
[Chapter 247.]
[Cohza terjebak.]
[Silahkan Dibaca.]
Sebelum Ryuto tiba di kuil lama Tokyo, Cohza Akura berjalan sendiri di sekitar kuil. Dirinya menatap setiap sudut dari Kuil tersebut. Bayangan siluet anak kecil bermain di kuil tersebut terlihat, Cohza tersenyum melihat hal itu.
Cohza menatap ke arah pohon yang terdapat tanda garis, dia melihat bayangan dua anak kecil yang tertawa bersama sambil mengukur ketinggian mereka. Lalu, dia menatap pohon yang sudah ditebang habis.
Cohza melihat siluet tiga anak kecil bermain bersama. Cohza memejamkan matanya, dirinya tanpa sadar mengeluarkan air mata. Bayangan teriakan, kebakaran, membuat dirinya menggelengkan kepalanya agar melupakan hal buruk tentang hal itu.
Cohza yang sudah cukup mengenang masa lalunya, pergi turun dari kuil. Namun, disaat dirinya turun sebuah gelombang kejut menyerang ke arah dirinya. Cohza menyadari hal itu dan menghindari dengan cara backflip.
Cohza menatap ke arah depan dimana dalam sekejap empat orang muncul di depannya. Orang yang muncul itu memakai pakaian serba putih dan memakai topeng aneh. Perbedaan mereka hanya pada topeng dan sebuah lambang di masing-masing jubah mereka.
“Siapa kalian?” Cohza bertanya dengan nada berat, dia benar-benar marah sekarang. Menyerang dengan seenaknya dan itu berada di kuil tempat kenangan Cohza berada. Ke-4 orang berjubah putih tidak menjawab, melainkan salah satu dari mereka yang terdapat simbol Matahari di jubahnya mengangkat tangannya.
“Neptun, Suzaku, Kame, mulai menyerang.” Ketiga orang berjubah putih dengan cepat melesat menuju ke arah Cohza. Mereka mulai menyerang dengan cepat. Cohza sendiri marah dan mengalirkan energi spiritual miliknya.
Cohza melapisi dirinya dan mulai mengayunkan pukulan, akan tetapi ke-3 orang berjubah putih dengan lincah menghindari hal tersebut. Cohza mengerutkan keningnya dan sadar bahwa musuh berada di tingkat sama dengan dirinya.
Orang berjubah putih bersimbol trisula, mengayunkan telapak tangannya ke arah Cohza. Energi spiritual meletus berwarna biru dan mengenai tepat Cohza yang sudah dalam posisi bertahan. Cohza terkena serangan tersebut dan terpental ke belakang.
Dua orang berjubah putih dengan simbol Phoenix dan Kura-kura, mengejar dan muncul di belakang Cohza. Mereka berdua mengayunkan telapak tangan mereka dan energi spiritual menyembur. Cohza berbalik dan melapisi tangannya dengan energi spiritual.
Cohza menyilangkan tangannya dan menerima serangan dari dua orang berjubah putih tersebut. Cohza melesat ke belakang dengan cepat dan terjatuh tepat tengah kuil. Orang berjubah putih dengan simbol matahari mengangkat tangannya.
“Cohza Akura, kau sudah menentang para Dewa. Maka dari itu waktunya kau menerima ajalmu.” Energi spiritual berwarna merah muncul dan melesat ke arah atas. Cohza melihat hal itu dengan muram. Dia benar-benar merasa diremehkan sekarang.
__ADS_1
“Cih, sepertinya kalian benar-benar mencari kematian.” Cohza berkata dengan penuh amarah. Niat membunuhnya keluar dan mengguncang kuil tersebut. Ke-3 orang berjubah putih menjadi waspada. Mereka dengan cepat melesat ke arah Cohza.
Namun, sebelum mereka bergerak. Cohza tiba di depan mereka, dengan ayunan tangan yang sudah terlapisi energi spiritual, Cohza memukul tepat dda Kame.
Booomm.
Kame melesat ke arah beberapa pohon dan menabrak pohon yang sangat besar. Dirinya benar-benar tidak menyangka bahwa Cohza menjadi lebih kuat. Kame ingin menjaga kesadaran miliknya akan tetapi dia sudah diujung batas. Dirinya langsung tak sadarkan diri di tempat.
Tiga orang berjubah putih melihat hal itu terkejut. Namun, sebelum mereka bereaksi, Cohza tiba di depan orang berjubah putih dengan lambang trisula. Ke-3 orang itu terkejut dan dua orang berteriak dengan keras. “Neptun, menghindar.”
Booommm.
Neptun yang tidak siap jatuh melesat ke arah tanah. Cohza benar-benar tidak ampun kali ini, dirinya menatap ke arah orang berjubah putih dengan lambang Phoenix. Cobza menghilang dan muncul tepat orang berjubah putih dengan lambang phoenix tersebut.
Namun, saat Cohza akan mengayunkan pukulan miliknya. Cahaya merah melesat ke arah dirinya. Cohza menatap cahaya tersebut. Dengan cepat menyilangkan kedua tangannya.
Swinggg
Booommmm.
Asap dan debu menyebar kemana-mana. Ketika asap menghilang terlihat lubang yang lurus dan di dasar lubah tersebut terbaring Cohza yang tak berdaya. Dia benar-benar menggunakan seluruh kekuatan miliknya untuk menghentikan hal itu.
Namun, Cohza tidak menyangka bahwa serangan tersebut benar-benar sangat kuat. Alhasil dirinya terdorong dan terbaring tak berdaya di dasar lubang yang tercipta tersebut. Cohza tersenyum ketika melihat langit, dirinya berkata, “Apakah ini akan menjadi akhirku kah?”
Wushh Wushh.
Muncul dua orang berjubah putih, masing-masing memiliki simbol berbeda, satu Phoenix dan satunya Matahari. Kedua orang itu menatap ke arah Cohza. Orang berjubah putih dengan simbol matahari mengangkat tangannya.
Srinngggg.
__ADS_1
Sinar merah keluar kembali, Cohza melihat hal itu dan dia sudah tidak terkejut akan hal itu. Orang berjubah putih dengan simbol matahari selesai mengumpulkan kekuatannya. Kemudian dirinya mengayunkan serangannya sambil berteriak, “Matilah kau, Cohza.”
Boooommmmm.
Namun, sesuatu terjadi terhadap serangan tersebut. Terlihat sosok pemuda menghentikan serangan dengan telapak tangannya. Kedua orang berjubah putih terkejut melihat hal itu. Cohza sendiri sedikit terkejut dan mengangkat sudut mulutnya.
“Aku tidak menyangka kau akan babak belur menghadapi mereka, Cohza.” Suara itu muncul dari sosok pemuda tersebut. Dengan jentikan jari, serangan Orang berjubah putih hancur berkeping-keping. Hal itu benar-benar membuat kedua orang berjubah putih terkejut.
“Apakah dia... Sudah mencapai puncak Dunia ini?” Suzaku terkejut, sementara orang berjubah putih dengan simbol matahari di sampingnya juga terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa pemuda yang didepannya sudah mencapai hal itu.
Pemuda yang tak lain Ryuto, turun ke bawah dan berdiri di dekat Cohza Akura. Dia melambaikan tangannya, seketika sebuah pil terbang ke arah mulut Cohza. Merasakan ada yang masuk ke dalam mulutnya, Cohza dengan cepat menelan hal itu.
Wushhh.
Cohza merasakan tubuhnya kembali bugar kembali, dia duduk dengan ringan membuat kedua orang berjubah putih terkejut. Ryuto menatap ke arah Suzaku sambil menyipitkan matanya. Sudut mulutnya terangkat dan berkata, “Kau ternyata menjadi nakal ya, Seren.”
Suzaku yang dipanggil Seren terkejut, dia menatap Ryuto dengan membelalakkan matanya. Dia tidak menyangka bahwa Ryuto akan mengingat namanya. Ryuto yang melihat reaksi Suzaku, sudut mulutnya naik.
“Cohza, kau hancurkan yang Matahari itu, aku akan melawan yang Phoenix.” Ryuto berkata dengan ringan. Cohza sendiri tersenyum dan merasakan nostalgia kembali, dia mengingat dimana waktu dulu bertarung bersama dengan seorang bocah.
“Yah, kau urus perempuan itu. Beruntung tadi belum kupukul dirinya.” Ryuto tertawa kecil, dia menatap ke arah Suzaku. Tatapannya tidak pernah menganggap perempuan itu berbahaya. Kemudian, Ryuto dan Cohza terbang ke atas dan sejajar dengan dua orang berjubah putih tersebut.
“Dengan begini, mari kita mulai pertarungannya.”
[To be Continued.]
Note: Lebih baik ada Sfx atau gak dalam bertarung.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.