
[Chapter 60.]
[Maid baru.]
[Silahkan Dibaca.]
Andy dan para Perempuan dan Wanitanya pergi menuju ke Rumah baru yang sudah siap ditempati. Mereka pergi kesana dengan ekspresi senang.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di Rumah baru tersebut, Amy dan Lilia terkejut dengan rumah yang sangat besar dan luas.
Mereka berdua benar-benar tak percaya melihat Rumah mereka yang baru. Mereka berfikir, mungkin hanya rumah yang besar bukan seperti apa yang mereka lihat sekarang.
Andy, memarkirkan Mobil tersebut. Begitupun Amy, juga memarkirkan Vannya. Lalu, Andy keluar dari Mobil, diikuti Amy, Lilia, Yui, Yuka, Sayoko, dan Sasha yang keluar dari Van.
“Andy, apakah benar ini akan menjadi rumah baru kita?.” Ucap Lilia kepada Putranya. Dia masih terkejut bahwa Rumah yang dibeli Andy begitu besar dan terlihat mewah.
“Ya, ini rumah yang kubeli. Suratnya ada di dalam tasku.” Ucap Andy kepada Ibunya. Lilia hanya bisa mengangguk tak percaya melihat Putranya benar-benar pemilik Rumah besar tersebut.
“Baiklah, ayo kita masuk.” Ucap Andy, kemudian para Perempuan dan Wanita mengangguk dan mereka berjalan menuju pintu.
Kemudian, Andy membuka pintu dan masuk ke dalam Rumah bersama dengan Para Perempuan dan Wanitanya. Namun, saat mereka masuk mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat.
“Selamat datang, Tuan.” Ucap salah seorang Perempuan dengan pakaian Maid. Perempuan tersebut memiliki rambut berwarna merah dan memiliki ukuran gunung yang lumayan, Perempuan tersebut juga sangat cantik namun masih kalah cantiknya dengan Perempuan dan Wanita Andy.
“Kerja bagus, yang lain kemana?.” Ucap Andy, karena seingat dirinya Andy menyuruh Zero dan Gin membawa 2 Perempuan dan 2 Wanita.
“Yang lain, berada di dapur menyiapkan makanan untuk Tuan dan Nyonya.” Ucap Perempuan berambut merah tersebut.
Andy mengangguk dan merasakan tatapan tajam dari belakang, serta Andy merasa punggungnya mulai berkeringat dingin. Andy kemudian, melirik ke belakang dan mendapati Para Perempuan dan Wanitanya menatap Andy dengan tajam.
“Huff, nanti akan kuceritakan.” Ucap Andy, kepada para Perempuan dan Wanitanya. Seketika Andy sudah tidak merasakan perasaan dingin dan tajam tadi.
Mereka kemudian, berjalan bersama menuju ke Ruang makan. Di sepanjang jalan, Perempuan dan Wanita Andy menatap sekeliling dan mengangguk bahwa rumah tersebut belum berdekorasi.
Sesampai di Ruang makan, mereka menaruh Koper mereka terlebih dahulu. Kemudian, duduk kursi makan, dan melihat bahwa Meja sudah penuh dengan makanan.
Ke empat Maid milik Andy, juga berdiri di dekat dinding. Andy serta para Perempuan dan Wanitanya, mengerutkan keningnya saat melihat Maid berdiri di dekat dinding.
__ADS_1
“Kalian kenapa tidak ikut makan dengan kita?.” Ucap Lilia, sedangkan keempat Maid tersebut menggelengkan kepalanya dan menjawab.
“Kami sebagai Maid atau Pelayan tidak bisa makan bersama dengan Tuan dan Nyonya, atau bisa dianggap tidak sopan kepada Tuannya.” Ucap Perempuan berambut merah tadi.
“Tidak ada aturan seperti itu, di tempat ku. Kalian juga ikut makan dengan kami. Kalian juga termasuk keluarga kami.” Ucap Lilia, sedangkan keempatnya terkejut.
Mereka merasakan kehangatan dari Keluarga yang mereka layani sekarang. Mereka benar-benar tersentuh. Andy melihat itu tersenyum.
“Kalian duduklah, ambil kursi dan makan bersama kita.” Ucap Andy dengan tegas, seketika ke 4 Maid tersebut menurut. Mereka mengambil kursi yang ada dan meletakkan di dekat Meja makan.
“Terimakasih, Tuan.” Ucap keempatnya, lalu duduk bersama dengan yang lainnya. Para Perempuan dan Wanita Andy mereka semua tersenyum melihat perilaku keempat Maid tersebut.
“Ittadakimasu.” Ucap mereka, lalu mulai makan makanan yang berada di Meja yang sangat panjang tersebut. Mereka menikmati makanan yang dibuat oleh para Maid.
Perempuan dan Wanita Andy terpana dengan makanan yang dibuat para Maid tersebut. Mereka merasa kemampuan memasak mereka hampir mendekati Andy.
Tak lama kemudian, mereka selesai makan. Para Maid pun membereskan piring dan gelas yang ada di meja, mereka juga senang bahwa makanan yang mereka buat dihabiskan sampai tidak ada sisa.
Mereka juga senang, saat makanan mereka dipuji. Mereka ke dapur sambil membawa piring bekas makanan. Kemudian, Para Perempuan dan Wanita menatap Andy untuk meminta penjelasan tentang ke empat Maid tersebut.
“Baiklah, akan kuberitahu. Mereka berempat dulunya adalah Perempuan dan Wanita yang diperbudak oleh keluarga Vincent. Saat aku melakukan pembunuhan, aku menemukan mereka dan merasa kasihan.” Ucap Andy.
Mereka terkejut saat mendengar kata ‘Budak.’ Mereka benar-benar marah dan emosi mendengar hal tersebut, tapi mereka segera bersyukur saat mendengar bahwa Andy menghancurkan Keluarga Vincent tersebut.
“Serta, mereka bisa membantu Ibu dan Tante saat berada di Restoran.” Ucap Andy, kemudian kedua Wanita tersebut benar-benar merasa tersentuh dengan kepedulian Andy.
“Terimakasih, Sayang.” Ucap kedua Wanita tersebut, sedangkan Andy tersenyum dan mengangguk. Kemudian, Andy berdiri.
“Aku akan menyuruh mereka kesini, sekaligus memperkenalkan diri mereka sendiri.” Ucap Andy, lalu pergi menuju ke dapur. Sedangkan para Wanita dan Perempuan juga mulai berdiskusi tentang dekorasi.
Di sisi Andy, dia sudah sampai di dapur dan melihat bahwa keempat Maid juga selesai mencuci piring dan gelas.
“Kalian, bisakah ikut dengan ku kembali ke ruang makan. Kalian belum memperkenalkan ke kami.” Ucap Andy, sedangkan keempat Maid tersebut terkejut, bahwa Tuan mereka berada di dapur.
“Maaf, Tuan. Belum memperkenalkan diri tadi.” Ucap Maid berambut merah, mereka sedikit gemetar, karena melakukan kesalahan yang paling dasar.
“Tak apa, serta jangan terlalu takut. Kami tidak seperti orang yang pernah memperbudak kalian.” Ucap Andy, sedangkan keempat Maid tersebut menghela nafas lega.
__ADS_1
“Baiklah, ayo kita pergi kesana.” Ucap Andy, lalu berjalan keluar dari dapur tanpa menunggu balasan keempat maid.
Andy dan keempat Maid kembali ke tempat makan. Lalu, para Perempuan dan Wanita yang sedang berdiskusi berhenti dan memandang ke arah Andy.
“Baiklah, kalian mulai memperkenalkan diri. Mulai dari nama, umur, dan kesukaan kalian.” Ucap Andy sambil berdiri. Kemudian, Maid yang memiliki Rambut Merah maju.
“Namaku Liana, umurku 24 tahun, kesukaan ku adalah bermain dengan Hewan Peliharaan.” Ucap Liana. (Deskripsi tentang Liana sudah ada diatas.) Kemudian, Maid sebelahnya maju.
“Namaku Tamaki, umurku 25 tahun, kesukaan ku adalah memasak bersama Nee-san.” Ucap Tamaki sedikit malu.
Tamaki, dia memiliki rambut berwarna hitam lurus panjang, wajahnya cantik, dan memiliki sifat pemalu, Iris mata Tamaki berwarna hitam sedikit kemerahan, ukuran gunung juga lumayan.
Selesai Tamaki memperkenalkan dirinya, lalu Tamaki mundur. Kemudian, Maid sebelahnya maju dengan ekspresi semangat.
“Perkenalkan Namaku adalah Lily, umurku 35 tahun, kesukaan ku adalah bermain Biola.” Ucap Lily dengan ekspresi semangat.
Lily, dia memiliki rambut berwarna emas, mirip dengan Amamiya namun perbedaannya warnanya lebih agak redup. Sedangkan Amamiya lebih ke terang. Dua gunung Lily ukurannya mirip dengan Lilia Iris mata berwarna hijau cerah.
Kemudian, Lily mundur sekarang majulah Maid terakhir. Maid tersebut tersenyum dan mulai memperkenalkan diri.
“Perkenalkan namaku Hitomi, aku berumur 36 tahun, kesukaan ku adalah membaca buku.” Ucap Hitomi.
Hitomi, memiliki rambut berwarna hitam sedikit ada emas kemerahan, seperti efek dari Shampo dan matahari. Hitomi memakai kacamata, dengan kacamata tersebut menambah kesan cantiknya. Dua gunung nya juga sama besar. Memiliki iris mata berwarna coklat terang.
Kemudian, Hitomi mundur. Seluruh Maid sudah memperkenalkan diri, sebelum Andy berkata, Amy bertanya terlebih dahulu.
“Kalian adalah Mantan Pemain AV kan?.”
[To be Continued.]
Info : Nih pakaian Saitama
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.