
[Chapter 222.]
[Persiapan.]
[Silahkan Dibaca.]
Kerajaan Blue, kerajaan yang sangat luas dan sangat besar. Kerajaan tersebut terletak di Benua Eropa. Kerajaan Blue memiliki julukan yaitu the King of Europe. Kerajaan Blue mendapatkan julukan itu karena Kerajaan Blue memiliki wilayah yang mencakup seluruh Benua Eropa.
Dalam Kerajaan Blue, terdapat sebuah Ibukota dimana Istana bagi Raja tinggal. Ibukota itu ialah Ibukota Rexas. Dalam Istana tersebut terdapat sebuah ruang singgasana yang begitu megah. Ruangan tersebut duduk seorang Raja yang wajahnya menghitam.
“Itu yang tertulis di dalam surat ini, Raja.” Menteri muram ketika membaca surat yang berasal dari Zero. Ruang singgasana seketika diam, mereka tidak menyangka bahwa akan ada orang yang begitu bodoh menantang mereka.
“Kirim seluruh pasukan Blue, buru orang yang bernama Ryuto Kurokami. Hancurkan seluruh istrinya itu,” perintah Raja. Dia benar-benar marah ketika mendengar surat balasan dari Zero. Dengan begini mereka punya alasan untuk berperang dengan Ryuto.
Namun, mereka benar-benar bodoh dan idiot. Mereka mengira bahwa Ryuto hanya seorang pejuang dengan kekuatan tingkat Prajurit lautan. Seluruh orang di dalam singgasana menyeringai mesum ketika mengingat postur tubuh para istri Ryuto.
Raja benar-benar ingin memiliki seluruhnya, bukan sebagai istri melainkan sebagai budak mainannya. Dia ingin menyiksa istri Ryuto dengan membuat mereka bisa terlihat seperti budak yang butuh Raja sepenuhnya.
Namun, itu semua hanya angan-angan sebelum mereka semua mati rata dengan tanah. Kerajaan Blue juga terkenal akan tempat permainan. Setiap ada festival pasti akan ada syarat untuk perempuan tidak boleh memakai pakaian.
**
Kediaman Ryuto, tepatnya ruang kerja Zero. Ryuto duduk di sofa sambil menunggu Zero yang sedang memilah seluruh pasukan yang akam dikirim. Perintah Ryuto seluruh pasukan, namun dalam perintah itu, mengandung makna hanya yang sudah siap berperang saja.
“Zero, juga ada berapa pasukan yang memiliki tingkat Prajurit lautan?” tanya Ryuto, dia penasaran dengan hal itu. Zero yang sudah memilah berbagai dokumen menjawab dengan ringan, “Ada sekitar 4500 an, rata-rata mereka akan naik ke prajurit langit. Sementara pasukan lainnya berada pada tingkat prajurit darat yang akan naik menjadi prajurit lautan.”
Ryuto mendengar hal itu sedikit terkejut, dia tidak menyangka seluruh pasukannya akan berkembang secepat ini. Hanya dengan ruang dan waktu, para pasukan pintar dalam memanfaatkan hal itu. Pemuda itu puas ketika mendengar ucapan tentang perkembangan para pasukan miliknya.
“Zero, selain dirimu ada berapa orang yang udah berada di prajurit langit?” tanya Ryuto kembali, Zero mengangguk kemudian dia melihat listnya kembali dan berkata, “Selain aku, ada Lion, Gin, One, Eleven, Alpha, lalu ada 100 pasukan di bawah kami tepat.”
Ryuto tersenyum, lalu berkata, “kau dan 50 pasukan tingkat Prajurit langit, memimpin 3000 pasukan prajurit lautan, 85.000 pasukan tingkat Prajurit daratan.” Zero yang mendengar itu ssdikit terkejut, lalu dia tersenyum senang.
__ADS_1
Bagaimanapun dia akhirnya bisa pergi perang. Zero selama ini hanya bertugas menjaga keamanan wilayah, dia selalu berpatroli melihat seluruh wilayah. Jika ada tindakan illegal, pasukan pertama Ryuto itu akan memberantasnya dengan ringan.
“Aku akan turun dalam perang, ketika keadaan tidak terkendali.” Ryuto berdiri, Zero sedikit terkejut dengan ungkapan Ryuto. Dia adalah pasukan pertama yang selalu berada dimana-mana ketika dibutuhkan oleh Ryuto dimanapun. Jadi dia paham setiap ungkapan Ryuto pasti ada maksud tersembunyi.
“Baik, Tuan.” Zero hanya bisa mengangguk setuju, dia akan mencari sendiri apa yang akan terjadi nanti. Ryuto berjalan pergi dari ruangan, pemuda itu benar-benar menyerahkan komando pasukan kepada orang yang selalu ikut dengannya sejak awal.
**
Ryuto keluar dari ruang Zero. Dia berjalan menuju ke arah tempat para istrinya berada, Pemuda itu akhirnya menemukan para istrinya. Dia tersenyum ketika melihat dari persepsi miliknya bahwa para istrinya berada di Taman rumah.
Ryuto memiliki rencana sendiri, dia akan melatih Elena untuk awalan. Dia tidak ingin saat akan perang terjadi, istrinya tidak bisa menyelesaikan musuhnya. Ryuto akan melatih Elena sampai tingkat prajurit Alam.
Pemuda itu tiba di tempat istrinya berada, dia menatap ke arah para istrinya dan tatapannya jatuh kepada Elena. Seluruh istri Ryuto menyadari kehadiran Suaminya kecuali Elena, karena dia belum berlatih sama sekali.
“Sayang.” Seluruh istri Ryuto kecuali Elena berkata secara bersamaan. Elena terkejut mendengar para saudarinya menyebutkan kata ‘Sayang’ di suatu arah. Perempuan itu melihat ke arah para saudari yang lain tatap.
Elena menemukan Ryuto yang berjalan ke arah mereka, dia sedikit malu karena tidak menyadari Suaminya datang. Para istri Ryuto melihat Elena yang sedikit sedih, mereka paham akan hal itu. Para istri Ryuto menatap ke arah Suaminya dan memberi isyarat untuk melakukan sesuatu.
Ryuto tidak akan memaksakan Istrinya, semuanya akan kembali kepada Elena sendiri. Jika dia mau, Ryuto akan melatihnya. Jika dia tidak ingin, Ryuto akan melindunginya apapun yang terjadi. Elena mendengar itu seketika menjadi senang dalam hati.
Elena sejak mengetahui identitas asli Ryuto dan perbedaan dirinya dengan Saudari lainnya, dia merasa tidak berguna. Karena berfikir seperti itu, dia juga ingin menjadi kuat agar bisa bersama dengan Saudari dan Suaminya.
Elena menatap ke arah Ryuto dengan penuh tekad, dia menjawab, “Aku mau berlatih, aku tidak bisa melihatmu dan para saudariku berperang sementara aku hanya berlindung dan bersantai-santai, aku tidak mau seperti itu.”
Mendengar ucapan Elena, Ryuto tersenyum senang. Dia kemudian mengarahkan tangannya ke atas kepala Elena. Ryuto mengelus rambut Elena dengan lembut dan berkata, “Aku akan menjadikan dirimu kuat seperti saudarimu yang lain.”
Elena senang dengan ucapan Ryuto, sebelum dia berkata. Pemuda itu dengan cepat menyegel mulutnya. Elena benar-benar terkejut, lalu dia merasakan bahwa ada sesuatu yang memaksa untuk masuk ke dalam mulutnya, Elena membuka mulutnya.
Keduanya saling menikmati ciuman tersebut. Ryuto melepas ciumannya, dia menatap ke arah Elena yang memerah malu karena dicium olehnya. Sementara para istri Ryuto lainnya, terkekeh melihat hal tersebut.
Mereka juga mendekat ke arah Ryuto dan mereka saling berciuman satu persatu. Elena yang melihat hal itu benar-benar terkejut, namun juga merasa panas. Selepas Ryuto mencium seluruh istrinya, dia menatap ke arah Elena yang sudah menatapnya dengan panas.
__ADS_1
“Tahan dirimu, ingat perasaan itu. Selepas ini kau akan fokus latihan, jika kau bisa bertahan dalam pelatihanku, hadiahnya adalah apa yang kau inginkan itu,” ucap Ryuto. Dia benar-benar membuat Elena menjadi semangat, bagaimanapun juga perasaan yang barusan dia rasakan sangat besar.
(Note : Pas panas-panasnya berhenti, perempuan pasti akan melakukan apapun untuk mengatasi rasa itu.)
“Baiklah, ayo kita pergi ke tempat latihan.” Ryuto memegang Elena, sementara para istrinya yang lain mengangguk. Mereka seketika menghilang dari tempat.
[Data Istri Ryuto : Arisa Kurokami.]
Arisa adalah seorang perempuan pendiam penyuka Ramen. Dia akan selalu ada dimanapun ramen yang menarik ada, Arisa sendiri ialah putra dari penjual rumah yang sekarang di tempati Ryuto dan para istrinya.
Awal pertemuan Arisa dan Ryuto, di tempat Ramen. Ryuto sepulang dari pelatihan bahasa dengan Raul, Sera, dan Angel. Mereka selepas bertemu, menuju ke kedai ramen terdekat. Melihat tempat yang sudah penuh, mereka bingung.
Lalu, melihat sebuah bangku yang disana terdapat satu perempuan yang tak lain, ialah Arisa. Disanalah mereka awal bertemu. Raul, Angel, Sera, dan Ryuto berkenalan dengan Arisa, mereka duduk bersama.
Perlahan hubungan mereka tumbuh, Arisa benar-benar menyukai Ryuto awal karena ramen, hubungan mereka terus berkembang sampai akhirnya menikah, Arisa tidak keberatan dengan Ryuto banyak istri.
(Nama : Arisa Kurokami.)
(Umur : 18 Tahun.)
(Tingkat : Prajurit Alam tahap 4.)
(Kondisi : Senang, Hamil, bahagia, puas.)
(Persentase mencintai Ryuto : 100%.)
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.