Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 38


__ADS_3

[Chapter 38.]


[Kencan dengan Erika.]


[Silahkan Dibaca.]


Andy, melihat jam sudah menunjukkan Pukul 07.30. Andy berangkat dengan menggunakan Taxi, walaupun dia punya banyak Uang, namun belum membeli Mobil.


Andy keluar dari kamar, kemudian turun ke bawah. Yui, Yuka, Amy dan Lilia memandang ke arah Andy dengan rasa penasaran.


“Kau mau pergi kemana, Andy?.” Ucap Lilia, penasaran dengan Andy yang sudah rapi. Sedangkan Andy, melihat bahwa keempatnya menatapnya dengan penasaran, Andy pun tersenyum dan menjawab.


“Aku akan kencan.” Ucap Andy, seketika Yui dan Yuka terkejut. Lalu, berdiri dengan menatap tajam ke arah Andy. Lilia dan Amy, juga terkejut namun tersenyum melihat ke arah Andy.


“Kau kencan dengan siapa!.” Ucap Yui dan Yuka dengan menatap tajam. Sedangkan Andy, punggungnya basah keringat dingin saat melihat tatapan tersebut, serta senyuman dari Ibu dan Tantenya.


“I-itu, dengan t-teman Angel, yang berasal dari Inggris.” Ucap Andy, dengan gugup. Keempatnya menatap Andy, lalu berkata.


“Minggu depan, kau harus berkencan dengan kita.” Ucap Mereka, bersama. Andy merasa takut dan hanya menganggukkan diri.


“Bagus, kalau begitu cepatlah. Nanti, dia akan menunggu.” Ucap Lilia, kemudian Andy pun berjalan cepat ke arah pintu.


“Aku pergi.” Ucap Andy, kemudian mereka menjawab bersama.


“Hati-hati.” Ucap mereka, lalu melihat Andy keluar dengan sedikit berlari, mereka Terkekeh melihat lucunya Andy.


Di sisi Andy, dia sudah pergi dari rumah. Dia juga sudah menenangkan diri dari rasa takut tersebut. Lalu, Andy mengelap keringat di keningnya dengan tangannya.


“Fyuhhh, memang apa kata orang, Perempuan atau Wanita sendiri lebih mengerikan. Daripada yang lain. Tapi, memang aku yang salah sih. Belum oernah mengajak mereka berkencan.” Ucap Andy.


Lalu, Andy pergi ke jalan Raya, kemudian menghentikan Taxi yang sedang lewat. Taxi pun berhenti dan membuka pintu penumpang.


Andy, masuk kemudian supir Taxi melirik ke arah Andy, sedangkan Andy yang paham maksudnya, kemudian berkata.


“Hotel bintang 5 Ikaru.” Ucap Andy, kemudian supir Taxi mengangguk dan menjalankan Mobilnya menuju ke arah Hotel Ikaru.


20 Menit kemudian, Mobil berhenti tepat di depan Hotel. Andy, keluar dan mengeluarkan 3 lembar 1000 Yen. Sedangkan Supir Taxi mengerutkan keningnya.


“Ini, kebanyakan Pak.” Ucap Supir Taxi, sedangkan Andy melambaikan tangannya dan berkata.


“Ambil saja, serta terimakasih telah mengantarkan.” Ucap Andy, segera masuk ke Hotel tanpa menunggu jawaban Supir Taxi.


Di dalam, Andy segera mengambil telponnya dan menelpon Erika. Namun, saat akan menelpon, Andy melihat seorang Perempuan berambut merah turun dan berjalan ke arahnya.


“Andy, kau telat.” Ucapnya, Andy tahu bahwa Perempuan ini adalah Erika Kazawa. Andy benar-benar terpana dengan Perempuan ini.


‘Hmm, sungguh cantik, rambut merah lalu, Gunung yang lumayan besar, kemungkinan sebesar milik Ibu. Serta Kaki yang lumayan indah.’ Batin Andy, sedangkan Erika yang dilirik terus pipinya memerah dan berkata.


“Hmmp, kenapa kamu memandangiku terus, apakah aku begitu menggoda!.” Ucap Erika, dengan menggembungkan pipinya.


“Ya, sungguh cantik dan menggoda.” Ucap Andy tak tahu malu, sambil melihat kedua Gunung yang bergerak-gerak. Sedangkan, Erika tertegun karena kedua kalinya melihat orang yang tak tahu malu, karena biasanya Laki-laki akan mengalihkan pandangannya dan meminta maaf.


‘Kenapa, dia sama dengan Dia. Sama-sama tidak tahu malu. Hmm, sudah berapa Tahun kah, aku tidak bertemu dengan dia. 10 tahun mungkin.’ Batin Erika, kemudian tersadar saat ada yang memegang tangannya.


Andy, memegang tangannya sambil tersenyum. Lalu menariknya keluar Hotel. Lalu, berkata yang membuat Erika memerah.


“Baiklah, ayo kita kencan.” Ucap Andy, sedangkan Erika hanya mengikuti. Andy, karena tangannya ditarik oleh Andy.


Namun, dalam kerumunan ada seseorang yang memperhatikan tingkah mereka, oranag tersebut menaikkan kacamata lalu menurunkannya.


‘Waktunya mengikuti Nona muda kencan.’ Batin orang tersebut, kemudian mengikuti Andy dan Erika dengan diam-diam.


Di sisi Andy dan Erika. Mereka berhenti di pinggir jalan Raya. Mereka menunggu sebuah Taxi. Saat Andy melihat Taxi berhenti, mereka pun masuk ke dalam.


“Distrik Ikan, Aquarium Big One.” Ucap Andy, lalu Supir Taxi tersenyum lalu mengangguk. Sedangkan Erika yang mendengar kata Aquarium matanya menjadi cerah.


“Baiklah.” Ucap Supir Taxi, kemudian menjalankan Mobilnya menuju ke Aquarium Big One. Sedangkan Erika, masih tersipu karena tangannya selalu di pegang oleh Andy.


30 menit kemudian, mereka sudah tiba di Aquarium. Andy dan Erika keluar dari Taxi, Andy membayar seperti biasa. Tanpa menunggu ucapan Supir Taxi. Andy, pergi menuju ke Aquarium bersama dengan Erika.


“Minggu memang banyak orang. Ayo kesana dulu, kita beli tiket masuk.” Ucap Andy, sedangkan Erika mengangguk. Kemudian mereka menuju ke tempat penjual tiket.


Andy membeli Tiket tersebut 1 Tiket seharga 50.000 Yen. Andy membeli 2 jadi 100.000 Yen. Setelah membeli Tiket, Andy masuk dengan Erika.


Mereka kemudian menemukan tangga ke bawah, mereka hanya mengikuti dan turun tangga, saat tangga terakhir mereka melihat ke depan, terpana dengan apa yang mereka lihat.


“Ini sungguh indah.” Ucap mereka berdua, lalu melihat banyak orang juga berada disana. Mereka melihat sebuah Kaca yang sangat tebal, melingkar membentuk sebuah lorong.


Dibalik Kaca tersebut terlihat berbagai Ikan, sedang berenang. Erika merasa senang dan terpana dengan hal tersebut.


Mereka berjalan dengan senyum senang, lalu Erika menyuruh Andy untuk memfotonya. Lalu, berfoto bersama. Entah kenapa, Hati Erika yang hampir hilang, perlahan-lahan kembali.


Mereka berjalan-jalan di sekitar Aquarium, sambil melihat pemandangan bawah air. Mereka tidak tahu bahwa, mereka sudah menghabiskan Waktu selama 2 Jam berada di Aquarium.


“Hahaha, ayo kita cari makan, Andy. Aku merasa lapar dan lelah.” Ucap Erika, dengan senang sambil menarik tangan Andy untuk keluar dari Aquarium.


Saat mereka sudah sampai di permukaan, mereka menyerahkan tiket masuk tadi. Lalu, mereka pergi keluar. Erika melihat ke sekeliling dan menemukan hal yang dia sukai.


“Andy, ayo ke Seafood itu.” Ucap Erika, sedangkan Andy mengangguk. Kemudian mereka pergi menuju ke tempat Seafood tersebut.


Mereka memesan makanan dan minuman. Lalu, sambil menunggu pesanan tiba, Andy menggoda Erika, sampai membuat Erika menundukkan kepalanya karena memerah.


Lalu, tak lama pelayan pun datang membawa makanan. Pelayan tersenyum melihat Andy yang menggoda Erika sampai terlihat memerah.


Makanan dan Minuman pun sudah dihidangkan, Andy dan Erika segera memulai makan mereka. Andy kemudian memotong salah satu daging Seafood, kemudian menggunakan Garpu dan mengarahkan daging tersebut ke Erika.


“Ini, rasakan pasti kau akan senang, Aaaaa.” Ucap Andy, mencoba menyuapi Erika. Sedangkan, Erika malu-malu, lalu kemudian maju dan memakan tersebut.


“Hmm, Enak. Kalau begitu, gantian. Rasakan ini, kau akan senang, Aaaaa.” Ucap Erika, dengan senang dia mengarahkan daging Seafood yang dia pilih. Andy maju dan memakannya.


Mereka saling suap-suapan, sampai membuat seluruh pengunjung merasa iri dengan keromantisan Andy dan Erika. Lalu, ada satu orang yang memanggil Erika.

__ADS_1


“Erika, apakah ini benar dirimu?.” Ucap seorang Laki-laki, tanpa memandang Andy yang duduk bersama dengan Erika. Sedangkan Erika, yang mendengar suara Laki-laki tersebut berubah menjadi dingin.


“Edward, kenapa kau disini.” Ucap Erika dengan dingin, semua orang saat melihat ini. Merasa akan ada tontonan yang menarik.


“Oh, jangan begitulah. Bagaimana kalau kita jalan bersama.” Ucap Edward, dengan tersenyum mengajak Erika. Namun, Erika tidak menanggapinya. Malah melanjutkan makannya.


Semua orang menahan tawa mereka melihat ini. Sedangkan, Edward mukanya sudah memerah karena marah. Wajahnya menjadi gelap, lalu melihat ke arah Andy, kemudian tersenyum dan berkata.


“Oh, apakah ini Pacarmu Erika. Bukankah, orang ini terlihat miskin.” Ucap Edward mengejek Andy. Sedangkan Andy, menatap ke arah Edward sambil tersenyum.


“Ya, aku pacarnya. Terimakasih atas pujiannya.” Ucap Andy, sedangkan Erika menahan tawanya, begitupun semua orang mereka menahan tawanya.


“Pfffft” Ucap mereka menahan tawanya. Sedangkan, Edward sudah tidak bisa menahan emosinya. Lalu, melihat ke arah Andy dengan marah.


“Kau, aku tidak memujimu. Kau tahu, siapa aku?.” Ucap Edward dengan nada arogannya. Sedangkan Andy, menghisap minumannya, lalu setelah itu menatap ke arah Edward.


“Entah, mungkin orang yang nyasar kesini.” Ucap Andy, sedangkan Edward emosinya sudah pecah, lalu mengayunkan tangannya ke arah Andy.


Wusshhhh.


“Terima ini, B*jingan.” Teriak Edward dengan marah. Sedangkan Erika, terkejut dengan Edward yang akan memukul Andy. Saat akan menghentikan, sudah terlambat dan menutup matanya.


Namun, Andy bukan orang lemah. Dia tidak melirik sedikitpun, hanya melanjutkan meminum minumannya, sampai Pukulan tepar mengenai pipinya.


Bughhh.


Edward melihat pukulannya tepat mengenai wajah Andy, lalu saat melihat ke arah Andy, dia terkejut. Begitupun seluruh orang. Erika yang membuka matanya saat melihat ke arah Andy, dia terkejut.


Terlihat Andy, menghentikan Tangan Edward dengan satu jari, sambil meminum minumannya. Andy, lalu mengayunkan jarinya. Seketika Edward mundur beberapa langkah.


“Dasar orang lemah, kau mengganggu acara seseorang, kau tahu?.” Ucap Andy, sambil menatap ke arah Edward dengan tajam.


“Kau tahu, aku hanya melihat mu seperti Badut penghibur.” Ucap Andy, sedangkan Edward yang ditatap Andy dengan tajam, mundur beberapa langkah, lalu menggertakkan Giginya.


“Kau..” Ucap Edward, sebelum melanjutkannya. Andy menyela sambil berjalan ke arah Edward.


“Kau apa?. Ayo katakan.” Ucap Andy, dengan tatapan tajamnya. Edward terlihat sudah ketakutan. Lalu, dia terjatuh, dan mundur beberapa langkah. Lalu, terlihat celananya basah.


“Cih, ayo Erika kita pindah tempat. Pelayan, Uangnya sudah kutaruh di meja.” Ucap Andy, kemudian memegang tangan Erika. Lalu, pergi dari tempat Seafood tersebut.


“Bagaimana, kalau kita pergi ke Mall, disana. Untuk menghilangkan Mood buruk kita. “ Ucap Andy, sambil tersenyum, sedangkan Erika langsung cerah dan berbinar-binar.


“Un, ayo kita berbelanja.” Ucap Erika, menarik Andy, dengan cepat. Andy, hanya mengikuti Erika menuju ke Mall.


Di dalam, terlihat bahwa Erika selalu mengunjungi setiap Toko dan membeli berbagai Pakaian, dll. Andy, benar-benar tak berdaya dengan Erika yang semangat.


‘Perempuan memang ajaib, setiap pergi ke Mall mereka akan semangat. Selalu, memasuki setiap toko dan membeli apapun yang menurut mereka bagus.’ Batin Andy, sambil menggelengkan kepalanya.


Lalu, mereka berhenti di Toko ****** *****, dan Pakaian dalam khusus Perempuan. Andy merasa akan terjadi sesuatu, dan benar. Erika menarik Andy masuk ke dalam.


Erika memilih Pakaian dan Celana dal*m yang cocok. Kemudian Andy disuruh untuk menunggunya. Lalu, tirai dibuka.


“Bagaimana, cocok kah?.” Ucap Erika, memakai Pakaian dalam berenda berwarna merah, Celana dal*m merah. Andy tertegun, kemudian menjawab.


“Baiklah, aku akan coba yang lainnya.” Ucap Erika, sedangkan Andy membeku di tempat. Andy mengira bahwa Erika hanya membeli itu saja. Lalu, kemudian tirai terbuka kembali.


“B-bagaimana?.” Ucap Erika dengan malu-malu, Andy hatinya bergejolak melihat Pakaian dan ****** ***** yang dipakai Erika.


Pakaian dal*m Dengan ukuran yang tipis dan hanya menyembunyikan puncak gunung saja. Sedangkan Celana dal*mnya, begitu kecil dan itu membuat Andy bisa melihat Rumput laut merah yang berada di atas Gua Erika.


‘Sial, kenapa begitu menggoda. Apalagi, ekspresinya yang terlihat malu-malu begitu, Ugh. Sadar Andy, kau harus menjawabnya.’ Batin Andy. Kemudian menjawab.


“Itu sangat terbaik.” Ucap Andy, sedangkan Erika sangat senang, kemudian segera menutup tirainya karena Malu.


Andy terus melihat berbagai, hal yang dipakai oleh Erika. Dia juga selalu memberi kan, komentar ‘Bagus, Menarik, sungguh Berani, dll.’ Tak lama kemudian, mereka selesai berbelanja Pakaian dal*m.


Andy, benar-benar merasa lelah secara mental. Kemudian melihat ke arah Jam, dan ternyata sudah pukul 15.00, Andy sudah tidak heran jika memakan waktu 5 Jam.


“Oh, sudah akan Sore.” Ucap Erika, sedangkan Andy mengangguk. Lalu, berbalik menatap ke arah Erika. Lalu, berkata.


“Hmm, ikut denganku.” Ucap Andy, sedangkan Erika penasaran dengan, kemana Andy akan membawanya. Andy kemudian membawa Erika menuju ke sebuah, Pantai yang dekat dengan tempat tersebut.


Namun, Andy membawa Erika bukan ke Pantainya, melainkan membawanya ke sebuah tebing di dekat Pantai. Andy pun membawa Erika ke atas tebing.


Lalu, Erika merasa sebuah ingatan masuk ke dalam dirinya. Sebuah ingatan dirinya bersama dengan anak laki-laki, yang dulu pernah bersama naik ke tebing.


Erika terus memperhatikan tempat yang dia naiki, lalu Erika merasa bahwa tempat yang dia tempuh ini, pernah dia lalui.


Andy, melihat ke Erika yang bingung. Dia hanya tersenyum dan naik ke atas tebing. Erika lalu, berjalan dengan sendirinya, karena dia merasa bahwa Hafal dengan tempat yang Andy tuju.


‘Kenapa ini terlihat tempat Familiar. Tunggu, tempat ini...’ Batin Erika, terkejut saat berada di atas Tebing. Lalu, melihat ke arah tertentu, kemudian Air matanya mengalir dan menutup mulutnya dengan tangannya.


‘Ini, benar. Ini adalah tempat aku bersama Dia, Laki-laki yang tidak tahu malu, dan selalu melindungiku apapun yang terjadi. Laki-laki yang kusuka sejak kecil.’ Batin Erika.


Kemudian, Erika sadar bahwa Laki-laki, tersebut berada di dekatnya sekarang. Erika menatap ke arah Laki-laki yang berada di Ingatannya 10 Tahun dulu.


Flashback.


Ada 2 anak kecil yang berada di atas tebing pantai. Mereka duduk sambil menatap ke arah Laut. Kemudian, Anak kecil Perempuan menatap ke arah Anak Kecil Laki-laki.


“A-aku disini, ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu.” Ucap Anak kecil Perempuan tersebut. Sedangkan Anak kecil Laki-laki terkejut, lalu tersenyum.


“Un, aku juga. Tapi, aku akan segera pergi ke Indonesia.” Ucap Anak kecil Laki-laki, yang membuat Anak kecil Perempuan terkejut, dan menundukkan kepalanya.


“Aku pun, aku juga, akan pergi ke Inggris bersama orang tuaku.” Ucap Anak kecil Perempuan, terlihat sedih. Sedangkan Anak kecil Laki-laki, mengangkat jari kelingkingnya.


“Mari kita buat janji.” Ucap Anak kecil Laki-laki, sedangkan Anak kecil Perempuan mengangkat wajahnya menatap ke arah Anak kecil Laki-laki.


“Janji?.” Ucap Anak kecil Perempuan dengan bingung. Sedangkan Anak kecil Laki-laki mengangguk.


“Itu benar, Janji. Bahwa saat kita sudah Dewasa kita akan bertemu disini, entah apapun yang terjadi.” Ucap Anak kecil Laki-laki, sambil menggerakkan jari kelingkingnya.

__ADS_1


Sedangkan Anak kecil Perempuan, matanya cerah lalu mengangguk. Kemudian, mengangkat jari kelingkingnya.


“Janji.” Ucap keduanya, lalu tertawa kemudian bersama-sama menatap ke arah Laut.


Flashback End.


Erika, menangis dengan senang, lalu berlari menuju ke Andy, dan segera memeluknya. Kemudian berkata.


“Kenapa, tidak bilang dari awal bahwa itu, kamu. Laki-laki 10 tahun yang lalu.” Ucap Erika, dalam pelukan Andy. Sedangkan Andy, membalas pelukannya kemudian menjawab.


“Bodoh, bukankah seharusnya kau tahu saat, sudah mengetahui namaku.” Ucap Andy, memeluk Erika dengan erat.


“Aku lupa dengan namamu, dulu.” Ucap Erika, memeluk Andy dengan erat. Kemudian mereka saling bertatap muka, lalu perlahan wajah mereka mendekat.


Cup.


Mereka saling berci*man di warnai dengan indahnya pemandangan sebuah Matahari yang tenggelam di laut. Kemudian mereka kehabisan nafas dan saling menatap dan berkata.


“Aku mencintaimu.” Ucap keduanya, lalu berpelukan kembali.


Mereka berdua tidak menyadari, ada yang mengikuti mereka sambil memfoto mereka. Orang tersebut tersenyum.


“Akhirnya, Nona bisa melepas bebannya.” Ucap orang tersebut, kemudian pergi tidak ingin mengganggu mereka.


Andy dan Erika kemudian berjalan, lalu duduk di ujung tebing, sambil melihat Matahari tenggelam. Erika bersandar di bahu Andy, sambil tersenyum.


Lalu, saat Matahari sepenuhnya sudah tenggelam. Mereka akhirnya kembali. Andy mengantarkan Erika ke Hotel.


Seperti biasa, mereka memakai Taxi untuk pulang. Sampai di Hotel, Andy dan Erika tersenyum dan saling memandang. Erika kemudian malu-malu dan berkata.


“B-bagaimana k-kalau kamu bermalam disini?.” Ucap Erika dengan malu-malu, sedangkan Andy, hanya tersenyum.


“Kau yakin?. Bukankah kau bersama dengan Sekretarismu?.” Ucap Andy, sedangkan Erika menggelengkan kepalanya.


“Tidak apa-apa, kami beda Ruang.” Ucap Erika. Kemudian, Andy setuju. Karena tidak ingin mengecewakan Erika.


“Baiklah, sepertinya juga sudah malam. Taxi pun jarang lewat.” Ucap Andy, kemudian mengangguk ke Erika. Sedangkan Erika senang.


Lalu, mereka berdua masuk ke dalam Hotel. Sedangkan Sekretaris Erika, tersenyum dan bergumam.


“Sepertinya Nona akan berubah menjadi Nyonya. Akhirnya Nona sudah dewasa.” Gumam Sekretaris Erika, kemudian dia juga masuk ke dalam Hotel.


Andy dan Erika, masuk ke dalam Kamar milik Erika. Andy melihat bahwa ruangan yang dimiliki Erika mewah. Tapi, Andy sudah terbiasa dengan hal tersebut.


Andy kemudian mengambil telponnya dan mengirim Pesan ke rumah. Lalu, kemudian mematikan Telponnya.


“Kamar mandi disana, aku atau kamu duluan yang mandi?.” Ucap Erika, memandang ke arah Andy. Sedangkan Andy, tersenyum dan berjalan ke arah Erika. Kemudian menggendongnya seperti Putri.


“Kyaaaa.” Teriak Erika, terkejut namun juga Malu Andy tiba-tiba menggendongnya, lalu mukanya tambah malu, saat mendengar ucapannya.


“Kenapa kita tidak mandi bersama saja.” Ucap Andy. Kemudian Erika sembunyi di Andy. Lalu mereka berdua masuk ke kamar mandi.


Andy menurunkan Erika kemudian membuka bajunya. Kemudian mereka saling mandi tanpa melakukan apapun. Kemudian mereka keluar bersama.


Mereka keluar.Lalu Mereka saling memandang dan bercium*n. Serta perlahan menuju ke tempat tidur.


Andy mendorong Erika ke tempat tidur. Kemudian Mereka berdua mulai melakukan Permainan dan selesai 4 Jam kemudian.


Erika pingsan dengan wajah puas sambil tertidur di atas Andy. Sedangkan, Andy tersenyum dan tidur.


Keduanya tidak tahu bahwa mereka berdua melakukan permainan, sedang dilihat oleh seseorang. Orang itu juga ikut bermain, namun hanya dengan jarinya saja.


Karena tidak bisa mengikuti, orang tersebut akhirnya kelelahan dan tertidur.


Akhirnya, Hari pun berganti. Matahari pun akan memulai bersinar. Di Hotel, terlihat ada Sepasang Laki-laki dan Perempuan tertidur, yaitu yang tak lain Andy dan Erika.


Andy membuka matanya, lalu melihat ke arah tubuhnya. Ternyata ada Erika yang sedang tidur di atasnya. Lalu melihat Erika yang tidak memakai apapun, Andy menelan Salivanya.


Adik kecilnya yang masih di goa, tiba-tiba berdiri. Erika tersentak. Kemudian melihat bahwa mereka masih bersatu.


Erika tidak bisa bergerak, Andy pun membantunya. Lalu, membaringkannya di sampingnya. Andy kemudian berdiri.


“Aku akan mandi, lalu Berolahraga. Kamu tidurlah dulu.” Ucap Andy, sedangkan Erika mengangguk. Kemudian Andy pergi Mandi. Kemudian, keluar dengan memakai Baju Olahraga yang dibeli bersama Erika.


Saat, dia keluar Andy melihat sebuah jejak Air yang belum kering. Kemudian Andy berjongkok dan menggunakan tangannya untuk memegang tersebut, kemudian Andy menciumnya.


“Ini, kenapa Air ini ada disini..” Ucap Andy, kemudian melihat jejak dan ternyata jejak tersebut, berakhir di pintu sebelah. Andy tersenyum, dan tahu siapa pelakunya.


Kemudian melihat ke arah jalan lorong tersebut, dan tidak menemukan CCTV. Andy, menghela nafas. Kemudian, berjalan pergi.


‘Apakah kemarin pintu tidak terkunci, atau dia memiliki kunci cadangan. Itu pasti, sih.’ Batin Andy. Kemudian, berjalan turun ke bawah, dan keluar dari Hotel, kemudian pergi menuju ke Taman.


“Hmm, kufikirkan nanti saja, untuk mengurus Orang itu.” Gumam Andy, kemudian berjalan menuju ke  Taman dengan senyuman.


Di sisi lain.


“Ugh, sungguh besar. Lalu, itu masuk ke Nona, tapi Nona sangat senang. Sudah lama, aku juga tidak pernah melakukan hal itu.” Ucap Orang tersebut sambil melihat cairan di tangannya.


Lalu, kemudian Orang tersebut pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan dirinya. Lalu, setelah keluar dari Kamar Mandi. Ia memakai pakaian khas Sekretarisnya.


“Semoga, aku juga bisa bermain dengannya.” Ucap Orang tersebut sambil menjilat bibirnya.


Sedangkan, Andy yang berolahraga merasakan sesuatu hal yang aneh dalam tubuhnya. Entah kenapa, dirinya sedikit merinding.


“Hmm, apakah ada yang sedang menungguku, nanti malam.” Ucap Andy, kemudian menggelengkan kepalanya. Lalu, melanjutkan larinya.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2