Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 170


__ADS_3

[Chapter 170.]


[Terungkap.]


[Silahkan Dibaca.]


Kapal.


“Apa yang kau lakukan disini, nak?” ucap sebuah suara dari belakang Ryuto.


Ryuto sudah tahu kalau ada yang mendekat. Dia juga semula merasakan hawa membunuh dari orang yang mendekat tersebut.


Ryuto berbalik dan melihat orang yang menyapanya tersebut, dia juga merasakan hawa membunuh menghilang.


“Aku hanya penasaran, ini ruangan apa?” ucap Ryuto, kemudian orang tersebut tersenyum lebar dan menjawab.


“Ini adalah ruangan pendingin, di dalam ini berbagai daging ikan ada di dalam,” ucap orang tersebut.


“Oh, apakah boleh minta satu atau dua ikan?” ucap Ryuto, kemudian orang tersebut menatap ke arah Ryuto.


“Sebentar, akan kupanggil Kapten terlebih dahulu, siapa namamu?” ucap orang tersebut. Ryuto pun menjawab dengan santai.


“Ryuto, Kapten akan tahu,” ucap Ryuto, kemudian orang tersebut mengeluarkan ponsel miliknya.


Dia menekan nomor yang bertulisan Kapten kapal, lalu dia menelpon Kapten kapal tersebut dengan cepat.


Beberapa menit kemudian.


Klik.


“Kata Kapten tak masalah, untuk dirimu,” ucap orang tersebut, kemudian dia berjalan ke pintu dan memasukkan kunci.


Ceklek.


Pintu terbuka, kemudian orang tersebut masuk ke dalam terlebih dahulu, Ryuto mengikutinya dari belakang.


“Apa yang akan kau ambil?” ucap orang tersebut, kemudian Ryuto melihat berbagai ikan disana.


“Tuna dan Salmon itu, mereka terlihat bagus dan segar,” ucap Ryuto, kemudian orang tersebut mengangguk.


“Nanti akan diantarkan ke ruanganmu,” ucap orang tersebut, Ryuto hanya mengangguk dan berjalan keluar dari ruangan.


Namun, saat akan keluar dia melirik ke arah pojok sudut dari ruangan, terlihat tangan mencuat keluar dari sebuah keranjang.


Ryuto keluar dari ruangan, orang yang berada di ruangan tersebut, wajahnya berubah. Semula dia tersenyum senang, berubah menjadi datar.


“Sepertinya dia tidak mengetahui tentang hal itu,” ucap orang tersebut, berjalan menuju ke sisi pojok ruangan.


Dia mengangkat keranjang, dan terlihat beberapa orang yang sudah mati di tempat. Mereka semua tidak memakai pakaian apapun.


Entah itu, berjenis kelamain pria maupun wanita, semuanya telah mati kedinginan. Orang tersebut menyeringai melihat hal tersebut.

__ADS_1


“Hehehe, mungkin setelah ini aku akan mendapatkan mangsa,” ucap orang tersebut, tertuju kepada Ryuto.


Sisi Ryuto


Ryuto berjalan dengan santai, dia juga tersenyum mengejek saat mendengar ucapan orang di dalam ruangan beku tadi.


“Mau membunuhku, datanglah. Akan kuberikan neraka kepadamu,” ucap Ryuto, dia berjalan menuju ke ruang miliknya.


‘Ada dua orang penjahat di kapal ini, untuk perakit bom itu aku sudah tahu, lalu psikopat aneh itu, semuanya lengkap,' batin Ryuto.


Ryuto tersenyum misterius, kemudian dia melanjutkan perjalanan menuju ke arah kamar miliknya.


Tiba di dekat kamarnya, dia melihat dua orang berdiri di depan pintu kamar miliknya. Ryuto melihat hal tersebut, dia tersenyum.


“Bagaimana kondisi kalian berdua?” ucap Ryuto, kemudian kedua perempuan tersebut menatap ke arah Ryuto.


“Tuan,” ucap keduanya, yang tak lain ialah Asri dan Sari. Mereka berdua sudah berpakaian seperti Maid Ryuto yang lain.


Keduanya tersenyum senang, mereka senang telah di selamatkan oleh Ryuto, mereka menundukkan kepalanya dan berkata bersama.


“Terimakasih telah menyelamatkan kami,” ucap keduanya, sementara Ryuto melambaikan tangannya.


“Tidak masalah, apakah kalian tidak memilih untuk pergi ke tempat kalian tinggal?” ucap Ryuto.


Keduanya mengangkat wajah mereka, kemudian keduanya saling memandang dan menatap Ryuto bersama.


“Tidak, Tuan,” ucap mereka berdua, kemudian Sari sebagai kakak maju dan berkata dengan nada sedikit sedih.


“Maaf, sekarang kau bisa menganggap kami sebagai keluarga baru kalian,” ucap Ryuto, kemudian dia bertanya.


“Bagaimana kalian bisa kenal dengan gendut itu?” ucap Ryuto, kemudian Asri maju dan berkata.


“Pertama kali, aku bertemu dengannya saat aku pindah sekolah, Tuan. Geng mereka selalu mengikutiku kemanapun aku pergi,” ucap Asri.


“Sampai akhirnya, aku bertemu dengan Kakakku. Disana, geng orang tersebut menyergapku,” ucap Asri.


“Mereka melucutiku dan mempermainkan tubuhku,” ucap Asri, dia tidak bisa menahan air matanya.


Sari melebarkan matanya dan segera memeluk Asri, dia menenangkan Asri tersebut. Sementara Ryuto, wajahnya mulai gelap.


“Oh, begitu kah?” ucap Ryuto, kemudian dia mengusap kepala kedua Maid barunya tersebut.


Keduanya memandang ke arah Ryuto, dimana mereka linglung sebentar, karena sekarang terlihat Ryuto yang sedang tersenyum tulus.


“Baiklah, kalian masuk terlebih dahulu,” ucap Ryuto, kemudian keduanya tanpa sadar mengangguk.


Kedua maid baru tersebut, masuk ke dalam kamar milik Ryuto dan para istrinya. Sementara Ryuto, menatap ke arah lorong.


“Zero, pergilah ke dek kapal dan mintalah beberapa orang untuk mengawasi dua orang ini,” ucap Ryuto.


Dia menyerahkan sebuah foto, ke Zero yang muncul tepat di belakang Ryuto. Zero mengangguk dan menghilang kembali.

__ADS_1


“Apa yang dilakukan oleh laki-laki, kenapa dia berada di tepi kapal?” ucap Ryuto, kemudian dia merasakan seseorang di belakangnya.


“Ryuto, akhirnya kau disini, jadi bagaimana diskusimu dengan nona itu?” ucap suara tersebut, yang tak lain Raul.


“Normal, dan juga bisakah kau membantuku tentang satu hal?” ucap Ryuto, kemudian Raul menjadi serius.


“Apa yang bisa kubantu?” ucap Raul, kemudian Ryuto menyerahkan sebuah lembaran ke arah Raul.


“Matikan titik berwarna merah, kau pelajar cepat kan, pastinya paham arti hal tersebut,” ucap Ryuto.


“Bom.. tapi kenapa bukan anak buahmu yang menyelesaikannya?” ucap Raul, kemudian Ryuto menjawab.


“Mereka kuperintahkan melakukan tugas lainnya,” ucap Ryuto, dengan jelas. Raul mengangguk dan berkata.


“Santai saja, akan kulaksanakan dengan cepat,” ucap Raul, kemudian dia berjalan pergi menyusuri lorong kembali.


Ryuto merasakan dua istrinya akan keluar dari kamar. Ryuto menunggu keduanya keluar, kemudian pintu terbuka.


“Sayang, kenapa kau masih di luar?” ucap Anri, kemudian dia melihat bahwa Ryuto akan pergi kembali.


“Kau akan pergi lagi?” ucap Aoi, dengan santai. Ryuto mengangguk, dan berkata dengan tenang.


“Yah, hanya menyelesaikan janji dengan seorang polisi perempuan,” ucap Ryuto, keduanya tersenyum dan berkata.


“Jangan lupa, tarik dia menuju ke keluarga kita,” ucap keduanya, lalu pergi masuk kembali.


Ryuto yang mendengar ucapan istrinya, hanya menghela nafas tak berdaya. Dia menggelengkan kepalanya dan berjalan menyusuri lorong lain.


Ryuto berjalan dengan santai, bahkan langkah kakinya terdengar sangat keras.


Tap tap tap.


Dia berjalan menyusuri lorong, menuju ke sebuah kamar yang benar-benar terabaikan oleh beberapa orang.


Beberapa saat kemudian.


Ryuto berbelok ke lorong lainnya, lalu dia meluaskan persepsi miliknya, Ryuto bisa melihat di balik lorong tersebut.


“Kamar miliknya 21, hehehe disana juga ada banyak perempuan,” ucap suara yang di dengar Ryuto.


“Yah, itu benar. Apalagi mereka terlihat cantik. Kita bisa membuat mereka berlutut dan menjadi budak kita,” ucap suara lainnya.


Ryuto yang mendengar itu menyeringai, kemudian raut wajahnya menjadi tajam dan dingin.


“Ohhh, ada yang mencari kematian,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2