
[Chapter 235.]
[Bertemu salah satu Berjubah Putih.]
[Silahkan Dibaca.]
Kota Tokyo, pabrik yang tidak terpakai. Terlihat Ryuto menatap ke arah pabrik tersebut dengan ekspresi dingin dan marah. Ingatan sekilas tentang dia dengan pemuda yang berada di dalam muncul.
“Raul, kau benar-benar berubah.” Ryuto berkata dengan nada serius, lalu dia berjalan menuju ke arah pabrik tersebut. Dia berjalan dengan ringan, setiap langkah kakinya terdengar semakin keras dan kuat.
Para penjaga pabrik melihat Ryuto, mereka mengacungkan senapan ke arah Ryuto. “Berhenti, siapa ka-“ teriakan mereka berhenti ketika merasakan rasa sakit tepat di leher. Pandangan mereka menjadi kabur dan jatuh ke tanah.
Bruk Bruk Bruk Bruk.
“Kalian sungguh menghalangi,” ucap Ryuto dengan acuh tak acuh. Dia berjalan dan menginjak para penjaga tersebut. Injakan Ryuto begitu kuat, membuat para penjaga meledak dan seluruh bagian tubuhnya terpental kemana-mana.
Ryuto tiba di pintu, kemudian dia merasakan nafas berbagai orang di dalam. “Sekitar 40 orang di dalam, lebih baik ku percepat saja.” Ryuto mengepalkan tangannya, kemudian dengan cepat memukul pintu besi didepannya.
Booommmmm.
40 orang yang berada di dalam terkejut, namun sebelum mereka bergerak. Sebuah Aura membunuh yang besar menyelimuti ruangan tersebut. 40 orang itu tidak bisa bergerak, mereka benar-benar terpaku di tempat.
Wushhhhh.
Aura membunuh semakin membesar, membuat para orang tersebut tersungkur ke tanah. Mereka berusaha untuk berdiri, namun tidak bisa. Kemudian mereka mendengar suara langkah kaki masuk ke dalam ruangan.
Tap Tap Tap.
Setiap langkah kaki orang itu, membuat seluruh orang dalam kelompok ketakutan. Ryuto berjalan dengan ringan, akan tetapi setiap dia melewati kelompok itu. Mereka akan terbunuh dengan tubuh yang berceceran dimana-mana.
Bang Bang Bang Bang.
“To- Arhhhh.” Teriak salah satu orang dalam kelompok tersebut, mereka meminta permintaan maaf namun Ryuto tidak peduli. Fikiran Ryuto hanya satu, seluruh kelompok yang berada di Pabrik tak terpakai itu harus mati.
***
__ADS_1
Raul yang sedang menyiksa Sera, mendengar kericuhan di luar. Dia ingin membuka celana dan baju miliknya. Namun tidak jadi, karena mendengar kericuhan tersebut. “Apa yang membuat mereka begitu berisik.”
Raul marah, kemudian dia berjalan ke arah pintu. Sera yang melihat itu, dia sudah lemas tidak memiliki kekuatan sama sekali, matanya sudah sembab dan basah karena air mata. Dalam hatinya hanya terfikirkan nama Ryuto terus. ‘Tolong selamatkan aku, Ryuto.’
Sera benar-benar merasa sedih, saat akan benar-benar menyerah. Sebuah suara muncul yang membuat harapan hidupnya semakin tinggi. ‘Ya, aku akan menyelamatkanmu.’ Sera sedikit terkejut, ketika mendengar suara dalam fikirannya tersebut.
‘Apakah halusinasi saja?’ batin Sera, namun sebuah suara muncul dari arah pintu. Suara itu adalah suara yang ingin dia dengar. “Kau tidak berhalusinasi, aku berada disini.” Sera dengan cepat menatap ke arah pintu.
Disana terlihat Ryuto berdiri sambil membawa kepala Raul yang penuh dengan darah. Sera tidak peduli dengan Raul, dia menatap ke arah Ryuto dan menangis. Ryuto memahami hal itu, dia melempar kepala Raul ke samping dan berjalan ke arah Sera.
Tiba di dekat Sera, Ryuto melihat seluruh tubuh perempuan itu, membuat Sera yang menangis menjadi malu. “Jangan lihat tubuhku terus, bodoh.” Ryuto tersenyum kemudian menusukkan tangannya ke dalam perut Sera.
Jlebbb.
Sera terkejut, lalu dia menatap ke arah Ryuto. “Ke..naa..pa.. Ryut..o,” ucap perempuan itu terbata-bata. Namun, Ryuto hanya tersenyum kemudian mencabut tangannya dari perut Sera. Seketika pandangan dalam ruangan tersebut berubah.
Prok Prok Prok.
Suara tepuk tangan terdengar dari arah pintu. Disana terlihat salah satu dari berpakaian serba putih dengan memakai topeng aneh. Di pakaian miliknya terdapat sebuah simbol Bulan penuh. “Aku tidak menyangka kau bisa bebas dari ilusiku, Ryuto Kurokami.”
Perempuan itu tersenyum di balik topengnya. ‘Seperti yang dibilang Suzaku, bahwa Ryuto Kurokami benar-benar dingin.’ Perempuan itu menatap ke arah Ryuto dan berkata, “Aku hanya ingin bertemu dengan dirimu.”
Ryuto menghilang dan muncul di depan perempuan tersebut. Kemudian, Ryuto dengan cepat membenturkan kedua tangan perempuan itu ke dinding dan menariknya ke atas. (Note : Kabedon ala dewasa.)
Perempuan itu terkejut, dia tidak menyangka bahwa Ryuto akan melakukan hal seperti ini. ‘Kekuatannya benar-benar di atas kita semuanya, aku tidak bisa lepas dari cengkraman tangannya.’ Perempuan itu mencoba untuk lepas, akan tetapi kekuatan Ryuto sangat besar.
“Aku tahu kau musuhku. Namun, kau salah jika ingin menghipnotisku.” Ryuto menatap perempuan di depannya dengan seringai buas. Perempuan itu terkejut, dia benar-benar berusaha untuk lepas dari cengkraman Ryuto tersebut. Kemudian Ryuto melepaskan Topeng yang dipakai oleh perempuan itu.
Terlihat sosok perempuan yang sangat cantik rambut hitam panjang dengan ikatan ekor kuda. Iris mata perempuan itu berwarna ungu cerah. Perempuan itu memerah, lalu dengan cepat dia memohon kepada Ryuto untuk melepaskannya.
“Mohon lepask-“ belum selesai berkata, perempuan itu sudah disegel oleh mulut Ryuto. Perempuan itu terkejut, dia ingin melawan namun seketika luluh dalam sekejap. Mereka berdua berciuman selama 5 menit.
(Note : Pro bergulat di lawan, ya begitulah.)
Mereka terpisah, jembatan air liur terlihat. Keduanya terpisah karena perempuan itu sudah kehabisan nafas. Berbeda dengan Ryuto, dia tidak kehabisan nafas sama sekali. Perempuan itu menatap Ryuto dengan tajam. Namun, seketika melembut ketika tangan satunya Ryuto mengusap pipi dan mempermainkan mulut perempuan itu.
__ADS_1
Hal itu benar-benar membuat perempuan itu luluh, sentuhan Ryuto benar-benar kuat. “Siapa namamu?” Ryuto bertanya dengan lembut. Tanpa sadar, perempuan itu menjawab dengan lemah. “Tsukio Kaguya.”
Ryuto tersenyum, lalu menciumnya kembali. Kaguya lemah dan menerima hal itu, Ryuto mencium sekalian dengan cepat berpindah dari tempat. Dia berpindah ke Dunia Jiwa miliknya tepatnya kamar tidur miliknya.
Ryuto mulai menghilangkan seluruh pakaian Kaguya, terlihat dua buah yang begitu menggoda diikuti area yang sudah lembab. Ryuto mulai menciumi seluruhnya, bahkan dia bermain-main dengan ahli di setiap area tempat Kaguya.
Ryuto menghilangkan pakaian miliknya, adik besar miliknya terlihat. Kaguya meneguk air ludahnya dan berkata, “Apakah itu akan muat?” Ryuto tersenyum dan tidak menjawab. Dia mengarahkan hal itu ke area Kaguya.
Kaguya tersentak, dia terkejut namun Ryuto sangat ahli membuat Kaguya langsung merasakan kenikmatan. Mereka berperang di kamar benar-benar intens, Ryuto sendiri terkejut melihat Kaguya benar-benar menjadi liar. Bahkan Kaguya bergerak dengan sendirinya.
Namun, Ryuto sebagai lelaki. Dia mendominasi, permainan Ryuto menjadi lebih kasar dan itu membuat Kaguya senang. Mereka terus bertempur sampai akhirnya Kaguya lelah dan terbaring tidur di atas dda bidang Ryuto.
“Dengan begini, aku memiliki orang yang setia dari musuh.”
[Data Istri Ryuto : Yuna Kurokami.]
Yuna adalah Putri dari Amamiya, dia adalah Kakak kelas dari Ryuto. Awal bertemunya Yuna dengan Ryuto pada saat Ryuto pergi ke rumahnya untuk merawat Ibunya yang sedang sakit. Waktu itu Yuna curiga, lalu saat sore hari dia melihat Ibunya berperang dengan Ryuto.
Yuna kemudian terus mengawasi Ryuto, namun dari mengawas tersebut perasaannya menjadi tumbuh dan dia mengungkapkan rasa cintanya bersamaan dengan Arisa. Ryuto menerimanya dan akhirnya Yuna menjadi istri Ryuto.
(Nama : Yuna Kurokami.)
(Umur : 19 Tahun.)
(Tingkat : Prajurit Alam tahap 9.)
(Kondisi : Senang, Hamil, bahagia, puas.)
(Persentase mencintai Ryuto : 100%.)
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.