
[Chapter 164.]
[Pembajakan Mall 2.]
[Silahkan Dibaca.]
Mall, Bali.
Ryuto muncul di belakang Pembajak2, kemudian dia memukul tengkuk belakang leher Pembajak2.
Kemudian, dia berjalan menuju ke arah tangga, namun sebelum dia naik. Ryuto berbalik menatap ke arah Sandra yang terkejut.
“Kalian, pergilah keluar dengan pelan-pelan, jangan sampai berisik,” ucap Ryuto, kepada seluruh Sandra.
Mereka pun tersadar, lalu mengangguk mengerti. Mereka bergerak keluar tanpa terdengar langkah mereka.
Mereka keluar dengan wajah yang takut dan jantung terus berdetak dengan sangat kencang.
Istri Ryuto hanya diam di tempat, kemudian mereka menatap Ryuto dan tersenyum ke arah Ryuto.
Ryuto yang paham maksud senyuman para istrinya, dia mengangguk. Kemudian, berkata.
“Lumpuhkan 500 pembajak itu dan juga hati-hati,” ucap Ryuto, kemudian mereka tersenyum lebih lebar.
Lalu, menghilang satu persatu. Mereka dengan cepat menyisir seluruh Mall tersebut. Ryuto sendiri berbalik dan naik tangga.
(Note : Lisa dan Olivia sudah dilatih di ruang pelatihan di Dunia Jiwa, jadi sudah hampir setara dengan Saudari yang lain.)
Ryuto berjalan naik, dia juga merasakan seseorang turun dari lantai atas. Ryuto menyeringai, saat merasakan Aura lebih besar dari yang lainnya.
“Yah, mungkin orang ini terkuat atau bisa di bilang pemimpin para Pembajak Mall ini,” ucap Ryuto.
Kemudian, dia sampai di lantai 2. Dia melihat beberapa istrinya mulai membantai beberapa para Pembajak.
Drrt Drrt Drrt.
Tembakan dari pembajak terus dilesatkan secara acak, ada juga peluru yang melesat ke arah Ryuto.
Namun, Ryuto hanya menghindari dengan mudah, memundurkan kepalanya, memiringkan badannya, dia menghindari seluruh peluru.
“Mereka terlalu bersemangat,” ucap Ryuto, dia tersenyum sambil berjalan ke arah lantai 3, kemudian dia merasakan bahwa Pemimpin Bos berhenti di lantai 5.
“Oh, dia berhenti turun. Yah, peduli sangat,” ucap Ryuto, kemudian dia berjalan ke atas dan tiba di lantai 3.
Disana dia melihat para pasukannya, yang dipimpin oleh Zero. Maid pun juga berada disana.
‘Oh, mereka disini. Istriku benar-benar mengambil mangsa yang sangat banyak daripada para pasukan dan maidku,' batin Ryuto.
Kemudian, Ryuto berjalan menuju ke tangga yang pergi menuju ke lantai 4, namun di tengah perjalanan ada orang bodoh yang menghalanginya.
“Kau tidak bisa pergi,” teriak Pembajak45 tersebut, kemudian mengarahkan Gatling gun tepat ke arah Ryuto.
“Terima ini,” teriak Pembajak45, kemudian dia menyalakan Gatling gun. Lalu, rentetan tembakan melesat.
Drrt Drrt Drrt Drrt Drrt Drrt Drrt.
__ADS_1
“Orang bodoh,” ucap Ryuto, melihat peluru yang bergerak sangat lambat ke arahnya, Ryuto tidak menghindari.
Melainkan, dia menggunakan jarinya membalikkan peluru tersebut menuju ke arah Gatling gun.
Piuw Piuw Piuw Piuw Piuw Piuw Piuw.
Booommm.
Pembajak45 terkena ledakan dari Gatling gun tersebut, dia melesat terbang jatuh menuju ke lantai bawah.
“Mati,” ucap suara, tepat di belakang Ryuto. Namun, Ryuto berjongkok untuk menghindari hal tersebut.
Wushh.
Terlihat belati menyayat angin tempat berdirinya Ryuto. Kemudian, Ryuto yang melihat hal tersebut.
Dia memandang ke arah orang yang menyerangnya dari belakang, saat melihat orang tersebut akan menghilang kembali.
Ryuto dengan cepat menyerang kaki milik orang tersebut, kemudian menendang perut orang tersebut.
Bughhhh.
“Ahh,” teriak orang tersebut, dia merasakan kesakitan. Dia tertunduk dengan satu kaki. Lalu, memandang ke arah Ryuto.
“Assasin, kau masih lemah daripada Bosmu,” ucap Ryuto, kemudian dia mengayunkan tangannya yang lurus dengan cepat.
Slash.
“Awalnya aku ingin mengampunimu, namun kau musuh, artinya kau harus mati,” ucap Ryuto, kemudian dia berbalik saat kepala orang tersebut terlepas.
“Belati yang bagus, paling tidak cocok buat memotong daging,” ucap Ryuto, kemudian dia tiba di tangga.
Tanpa fikir panjang, Ryuto berjalan menaiki tangga menuju ke lantai 4, lalu dia juga merasakan Pemimpin Pembajak turun.
“Oh, apakah akan bertarung di lantai 4, menarik,” ucap Ryuto, dengan senyum menyeringai.
Dia berjalan dengan santai menuju ke lantai 4, namun Pemimpin Pembajak berjalan terburu-buru.
Di sisi istri Ryuto.
Anri dan Aoi, mereka membantai para pembajak dengan senjata yang dia dapatkan dari Pembajak tersebut.
Slash Slash Slash Slash Slash.
Dor Dor Dor Dor Dor Dor.
Lilia dan Amy, menggunakan pedang yang mereka temukan. Namun, mereka tidak membunuh melainkan menyiksa musuhnya.
Begitu juga dengan Sayoko, Sasha, Yuli, Yuna, Miya, Erika, Nina, Rina, Alice, Kaori, Haruna dan Aria.
Sementara istri yang lainnya, menggunakan belati. Mereka juga menyiksa, namun lebih sadis dari istri yang lainnya.
“Bayiku, kalau kau sudah keluar jangan seperti Mama, ya,” ucap Lilia, sambil mengusap perutnya.
Istri Ryuto yang lainnya juga sama, melakukan hal yang dilakukan oleh Lilia, mereka berharap Putra/Putri mereka tidak menirukan sifat sadis dan psikopat mereka.
__ADS_1
Sisi Maid dan Pasukan Ryuto.
Dor Dor Dor Dor Dor Dor.
Zero menembak musuh dengan santai, dia menembak sambil menghisap rokok miliknya.
“Fyuhhh, terlalu mudah kawan,” ucap Zero, entah kenapa terlihat seperti Paman-paman yang santai.
“Zero-san, mohon jangan merokok,” ucap Lily, sementara Zero menatap ke arah Lily, kemudian berbalik menatap ke arah Musuh lainnya.
“Rokok itu adalah inspirasi, Lily-chan. Tanpa rokok, Paman sepertiku terasa kurang di dalam hidupku,” ucap Zero.
“Pantas, Anisa-san selalu menjauh darimu,” ucap Lily, mendengar itu Zero membelalakkan matanya.
“Kenapa dia menjauhi ku,” ucap Zero, dia benar-benar terpuruk. Lily tersenyum dan berkata.
“Makanya jangan merokok, dia benar-benar khawatir loh,” ucap Lily, kemudian dia merasakan bahaya dari belakangnya.
Dor.
Lily dengan mudah menghindari, kemudian Zero berbalik dan mengarahkan tembakan ke arah pelaku.
Dor.
“Mengganggu orang yang sedang bicara, dimana kesopananmu, sia*an,” ucap Zero. Kemudian, dia berdiri.
“Lily-chan, kita selesaikan disini,” ucap Zero, kemudian Lily mengangguk, Zero pun berteriak dengan keras.
“Kalian semua, basmi sampah-sampah itu, demi Anisa,” teriak Zero, sementara para pasukan berteriak.
“Ouuuu,” kemudian, pasukan pun segera mulai bertarung dengan lebih semangat, namun dalam benak mereka berfikir.
‘Siapa itu Anisa, Bos?’
Di sisi Ryuto.
Ryuto hampir tiba di lantai 4, dia juga mendengar ucapan antara Zero dan Lily, entah kenapa dia menjadi tertawa.
“Hahaha, Zero akhirnya memiliki pasangan,” tawa Ryuto, kemudian tiba di lantai 4. Tawanya berhenti dan berubah menjadi senyuman santai.
Ryuto melihat tangga 5, di depannya terlihat orang dengan topeng tanduk dua, topeng berwarna merah, wajah dari topeng mengerikan.
Keduanya saling memandang, namun Ryuto tidak merasakan bahaya apapun, atau bisa dibilang orang di depannya lebih lemah darinya.
“Manusia, kau beraninya mengganggu rencana Ratuku,” raung dari orang bertopeng tersebut. Kemudian, dia mengeluarkan pedang.
Pedang tersebut memancarkan Aura membunuh yang lumayan besar, namun biasa saja bagi Ryuto.
“Dengan pedang ini, akan kupersembahkan nyawamu kepada Ratu Selatan, Manusia,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.