. Dia berusaha untuk keluar dan lepas dari ikatan tersebut.
Andy, melihat hal tersebut sambil tersenyum. Lalu, melepaskan ikatan Arina dan meletakkan di atas Ayahnya tersebut.
Andy terus menyiksa mereka, sampai Jam 03.00. Andy, kemudian membunuh mereka. Sebelum, membunuh Andy berkata.
“Inilah akibat kalian mengusik Wanitaku.” Ucap Andy, lalu melempar pisaunya tepat leher mereka. Andy pun melesat keluar dari Rumah tersebut.
“Eleven, Lion. Bakar rumah ini.” Ucap Andy, kemudian berjalan pergi dari Rumah tersebut dengan cara lompat dari cabang pohon satu ke cabang pohon lain.
“Siap, Tuan.” Ucap Eleven dan Lion, kemudian seluruh Tim membantu mereka membakar Rumah Vincent tersebut.
“Misi selesai, kalian kembali ke Bar Flower jalankan bisnis seperti biasa. Jangan sampai menjual Narkoba.” Ucap Andy, kemudian pergi ke Bar Flower.
“Baik, Tuan.” Ucap kelima Pemimpin Tim. Sedangkan, Andy sudah tiba di Bar Flower, lalu pergi ke kamar mandi, untuk menghilangkan bau darah di tubuhnya.
Kemudian, berganti pakaian santai yang berlogo Opp*i milik Saitama. Andy keluar dari Bar Flower dan berjalan menuju ke Mobilnya.
Kemudian, Andy pulang menuju ke Rumah nya.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1