Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 209


__ADS_3

[Chapter 209.]


[Akhir Perang.]


[Silahkan Dibaca.]


Medan perang.


Ryuto menatap ke arah para pasukan Amerika di depannya, dia benar-benar terlihat seperti binatang buas.


“Cih, hujani tembakan dia,” teriak Presiden tersebut dengan lantang, kemudian seluruh senjata mengahadap ke arah Ryuto.


Boom Boom Boom Boom Boom.


Meriam, Bazoka, Peluru, seluruh amunisi pasukan Amerika dilesatkan ke arah Ryuto, hujan amunisi benar-benar terlihat mengerikan.


Ryuto tersenyum melihat hal tersebut, baginya lesatan peluru di depannya, hanya sebuah bola plastik yang bergerak lambat ke arahnya.


Ryuto kemudian mengepalkan tangannya, lalu mengayunkan ke arah depan dengan sangat santai.


Boooommmmm.


Gelombang kejut yang dihasilkan tinju Ryuto benar-benar besar, seluruh Amunisi yang melesat ke arahnya berhenti.


Boom Boom Boom Boom Boom.


Seluruh peluru meledak tepat di depan para pasukan Amerika tersebut, mereka benar-benar terkejut dengan hal tersebut.


Presiden juga terkejut, namun dia belum sempat berkata, dia terkena efek ledakan tersebut.


Wushhhhh.


Ryuto menatap ke arah para pasukan yang sedang lengah, dia benar-benar hanya mengayunkan dengan sedikit kekuatan.


“Apakah sudah selesai, kalau begitu giliranku,” ungkap Ryuto, kemudian dia melesat dengan cepat ke arah para pasukan.


Presiden melihat hal tersebut, dia dengan cepat berteriak dengan keras membunuh Ryuto.


“Dia datang, siapkan senjata kalian, bunuh dia,” teriak Presiden tersebut, dia yakin bahwa Ryuto akan kalah dalam perang ini.


“Kau kira 1 orang bisa mengalahkan 8 juta orang,” ungkap Presiden tersebut, dengan seringai aneh.


Namun, apa yang dia ucapkan berbanding terbalik dengan kenyataan.


Terlihat Ryuto melesat ke arah 8 juta pasukan yang menuju ke arahnya, dia tersenyum dan bergumam dengan ringan.


“Mari kita bertarung dengan fisik saja,” gumam Ryuto, dia tersenyum menyeringai dan melompat ke arah para pasukan.


Ryuto kemudian menendang tepat ke arah kepala salah satu pasukan. Tendangan tersebut keras.


Bughhhh.


Wushhhhh.


Pasukan tersebut terbang dan mengenai tepat 500 pasukan di belakangnya. 500 Pasukan tersebut terkejut dan terseret ke belakang.


Bruuuushhhhh.


Ryuto tidak berhenti, dia menendang ke arah pasukan yang masih terkejut dengan keadaan tersebut.

__ADS_1


Bughhhh.


“Ughh,” Pasukan tersebut terkejut ketika merasakan seluruh organ tubuhnya benar-benar dihancurkan.


“Naif, lengah dalam perang sama saja mati,” ungkap Ryuto, kemudian mengambil senjata pasukan tersebut yang berupa pedang.


Wushhhh.


Ryuto melesat kembali ke arah pasukan lainnya, dia menyeringai dan tiba tepat di depan pasukan tersebut.


Tap.


Slashhhh.


“Tembak,” teriak pasukan di samping pasukan yang sedang tertebas tepat kepalanya, seluruh pasukan sadar dan mulai mengarahkan senjata ke Ryuto.


Drrt Drrt Drrt Drrt Drrt.


Boom Boom Boom Boom.


Seluruh peluru melesat ke arah Ryuto, bahkan peluru Bazooka juga melesat ke arahnya, jarak peluru tersebut sangat dekat dengan Ryuto.


Namun, bagi Ryuto itu seperti bergerak sangat lambat, dia mengayunkan pedangnya dan membalikkan seluruh peluru ke arah pasukan.


Tring Tring Tring Tring.


Jleb Jleb Jleb Jleb Jleb Jleb.


Presiden yang mendengar suara peluru masuk ke dalam tubuh, dia benar-benar senang, dia berfikir bahwa para pasukannya sudah menembak Ryuto.


Namun, hal selanjutnya membuat Presiden terkejut dan muram. Dia melihat para pasukan miliknya tumbang satu persatu.


Seketika 10.000 Pasukan terjatuh dan mati di tempat, para pasukan lainnya terkejut, mereka juga mengira bahwa Ryuto tertembak, namun ternyata sebaliknya.


Ryuto sendiri melihat seluruh pasukan terdiam dan tidak bergerak, dia mengerutkan keningnya dan mengeluarkan aura membunuh miliknya.


Wushhhhhhh.


Aura membunuh menyebar ke segala arah, seluruh pasukan terkejut dan merasakan diri mereka benar-benar tercekik.


Keringat dingin menetes membasahi punggung para pasukan, mereka benar-benar seolah-olah ditatap oleh Iblis mengerikan.


“Nah, kalian.”


“Sebenarnya ingin berperang atau hanya bermain-main saja,” raung Ryuto dengan keras.


Brushhhhhhhh.


Seluruh pasukan terpental ke belakang bahkan tank, truk, dan mobil perang terbalik dan terhempas ke belakang.


Para pasukan terbang ke belakang, mereka terbang sampai bangunan-bangunan yang mereka lewati ikut terhempas ke belakang.


(Note : mirip anime sebelah, yang menghancurkan Desa besar dengan kekuatan mata, pasti tau lah.)


**


Para istri Ryuto melihat bangunan-bangunan yang terhempas, mereka sedikit terkejut lalu terbang ke atas.


Mereka melihat Ryuto yang berdiri di kejauhan dengan ekspresi kesal, para istri Ryuto mengerutkan keningnya melihat hal tersebut.

__ADS_1


Mereka juga melihat Amerika yang hanya tersisa seperempat dari sebelumnya, akhirnya mereka paham dan segera melesat ke arah Ryuto.


**


Ryuto menatap ke arah para pasukan, kemudian dia menatap ke arah para istrinya yang melesat ke arahnya.


Ryuto sedikit menaikkan alisnya, kemudian dia paham kenapa para istrinya melesat ke arah dirinya, dia sedikit malu mengetahui hal tersebut.


“Sayang, kau kenapa?” tanya Lilia, dia dan kelompoknya terlebih dahulu tiba di tempat Ryuto.


Ryuto yang mendengar suara istrinya khawatir, dia tersenyum canggung dan berkata dengan sedikit malu.


“Yah, itu hanya para pasukan tersebut tidak terlihat bertarung serius,” ungkap Ryuto, sementara Lilia dan lainnya menghela nafas panjang.


“Kukira ada apa, sampai-sampai kau marah,” Lilia berkata dengan nada lega, kemudian Ryuto berkata.


“Maaf, hanya saja aku kesal, melihat mereka tidak fokus sama sekali dalam perang,” ungkap Ryuto.


Amy yang mendengar itu, dia tersenyum dan bertanya dengan nada ringan.


“Sayang, apakah kau lupa bahwa mereka itu bukan lawan kita sangat?” Amy bertanya, para istrinya mengangguk.


“Itu benar, aku benar-benar lupa,” jawab Ryuto, kemudian dia segera membaik kembali.


Selepas itu, para istri Ryuto yang lainnya juga tiba dan menanyakan apa yang terjadi, kemudian mereka akhirnya mendengarkan penjelasan sampai akhir.


Mereka semua menghela nafas lega, mereka pikir ada sesuatu sampai-sampai Ryuto marah besar.


**


Ryuto kemudian melihat ke arah para perempuan yang dibawa para istrinya, dia menaikkan alisnya dan bertanya.


“Apakah mereka budak yang berada di Negara ini?” tanya Ryuto, kemudian para istrinya melihat ke arah para budak dan kembali ke Ryuto, lalu mengangguk.


“Seperti sebelumnya, apakah kalian ingin ikut denganku atau kalian bebas, juga minum ini,” ungkap Ryuto.


Botol pil muncul di depan para budak, mereka terkejut, namun karena dia mantan budak jadi mereka tetap mengikuti walaupun tubuh mereka benar-benar gemetar.


Mereka menelan pil, kemudian tubuh mereka bercahaya, rasa sakit yang mereka alami menghilang, tubuh mereka kembali ke keadaan semula.


Mereka terkejut dan tanpa sadar menangis, mereka memandang ke arah Ryuto dengan rasa syukur.


“Bagus, sekarang pilih mengikuti kami atau kalian pergi, jika kalian pergi jangan sampai ketangkap lagi,” ucap Ryuto dengan lembut sambil tersenyum.


Para budak memerah melihat Ryuto tersenyum apalagi berkata dengan lembut, mereka kemudian menatap ke arah Ryuto dengan wajah tekad.


“Kami ikut dengan anda, Tuan.” Mereka berkata dengan serempak, entah bagaimana mereka bisa terhubung, author sendiri tidak tahu.


Ryuto tersenyum, kemudian dia mengibaskan tangannya dan seluruh budak menghilang dari tempat mereka.


Ryuto kemudian menatap ke arah seluruh istrinya, lalu Zero menurunkan Helikopter, Ryuto berkata.


“Baiklah, ayo pulang. Amerika telah punah,” ungkap Ryuto, kemudian seluruh Istrinya mengangguk dan mereka masuk ke dalam Helikopter.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2