Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 194


__ADS_3

[Chapter 194.]


[Tiba di Gedung Presiden.]


[Silahkan Dibaca.]


Tengah jalan.


Tiga Tank menghalangi perjalanan dari Ryuto dan para istrinya, Tank mengarah ke arah jalan dan tepat lurus dengan mobil Ryuto.


Zero menatap ke arah para pasukan yang menekan ketakutan mereka, Zero menyeringai dengan liar.


Kemudian, dia melesat dengan cepat ke arah para pasukan tersebut, Pemimpin pasukan yang melihat hal tersebut, berteriak.


“Semuanya tembak,” teriak Pemimpin pasukan, membangunkan para pasukan dari rasa ketakutan mereka.


Kemudian, mereka mengarahkan senjata api ke arah Zero dan mulai menembak dengan bersamaan.


Drrtt Drrtt Drrtt Drrtt Drrtt Drrtt.


Zero memandang ke depan, dia sudah mempelajari spiritual dari Ryuto, juga dia belajar berbagai hal dalam perpustakaan.


Visi pandangan Zero melihat peluru melesat ke arahnya dalam kecepatan lambat, dia berlari dan dengan ringan menghindari seluruh peluru.


Para pasukan melihat hal tersebut merasa ngeri, peluru dihindari. Bagi mereka hal tersebut sangat tidak mungkin, namun fakta dan bukti ada di depan mereka.


Zero terlihat melesat dan melompat ke atas, tangannya tidak mengepal, melainkan membentuk seperti cakar Naga.


(Note : Kalau kalian pernah lihat One Piece, kalian pasti tahu bentuk Cakar Naga, kekuatan dari Sabo.)


Booommm.


Tank yang terkena cakar Naga tersebut, tembus dan menghancurkan orang yang di dalamnya.


Zero mengeluarkan tangannya yang sudah berlumuran dengan darah orang tersebut, Zero berbalik dan memegang moncong Tank.


Seluruh pasukan terkejut dengan apa yang dia lihat, mereka melihat Zero menekan moncong Tank yang dikatakan Baja terkuat, menjadi mengkerut dan hancur.


Boom.


Moncong di lemparkan kepada para pasukan tersebut, mereka terkejut dan terseret oleh moncong tersebut.


Zero mulai melesat kembali, pasukan juga tidak tinggal diam, mereka menembak secara membabi buta.


Drrt Drrt Drrt Drrt Drrt.


Zero menghindari seluruh peluru, membuat peluru tersebut melesat ke para pasukan yang berada di belakangnya.


Mereka benar-benar kualahan dengan melawan Zero tersebut, kemudian Pemimpin Pasukan meluncurkan peluru meriam Tank.


Boooommmm.


Zero melihat tersebut, dia juga melihat bola hitam perlahan-lahan keluar dari moncong Tank, dia dengan cepat melesat ke arah bola hitam yang terlihat seperti orang berjalan, bagi Zero.

__ADS_1


Tiba di dekat bola hitam tersebut, Zero memukulnya kembali dengan lebih cepat ke arah moncong Tank tersebut.


Boooommmm.


Tank milik Pemimpin Pasukan meledak, moral para pasukan turun. Mereka sekarang benar-benar takut, mereka semua berlari tanpa arah.


“Huff, kukira kalian menghiburku,” Zero berkata, kemudian dia mengambil pistol para pasukan yang tergeletak.


Dia dengan santai menembak pistol tersebut ke arah para pasukan yang kabur, dia menembak dan tidak peduli peluru, karena jika peluru habis pistol ganti sudah ada di dekatnya.


Dor Dor Dor Dor Dor.


Dia terus menembak sambil tersenyum, seluruh tembakan miliknya selalu tepat kepala para pasukan yang melarikan diri tersebut.


Jleb Jleb Jleb Jleb.


Para pasukan semakin ketakutan, mereka ingin berlindung di balik pohon, namun peluru sudah mengenai kepala mereka.


Zero yang sudah selesai membunuh 250 pasukan tersebut, dia berjalan menuju ke Mobil, namun saat akan beranjak, dia mendengar suara Helikopter.


Wuss wuss wuss.


Zero memandang ke arah langit, dia melihat ada 10 Helikopter menatap ke arah dirinya dan senapan mengarah ke dirinya.


Zero menyipitkan matanya, kemudian dia mendengar suara dari Helikopter1 tersebut.


“Menyerahlah atau kau akan kami tembak,” ucap orang yang mengendarai Helikopter tersebut.


Zero sendiri menatap ke arah puing-puing dari Tank yang dia hancurkan. Kemudian, dia mengambil pecahan-pecahan besi dari Tank.


Zero melemparkan besi-besi tersebut ke arah atas, melihat hal tersebut para pengendali Helikopter ingin mencibir, namun mereka seketika merasakan Helikopter jatuh.


Blur Blur Blur Blur Blur Blur.


12 keping besi menghantam pusat baling-baling, membuat baling-baling Helikopter terlepas dari Helikopter tersebut.


Zero berbalik dan Helikopter jatuh ke bawah dengan kecepatan yang mengerikan, Zero berjalan sambil membenarkan jasnya.


Boom Boom Boom Boom Boom Boom.


Boom Boom Boom Boom Boom Boom.


“Berani menghalangi Kurokami, artinya mati,” ucap Zero, dengan langkah santai miliknya, dia benar-benar terlihat seperti bergaya.


‘Seharusnya Anisa ada disini, biar dia tahu betapa kerennya aku,” batin Zero, dia merasa bodoh sekarang.


Zero masuk ke dalam mobil, kemudian menjalankan mobil menuju ke Gedung Presiden.


Di Gedung Presiden.


Tempat yang semula hanya ada beberapa orang, sekarang berubah menjadi sangat ramai.


Mereka semua adalah para pejabat dari Indonesia asli, mereka ada yang berbagai jenis, ada yang korupsi, serius, malas, dan berbagai hal lainnya.

__ADS_1


Ada juga beberapa pasukan dari Ryuto, mereka semua sudah tiba terlebih dahulu, karena lokasi mereka dekat.


Beberapa perwakilan dari Negara-Negara tetangga juga datang, mereka penasaran siapa yang membeli Indonesia, jika ada waktu mereka ingin menjilat kaki Ryuto.


(Note : Mereka takut jika tidak menjilat, mereka tidak akan memiliki sumber keuangan mereka, karena sumber alam Indonesia lebih besar dari Negara mereka.)


Namun, apakah Ryuto akan peduli dengan mereka, sama sekali tidak. Dia akan membatalkan seluruh kerja sama yang tidak menguntungkan sama sekali.


Jika Negara-Negara tetangga ingin perang, Ryuto akan menerima perang tersebut, itu memudahkan tujuannya.


Berbagai Mobil hitam muncul, kemudian terbuka seluruh pintu mobil tersebut, lalu keluar berbagai artis terkenal, mereka semua juga ingin melihat Pemimpin Negara baru mereka.


Bahkan reporter dengan cepat sudah berada di posisi mereka masing-masing, Keluarga-keluarga besar juga hadir.


Vroommm.


Raungan berbagai mobil muncul, mobil-mobil terkenal dan mewah muncul, hanya saja warna hitam menjadi ciri khas dari mobil tersebut.


“Apakah sudah datang?” tanya Pejabat tertinggi, tangan kanan mantan Presiden terdahulu.


Mobil mewah terparkir dengan rapi membentuk sebuah jalan menuju ke arah Gedung Presiden.


“Pembukaan yang menakjubkan,” melihat pemandangan tersebut, para artis tidak bisa tidak berseru dengan hebat.


Lalu, pintu mobil terbuka memunculkan berbagai orang dengan pakaian sama, yaitu putih dengan jas hitam.


Mereka semua berdiri di sela-sela antara mobil satu dengan yang lainnya, kemudian mereka menundukkan kepala.


Seluruh penonton yang melihat adegan tersebut benar-benar heboh, mereka tidak menyangka pembukaan seperti ini.


Di ujung dari jalan menuju ke ke gedung Presiden, mobil Limosin hitam berhenti. Semuanya menatap ke arah mobil tersebut.


Kemudian, keluar seorang pemuda dengan memakai pakaian mirip dengan para pasukan tersebut, dia adalah Zero.


Dia membuka pintu dan menundukkan kepalanya, dari dalam pintu tersebut, keluar seorang Pemuda dengan wajah yang sangat tampan.


Para artis perempuan memerah, para penonton juga merasa panas. Mereka benar-benar terkejut dengan reaksi alami mereka.


Ryuto keluar, kemudian menatap lurus ke arah gedung Presiden. Dia berjalan ke arah Gedung Presiden tersebut.


Di ikuti oleh para istrinya yang perlahan keluar dari dalam mobil dan berjalan mengikuti Ryuto tersebut.


Banyak laki-laki terpesona dengan para istri Ryuto, kecantikan yang sangat tidak wajar membuat mereka iri terhadap Ryuto.


Ryuto dan para istrinya berdiri di jalan, dimana para pasukannya berada, seluruh pasukan seketika berteriak dengan keras.


“Selamat datang, Tuan,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2