
[Chapter 259.]
[Perayaan.]
[Silahkan Dibaca.]
Kediaman Kurokami.
Terlihat berbagai orang berkumpul di halaman, mereka semua adalah pasukan Kurokami. Malam ini adalah perayaan untuk kemenangan mereka melawan Kerajaan Star.
Ryuto dan 201 istrinya berkumpul menjadi satu. Dirinya benar-benar terkejut ketika mendengar suara sistem mengatakan bahwa di tempat Alam Bawah sebenarnya ada 205 istri miliknya.
‘Jadi, sisa 4 istri lagi. Juga waktu Gerbang dibuka dimajukan menjadi kurang 5 hari lagi.’ Ryuto berpikir dengan ringan sambil menatap ke arah langit.
Para istrinya berenang di kolam renang yang sangat luas tersebut. Luas kolam tersebut hampir mirip seukuran dengan Danau. Bagaimanapun juga Ryuto menginginkan seluruhnya luas.
Beberapa istrinya duduk di pinggiran kolam renang, mereka menatap ke arah Ryuto yang berbaring menatap ke arah langit.
Evelyn, istri Ryuto yang memiliki rambut hitam bergelombang mendekat ke arah Ryuto. Dirinya benar-benar ingin melihat seberapa tangguh Suami barunya.
Evelyn juga mantan AV, dia pemain AV terkenal di Kerajaan Star sebelum diculik. Dirinya tidak akan pernah puas dengan orang-orang yang normal maupun luar biasa.
Evelyn tiba di dekat Ryuto, dirinya langsung duduk di atas Ryuto dan menggesekkan dirinya. Ryuto yang berbaring menyadari hal itu, dirinya tidak menatap Evelyn.
“Evelyn, kalau kau membangunkan hal itu, kau tidak akan bisa kabur loh...” Ryuto menggoda Evelyn tersebut.
Evelyn mengangkat sudut mulutnya, dirinya mendekatkan bibir miliknya ke arah telinga Ryuto, kemudian dia berbisik, “Aku malah akan senang jika itu terbangun karena tujuanku adalah itu juga.”
Lampu hijau, Ryuto mendapatkan lampu hijau dari Evelyn, dengan ringan dia mengangkat Evelyn dan mencium bibirnya dengan ringan.
“Kau benar-benar nakal, akan kuberi hukuman untukmu.” Ryuto menghilang dari kolam renang. Berbagai istrinya tersenyum, akan tetapi terkejut melihat satu persatu saudari mereka menghilang. Namun, istri yang sudah bersama Ryuto menenangkan mereka.
“Itu karena Ryuto menarik kita untuk bermain ber-“ Silvia yang belum selesai menjelaskan menghilang seketika. Dalam 5 menit kolam renang benar-benar kosong tidak ada suara apapun.
Para pasukan Kurokami selesai berpesta membawa pasangan mereka masing-masing, ada beberapa perempuan yang belum mendapatkan pasangan. Mereka benar-benar sedikit merasa kesepian.
***
Dunia Jiwa Ryuto.
Tepatnya di dalam sebuah kamar yang sangat luas, terlihat tempat tidur Ultra King Size, dimana tempat tidur yang dapat menampung 3000 orang.
Ryuto membuat seluas itu karena sistem memberitahu bahwa istri aslinya masih ada sekitar 2500 dan itu tersebar di Alam Menengah dan Alam Atas.
__ADS_1
Ryuto sedikit terkejut, akan tetapi dirinya tersenyum dengan senang mengetahui hal itu. Dirinya selesai membuat para istrinya tertidur pulas dengan wajah puas.
Ryuto turun ke tempat tidur dengan cara terbang. Bagaimanapun juga, tempat tidurnya sangat luas jadi harus terbang agar cepat turun.
Ryuto keluar dari kamar, dirinya pergi menuju keluar Kediaman miliknya. Namun, dia merasakan perasaan kesepian di Negara miliknya tersebut.
‘Aura kesepian ini?’
[Misi ekstra.]
[Berikan pasangan untuk para perempuan di Negara anda.]
[Hadiah : Kotak biasa + Blueprint ingatan.]
[Hukum : tidak ada.]
Ryuto melihat hal itu, dirinya akhirnya tahu apa yang membuat suasana Negara di Dunia Jiwa miliknya kesepian. “Huff, aku lupa akan hal tersebut.”
Ryuto sempat berpikir untuk mengikuti jalan Kurokami, di mana memiliki 15 juta istri. Namun, selepas dipikir kembali, dirinya menggelengkan kepalanya.
“Bodohnya aku, ini hidupku bukan hidup Kurokami.” Ryuto ingin menjadi dirinya sendiri, bukan Kurokami melainkan Ryuto.
“Sistem, berikan mereka pasangan sesuai dengan kriteria yang mereka inginkan.”
[Seluruh Poin Tuan akan hilang diganti dengan keinginan seluruh perempuan di Negara Anda.]
Ryuto tidak berkecil hati, bagaimanapun itu hanya poin. Dia tidak terlalu membutuhkan untuk sekarang karena dia berpikir bahwa alam menengah, sistemnya akan berganti kembali.
Seketika cahaya menyinari Negara Dunia Jiwa Ryuto. Perlahan-lahan cahaya tersebut meredup dan akhirnya perasaan kesepian di Negara menghilang dalam sekejap.
Ryuto tersenyum senang ketika melihat hal itu. Sekarang dirinya berjalan menuju ke sebuah danau di mana Ular Hitam dan Ular Putih berada.
Namun, sebelum dirinya tiba sosok hitam melesat dan duduk di bahu Ryuto. Sosok itu ialah Kucing Orange miliknya, yang bernama Zen.
“Zen, lama tidak bertemu.” Ryuto tersenyum ketika melihat kucing orange miliknya.
“Bos, sudah lama kau meninggalkanku. Namun, aku sangat menyukai dunia ini, entah kenapa sangat segar.” Zen mengungkapkan perasaan dirinya.
Ryuto tersenyum dan mengelus kepala Zen, kemudian berjalan menuju ke arah danau. Ular putih dan Hitam menyadari hal tersebut, mereka berdua naik dan melihat Ryuto.
Kedua ular itu menundukkan kepalanya dan berkata, “Salam, Tuan.”
Ryuto mengangguk, sedangkan Zen sedikit terkejut. Dirinya turun dari bahu Ryuto dan menatap dengan penuh penasaran.
__ADS_1
Ular Putih dan Ular Hitam sedikit merasa terintimidasi oleh kucing orange. Kedua ular menatap ke arah Kucing Orange, akan tetapi mereka melihat aura sang penguasa keluar dari Kucing Orange.
“Wow Bos, mereka benar-benar besar. Bagaimana caranya bisa sebesar ini?” Zen benar-benar terkejut, matanya berbinar-binar.
Ryuto menyadari ada hal aneh dengan kedua Ular miliknya. Terlihat keduanya seperti takut akan Zen tersebut. Hal ini sedikit membuatnya terkejut dan berpikir, 'Apakah ada sesuatu dengan Zen?’
Ryuto menggelengkan kepalanya dan menatap ke arah kedua ular tersebut. “Aku ingin bertanya kepada kalian berdua, apakah bisa?”
Zen sendiri melompat ke arah Ryuto. Melihat hal itu, Ryuto menangkapnya, lalu ditidurkan dalam pelukannya.
Kedua ular saling menatap, kemudian menatap ke arah Ryuto. “Silahkan, Tuan.”
“Aku ingin bertanya, apakah kalian mengenal seseorang dalam foto ini.” Ryuto menunjukkan sebuah foto kepada kedua Ular tersebut.
Kedua ular melihat foto itu, seketika membelalakkan matanya. Mereka mengenal bahkan sangat mengenal seseorang dalam foto tersebut.
“Kami mengenalnya, Tuan. Perempuan itu berada di istana Ular paling bawah. Tepatnya laut di dekat pantai Tokyo, tempatku dulu berada, Tuan.” Ular Hitam menjelaskan lokasi perempuan tersebut.
“Jadi, berada di sana kah... Kalau begitu terimakasih, juga selamat akan memiliki 7 anak nantinya.”
Ryuto berjalan pergi dengan ringan, kedua ular tersebut terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa akan memiliki tujuh anak. Hati kedua ular tersebut sangat senang, mereka saling mendekat satu sama lain.
***
Ryuto dan kucing orange pindah menuju ke arah Negara, akan tetapi dirinya merasakan bahwa seluruh orang tidur. Lalu, dia melihat ke arah langit Dunia Jiwa.
“Sepertinya perlu kubuatkan malam, biar mereka nyenyak dalam tidur.”
Ryuto memfokuskan dirinya dan mengubah struktur Dunia Jiwa miliknya. Malam pun tiba, Ryuto benar-benar bisa menciptakan hal itu karena ini adalah Dunia miliknya.
Ryuto berbalik dan pergi menuju ke arah kediaman miliknya. Namun, di tengah jalan dirinya ingat bahwa para istrinya tertidur pulas.
“Nah, Zen. Bagaimana kalau kita melakukan petualangan?” Ryuto mengajak Zen, kucing orange tersebut dengan cepat mengangguk.
“Ayo, Tuan.” Zen benar-benar bersemangat dalam melakukan petualangan, apalagi ditemani dengan Bosnya yang sudah lama tidak bertemu.
“Aku juga ikut, Tuan.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.