
[Chapter 187.]
[Menang.]
[Silahkan Dibaca.]
Candi Prambanan.
Ryuto menatap ke arah Bandung Bondowoso, dia kemudian melesat maju ke arah depan, lalu melayangkan pukulan.
Wushhh.
Buggghhh.
Bandung Bondowoso terkejut, dia terlempar ke belakang dengan keras, kemudian dia menabrak salah satu pohon.
Boomm.
Ryuto mengerutkan keningnya, dia menatap ke arah Bandung Bondowoso dengan aneh, dia bergumam.
“Kenapa dia begitu lemah?” gumam Ryuto, dia benar-benar merasa aneh, sampai akhirnya Bandung Bondowoso bangun.
“Pukulan yang sangat kuat,” ucap Bandung Bondowoso, kemudian dia mengangkat kerisnya.
"Sun matek aji, ajiku Bandung Bondowoso,
Kang mengkoni ratuning wesi,
Kulitku tembaga,
Dagingku wojo,
Ototku kawat,
Balungku wesi,
Bayuku rasa,
Dengkulku paron,
Heh ya aku Bandung Bondowoso,
Ratuning gegaman tan ono,
Tumono ing badanku." Ucap Bandung Bondowoso menyelesaikan kata-kata ajian miliknya.
Seketika tubuhnya membesar dan terlihat tubuhnya lebih kekar dan lebih terlihat seperti berlian.
“Majulah, kau tidak akan bisa menghancurkan Ajianku ini,” ucap Bandung Bondowoso, sementara Ryuto menaikkan alisnya.
‘Hanya naik sampai prajurit langit 7, ini istriku sudah bisa mengatasinya, yah menyenangkan pendahulu juga bagus,' batin Ryuto.
Dia memejamkan matanya dan tersenyum, kemudian energi spiritual di tangannya mulai membesar.
Perlahan-lahan mengecil dan menjadi lebih padat, Ryuto membuka matanya dan menatap Bandung Bondowoso.
Ryuto mengayunkan tangannya ke arah depan, lalu berhenti tepat lurus ke arah depan yaitu Bandung Bondowoso.
Booommmm.
Energi spiritual meledak dan melesat ke arah Bandung Bondowoso dengan cepat, Bandung Bondowoso dengan cepat berposisi menahan.
Booommmm.
Debu beterbangan, kemudian menghilang perlahan-lahan dan terlihat seorang berdiri dengan tanah rusak akibat kaki tergeser ke belakang.
Bandung Bondowoso benar-benar tidak menyangka ada yang bisa mendorong dirinya sangat jauh.
__ADS_1
“Tak kusangka, ada yang bisa melawanku saat menggunakan Ajianku,” ucap Bandung Bondowoso, lalu sudut mulutnya terangkat.
“Kau kuat, nak. Aku akui itu, waktunya aku menyerang,” ucap Bandung Bondowoso, kemudian dia mengangkat kerisnya.
Blar Blar.
Petir menyambar dimana-mana, kemudian petir menyambar ke arah Bandung Bondowoso.
Seketika keris yang berada di tangan kanannya bersinar, lalu melepaskan diri dan masuk ke dalam tubuh Bandung Bondowoso.
“Berhati-hatilah, Nak. Sekarang bukan aku yang mengendalikan tubuhku,” ucap Bandung Bondowoso, lalu matanya memejam.
Ryuto tidak terlalu peduli, dia melihat Bandung Bondowoso terus dihujani petir terus menerus.
Ketika Bandung Bondowoso membuka matanya, hal pertama yang dilihat petir menghilang, mata iris tajam seperti makhluk menatap kejam orang di depannya.
“Oh, mode lain,” ucap Ryuto, dia sedikit terkejut melihat tingkat Bandung Bondowoso naik satu kali.
Bandung Bondowoso menghilang dan muncul kembali di depan Ryuto, sementara Ryuto yang melihat itu, dia menaikkan sudut mulutnya.
Booommm.
Bandung Bondowoso memukul dengan keras ke arah Ryuto, pukulan berlian dengan tulang sudah menjadi sekuat besi.
Ryuto merespon dengan menyilangkan kedua tangannya di depan, dia menerima pukulan tersebut.
Wushhh.
Ryuto diterbangkan biasa ke belakang, dia melakukan backflip santai, lalu melihat Bandung Bondowoso tiba di depannya.
Terlihat tangan terkepal erat, petir biru terlihat melapisi tangannya tersebut, kemudian kepalan tangan mengarah ke Ryuto.
Ryuto masih sama, dia menahannya kembali. Namun, kali ini Ryuto merasakan kekuatan yang lebih kuat dari awal.
Booooommmmm.
“Ini baru namanya pukulan,” ucap Ryuto, dia merasakan tangannya sedikit gemetar, dia sejak tadi mengimbangi tingkat dari Bandung Bondowoso.
Bandung Bondowoso menatap dengan tajam dan mengerikan, kemudian dia mengangkat telapak tangannya.
Telapak tangan lurus ke arah Ryuto, kemudian terlihat proyektil telapak tangan hitam terbentuk.
“Oh,” ucap Ryuto, dia benar-benar mendapatkan sesuatu yang menarik, dia pohon menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya tersebut.
Tatapan Ryuto menjadi lebih tenang, lalu terlihat siluet pohon besar di belakangnya, Ryuto berposisi menahan.
Bandung Bondowoso melesatkan proyektil telapak tangan tersebut dengan cepat ke arah Ryuto.
Haruna, Kaori, Olivia, dan Lisa terpana dengan pertarungan tersebut, kemudian mereka melihat ke arah Bandung Bondowoso awalnya duduk.
Mereka melihat sebuah patung yang terlihat seperti perempuan menari retak, mereka terkejut.
Retakan semakin menjalar, hampir keseluruhan retak, ke empat istri Ryuto tersebut mulai sedikit serius.
“Bukankah itu tempat semula Bandung Bondowoso?” tanya Olivia, kemudian di jawab oleh Lisa.
“Kau benar, kalau menurut sejarah, patung itu adalah....” ucap Lisa terhenti, kemudian Haruna dan Kaori menjawab bersama.
“Roro Jonggrang,” ucap keduanya, kemudian mereka terus melihat retakan terus bergerak menjadi kecil.
Di sisi pertempuran.
Ryuto melihat serangan telapak tangan melesat ke arahnya, dia mengangkat kedua tangannya dan menunjukkan kedua telapak tangannya.
Boooommmm.
Terlihat telapak tangan hitam besar tertahan oleh kedua telapak tangan Ryuto, keduanya saling dorong mendorong.
__ADS_1
Namun, Ryuto dengan mudahnya menambahkan kekuatan di telapak tangannya.
Boooommm.
Telapak tangan hitam menghilang, lalu terlihat Bandung Bondowoso yang mulai terlihat akan selesai dalam mode kerasukannya.
Ryuto menatap ke arah Bandung Bondowoso, dia tersenyum, kemudian dia melesat ke arah Bandung Bondowoso.
“Siapa yang menyuruhmu untuk berhenti,” ucap Ryuto muncul di depan Bandung Bondowoso, kemudian dia menyeringai dan memukul tepat pipi kanan Bandung Bondowoso.
Booommmm.
Bandung Bondowoso sepenuhnya terkena pukulan dan terbang melesat ke arah kirinya, yang dimana banyak candi berdiri.
“Pukulanku sekarang sekuat pohon besar, kau tahu,” ucap Ryuto, kemudian dia mengikuti Bandung Bondowoso yang terbang.
Ryuto muncul tepat di atas Bandung Bondowoso, kemudian dia mengayunkan pukulannya ke bawah tepat perut Bandung Bondowoso.
Boooommmmm.
Tanah di bawah Bandung Bondowoso hancur dan membentuk sebuah kawah besar, dengan tengahnya Bandung Bondowoso yang terbaring.
“Hah Hah Hah, ka..u sa..ngat ku..at, na..k,” ucap Bandung Bondowoso, dia sudah tidak kerasukan kembali.
Ryuto sendiri menatap dengan tenang dan santai ke arah Bandung Bondowoso, dia tersenyum dan berkata.
“Kau juga, walaupun aku tidak suka sifat kejam dan memaksamu, namun kau di sisi lain punya maksud tertentu,” ucap Ryuto.
Bandung Bondowoso yang mendengar hal tersebut tersenyum dan mulai berkata dengan lemah.
“Yah, kau adalah orang kedua yang pernah bilang begitu,Nak,” ucap Bandung Bondowoso, kemudian Ryuto menaikkan alisnya.
“Pertama adalah Roro Jonggrang, dia berkata bahwa aku memang kejam selepas pulang dari medan perang,” ucap Bandung Bondowoso.
“Memang apa yang terjadi di Medan Perang?” tanya Ryuto dengan penasaran, kemudian Bandung Bondowoso tersenyum.
“Seluruh pasukan dan temanmu di bunuh dengan gila di depanmu, awalnya aku sendiri tidak percaya, sampai aku bertemu seseorang,” ucap Bandung Bondowoso.
“Orang itu mengajarkanku apa itu Dunia, kekejaman Dunia, bagaimana Dunia bergerak, Kedamaian tidak akan pernah ada,” ucap Bandung Bondowoso.
“Selama Manusia masih memiliki sifat serakah, dunia tidak akan pernah damai, satu orang satu keluarga satu desa satu kota satu negara satu dunia, kehancuran akan selalu merambah,” ucap Bandung Bondowoso.
Ryuto melebarkan matanya, dia benar-benar terkejut mendengar ucapan tersebut, dia tahu maksud di balik ucapan Bandung Bondowoso.
Krakkk booommm.
Bandung Bondowoso dan Ryuto menatap ke arah ledakan tersebut, kemudian muncul seorang perempuan.
Perempuan cantik, dengan pakaian khas seorang putri adat jawa kuno, mahkota khas jawa menghias di kepalanya.
Iris mata berwarna coklat, tatapan penuh kelembutan, bibir yang merah begitu indah, bagi laki-laki pasti mereka akan meneguk salivanya.
Bandung Bondowoso melebarkan matanya saat melihat hal tersebut, tatapan mereka bertemu.
Perempuan tersebut menatap Bandung Bondowoso yang menatapnya dengan terkejut, sementara perempuan tersebut khawatir.
Perempuan tersebut khawatir dengan keadaan Bandung Bondowoso, keduanya saling memanggil secara bersamaan.
“Bandung / Roro,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1