
[Chapter 236.]
[Pergi ke Pantai Tokyo.]
[Silahkan Dibaca.]
Dunia jiwa Ryuto, di sebuah kamar tidur terbaring Ryuto dengan Kaguya. Mereka berdua tertidur selepas melakukan Pertempuran yang sangat intens. Namun, perlahan-lahan Ryuto terbangun dan membuka matanya.
Ryuto duduk dan meregangkan otot-otot tubuh miliknya, lalu dia melihat ke arah perempuan di sampingnya yang tak lain ialah Kaguya. Ryuto tersenyum kemudian dia turun dari tempat tidur. Ryuto mengeluarkan meja makan kecil, lalu membuat makanan dengan santai.
Kaguya perlahan-lahan terbangun, dia membuka mata sepenuhnya. Kemudian, duduk di tempat tidur. Dia masih setengah sadar, lalu melihat sekitar ruang kamar. Kaguya melebarkan matanya ketika melihat ruang tidur tersebut.
“Aku berada dimana?” Kaguya bingung, namun dalam sekejap dia mengingat adegan panas dirinya dengan Ryuto. Kaguya seketika ingat dan wajahnya memerah. Kedua tangannya menutup wajahnya tersebut.
Kaguya malu ketika mengingat kejadian tersebut, lalu dia melihat ke sekeliling melalui sela-sela jarinya. Kemudian dia menemukan Ryuto sedang duduk di kursi makan sambil menyiapkan makanan.
Kaguya ingin marah tapi entah bagaimana hatinya benar-benar tidak bisa. Ryuto merasakan Kaguya bangun, lalu dia berkata, “Oh, kau sudah bangun. Jangan bergerak terlebih dahulu, kakimu pasti sakit karena permainan kemarin terlihat pertama kali bagimu.”
Kaguya mengangguk, dia memang merasakan rasa sakit di antara kakinya. Permainan pertamanya benar-benar intens. Ryuto menaruh meja kecil di depan Kaguya, kemudian dia berkata, “Makanlah agar tenagamu cepat pulih.”
Kaguya menuruti ucapan Ryuto, dia mulai makan makanan yang disediakan oleh Ryuto. Matanya melebar, dia benar-benar merasa terbang dengan makanan tersebut. Ryuto melihat hal itu tersenyum.
Beberapa menit kemudian, Kaguya selesai makan. Dia menatap ke arah Ryuto dan berkata, “Terimakasih.” Ryuto mendengar hal itu mengangguk. Kemudian Kaguya ingat kejadian semalam dan bertanya, “Kau keluar sangat banyak di dalam, apakah kau akan bertanggung jawab jika terdapat anak di perutku?”
Ryuto yang mendapati pertanyaan itu, berhenti. Kemudian dia menatap ke arah Kaguya sambil tersenyum. “Ya, kau akan menjadi salah satu istriku.” Ryuto berkata dengan nada lembut. Kemudian bertanya, “Lalu, bagaimana dengan pekerjaanmu?”
Kaguya mendapati pertanyaan itu, dia bingung lalu tersenyum. “Aku akan kembali ke Organisasi, juga kau sudah menjadi Suamiku, berarti aku akan menjadi informan untukmu nanti.” Ryuto tersenyum, lalu berjalan ke arah Kaguya.
“Terimakasih,” ucap Ryuto, kemudian mencium Kaguya dengan mesra. Kaguya menerimanya dengan senang, bagaimanapun dia dimiliki oleh orang terkuat jadi tidak mungkin untuk menolak. Perempuan itu kemudian ingat sesuatu.
“Kapan aku bertemu dengan Saudariku?” tanya Kaguya dengan penasaran. Ryuto tersenyum, kemudian dia meletakkan sebuah cincin ke tangan Kaguya. “Cincin ini berarti kau adalah istriku, itu cincin akan menjagamu dan masih banyak lagi.”
Kaguya senang, dia memeluk Ryuto dengan erat. Kemudian, dia turun dari tempat tidur. Tubuhnya masih terlihat, dia tidak memakai baju apapun. Ryuto sedikit tergoda, dia berjalan ke arah Kaguya dan meremas dua buah Kaguya.
__ADS_1
“Ky-Ughhnn.” Kaguya benar-benar terkejut namun segera tergantikan dengan kenikmatan. Ryuto selesai bermain dengan dua buah tersebut, Kaguya sedikit mengembungkan pipinya dan berkata, “Jangan tiba-tiba, aku terkejut.”
Ryuto merasa lucu dan menepuk kepala Kaguya, lalu dia berkata, “Pakailah pakaianmu kita akan keluar dari ruang ini.” Kaguya mengangguk, dia mulai memakai pakaian kimono dengan lambang Bulan. Kemudian, dia mengambil topeng yang dia pakai sebelumnya.
“Aku sudah siap.” Ryuto mengangguk ketika mendengar suara Kaguya. Pemuda itu juga sudah berganti ke pakaian santainya. Lalu, dia mengayunkan tangannya. Kedua orang itu menghilang dan muncul di tempat mereka menghilang sebelumnya.
Kaguya melihat ke sekeliling, dia kembali ke pabrik sebelumnya. Ryuto menggunakan fresh kepada Kaguya agar menghilangkan aroma miliknya di tubuh Kaguya. Selepas itu, Ryuto berkata, “Kalau begitu, aku keluar dulu. Jaga dirimu di sana nanti.”
Kaguya mengangguk, Ryuto langsung menghilang dari tempat. Kaguya berjalan keluar dan terbang menuju ke tempat organisasi miliknya berada. Ryuto sendiri muncul di atap pabrik tak terpakai tersebut. Dia menatap ke arah Kaguya yang pergi, Ryuto tersenyum.
“Tinggal satu perempuan lagi.” Ryuto berbalik dan pergi menuju ke arah pantai. Dia bergerak sangat cepat karena merindukan para istrinya. Dia melompat dari atap satu ke atap lain, gerakannya sangat cepat mirip seperti Ninja.
***
Pantai Tokyo, terlihat beberapa perempuan yang berjemur secara bersamaan. Mereka benar-benar begitu menggoda, banyak pasang mata mesum memandang mereka. Hal itu membuat para perempuan tersebut risih dan mengalirkan energi spiritual ke pasir dan menerbangkan ke arah mata para laki-laki tersebut.
Wushhhhh.
“Arhhh, mataku mataku.” Teriak kesakitan para laki-laki yang memandang kelompok perempuan tersebut. Banyak yang berhenti dan berbisik-bisik bahwa para laki-laki tersebut terkena karma karena melihat perempuan menggoda.
Para lelaki sudah pulih dari pasir yang masuk ke mata mereka. Para lelaki saling memandang dan mengangguk, mereka ada 45 lelaki dan berjalan mendekat ke arah para istri Ryuto. Lalu, salah satu laki-laki maju dan berkata, “Nona-Nona, bagaimana kalau kami pijat tubuh kalian agar lebih ringan?”
Para istri Ryuto mengabaikan para laki-laki yang mengelilingi mereka. Para istri Ryuto berbicara sendiri dan mengabaikan sepenuhnya para laki-laki tersebut. Orang yang berkata tadi terlihat mengedutkan keningnya, dia muram dan emosi miliknya naik.
“Hallo, Nona-nona, bagaimana dengan tawaranku?” laki-laki itu masih bersikeras untuk menawarkan pijatan. Para istri Ryuto diam, kemudian salah satu dari istri Ryuto yang tak lain ialah Alice bertanya dengan lembut. “Apakah anda mengajak bicara dengan kami?”
Pfffttt.
Para laki-laki benar-benar menahan tawanya ketika melihat orang yang berbicara tadi dijawab dengan begitu. Sementara itu, orang yang menawarkan tadi lebih muram, wajahnya benar-benar memerah malu dan marah.
Orang itu melirik ke arah para laki-laki, seketika para laki-laki diam. Orang itu kembali menatap ke arah para istri Ryuto, sebelum orang itu berkata. Ada seseorang yang menyela dari belakang para laki-laki tersebut.
“Osuu, ada apa disini?” tanya suara tersebut, membuat para laki-laki dan orang itu menoleh ke arah suara yang menyela mereka. Seluruh laki-laki melihat seorang pemuda berdiri dengan wajah santai dan datar.
__ADS_1
“Oi bocah, jangan gangg-“ sebelum salah satu laki-laki itu menyelesaikan kata-katanya. Pemuda itu muncul di depan laki-laki tersebut, kemudian mencekik lehernya dan mengangkat ke atas. Para laki-laki terkejut dengan hal itu.
“Kau bicara apa tadi?” tanya Pemuda tersebut dengan dingin. Laki-laki yang dicekik berjuang untuk lepas bahkan meminta pertolongan para temannya. Namun, tidak ada yang bergerak sama sekali. Mereka benar-benar merasa ketakutan melihat hal itu.
“Sepertinya kalian berani, macam-macam dengan para istriku.” Ryuto melempar laki-laki yang dia cekik. Laki-laki itu tersungkur di bawah entah masih hidup atau mati. Ryuto menatap ke arah para laki-laki tersebut dan mengeluarkan aura membunuh.
Wushhhhh.
“Pergi atau mati.”
[Promosi Novel sendiri.]
Novel baru dah rilis, Tema Fantasi Timur. Jangan lupa di baca, tinggalkan komen, Like, dll.
[Data Istri Ryuto : Nina Kurokami.]
Nina adalah putri dari seorang Yakuza, Awal bertemu dia dengan Ryuto saat di Indonesia. Nina bertemu Ryuto ketika Ryuto memberi makan kepada Kucing. Selepas itu mereka berpisah dan bertemu kembali. Saat mereka bertemu kembali, hubungan mereka menjadi lebih kuat dan akhirnya menikah.
(Nama : Nina Kurokami.)
(Umur : 18 Tahun.)
(Tingkat : Prajurit Alam tahap 9.)
(Kondisi : Senang, Hamil, bahagia, puas.)
(Persentase mencintai Ryuto : 100%.)
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.