
[Chapter 105.]
[Memperkuat diri dan yang lainnya.]
[Silahkan Dibaca.]
Rumah Ryuto.
Kamar Ryuto, semua menatap ke Alice dengan datar. Lalu, Nina dan Rina menenangkan Kakaknya tersebut sambil berkata.
“Kak, itu Ryuto. Dia yang menyelamatkan kita, terutama Nina.” Ucap Rina, kemudian Alice menjadi tenang, lalu membungkuk ke arah Ryuto.
“Maaf, telah menyangka kamu yang aneh-aneh. Serta terimakasih telah menyelamatkan adikku.” Ucap Alice, dia benar-benar berterimakasih jika soal adiknya.
Ryuto sendiri terkejut dengan perubahan Alice, Amy dan Lilia tahu dengan kebingungan Ryuto, mereka mendekat, sampai di samping Ryuto, Lilia berkata.
“Dia memiliki dua jiwa.” Ucap Lilia bisik di telinga Ryuto. Kemudian, Ryuto akhirnya paham dengan keadaan yang dialami Alice.
“Tegaklah kembali, aku kurang suka dengan orang yang membungkukkan tubuhnya berlebihan.” Ucap Ryuto, sambil tersenyum.
Alice mendengar itu, menegakkan tubuhnya dan melihat ke arah Ryuto. Dia benar-benar tertegun melihat Ryuto tersenyum cerah.
Alice terus memandang ke arah Ryuto, sementara Amy dan Lilia melihat itu hanya terkikik, Nina dan Rina segera menepuk bahu Alice.
“Kakak.” Ucap keduanya, membuat Alice terbangun dari lamunannya. Rina benar-benar tak berdaya melihat kakaknya terpesona oleh Ryuto.
“Kakak, sepertinya sudah terpesona oleh Ryuto.” Ucap Nina, sementara Rina mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju. Alice memerah dan menyangkal.
“Tidak, mana ada. Aku-aku aku hanya terfikirkan sesuatu, ya aku terfikirkan sesuatu.” Ucap Alice mengalihkan pandangannya dari kedua adiknya.
‘Tsundere.’ Batin mereka yang melihat hal tersebut, kemudian Alice memandang ke arah adiknya dan berkata untuk mengalihkan topik.
“Kita harus pulang, Ayah dan Ibu sedang mengkhawatirkanmu sejak kemarin.” Ucap Alice sambil tersenyum, lalu berbalik ke Ryuto.
“Semoga kamu segera sembuh, Ryuto-kun.” Ucap Alice sambil tersenyum manis, Ryuto benar-benar tertegun dengan senyuman tersebut.
Senyum manis lalu angin menerpa rambut merah darahnya, Ryuto benar-benar terpana dengan hal baru tersebut. Kemudian, dia tersadar dan tersenyum.
“Ya, kapan-kapan kembalilah kesini. Aku belum menghidangkan sebuah makanan sama sekali.” Ucap Ryuto, sementara Alice mengangguk.
“Pasti, aku akan kesini. Rina, Nina ayo kita pulang. Selamat tinggal, Ryuto-kun.” Ucap Alice, sementara Rina dan Nina, benar-benar terkejut dengan kakaknya.
‘Apakah kakak juga jatuh cinta ke Ryuto?.’ Batin mereka berdua, kemudian mereka berdua tersenyum misterius.
__ADS_1
Ryuto memandangi pintu yang sudah ditutup, kemudian berbalik melihat ke arah Amy dan Lilia, Ryuto menunduk dan memeluk mereka berdua.
“Aku sangat lemah, maaf telah mengkhawatirkan kalian.” Ucap Ryuto, sementara Amy dan Lilia tahu bahwa Ryuto benar-benar sedih sekarang.
Bagaimana tidak sedih, bayangkan saja kamu lemah, kemudian pacar atau Istrimu di setubuhi tepat di depanmu, bukankah itu menyakitkan, beruntung Ryuto sudah mengalaminya, serta beruntung bahwa Kurht tidak melakukan itu kepada kedua istrinya.
“Kami mengerti, kami juga lemah. Saat kamu bertarung, entah kenapa kami merasa tidak berdaya. Kami ingin bertarung bersama di sisimu.” Ucap Lilia, dia juga sedih.
Mereka berdua memeluk Ryuto, ketiganya saling berpelukan. Ryuto, lalu memandang ke arah Lilia dan Amy, kemudian mencium keduanya untuk menghilangkan rasa negatif dan depresi tersebut.
Ryuto ******* mulut mereka berdua secara bergantian, setelah itu Ryuto tersenyum dan berkata dengan serius.
“Setelah kejadian tadi, mari kita mulai berlatih. Nanti kita bahas bersama yang lainnya.” Ucap Ryuto, kemudian Lilia dan Amy mengangguk.
“Aku sudah menelpon saudari yang lain, kemung-“ ucap Amy terpotong oleh pintu terbuka dengan keras.
Brakkkkk.
“Ryutoooo.” Teriak seluruh istri Ryuto. Mereka setelah mendengar bahwa Ryuto terluka, mereka semua khawatir, lalu melihat bahwa pelanggan sudah habis, Aoi segera menutup pintunya.
Kemudian, mereka pergi menuju ke rumah dengan cepat, Anri pun ikut bersama mereka, dia juga merasa khawatir terhadap Ryuto.
“Tenanglah, kalian.” Ucap Ryuto sambil tersenyum. Semua istrinya mengatur nafas mereka, kemudian mereka tenang, lalu berjalan ke arah Ryuto.
“Aku baik-baik saja.” Ucap Ryuto, kemudian mereka semua duduk melingkar di tempat tidur tersebut, Maid pun juga, Anri entah bagaimana juga ikut.
Seluruh istri, Maid, dan satu orang Wanita tersebut, duduk mengelilingi Ryuto. Sementara, Ryuto dia menatap ke arah mereka semua, lalu tatapannya jatuh di Anri.
“Apakah kamu sudah yakin, akan ikut apa yang akan kita lakukan?.” Ucap Ryuto, sementara Anri dia bingung sampai akhirnya paham dengan yang dimaksud Ryuto.
“Iya, jika kamu benar-benar bisa memuaskanku.” Ucap Anri, kemudian semua istrinya sadar apa yang akan terjadi selanjutnya, mereka malu dan Yuna berkata.
“Ryuto, apa kita akan melakukan itu. Kita belum mandi dan bau dengan keringat.” Ucap Yuna, sementara semuanya mengangguk. Ryuto kemudian menatap mereka.
“Kalau begitu, ayo kita melakukan sambil mandi.” Ucap Ryuto, entah kenapa dia merasa ingin melakukan itu.
‘Iris, apakah kau tahu kenapa nafsu ku menjadi lebih daripada biasanya?’
[Menjawab, Makhluk rendahan yang berada di tubuh sayang itu membuat nafsu sayang menjadi lebih besar, tapi dengan melakukan itu setiap hari, sayang dan saudari lainnya bertambah kuat.]
‘Tunggu, bagaimana bisa berhubungan seperti itu, menaikkan kekuatan?.’
[Sayang benar-benar kurang pengetahuan, berhubungan **** itu, bisa membuat kedua pasangan menjadi lebih kuat. Serta, sayang cepatlah tingkatkan System, agar Iris bisa ikut.]
__ADS_1
‘Oh, baiklah.’ Ucap Ryuto dalam hati, dia benar-benar tak berdaya dengan Iris, lalu mereka semua pindah ke dalam kamar mandi.
Sampai di kamar mandi, mereka semua mulai melakukan Permainan bersama, entah apa yang membuat Ryuto benar-benar seperti binatang buas.
Mereka selesai setengahnya, kemudian mandi dan melanjutkan di dalam kamar Ryuto. Suara alunan terus-menerus terdengar di rumah tersebut.
Beruntung, Ryuto hanya bisa memberikan anak sekali sampai anak Ryuto tersebut keluar. Jadi, Ryuto terus mengeluarkan di dalam.
Para istri benar-benar sudah pingsan, Anri yang bertahan sampai pagi, namun berujung pingsan juga. Ryuto yang melihat semua tumbang, dia tersenyum.
“Fyuhhh, beruntungnya Kurokami jadi begini. Hanya dapat memberikan satu anak, sampai anak tersebut lahir. Setelah itu, baru aku dapat menghamili kembali.” Ucap Ryuto.
‘Aku merasa, ada sesuatu energi mengalir dalam tubuhku dan itu membuatku semakin bertenaga kembali.’ Batin Ryuto, lalu melihat ke arah Istrinya, dan dia terkejut.
“Tunggu, kenapa mereka seperti lebih kuat.” Ucap Ryuto, lalu mengingat bahwa para istrinya hanya bisa bertahan beberapa menit, tapi kalau memaksa mereka bisa bertahan 1 jam, jika Ryuto serius.
“Hmmm, sudah pagi ternyata. Serta hari ini adalah hari aku dan lainnya pergi ke Osaka.” Ucap Ryuto, kemudian memandang ke arah istrinya, lalu menekan keinginan untuk melakukan kembali.
“Baiklah, aku mandi terlebih dahulu.” Ucap Ryuto, kemudian berjalan menuju ke kamar mandi yang berada di kamarnya.
‘Iris, mereka hanya kuat energi, tapi belum benar-benar bisa mengendalikan.’
[Itu benar, Sayang.]
[Misi dipicu.]
[Latih para saudari Iris.]
[Hadiah : Tiket peningkatan System.]
[Hukuman : Saudari Iris akan mati + Ryuto akan kehilangan segalanya.]
[Durasi : -.]
[Hukuman akan aktif, jika salah satu saudari Iris mati.]
[To be continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san
__ADS_1