Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 261


__ADS_3

[Chapter 261.]


[Informasi baru.]


[Silahkan Dibaca.]


Dasar Laut.


Ryuto menatap ke arah sembilan duyung yang tengah mengelilingi dirinya. Zen dan Jordan mulai bergerak dengan cepat ke arah para duyung tersebut.


Wush Wush.


Zen dan Jordan mengambil masing-masing tiga duyung, mereka memukul duyung agar berpisah. Ryuto sendiri berhadapan dengan tiga duyung, akan tetapi dirinya dengan ringan menebas kepala ketiga duyung tersebut.


Slash Slash Slash.


Chloe melihat kejadian berdarah tersebut gemetar. Dia baru kali ini melihat hal itu, tangannya menutupi wajahnya. Namun, sesuatu yang hangat melapisi dirinya.


Chloe melihat apa yang membuatnya merasakan kehangatan. Namun, ketika membuka tangan. Dia melihat Ryuto memeluk dirinya dengan lembut.


Chloe yang diperlakukan seperti itu, seketika memerah. Dirinya benar-benar merasakan malu namun dia meringkuk lebih dalam.


Ryuto merasakan hal itu, jadi membiarkan saja. Dirinya hanya tetap memeluk agar membuat Chloe nyaman.


Sementara itu, duyung laki-laki yang terpotong tangannya melihat hal tersebut. Dirinya marah dan meraung dengan keras.


“Bjingn, lepaskan Chloe! Dia bukan milikmu.” Duyung itu berteriak dengan tidak jelas. Ryuto mendengar itu, langsung menghadap ke arah duyung laki-laki.


Ryuto kemudian tersenyum dan mencium rambut Chloe. Dia benar-benar memprovokasi duyung laki-laki tersebut.


Duyung laki-laki melihat hal itu, seketika amarahnya terbakar. Air di sekelilingnya berubah menjadi tombak dan duyung itu memegang tombak tersebut.


“Bjingn, Islan tidak akan memaafkan dirimu.” Ryuto mendengar hal menarik, akan tetapi dirinya hanya mengarahkan tangan ke duyung laki-laki tersebut.


Pedang Ryukuo muncul dan mengarah ke duyung laki-laki. “Kau berisik, maka dari itu terima ini.”


Wushhhhh.


Duyung laki-laki terkejut dan segera mengayunkan tombak airnya menghalangi pedang Ryukuo. Namun, pedang berhasil menghancurkan tombak air dan menusuk duyung laki-laki.


Jlebbbbb.


Duyung laki-laki melebarkan matanya dan seteguk darah keluar dari mulutnya. “Ugh, aku tidak mungkin kalah.”


Ryuto menatap ke arah duyung laki-laki yang sudah mati tersebut. Dirinya tidak peduli sama sekali dan mulai mengelus punggung Chloe tersebut.


Ryuto juga melihat ke arah Zen dan Jordan. Di mana kedua hewan peliharaannya tersebut memakan para duyung. Dia hanya tersenyum melihat tingkah kedua hewan itu.


Chloe yang dipeluk dan dielus punggungnya seketika terlelap tidur dalam pelukan Ryuto, dia sudah lelah karena kejar-kejaran tadi.


Ryuto merasakan Chloe tidur, dirinya tersenyum dan mulai berkata pelan kepada Zen dan Jordan.


“Kalian berdua, tunggu di sini. Aku akan pergi ke Dunia Jiwa untuk meletakkan Chloe di tempat yang nyaman dan aman.”

__ADS_1


Zen dan Jordan mengangguk, mereka melanjutkan kembali makan duyung tersebut. Ryuto kemudian menghilang dari dasar laut itu.


***


Dunia Jiwa.


Ryuto muncul di danau miliknya. Kedua ular menyadari hal tersebut, mereka naik dan melihat tuannya dengan seekor duyung Perempuan.


“Salam, Tuan.”


Ryuto mengangguk dan berkata, “Aku minta kalian merawatnya. Juga sepertinya orang yang kucari berada di tempat bernama Islan.”


“Apakah kalian tahu tempat itu?” Ryuto bertanya dengan penasaran. Kedua ular saling memandang, mereka berdua menatap ke arah Ryuto dan mengangguk.


Ular hitam sedikit maju dan berkata, “Kami mengetahuinya, Tuan. Islan itu adalah sebuah tempat para duyung tinggal. Namun, kami mendengar isu bahwa tempat itu sekarang menjadi tempat budak para duyung perempuan.”


“Sama halnya dengan manusia, laki-laki membudak perempuan. Di sana sekarang terjadi hal tersebut, setelah Raja berganti.”


Ryuto mengerutkan keningnya, dirinya sedikit familiar dengan ciri-ciri para duyung. Kemudian, dia menatap kedua ular.


Ryuto dengan cepat bertanya, “Siapa Neptun?”


Kedua ular itu sedikit terkejut, kemudian ular putih maju dan menjawab, “Itu adalah putra pertama dari Raja sekarang.”


Ryuto sedikit terkejut akan hal itu, dirinya sadar dan tersenyum tak berdaya. “Berarti sekarang Tahta Raja di Islan tidak ada karena kemarin aku membunuh Raja tersebut.”


Kedua ular terkejut, mereka berdua tidak menyangka bahwa tuannya berhasil mengalahkan Raja tersebut. Keduanya terkejut karena mereka pernah melawan Raja itu dan kalah.


Ular hitam segera sadar dan berkata, “Tidak, Tuan. Sepertinya Islan sudah menentukan siapa Raja selanjutnya. Namun, bisa jadi sekarang digantikan oleh Ratu.”


Ryuto merenung, dirinya memegang dagunya sambil berpikir, ‘Apa yang dikatakan Ular Hitam benar juga... Duyung laki-laki itu adalah kandidat Raja selanjutnya, akan tetapi sudah kubunuh.’


Ryuto mengangguk dan menatap ke arah kedua ular miliknya. “Aku akan kembali, rawat dirinya. Aku tidak menyangka akan bertemu dengannya disana.”


Ryuto menghilang tanpa menunggu jawaban dari kedua ular miliknya. Kedua ular menggerakkan tubuh Chloe menuju ke danau agar Chloe bisa sembuh dari luka.


***


Ryuto kembali ke dasar laut, di dekat Zen dan Jordan. Kedua peliharaan miliknya menatap ke arah tuannya dan paham bahwa tuannya sudah selesai membawa Chloe ke tempat aman.


Blub.


‘Sial, aku lupa kalau disini adalah air.’ Ryuto dengan cepat melapisi dirinya, selepas itu dirinya akhirnya dapat bernapas lega kembali.


Zen dan Jordan terkejut, bahwa tuannya belum melapisi tubuhnya. “Bos, kau tidak apa-apa?”


Ryuto mengangguk dan menstabilkan pernafasan miliknya. Dia benar-benar ceroboh kali ini, walaupun tingkat miliknya tinggi namun dia masih manusia belum memasuki ras lain. (Ekhem itu spoiler nantinya.)


“Jadi, apakah kalian berdua sudah menikmati makanan?” Zen dan Jordan yang ditanya seperti itu, saling menatap. Kemudian, berbalik menatap ke arah Ryuto.


Zen berkata, “Sedikit kurang, Tuan. Bagaimanapun juga tubuh mereka manusia jadi kurang enak.”


Jordan sendiri mengangguk, Ryuto paham akan hal itu dan berkata, “Yah, sebenarnya selanjutnya kita akan menghancurkan sebuah Negara duyung... Mengambil perempuan duyung yang dianiaya...”

__ADS_1


Zen dan Jordan mendengar itu seketika matanya menjadi cerah, tubuh mereka seketika membengkak dan berubah menjadi besar kembali.


“Kalau begitu, ayo Tuan.”


Ryuto mendengar hal itu terkekeh, dirinya mengangguk dan berkata, “Ayo berangkat menuju ke Negara para duyung, Islan.”


***


Di dasar laut, terlihat sebuah Negara berdiri dengan kokoh. Negara itu memiliki satu ras yaitu adalah Ras Duyung.


Aturan dalam Negara ini juga sama, perempuan akan menjadi budak laki-laki. Namun, ketika Raja ke 12 naik takhta. Dia menghapus sistem budak tersebut karena tidak berguna dan membuat Ras Duyung semakin berkurang.


Namun, saudaranya tidak setuju dan akhirnya melancarkan sebuah Kudeta. Raja ke 12 mati dalam kudeta tersebut, akan tetapi putri dan istrinya berhasil kabur dari Negara.


Akhirnya, Negara tersebut kembali ke masa lalu di mana sistem budak aktif kembali. Namun, sistem itu menjadi lebih kejam dari sebelumnya.


Raja ke 13 mendengar putranya meninggal dan keluar dari Negara, akan tetapi sama sekali tidak kembali lagi.


Negara akhirnya kacau dan ingin mengangkat putra kedua Raja 13. Namun, sampai sekarang belum ada kabar.


Akhirnya, Negara mengangkat putra ketiga untuk naik takhta. Alhasil, pelaksanaan tersebut berhasil.


***


Singgasana Negara.


“Raja Arda, kami menemukan bahwa Kristal kehidupan pangeran Edra menghilang.”


Duyung laki-laki yang duduk di singgasana sambil bermain dengan para perempuan terkejut.


“Apa... Siapa yang membunuh kakak?”


Pembawa berita menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Hamba tidak tahu, Raja.”


Duyung laki-laki, menggertakkan giginya. Dia ditinggal sendirian di Dunia ini, akan tetapi dalam hatinya tersenyum senang.


‘Kakak, Ayah, semuanya tidak ada. Aku bisa menikmati saudari perempuan bahkan Ibu sekalipun sekarang.’


Raja tersebut dalam hati menyeringai mesm, kemudian tatapan dirinya menjadi tajam dan berpura-pura marah.


“Perintahkan seluruh pasukan, cari orang yang membunuh kakakku dan ayahku.”


Pembawa berita mengangguk dan melakukan hormat sebelum pergi. Raja sendiri tersenyum melihat hal itu dan berjalan menuju ke suatu kamar.


“Mari kita coba yang dewasa terlebih dahulu...”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2