Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 43


__ADS_3

[Chapter 43.]


[Cerita pilu Sayoko.]


[Silahkan Dibaca.]


Restoran Andy.


Walaupun pembicaraan mereka, akan sedikit berat. Namun, suasana membuat pembicaraan itu menjadi lebih mudah.


“Jadi, Sayoko. Apakah ada yang kau sembunyikan?.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko menunduk gelisah. Sasha yang berada di dekatnya, menepuk punggungnya dan menceritakannya.


“Baiklah, sebenarnya aku sebelum masuk ke SMA, aku selalu melakukan itu dengan Orang acak.” Ucap Sayoko, menahan tangisnya yang keluar. Sasha menenangkan Sayoko.


Andy, Yui, dan Yuka menatap ke arah Sayoko dengan pandangan bingung, apalagi Andy dia mengerutkan keningnya.


“Jadi?.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko dan Sasha terkejut dengan jawaban dari Andy. Sayoko berfikir bahwa Andy akan menatapnya dengan jijik.


“Jadi, Kenapa kalau kau, pernah bermain dengan orang lain. Tapi, sebelum itu, pasti ada hal yang membuatmu harus begitu bukan?.” Ucap Andy, kemudian Sayoko mengangguk dan menjawab.


“Itu, karena pacarku dulu...”


Flashback.


2 Tahun yang lalu.


Sayoko berada di kelas SMP Kotohana. Dia adalah orang yang selalu pendiam, dia bingung bagaimana cara berteman. Itu sudah terjadi sejak dia mulai SMP.


Namun, saat kelas 3 SMP. Sayoko akhirnya mencoba berubah. Namun, Sayoko tidak tahu perubahannya membawa malapetaka untuknya.


Sayoko mulai mencoba merias diri, lalu dia melihat ke kaca dan terlihat wajahnya yang tambah lebih cantik dari sebelumnya.


Lalu, Sayoko pergi ke Sekolah. Dia menarik banyak perhatian, mulailah banyak yang mendekatinya. Sedangkan, Sayoko senang bahwa dia akhirnya mendapat teman. Namun, dia tidak tahu karena dia mulai menarik seorang Laki-laki.


Laki-laki itu, tersenyum lalu menyuruh seorang Perempuan yang berada di pelukannya. Laki-laki lainnya juga.


“Hei, kau cobalah berteman dengan dia. Aku ingin mencicipinya.” Ucap Laki-laki 1, yang sedang memeluk Perempuan tadi.


“Baiklah.” Ucap Perempuan itu, kemudian mencium Laki-laki itu. Sedangkan, Laki-laki 2 itu tersenyum menyeriangi mesum.


“Sepertinya, kita mendapat mangsa.” Ucap Laki-laki 2, melihat kedua Perempuan yang diperintahkan Laki-laki 2 sudah mulai akrab dengan Sayoko.


Kembali ke Sayoko, dia terkejut bahwa dua Perempuan yang bisa dianggap Perempuan tercantik mendekatinya.


“Hai, boleh kita kenalan.” Ucap Perempuan 1. Sedangkan Sayoko mengangguk.


“Un, salam kenal namaku Sayoko.” Ucap Sayoko, sambil tersenyum. Kemudian, Perempuan 2 datang dari samping yang lain.


“Oh, Sayoko. Kalau begitu namaku Alira. Sedangkan dia, Irene. Kau tahu, kau sekarang menjadi pusat perhatian, karenaa kecantikanmu.” Ucap Alira. Sedangkan Irene mengangguk dan menambahi.


“Itu benar, kau sekarang berbeda dari yang dulu.” Ucap Irene, denyan senyum senangnya.


“Eh, kalian berdua lebih cantik daripada aku.” Ucap Sayoko, kemudian mereka bertiga berbicara-bicara banyak hal, sampai Bel masuk kembali berbunyi.


Beberapa jam kemudian, Bel pulang berbunyi. Sayoko dengan senang keluar dari Sekolahan. Hatinya sangat senang, bahwa dia banyak teman.


Lalu, dia pergi menuju ke sebuah Toko Buku, karena dia ingin membeli buku yang baru rilis. Sesaat setelah Bel berbunyi.


Alira dan Irene, yang sudah mengetahui tujuan, Sayoko selanjutnya. Mereka tersenyum jahat, lalu memberitahu ke Laki-laki 1.


“Adrian, Sayoko pulang nanti menuju ke Toko Buku.” Ucap Alira, mencium pipi Adrian. Sedangkan, Adrian menyeriangi senang.


“Terimakasih, sayang.” Ucap Adrian, kemudian mencium kening Alira. Lalu berjalan pergi, terlebih dahulu menuju ke Toko Buku.


Sekarang, Sayoko sudah berada di Toko Buku, lalu terlihat Adrian sedang melihat-lihat Buku. Kemudian, Adrian melihat Sayoko ingin mengambil Buku di depannya. Adrian pun dengan cepat mengambilnya.


“Eh.” Ucap Sayoko, terkejut karena ada yang mendahuluinya. Adrian berpura-pura terkejut, karena melihat, Sayoko akan mengambil buku tersebut.


“Maaf, aku mengambilnya terlebih dahulu. Tapi, kalau kamu benar-benar ingin, ini tidak apa-apa.” Ucap Adrian, memberikan Buku tersebut.


“Eh, kau yakin. Ini hanya ada beberapa loh?.” Ucap Sayoko, dia terkejut dengan Laki-laki di depannya, menyerahkan Buku begitu saja.


“Tidak masalah, bagaimana kalau kita berkenalan di Restoran terdekat?. Apakah kamu sibuk?.” Ucap Adrian, sedangkan Sayoko yang polos berfikir dan mengangguk.


“Baiklah, aku tidak ada kesibukkan setelah ini.” Ucap Sayoko dengan mudahnya menerima. Kemudian, mereka berdua pergi ke kasir toko Buku. Namun, yang membayar adalah Adrian.


“Terimakasih.” Ucap Sayoko, dengan senang. Sedangkan Adrian tersenyum dan mengangguk. Kemudian mereka pergi ke Restoran terdekat.


Saat mereka pesan minuman. Sayoko pergi ke Kamar Mandi, sedangkan Adrian yang merasa timing yang tepat. Segera memasukkan sesuatu ke Minuman Sayoko.

__ADS_1


Lalu, tak lama kemudian Sayoko kembali. Kemudian, dia meminum sampai habis minuman tersebut. Selepas itu, Adrian membayar dan berpisah. Namun, Adrian mengikuti Sayoko yang pulang.


Perlahan terlihat Sayoko, seperti pusing. Adrian segera mendekat, kemudian membopongnya. Lalu, keluar dari Gang sepi tersebut, menuju ke Hotel.


“Akhirnya, aku mencicipimu.” Ucap Adrian, kemudian Adrian mulai melakukan Permainan, sampai terlihat Sayoko bergetar dan terlihat kesenangan.


Adrian pun memfoto hal tersebut. Kemudian, Adrian meninggalkan Sayoko di kamar tersebut.


Keesokan harinya, Sayoko bangun dan terkejut dengan apa yang terjadi. Lalu dia mengingat bahwa dia bermain dengan Adrian saat malam. Sayoko, terkejut kemudian terkulai lemas.


Sayoko merasa, hidupnya hancur seketika, lalu Hpnya berdering. Kemudian, melihat Ibunya dan Ayahnya menelponnya berkali-kali. Lalu, ada sebuah file masuk dari Nomor yang tidak dikenal.


Saat membuka, Sayoko menangis dan terkejut. Terlihat di foto tersebut, Sayoko yang kehilangan kendali dan bermain dengan Ekspresi gila.


“Aku, sudah berakhir.” Ucap Sayoko, kemudian melihat pesan yang terkirim, pesan tersebut yaitu adalah pesan ancaman. Sayoko, benar-benar menangis dengan histeris.


Setelah itu, Sayoko mencoba tersenyum dan ceria saat sampai di rumah. Lalu, hari biasa Sayoko, berubah menjadi, hari yang menyedihkan.


Sayoko terus dimainkan oleh Adrian dan beberapa temannya. Sayoko sudah merasa putus asa, dengan hidupnya.


Sampai suatu hari, Sayoko bermain dengan Adrian dan teman-temannya secara bersamaan. Namun, mereka bermain di Sekolahan.


Sayangnya, saat mereka bermain. Ada satu Perempuan yang mengetahui mereka, yaitu Sasha. Adrian, juga ingin menyeret Sasha, namun tidak berhasil.


Sasha, yang melihat itu. Melangkah maju dan menendang seluruh Laki-laki disana. Sasha adalah seorang Ahli Bela Diri, jadi dia menghajar habis, seluruh laki-laki tersebut.


Tidak lupa, juga. Sasha menghancurkan Burung mereka semua. Sasha tidak pandang bulu, dia menghancurkan Kaki, Tangan, dan Burung mereka semua. Lalu, berkata.


“Kau tahu, mempermainkan seorang Perempuan seperti ini. Apalagi memperkosanya, jangan harap kalian bisa mati, tanpa penyiksaan dariku.” Ucap Sasha. Kemudian membawa Sayoko ke Uks.


Sasha menenangkan Sayoko, lalu dia tahu seluruh cerita yang di alami Sayoko. Lalu, mereka menjadi sahabat dalam sekejap.


“Halo, kalian ambil seluruh Laki-laki yang berada di Gudang. Siksa mereka, lalu bunuh.” Ucap Sasha, menelpon seseorang.


“Sasha, aku. Apakah harus memberitahu keluarga ku.” Ucap Sayoko, sedangkan Sasha menjawab.


“Aku sudah memberitahu Nyonya.” Ucap Sasha, sedangkan Sayoko terkejut, dan ternyata Sasha adalah orang yang diminta oleh Ibunya untuk melihat apa yang terjadi dengannya.


“Jadi, kamu..” Ucap Sayoko, merasa pedih untuk hidupnya. Lalu, Sasha memeluk Sayoko dan menjawab.


“Tenang, aku akan selalu berada disisimu.” Ucap Sasha, sedangkan Sayoko menjadi lebih hangat saat mendengar hal tersebut.


Lalu, mereka pulang ke rumah. Namun, Sayoko di usir oleh Ayahnya, sedangkan Ibunya menangis melihat hal tersebut. Kemudian, memerintahkan Sasha secara diam-diam untuk bersama dengan Sayoko.


Kemudian, Sayoko saat lulus. Sudah bertekad akan mengubah dirinya menjadi baru. Dia akhirnya membuka lembaran baru saat di SMA.


Flashback End.


Andy, merasa kasihan melihat kisah hidup dari Sayoko. Andy akhirnya paham, kenapa Sayoko bilang, kenapa tidak jijik kepadanya. Andy kemudian menggelengkan kepalanya.


“Kau, mengalami hal yang sangat berat, Sayoko.” Ucap Andy, merasa sakit di hatinya mendengar hal tersebut. Dia dijebak, lalu di perkosa secara bersamaan, kemudian di usir dari rumah. Perempuan mana yang kuat dengan semua ini.


Andy kemudian berdiri, dan berjalan di sebelah Sayoko. Lalu, memeluknya dan menenangkannya. Sayoko merasakan kehangatan dan merasa aman saat, melihat Andy memeluknya.


Tak lama kemudian, Sayoko pun tertidur di pelukan Andy. Sasha yang melihat hal tersebut hanya menghela nafas.


“Minggu depan, kalian pindah ke Rumahku yang baru saja.” Ucap Andy, tiba-tiba. Membuat semuanya terkejut. Lalu, Sasha menjawab.


“Kenapa kami harus pindah ke Rumahmu?.” Ucap Sasha, lalu Andy memandang ke arah Sasha dan menjawab.


“Karena, aku tidak ingin ada hal yang terjadi pada kalian. Karena kalian adalah orang yang dekat denganku.” Ucap Andy, sedangkan Sasha tertegun dan tersipu.


“Si-siapa juga yang dekat sama kamu, Hempp.” Ucap Sasha, dengan mode Tsunderenya. Andy menggelengkan kepalanya.


Lalu, mereka menikmati. Sore hari tersebut di dalam Restoran. Andy kemudian, Ijin sebentar menuju ke sebuah tempat, mereka mengangguk. Sasha pun menemani Sayoko tidur.


Andy, kemudian keluar dan berjalan menuju ke Rumah besar untuk menyerap Energi Roh kembali. Sesampai disana, Andy segera menyerap.


[Selamat, Tuan mendapatkan 20 Energi.]


Selesai, menyerap Andy kembali ke Restoran. Lalu, masuk ke dalam restoran. Semuanya melihat Andy, masuk. Namun, Andy tidak pergi menuju ke mereka, melainkan Andy masuk ke Dapur.


Mereka semua, mengabaikan Andy dan mulai bicara-bicara kembali. Sampai akhirnya Sayoko bangun dari tidurnya.


“Oh, akhirnya kau bangun, Sayoko.” Ucap Yui, kemudian terlihat Sayoko yang melihat ke arah kanan dan kiri. Lalu, akhirnya dia mulai mengingat.


“Ugh, Maaf aku malah tidur.” Ucap Sayoko, menundukkan kepalanya, minta maaf serta sedikit malu. Sedangkan, Yui dan Yuka hanya menjawab.


“Tidak apa-apa.” Ucap mereka, sedangkan Sayoko merasa hangat melihat mereka yang mau memaafkan dirinya. Mereka pun melanjutkan pembicaraan kembali.

__ADS_1


Lalu, tak lama kemudian, datang Andy dengan makanan dan minuman. Mereka terkejut dengan makanan baru.


“Baiklah, waktunya kita makan.” Ucap Andy, kemudian meletakkan piring yang berisi makanan di depan semuanya. Lalu, mereka mulai makan.


Seperti biasa, saat Makanan masuk ke dalam mulut mereka, seketika mereka mulai berfantasi dengan liar. Lalu, terlihat nafas mereka terengah-engah dan pipi mereka menjadi merah.


Lalu, mereka segera memakan habis makanan enak tersebut. Lalu, minum minuman yang berada di dekatnya. Sekali lagi, mereka merasa tubuh mereka rileks, beban fikiran mereka menghilang.


Andy, yang melihat mereka sudah makan dan minum. Mengambil bekas piring dan gelas, namun saat akan membawanya. Sayoko mengambilnya, lalu berkata.


“Biarkan ku bantu, aku merasa tidak enak, jika tidak membantu.” Ucap Sayoko mebuju ke Dapur, Andy tersenyum tak berdaya dan mengikuti Sayoko dari belakang.


Yui, Yuka, dan Sasha mengangguk senang melihat hal tersebut. Mereka membiarkan ruang untuk Sayoko bersama Andy.


Di sisi Andy dan Sayoko, mereka terlihat mencuci Piring dan Gelas. Namun, jika diperhatikan lebih jelas, hanya Sayoko yang mencuci. Namun, terlihat bahwa, Sayoko mencuci belum bersih.


Andy, pun berjalan ke belakangnya, lalu memegang tangan Sayoko dari belakang. Sedangkan, Sayoko terkejut sekaligus malu.


“Kyaa, apa yang kau lakukan?.” Ucap Sayoko, malu melihat Andy berada tepat di dekatnya. Kemudian Andy, menjawab.


“Kau kurang menekannya. Jadi noda masih ada, aku disini mengajarimu.” Ucap Andy, kemudian mulai mencuci bersama.


Suasana mereka begitu Romantis. Sayoko merasa hangat saat berada di dekat Andy, dia juga menjadi malu, saat merasakan nafas dari Andy mengenai lehernya.


Sayoko, kemudian melihat ke arah Andy. Sedangkan, Andy merasakan tatapan dari Sayoko, lalu menatap ke arah Sayoko. Lalu, mereka perlahan-lahan mendekat.


Cup.


Mereka berdua saling berciuman. Sayoko, sedikit terkejut, lalu mulai menikmati ciuman tersebut, sedangkan Andy memberikan Ciuman yang terbaik ke Sayoko.


Lalu, mereka melepas Ciuman mereka, karena mereka kehabisan nafas. Sayoko merasa malu, dengan kejadian tersebut.


Lalu, memalingkan mukanya mengarah ke Cucian. Mereka melanjutkan mencuci. Setelah itu, Sayoko segera meninggalkan Andy, karena malu.


Andy, terkekeh melihat tingkah lucu dari Sayoko. Kemudian, Andy juga keluar dari dapur. Kemudian, menuju ke arah tempat duduk semuanya.


“Hari sudah malam, bagaimana kalau kita pulang.” Ucap Andy, kemudian melihat ke arah Sayoko dan Sasha.


“Kalian berdua ikut, saja ke Rumah kami. Ada 2 kamar yang masih kosong. Jadi, kita bisa searah, serta aku tidak perlu, terlalu khawatir dengan kalian.” Ucap Andy.


Sayoko dan Sasha mulai berfikir, kemudian mereka mengangguk setuju. Kemudian, mereka mengingat ucapan Andy, lalu terkejut dan menatap ke arah Yui dan Yuka.


“Apakah, kalian satu Rumah?.” Ucap Sasha, sedangkan Yui dan Yuka mengangguk. Lalu Yui menjawab dengan santai.


“Itu benar. Hanya Andy, laki-laki di rumah tersebut.” Ucap Yui, sedangkan Sayoko dan Sasha terkejut lalu bertanya.


“Jadi, dia laki-laki di rumah. Apakah kalian sering melakukan itu dengannya?.” Ucap Sasha, sedangkan Yui dan Yuka mengangguk, lalu Yuka menjawab.


“Itu benar, tapi untuk kami ada jadwal sendiri. Kami hanya akan melakukan itu saat, besoknya libur sekolah. Sisanya Ibu dan Tante yang selalu melakukan itu dengannya.” Ucap Yuka, membuat keduanya terkejut.


“Dia melakukan itu dengan Ibu dan Tantenya.” Teriak keduanya, lalu menatap ke arah Andy, dengan tatapan seolah-olah Andy sampah.


“Apa-apaan tatapan itu.” Ucap Andy, mengerutkan keningnya, saat melihat tatapan keduanya. Lalu, Yui melanjutkan ucapan Yuka.


“Walaupun, Ibu dan Tante melakukan itu dengan Andy. Mereka berdua kalah dengan Andy. Andy itu adalah Monster.” Ucap Yui, sedangkan Sayoko dan Sasha meneguk ludahnya saat mendengar kata ‘Monster.’


“Sudah, sudah. Ayo kita pulang. Ibu dan Tante sudah menelpon.” Ucap Andy, keempatnya mengangguk. Lalu mereka keluar, dari Restoran. Andy kemudian menutup dan mengunci Restoran.


Mereka kemudian berjalan menuju ke Rumah. Tak butuh waktu lama, mereka akhirnya sampai, Andy dan keempatnya masuk.


“Kami pulang.” Ucap Andy, Yui, dan Yuka. Kemudian Amy dan Lilia terlihat memandang ke arah mereka.


“Selamat datang.” Ucap Keduanya, lalu melihat ada orang lain di belakang mereka berdua. Kemudian, Amy bertanya.


“Siapa tamu kita ini?.” Ucap Amy, kepada Andy, Yui, dan Yuka. Lalu, Andy menjawab.


“Kak, mereka berdua ijinkan tinggal disini, Oke?. Nanti selebihnya biar mereka yang jelaskan.” Ucap Andy, sedangkan Amy berkedut mendengar penuturan Andy. Lalu, menghela nafas dan mengangguk.


“Baiklah, tapi sebelum itu perkenalkan nama mereka, Andy.” Ucap Amy, sedangkan Andy menepuk keningnya, lalu Andy pun memperkenalkan mereka.


Lalu, terlihat mereka malah melakukan pembicaraan panjang, Andy pun meninggalkan mereka, dia menuju ke Kamarnya. Lalu, masuk dan berbaring.


“Ugh, aku lupa Mobil Nanami. Besok sajalah.” Ucap Andy, kemudian mengambil baju dan keluar menuju ke Kamar mandi.


Andy pun segera mandi, kemudian selesai mandi, dia turun dan mulai ikut dalam pembicaraan mereka.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2