Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 93


__ADS_3

[Chapter 93.]


[Keinginan Amamiya.]


[Silahkan Dibaca.]


Di atap sekolah.


“Bisa, kamu hubungi Haruna, aku mau ngomong dengannya?” Ucap Ryuto sambil menatap Kaori dengan lembut.


“Sebentar, Ibu biasanya di perusahaan sekarang, semoga tidak sibuk.” Ucap Kaori mengambil telponnya dan menekan nomor yang terdapat nama ‘Ibu’.


Purupurupuru.


Katcha.


“Ya, Kaori ada apa? Ibu sibuk mengurusi perusahaan, jadi bisa cepat sedikit?” Ucap Haruna dari telpon Kaori, lalu Kaori menjawab.


“Bu, Andy mau bicara sama Ibu.” Ucap Kaori, sementara Haruna terkejut dan berfikir bahwa putrinya memberitahu masalahnya ke Andy.


“Hallo, Haruna.” Ucap Ryuto, sambil menerima telpon Kaori. Sementara, Haruna yang disapa menjawab dengan sedikit gugup.


“H-hallo, Andy.” Ucap Haruna dengan gugup. Sebenarnya dia tidak ingin lemah di depan Ryuto maupun Kaori, namun keadaan memaksanya ke tingkat untuk terlihat lemah.


“Aku dengar dari Kaori, kamu memiliki masalah dengan Yakuza Osaka kah?” ucap Ryuto, sementara Haruna dia benar-benar gugup dan menjawab dengan jujur.


“Itu benar, aku memiliki masalah dengan Yakuza, tapi jangan khawatir masalah ini akan segera selesai.” Ucap Haruna, dia tidak ingin Ryuto khawatir.


“Bodoh, jika ada masalah bilang ke aku. Bukankah aku sudah bilang saat dirumahmu?” ucap Ryuto dengan nada lembutnya.


“T-tapi...” ucap Haruna, terpotong oleh ucapan Ryuto selanjutnya.


“Jangan tapi-tapi, minggu selesai kompetisi musik di Osaka, akan ku hancurkan Yakuza tersebut.” Ucap Ryuto, sementara Haruna mendengar bahwa Ryuto akan menghancurkan Yakuza tersebut, tidak bisa tidak khawatir.


“And-..” ucap Haruna terpotong kembali, oleh suara Ryuto.


“Aku tidak akan pernah membuatmu mengalami kesedihan lagi, jadi duduk tenang di rumah dan terima kabar baik dariku.” Ucap Ryuto, kemudian melanjutkan.


“Serta, namaku bukan Andy Pratama, melainkan Ryuto Kurokami.” Ucap Ryuto, lalu menutup telpon tersebut.


Sementara itu, disisi Haruna terkejut dengan ucapan Ryuto terakhir. Dia tidak bisa lupa dengan nama baru Ryuto.

__ADS_1


“Ryuto Kurokami, Kurokami Kurokami, perusahaan terbesar yang sudah merosot ke bawah, Kurokami.” Ucap Haruna terkejut, saat mengingat perusahaan tersebut.


Di sisi Ryuto.


“Ini, telponmu. Serta, masalah Ibumu akan kuatasi di saat Kompetisi Musik kita nanti, hari Minggu.” Ucap Ryuto sambil mengembalikan telpon Kaori.


“Ayo turun, aku akan pergi ke Kepala Sekolah terlebih dahulu, kamu bisa pergi ke klub dulu.” Ucap Ryuto, berjalan pergi meninggalkan Kaori yang tertegun.


Tak lama kemudian, Kaori tersadar dan menyusul Ryuto turun. Dia sebenarnya terkejut dengan nama Ryuto yang berubah.


Kaori yang sudah sampai bawah, segera berjalan menuju ke ruang klub musik. Sedangkan Ryuto dia sudah sampai di depan ruang Kepala Sekolah.


Tok Tok Tok.


“Masuk.” Ucap seorang Wanita dari dalam, suara Wanita tersebut sangat lembut. Ryuto yang mendengar suara tersebut, membuka pintu ruang Kepala Sekolah.


“Eh, sayang ada apa?.” Ucap Wanita tersebut, yang tak lain Amamiya Kurokami, Kepala Sekolah sekaligus istri dari Ryuto Kurokami.


“Aku kesini, ingin mengunjungimu sekaligus mau meminta ijin.” Ucap Ryuto, berjalan ke arah sofa di ruang Kepala Sekolah tersebut.


Amamiya yang melihat Ryuto duduk di sofa, dia juga berjalan ke arah belakang Ryuto dan memeluknya dari belakang.


“Ada apa sayang?” ucap Amamiya kepada Ryuto. Sementara itu, Ryuto yang dipeluk dan melihat Amamiya menggunakan bahunya untuk menopang kepalanya, dia mencium Amamiya.


“Aku akan pergi ke sekolah, tapi saat penting saja, apakah boleh, Sayang?” ucap Ryuto setelah mencium Amamiya.


Sementara Amamiya dia sedikit terkejut, lalu tersenyum setelah menerima ciuman bibir dari Ryuto. Namun saat akan menjawab pintu terbuka dan menampilkan Aria yang masuk membawa dokumen.


“A-apa ya-yang sedang kalian lakukan di sini?.” Ucap Aria, dia tidak menyangka bahwa Kepala Sekolah bermesraan dengan Ryuto. Aria menatap ke arah Ryuto dengan tajam.


“Oh, Aria-sensei.” Ucap Ryuto melihat ke arah Aria dengan santai. Sementara, Aria menajamkan tatapannya dan berkata.


“Apa yang kamu lakukan dengan Kepala Sekolah, Andy?” ucap Aria, sementara Ryuto menatap ke arah Amamiya, keduanya mengangguk dan menunjukkan tangan mereka.


“Kami sudah menikah.” Ucap keduanya dengan santai, sementara Aria terkejut seperti tersambar oleh petir.


Dalam fantasi liarnya, dia tidak berharap bahwa Ryuto memiliki hubungan dengan Kepala Sekolah. Seketika kakinya lemas dan terduduk di tempat.


Ryuto memandang ke arah Amamiya kembali dan tertawa pelan melihat Aria yang terduduk. Amamiya kemudian melepaskan pelukannya dan pergi berjalan menuju ke Aria.


“Maaf, Aria. Kami sudah menikah 4 hari yang lalu. Tapi, belum ada acara besar-besarannya.” Ucap Amamiya sambil merangkul Aria agar bisa berdiri.

__ADS_1


Ryuto juga berdiri dan menatap ke arah Amamiya untuk melepaskan Aria. Amamiya mengangguk kemudian melepaskan Aria dan Aria di tangkap oleh Ryuto, kemudian di gendong ala putri.


“Kyaaa, apa yang kau lakukan Andy.” Teriak tanpa sadar Aria, dia memerah malu karena tiba-tiba di gendong oleh Ryuto.


“Ssstt, aku hanya membawamu ke sofa untuk duduk. Serta, namaku bukan Andy lagi namun Ryuto Kurokami.” Ucap Ryuto, sedangkan Aria terkejut dengan ucapan dari Ryuto.


‘Kurokami, perusahaan besar yang merosot menjadi perusahaan biasa. Jadi, itu identitasnya.’ Batin Aria, kemudian Aria di baringkan di sofa oleh Ryuto.


“Jadi, bagaimana sayang. Apakah aku diizinkan?” ucap Ryuto, sementara Amamiya menjawab dengan serius.


“Itu, kamu harus memberikan alasan yang pasti.” Ucap Amamiya, dia ingin tahu kenapa Ryuto ingin meminta libur dan hanya masuk saat penting saja.


“Aku harus membangun perusahaan, serta mengembangkan keluarga Kurokami lagi.” Ucap Ryuto dengan jujur. Amamiya dan Aria terpana dengan keseriusan dan kejujuran Ryuto.


 “Baiklah, aku izinkan. Tapi ada syaratnya.” Ucap Amamiya mendekat ke arah telinga Ryuto dan membisikkan sesuatu yang dapat di dengar Aria.


“Akachan. (Bayi)” ucap Amamiya berbisik kepada Ryuto, sementara itu Aria terkejut dengan ucapan dari Amamiya.


“Kau yakin?” ucap Ryuto menatap ke arah Amamiya dengan serius. Amamiya menatap Ryuto, dia tersenyum dan mengangguk.


“Ya, aku ingin.” Ucap Amamiya, sedangkan Ryuto mengangguk. Aria terkejut lalu segera sadar kembali. Kemudian, dia duduk di sofa.


‘Aku juga ingin seperti mereka. Tapi bagaimana cara mengungkapkannya.’ Batin Aria, dia memerah dan berperang dengan fikirannya sendiri.


Ryuto dan Amamiya menatap ke arah Aria, mereka berdua melihat bahwa Aria memerah karena malu. Amamiya menatap ke arah Ryuto.


“Sayang, kembalilah ke kelasmu.” Ucap Amamiya, dia ingin Ryuto keluar dari ruangan tersebut, sementara itu Ryuto menatap ke arah Amamiya dan mengangguk.


Ryuto berdiri dan mencium kening Amamiya, kemudian keluar dari ruangan Kepala Sekolah tersebut. Melihat Ryuto sudah keluar dan pintu sudah ditutup, Amamiya berjalan ke arah Aria dan menepuk bahunya.


“Mari kita bicara berdua.” Ucap Amamiya, dia tahu apa yang difikirkan Aria, karena insting kewanitaannya.


Sementara itu, di sisi Ryuto dia berjalan sambil tersenyum dan berfikir.


‘Sepertinya akan tambah satu Wanita yang segel.’


[To be Continued.]


Info : Maaf telat, lagi Sakit akunya.


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2