Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 137


__ADS_3

[Chapter 137.]


[Pertarungan berakhir.]


[Silahkan Dibaca.]


Stasiun lama.


Di sebuah penghalang yang berwarna merah transparan, terdapat satu orang manusia melawan sosok Monster yang besar.


Mereka berdua ialah Ryuto dan John. Ryuto menatap ke arah John, begitu juga sebaliknya.


Kemudian, mereka berdua saling mengayunkan tangan mereka, tangan hitam melawan tangan besar.


Booommmm.


Keduanya mundur beberapa langkah, kemudian John mengumpulkan energi di tangannya dan melemparkan ke arah Ryuto.


Wush Wush Wush Wush.


Ryuto yang melihat itu hanya bisa tersenyum, kemudian dia melesat dan menghindari seluruh serangan energi tersebut.


Boom Boom Boom Boom Boom.


Ryuto tiba di depan John, dia mengayunkan pukulan tepat perut dari John.


Bughhhh.


John tersentak, lalu mundur beberapa meter, akibat dari pukulan tersebut. Kemudian, dia menatap ke arah Ryuto dengan tajam.


John melesat maju dan mengayunkan pukulan ke arah Ryuto, walaupun jarak jauh. Namun, sebuah gelombang angin menerpa dan menyerang ke arah Ryuto.


Bushhhhh.


Ryuto tersenyum, lalu dia mengayunkan tangan hitamnya ke arah gelombang angin tersebut.


Booomm.


Gelombang angin terpukul oleh Ryuto, kemudian terlihat bahwa pukulan hitam mengeluarkan energi ungu, lalu melahap gelombang angin tersebut.


Namun, John tiba tepat di samping Ryuto sambil mengepalkan tangannya.


“Kau lengah, Ryuto,” teriak John, lalu dia mengayunkan pukulannya tersebut tepat ke arah Ryuto.


Sementara itu, Ryuto yang melihat serangan tersebut. Dia hanya tersenyum, lalu saat pukulan tiba. Dia menghilang tanpa jejak.


Booommmm.


Pukulan John mengenai tanah dan menghancurkan tanah sampai ke dekat dari penghalang.


John tersentak saat merasakan rasa sakit di samping perutnya, lalu dia terbang ke arah penghalang dengan cepat.


Bugghhh.


Wushhhh.


John menatap siapa yang memukulnya, lalu dia membelalakkan matanya bahwa itu adalah Ryuto.


Boooomm.


John menabrak penghalang, kemudian tersungkur di tanah. Kemudian, Ryuto muncul di atasnya, dan mengayunkan pukulan beruntun ke punggung John.

__ADS_1


Boom Boom Boom Boom Boom Boom.


“Arhhhhh,” teriak Monster kesakitan, dia ingin bangkit, namun dipaksakan oleh Ryuto untuk terbaring di tanah.


Beberapa menit kemudian.


Ryuto selesai memukul John, lalu dia melangkah mundur sambil menatap ke arah John.


Terlihat John, benar-benar terluka parah. Monster memiliki rupa buruk, namun sekarang menjadi semakin buruk.


Seluruh tubuhnya bengkak, dan itu benar-benar mengeluarkan sesuatu berwarna hitam dari tubuhnya.


“Maria, waktunya kau menyucikannya,” teriak Ryuto, tanpa memandang ke arah Maria. Namun, Ryuto tidak mendengar balasan dari Maria.


‘Apa yang dilakukan, perempuan ini?’ batin Ryuto, kemudian dia berbalik. Lalu, dia benar-benar tercengang dengan apa yang dia lihat.


Maria dan sosok wanita lainnya terjatuh dengan wajah memerah, Ryuto benar-benar melihat sesuatu mengalir di antara kaki mereka.


‘Astaga, bagaimana bisa mereka t*r*ng*ang di tempat umum?’ batin Ryuto.


“Masalah lagi, sepertinya aku harus menyucikan sendiri,” ucap Ryuto, berbalik dan melihat bahwa John sudah duduk.


“Hah Hah Hah, itu pertarungan yang menarik, Ryuto,” ucap John, dia benar-benar merasa sakit di bagian manapun, walau dirinya adalah Monster namun tetap saja merasakan sakit.


“Kau bisa menyucikan ku, aku sudah puas dan keinginan ku terakhir sudah terkabulkan,” ucap John.


“Baik, John. Serta itu pertarungan yang menarik,” ucap Ryuto, kemudian menyalurkan sebuah energi ke dalam tubuh John.


Krakkk.


Lalu, jiwa muncul dan terbang menuju ke atas, tubuh monster perlahan retak dan hancur menjadi abu.


“Siapa Wanita ini? Apakah seniornya Maria?” ucap Ryuto, kemudian berjalan ke arah batas penghalang.


Ryuto dengan santai keluar dari penghalang, lalu melihat ke duanya pingsan, dengan air liur di mulut dan menunjukkan senyum aneh.


“Yah, bawa saja pulang,” ucap Ryuto, kemudian mengangkat dan menggendong mereka di bahunya.


Lalu, Ryuto memanggil Zero menuju ke lokasi dirinya. Dia benar-benar lupa bahwa Lamborghini hanya bisa dipakai 2 orang.


Beberapa menit kemudian.


Sebuah mobil tiba di tempat Ryuto, lalu keluarlah Zero dan melihat ke arah sekitar.


Matanya akhirnya tertuju kepada Ryuto yang sedang duduk, lalu di sebelahnya ada satu perempuan dan satu wanita.


‘Apakah Tuan, habis bermain. Apakah tidak masalah bermain di tempat seperti ini?’ batin Zero, dia benar-benar terkejut.


“Zero, kau bawa mobilku, aku membawa mobilmu,” ucap Ryuto, kemudian dia menggendong satu persatu kedua orang tersebut.


“Baik, Tuan,” ucap Zero, lalu dia berjalan ke arah Ryuto. Kemudian, Ryuto menyerahkan kunci mobil, begitu juga sebaliknya.


Ryuto sudah memasukkan kedua orang tersebut ke dalam mobil, kemudian Ryuto menyalakan mobil tersebut.


Ryuto melajukan mobil menuju ke arah rumahnya, meninggalkan Stasiun lama dan Zero yang sudah menyalakan mesin mobil.


Di jalan.


“Uhn,” ucap seorang perempuan, dia terbangun dan melihat bahwa dia sudah berada di sebuah mobil, terkejut dan melihat ke arah samping.


“Guru,” ucap perempuan tersebut, yang tak lain ialah Maria, lalu dia menatap ke arah depan yang memperlihatkan Ryuto yang sedang mengendarai.

__ADS_1


“Oh, kau sudah bangun?” ucap Ryuto, hanya sekilas melihat ke kaca spion atas yang memperlihatkan kursi belakang.


“Ryuto, kau akan membawa kami kemana?” ucap Maria, dia akhirnya lega bahwa itu adalah Ryuto.


“Ke rumah kalian, beritahu lokasi rumahmu?” ucap Ryuto, entah kenapa dia mulai sedikit berubah.


“Serta, kau berfikirnya terlalu liar. Bagaimana jika, aku serigala lalu menerkammu?” ucap Ryuto, dengan nada menggoda.


“Heh, kalau kau Serigala aku akan dengan senang hati, diterkam olehmu,” ucap seorang wanita yang tertidur tadi.


Wanita tersebut berbicara tepat di telinganya seperti berbisik. Ryuto tidak terkejut, namun Maria terkejut.


“Guru Yuuko,” ucap Maria, dia terkejut melihat gurunya yang selalu agresif.


Sementara itu, Ryuto yang digoda kembali, mengulurkan tangannya, dan mencubit puncak melon yang bersembunyi di balik baju.


“Ahhhh,” teriak Yuuko, dia merasa tubuhnya lemas dan terduduk kembali di tempat duduk belakang.


“Guru, Ryuto apa yang kamu lakukan tadi?” ucap Maria, dia benar-benar tidak tahu apa yang di lakukan Ryuto, dia hanya mendengar gurunya berteriak penuh nikmat.


“Hah hah, kau sungguh nakal,” ucap Yuuko, wajahnya benar-benar memerah. Dia memiliki perasaan ingin lagi.


Entah kenapa saat Ryuto mencubit puncak melonnya, dia benar-benar merasa nikmat, entah kenapa dia ingin lagi dan lagi.


“Oh, aku bisa memberikan lebih, tapi nanti,” ucap Ryuto, lalu dia melihat ke arah Maria di kaca spion.


“Maria, beritahu lokasi rumahmu?” ucap Ryuto, namun Maria berkata lain.


“Tidak, bawa aku bersama dengan Guru,” ucap Maria, dia menatap Ryuto dan berfikir, ‘Dia mencurigakan.’


Ryuto hanya tersenyum, lalu Yuuko mendekat ke arah Maria dan berbisik tentang yang akan mereka lakukan.


Maria memerah, kemudian dia berteriak dengan kencang di mobil, “Ryuto hentai.”


Sementara itu, Ryuto terkejut. Mobil yang dia kendarai sedikit tidak stabil, kemudian dia menepi.


“Ohh, jadi kau tahu. Kau ingin ikut atau kuantar pulang?” ucap Ryuto, dia bukan tipe pemaksa.


“Ituu....bawa aku pulang saja,” ucap Maria pelan, sebenarnya dalam hati, dia ingin ikut namun dia perlu memastikan sesuatu.


Ryuto mengangguk, kemudian mengantar Maria ke rumahnya. Maria menunjukkan jalan ke rumahnya.


Beberapa menit kemudian.


Tiba di rumah Maria, lalu Maria turun dan berkata kepada Ryuto.


“Terimakasih, serta bisakah aku bertemu denganmu suatu hari?” ucap Maria, namun Ryuto menyerahkan sebuah kartu.


“Itu adalah alamat rumahku, datanglah,” ucap Ryuto. Sementara Maria dengan senang mengangguk.


Lalu, Maria masuk ke dalam. Kemudian, Ryuto menatap ke arah Yuuko, dia memiliki mata seperti serigala yang akan menerkam.


“Pilih, Hotel atau rumahku?”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2