Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 125


__ADS_3

[Chapter 125.]


[Gadis kecil]


[Silahkan Dibaca.]


Ryuto, Nanami, Aoi berbalik. Lalu, mereka melihat satu orang memakai pakaian rapi dan berwarna hitam, kemudian dia dikawal 2 orang penjaga yang tubuhnya kekar.


“Huff, orang busuk,” ucap Ryuto, orang tersebut mendengar ucapan Ryuto, lalu berkata dengan ekspresi marah.


“Kau... Kalian berdua tangkap mereka, akan kutunjukkan apa i-“ ucap orang tersebut, terhenti saat sebuah kaki menerpa wajahnya dengan cepat.


Brukkk.


“Aku paling benci dengan orang yang berbicara menjijikkan,” ucap Nanami, setelah menendang wajah pria tersebut.


Kedua penjaga tertegun, namun mereka merasakan rasa sakit di perut mereka. Lalu, mereka melihat Aoi memukul perut mereka dengan keras.


Brukkkk Brukkkk.


Kedua penjaga membelalakkan matanya, kemudian mereka jatuh tersungkur di bawah dan pingsan di tempat.


Sementara itu, Ryuto tersenyum melihat kedua istrinya menghancurkan mereka. Ryuto kemudian berjalan ke arah orang yang di tendang oleh Nanami.


Ryuto tiba tepat di depan orang tersebut, banyak orang menatap ke arah pertarungan tersebut. Ada juga yang merekam, keributan tersebut.


Ryuto dengan cepat menginjak burung milik orang tersebut, sampai terlihat kaki orang tersebut, mengeluarkan darah.


Pejalan yang laki-laki, segera merespon tanpa sadar, mereka menutup burung mereka satu persatu.


Ryuto kemudian berbalik dan memeluk kedua istrinya, dan masuk menuju ke Stasiun.


Di stasiun, mereka masuk ke dalam kereta yang akan menuju ke Kyoto, beruntung mereka masih punya waktu untuk kereta tersebut.


Mereka tiba di kereta dan duduk di bangku yang sudah ditentukan, lalu Aoi mengeluarkan bekal mereka, dan mulai makan bersama.


“Selamat makan,” ucap mereka bersama, lalu mulai makan. Saat mereka makan, kereta pun bergerak menuju ke Kyoto.


Selesai makan, mereka bertiga tertidur untuk mengisi tenaga mereka, serta menghilangkan kelelahan mental mereka.


Beberapa jam kemudian, kereta tiba di Kyoto. Nanami yang sudah bangun terlebih dahulu, dia membangunkan Ryuto dan Aoi.


“Ryuto, Aoi, kita sudah sampai di Kyoto,” ucap Nanami, kemudian kedua orang tersebut terbangun, dan mengedipkan mata dan mengusapnya.


“Oh, sudah sampai,” ucap Ryuto, kemudian dia menatap ke arah luar, dia mengangguk saat melihat Kyoto tersebut.

__ADS_1


Lalu, kereta berhenti. Kemudian Ryuto, Nanami, dan Aoi berjalan keluar dari kereta. Mereka bertiga berjalan keluar bergantian dengan yang lainnya.


Tak lama kemudian, mereka bertiga sudah berada di luar Kereta, Ryuto menghirup udara Kyoto tersebut, kemudian menutup matanya dan membukanya kembali sambil tersenyum.


“Bau Kyoto sungguh menye-“ ucap Ryuto, terpotong oleh sebuah suara gadis di depannya.


“Papa,” ucap Gadis tersebut, membuat Aoi dan Nanami menatap ke arah Gadis tersebut dan Ryuto, mereka berdua menaikkan alis mereka dan ekspresi mereka menunjukkan penasaran.


Ryuto yang mendengar ucapan gadis tersebut, dia menatap ke depan, terlihat sebuah gadis dengan pakaian kimono yang berwarna putih bawah merah, kimono kuil.


“Maaf, siapa ya?” ucap Ryuto, dia benar-benar bingung, kenapa tiba-tiba ada yang memanggilnya Papa saat dia baru saja turun.


“Kamu adalah papaku,” ucap gadis tersebut, berlari ke arah Ryuto dan memeluk kakinya. Sementara Aoi dan Nanami, menatap ke arah Ryuto.


Mereka melihat bahwa Ryuto tidak berbohong, lalu mereka berdua menatap ke arah gadis tersebut. Namun, mereka melihat sesuatu mengelilingi gadis tersebut.


“Ryuto, gadis ini memiliki energi,” ucap Nanami berbisik kepada Ryuto, sementara Ryuto sedikit terkejut, lalu dia menatap ke gadis tersebut, dan benar apa yang dibilang oleh Nanami.


“Oke oke, namamu siapa gadis kecil?” ucap Ryuto berjongkok dan memegang bahu anak tersebut, sementara Gadis tersebut memeluk leher Ryuto dan berkata dengan senang.


“Namaku adalah Youka, Papa,” ucap Gadis tersebut, lalu duduk di leher Ryuto. Sementara itu, Ryuto tersenyum dan menaikkan dirinya.


“Oke Youka, mari kita berkeliling di tempat ini, bersama dengan Istri Papa,” ucap Ryuto, sementara Youka menjawab dengan senang.


“Ou, ayo kedua Mama, kita berkeliling,” ucap Youka, sementara Aoi dan Nanami, mereka berdua tersenyum mendengar ucapan Youka.


Lalu, mereka berempat berjalan-jalan dan berkeliling Kyoto. Mereka berhenti di tempat kedai Dango, Ramen, dan berbagai makanan.


Kemudian, mereka pergi ke tempat sejarah disana, Youka benar-benar bahagia berjalan bersama dengan Ryuto, Aoi, dan Nanami.


Ryuto, dan para istrinya juga menikmati bermain bersama dengan Youka, mereka berhenti di taman untuk istirahat.


Nanami bermain dengan Youka, sementara Aoi berbicara dengan Ryuto, mereka berdua berbicara masalah tersebut.


“Dia baik, serta aku tidak melihat niat buruk didalamnya, tapi menyebutmu Papa, itu membuatku penasaran,” ucap Aoi, sementara Ryuto mengangguk dan berkata.


“Yah, aku sendiri bingung,” ucap Ryuto, kemudian dia bertanya kepada Iris,' Iris,apakah kamu tahu soal anak tersebut?’


[Untuk informasi ini, aku tahu]


‘Kalau gitu, ambil uangku’


[Baik, sayang]


[Youka adalah seorang manusia setengah roh, Ayah Youka adalah Manusia, sementara Ibu Youka adalah roh]

__ADS_1


[Mereka berdua menikah, tanpa Ayah Youka ketahui bahwa Ibu Youka adalah roh. Sampai, akhirnya Youka lahir, dan Ayah Youka mengetahui hal tersebut.]


[Ayah Youka mengetahui saat tubuhnya sedikit melemah dan rambutnya sudah ada warna putihnya.]


[Ternyata energi manusia Ayah Youka, sedikit demi sedikit diserap oleh Ibu Youka untuk membentuk tubuhnya.]


[Namun, sebelum benar-benar berubah menjadi manusia, Ayah Youka pergi meninggalkan Ibu Youka dan Youka]


‘Tunggu, jika dari cerita dan informasimu, berarti itu kesalahan Ibu Youka, bukan?’


[Tidak ada yang salah, sayang. Ibu Youka benar-benar tidak ingin melakukan itu, namun Ayah Youka selalu mengejar Ibu Youka.]


[Ibu Youka akan menerimanya, namun dia  bilang ‘Aku adalah roh’ kepada Ayah Youka tersebut, namun karena Ayah Youka sedang mabuk, jadi dia hanya tersenyum dan berkata ‘Tak apa, aku akan membahagiakanmu’ itu ucapan dari Ayah Youka]


[Keduanya tidak salah, dan Ibu Youka juga sudah memperingatkan, namun akhirnya dia ditinggalkan]


‘Jadi begitu, kisah mereka. Namun, kenapa Youka menganggap aku Papanya?’


[Itu karena Youka ingin Ibunya bahagia kembali, dia akan berkata ‘Kamu adalah Papa’ kepada seorang laki-laki yang memiliki hubungan energi dengan mereka]


[Mungkin energi milik anda, Kurokami. Terhubung dengan energi dirinya]


‘Oh, begitu. Itu bisa menjelaskan kenapa dia memanggilku Papa’ batin Ryuto, kemudian dia tersenyum melihat Nanami bermain dengan Youka.


Beberapa menit kemudian, terdengar suara yang memanggil Youka dari belakang Ryuto. Lalu, Ryuto berbalik dan dia sedikit terkejut.


Terlihat seorang wanita, dengan tubuh yang indah, rambut berwarna emas dan diikut Ponytail. Kimono berwarna putih dan bawahan merah, menambah kesan cantik lebih, apalagi dua melon yang besar melebihi dari para Istri Ryuto.


“Youka,” ucap wanita tersebut, saat melihat putrinya di taman bermain dengan Nanami. Sementara itu, Youka yang mendengar suara wanita tersebut, dia menoleh dan berteriak.


“Mama,” teriak Youka, lalu berlari ke arah wanita tersebut. Nanami dan Aoi menatap ke arah Ibu Youka dengan senyum misterius.


Sementara itu, Ryuto tersadar dan tersenyum melihat Ibu dan anak saling berpelukan, namun dia terganggu oleh suara notifikasi System.


[Ding]


[Dapatkan manusia setengah roh, Asami : Ibu Youka]


[Hadiah : ketahanan racun dan air]


[Hukuman : Semuanya milik Ryuto menghilang]


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2