Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 277


__ADS_3

[Chapter 277.]


[Perang Puncak 2.]


[Silahkan Dibaca.]


Portal.


“Ding..Brukk..” suara dua buah tombak saling beradu satu sama lain. Valeria memutar tombak miliknya dengan cepat, kemudian mengayunkan ke arah musuh di depannya, yaitu Yu Lan.


“Dinggg...” Yu Lan menangkis serangan tersebut. Kemudian, Valeria melakukan backflip ke belakang. Tatapannya menjadi sengit, ia sedikit menaikkan sudut mulutnya.


“Mari kita hentikan pemanasan ini.” Valeria berkata sambil mengalirkan energi spiritual, kemudian energi tersebut perlahan melapisi tombak itu.


“Tcih.” Yu Lan, benar-benar dingin. Dirinya tidak peduli apapun, hanya satu yaitu mengalahkan Valeria yang berada di depannya.


“Wush...” keduanya melesat dengan cepat, Yu Lan mengayunkan tombak miliknya yang sudah terlapisi energi spiritual sejak awal.


Valeria melihat hal itu, sedikit menunduk dan memutar tombaknya dari belakang menuju ke arah tombak Yu Lan.


“Boomm...” dorongan kuat membuat Yu Lan terpental ke belakang. Dia melakukan backflip dengan cepat agar mendarat dengan stabil.


Namun, ketika Yu Lan tiba di tanah. Sosok Valeria tiba di depannya sambil mengayunkan tombaknya.


Yu Lan sedikit terkejut, akan tetapi dia semakin terkejut ketika melihat Valeria menggunakan punggung tombak.


“Brukk...” Valeria memukul tepat perut Yu Lan, hal itu membuat perempuan itu melebarkan matanya karena pukulan tersebut keras.


“Brak...” Yu Lan terjatuh dan terbaring di tanah sambil memegang perutnya yang sakit. Valeria tidak menyangka bahwa Yu Lan masih sadar.


“Kamu gigih, tapi maaf... Aku memiliki tugas untuk membawamu ke sisi kami.” Valeria dengan ringan memukul tengkuk leher Yu Lan.


“Ken---“ belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Yu Lan menutup matanya dan terbaring tak sadarkan diri. Valeria hanya mengibaskan tangannya, lalu Yu Lan menghilang dari tempat.


Valeria kemudian menatap ke arah sekeliling dan menemukan Mona, Sania, dan Chu Lin sedang menjaga dan membunuh para monster yang lewat dari pasukan kurokami.


Valeria dengan cepat membantu mereka karena terlihat para saudarinya sedikit kesusahan dalam mengatasinya.


“Tunggu aku, saudari.”


***


“Sring..Sring.. Sring..” terlihat percikan api tercipta akibat benturan dua belati yang tajam tersebut. Kasumi dan Ho Lian saling bertukar serangan terus-menerus.


“Tringgg..Wush.. Wush...” keduanya saling berbenturan dan muncul di jarak dan tempat mereka masing-masing.


Kasumi menatap sedikit tajam ke arah Ho Lian, dia sama sekali tidak menganggap lawannya tersebut sebanding dengan dirinya.

__ADS_1


“Hehe, menyerahlah... Aku akan memainkan dirimu tepat di suamimu. Ahh, aku sudah tidak sabar menantikan hal itu.”


Kasumi sekarang benar-benar menggelap, dirinya tidak menyangka laki-laki di depannya sangat mesum, apalagi ingin mempermainkannya di depan Ryuto.


“Wush...” Aura hitam keluar dari tubuh Kasumi, Ho Lian menyeringai melihat hal itu. Dirinya tidak tahu, bahwa ia sudah memancing seekor singa betina yang mengerikan.


“Sepertinya kematian sebentar tidak pantas untukmu...” Kasumi menatap ke arah Ho Lian, iris matanya yang merah menambah kesan mengerikan. “Maka dari itu, nikmatilah kematian perlahan-lahan.”


“Wushh...” Kasumi menghilang dalam sekejap, Ho Lian mengerutkan keningnya ketika tidak merasakan hawa keberadaan dari Kasumi tersebut.


“Slash..” sebuah tebasan mengenai tepat tangan kanan Ho Lian. Hal itu membuatnya merasakan rasa sakit.


“Slash..” tebasan kembali mengenai pipi Ho Lian, dia sekarang benar-benar merasa marah dan sedikit ada jejak ketakutan dalam dirinya tersebut.


“Slash..Slash..Slash..” perlahan-lahan tebasan terus meningkat, Ho Lian tidak bisa menggertakkan giginya kembali. Dirinya berteriak dengan keras.


“Ahhhhh, tolong berhen---“ sebelum menyelesaikan kalimatnya, lidah Ho Lian terpotong. Rasa sakit dengan cepat menjalar ke seluruh tubuhnya.


Ho Lian tidak bisa berteriak kembali, suaranya sudah dihancurkan oleh Kasumi. Bahkan kakinya sekarang tidak bisa menampung tubuhnya. Dirinya seketika terduduk dan merasakan perasaan mengerikan dan ketakutan yang dalam sekarang.


Perlahan-lahan, Ho Lian terjatuh dan mati terbaring di lantai. Dia benar-benar tidak sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit tersebut.


Kasumi muncul dan menatap dengan dingin. “Hmm, hanya begitu saja sudah mati.”


Kasumi kemudian memandang ke arah gerbang, dia memiringkan kepalanya ketika melihat empat saudarinya tengah bertarung dengan monster.


***


Rose, Alsace, Shima, Tifa, dan Evelyn menyelesaikan musuhnya dengan cepat. Mereka menyerang ke arah tempat para monster yang sedang bertarung dengan pasukan kurokami.


Mereka berlima ingin mengurangi monster yang melesat ke arah para saudarinya.


Kelimanya tiba dan mulai menyerang para monster. Mereka sangat cepat untuk melawan para monster tersebut, bahkan para pasukan kurokami tidak bisa mengikuti kecepatan dari kelima istri Ryuto tersebut.


***


Zehard, Simon, Rider, dan Kurht juga ikut membantu, mereka selesai membunuh para musuh yang menghadang, mereka menyelesaikan dengan cepat karena musuh yang dilawan sangat lemah.


***


“Boom..Boom..Boom..” ledakan terjadi antara dua kepalan tangan dari dua sosok yang sedang bertarung. Keduanya adalah Eleven dan Gong Sha.


“Booommm...” keduanya melompat mundur dan saling menatap, Eleven sedikit menggerakkan lehernya ke kanan dan kiri. Gong Sha melihat hal itu, paham bahwa waktunya sudah serius.


“Sepertinya, sudah waktunya untuk serius.” Gong Sha berkata dengan dalam, tubuhnya seketika mengeluarkan berbagai urat-urat nadi.


“Kau benar, waktu pemanasan selesai. Mari kita serius.” Siluet mata Eleven bercahaya. Dia dengan ringan mengeluarkan energi spiritual dan menyelimuti dirinya.

__ADS_1


Keduanya saling memandang, aura di sekitar mereka sangat pekat. Bahkan para monster, memilih menghindar dari tempat tersebut.


“Wushh...” keduanya melesat dengan cepat ke arah masing-masing. Mereka mengepalkan tangannya dengan erat dan mengayunkan kepalan tangan tersebut ke arah depan.


“Booommmm....” Ledakan besar terjadi, hembusan angin membuat monster yang belum sempat menghindar terkena dampaknya tersebut.


***


Ryuto yang tengah menatap ke arah An Shi seketika mengeluarkan Qi miliknya. Dia melapisi tangan dengan Qi, membuat tangan tersebut berkobar dengan warna hitam keunguan.


Ryuto juga merasakan bentrokan dari masing-masing anak buahnya, dia juga merasakan bentrokan kuat Cohza dengan seseorang.


Ryuto kemudian melakukan kuda-kuda dalam bela diri. Tangan kiri terbuka lebar mengarah ke depan, tangan kanan terlapisi Qi di belakang.


“Wush..” Ryuto seketika memasuki alam kesunyian. Dimana seluruh ruang di sekitarnya berhenti seketika.


Ryuto dengan ringan mengayunkan tangan kanannya ke depan. Kobaran semakin membesar dan tepat tangan berada di depan.


“Booommmm...” Ledakan besar terjadi, gelombang kejut bergerak dengan sangat cepat dan kuat ke arah An Shi tersebut.


“Boom...Boom..” Monster apapun yang menghalangi serangan tersebut hancur tak bersisa, serangan terus melesat menuju ke arah An shi.


***


An Shi melihat hal itu, ia mendengus ringan. Kemudian, dirinya berdiri dan memutar tombak hitam miliknya tersebut.


“Cih, kekuatan lemah beraninya datang ke arahku.” An Shi berkata dengan penuh arogansi. Qi melapisi tombaknya, kemudian dia mengayunkan dengan keras ke depan.


“Wushh..” Serangan Tombak An Shi melesat dan tepat bertemu dengan serangan dari Ryuto tersebut.


“Boommmmm...” Ledakan besar terjadi, berbagai monster terbang karena gelombang angin dari benturan dua serangan tersebut.


An Shi kemudian turun dan masuk ke dalam medan perang. Dia menatap tajam ke arah Ryuto, seringai miliknya masih terlihat.


***


Ryuto menyeringai ketika serangan miliknya membunuh 2 Miliar Monster dan menerbangkan 500 juta monster. Dia sekarang menatap ke ujung kawah lurus yang dia ciptakan tadi.


“Oh, sepertinya pertarungan puncak dimulai.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2