
[Chapter 270.]
[Monster Alam menengah bergerak.]
[Silahkan Dibaca.]
Hutan.
Booommmmmmmmmm.
Ledakan dahsyat terjadi di dalam hutan, ledaka tersebut terjadi akibat tabrakan antara serangan satu dengan lainnya.
Ledakan tersebut terjadi tepat di dalam kotak ruang yang berbeda. Kotak tersebut terlihat retak akibat tabrakan serangan tersebut.
Perlahan-lahan, kotak pecah membuat hembusan debu dengan cepat menghilang.
Di tengah pertempuran terlihat ada kawah yang sangat besar. Di dalam kawah tersebut terdapat dua sosok yang berdiri.
Sosok satu kecil, sosok lainnya besar. Namun, perlahan terlihat sosok besar mulai jatuh terbaring di tanah tersebut.
Brukkkk.
Sosok kecil itu tak lain ialah Ryuto Kurokami, ia hanya terluka goresan dan pakaian miliknya robek menampilkan tubuh yang kekar.
Ryuto menatap ke arah sosok besar terbaring tersebut. Sosok itu ialah kera api perkasa.
Ryuto memandang dengan senyum di wajahnya, kemudian dia melambaikan tangannya membuat kera tersebut menghilang dari tempat.
“Istirahatlah.” Ryuto berkata ketika melihat kera sudah menghilang dari tempat, kemudian dia merasakan adanya seseorang yang datang.
Wushhh.
Ryuto menatap ke arah tersebut, akan tetapi dia mengerutkan keningnya ketika melihat Seida membawa seorang perempuan di punggungnya.
Tap Tap Tap.
Tifa, Cohza, dan Seida tiba di tempat Ryuto. Tifa melesat ke arah suaminya tersebut dan memeluknya dengan erat.
“Kamu baik-baik saja kan, Sayang?” Tifa bertanya dengan rasa khawatir. Dia benar-benar ingin membantu suaminya ketika melawan kera api perkasa.
Ryuto yang dikhawatirkan tersenyum, dia membalas pelukan istrinya tersebut dengan erat. “Jangan khawatir, aku baik-baik saja.”
Ryuto mengelus punggung Tifa. Kemudian, dia menatap ke arah Seida yang membawa seorang perempuan.
“Siapa itu, Seida?” Ryuto bertanya dengan penuh penasaran. Tifa melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Seida, awalnya dia tidak menyadari akan perempuan tersebut.
Seida yang mendengar pertanyaan itu, menatap ke arah Ryuto dan memohon. “Ryuto, tolong... Bisakah kau menghidupkan perempuan ini? sebagai gantinya aku akan melakukan apapun untukmu.”
Ryuto mendengar hal itu terkejut, begitu juga Tifa. Ryuto kemudian melepas pelukan Tifa dan berjalan ke arah Seida.
“Apa yang terjadi dengannya?” Ryuto bertanya dengan penuh penasaran, Seida kemudian menceritakan siapa perempuan tersebut dan kenapa bisa mati.
Nama perempuan tersebut ialah Amelia Sanjaya. Perempuan itu adalah kekasih dan tunangan dari Seida. Perempuan itu keturunan asli Japan dan Inggris.
Amelia mengikuti Seida pergi ke Kyoto. Sebenarnya, Seida sudah melarang perempuan itu untuk ikut. Namun, dia pergi tanpa memberitahu Seida.
__ADS_1
Amelia diam-diam pergi ke Kyoto dan mengikuti jejak Seida. Sampai akhirnya, dia tiba di sebuah hutan yang terdapat gua aneh.
Amelia ingin masuk, akan tetapi dirinya ketahuan dan diserang sampai mati. Mayat Amelia di buang ke belakang gua tepat saat Ryuto dan yang lainnya tiba.
***
Sekarang, Ryuto mengeluarkan sebuah Kristal berwarna biru. Cohza melebarkan matanya, dia tidak menyangka bahwa Ryuto memiliki Kristal tersebut.
“Kristal murni.” Cohza tanpa sadar berkata. Ryuto hanya menjawab dengan anggukan. Kristal perlahan di dekatkan ke arah tubuh Amel.
Sringggg.
Seketika tubuh Amel bercahaya dengan terang. Kemudian, perlahan-lahan meredup. Jantung yang dingin, perlahan-lahan mulai menghangat dan berdetak dengan keras.
Duggg.
Ryuto, Tifa, Seida, dan Cohza mendengar suara jantung tersebut. Kemudian, mereka melihat Amel yang perlahan-lahan membuka matanya.
Amel mengunci tatapannya ke arah Seida. Seketika, ia menangis dan ingin bergerak memeluk pria tersebut, tapi tubuhnya masih belum bisa digerakkan.
Seida yang sudah tidak kuat, dia dengan cepat memeluk Amel dan menangis dalam diam. Ryuto sendiri melihat hal itu tersenyum, lalu berdiri.
“Baiklah, bisnisku di sini sudah selesai. Cohza segera temukan pasanganmu, Hahaha.” Ryuto berkata sambil tertawa.
Cohza mendengar itu mengedutkan bibirnya, dia hanya tersenyum kecut ketika ditertawakan Ryuto pasal istri.
“Nanti dulu, aku masih perlu masuk ke Alam Menengah terlebih dahulu.” Cohza menjawab dengan ringan.
Ryuto mengangguk, kemudian menatap ke arah Seida dan berkata, “Seida, aku sebenarnya ingin memintamu menjaga Alam bawah ketika aku berada di Alam selanjutnya.”
“Aku akan menerimanya, bagaimanapun juga... Tidak mungkin, aku pergi ke Alam Menengah membahayakan istriku kembali.”
Ryuto tersenyum dan melemparkan sebuah buku. “Yah, pelajari itu saja. Aku memberimu hadiah agar menjadi terkuat di Alam Bawah ketika aku tidak ada di sini.”
Seida mengerutkan keningnya dan menerima hal itu. Cohza sendiri tahu, buku apa tersebut karena dia juga melatih apa yang ada di buku tersebut.
“Baiklah, ayo kita pergi.” Ryuto pergi terlebih dahulu bersama dengan Tifa. Kemudian, di susul oleh Cohza dan terakhir ialah Seida dan Amel.
***
Boooommmm.
Depan jalan menuju ke arah gua. Rina dan Nina menghancurkan mobil van hitam dan mobil box hitam tersebut.
Keduanya sekarang menatap ke arah para pasukan yang tengah terkapar tak berdaya di tanah. Seluruh pasukan terlihat hanya memakai clana dlam tanpa memakai atasan sama sekali.
Rina dan Nina menyayat seluruh tubuh para pasukan tersebut. Mereka juga mengiris adik kecil para pasukan tersebut.
Keduanya benar-benar sadis, bagaimanapun selepas merasakan kesenangan Ryuto. Mereka menjadi lebih sadis dari biasanya.
“Arkkkkk.” Terdengar suara teriakan dari seorang pemuda yang tampan dengan rambut berwarna kuning.
“Hihihi, ayo berteriaklah. Aku ingin mendengar nada putus asamu.” Nina terus menyiksa orang tersebut.
Sampai akhirnya, Rina dan Nina merasakan kehadiran suaminya dan para orang lainnya. Kemudian, mereka berdua mulai mengarahkan pistol tepat ke arah kepala mereka masing-masing.
__ADS_1
“Sayang sekali, Suami kita akan datang. Maka dari itu, matilah.”
Dor Dor Dor Dor.
Rentetan tembakan pistol mengenai tepat kepala para pasukan. Rina dan Nina melihat bahwa sudah tidak ada yang tersisa, mereka tersenyum dan berbalik.
Keduanya melihat Ryuto turun dan dengan cepat melesat ke arah suaminya tersebut. Mereka tiba di dekat Ryuto dan melompat memeluknya.
“Selamat datang, Sayang.”
Ryuto membalas pelukan mereka dan mengelus punggung kedua istrinya tersebut. Keduanya menikmati elusan itu, sampai akhirnya mereka saling melepas pelukan.
“Baiklah, kami berpisah di sini, Cohza, Seida, Amel.” Ryuto berkata dengan santai. “Juga, sampai ketemu lagi di pertarungan akhir nanti.”
Cohza dan Seida mengangguk. Sementara Amel bingung namun tetap ikut mengangguk.
Ryuto dan ketiga istrinya tersebut mengambil motor dan melesat pergi menuju ke penginapan milik Asami.
***
Di suatu tempat, terlihat sebuah gerbang yang sangat besar. Tepat di depan gerbang terlihat berbagai monster-monster dalam bentuk aneh sedang berkumpul untuk melakukan sesuatu.
“Ini adalah pertempuran akhir. Dimana, Alam Bawah akan hancur dan menjadi ladang bagi kita nantinya.”
Sosok pria dengan jubah hitam seorang kaisar terlihat. Pria itu memiliki rambut panjang berwarna hitam, di tengah keningnya terdapat simbol sebuah Mahkota dengan tengkorak.
“Berapa lama kita akan sampai ke Alam Bawah?” Pria itu bertanya dengan nada ringan. Kemudian, muncul seorang pemuda di sampingnya.
“Raja ..., Kita akan tiba di Alam Bawah sekitar 30 menit, akan tetapi tiga hari untuk Alam Bawah.” Pemuda itu menjelaskan dengan detail.
“Aku tidak akan ikut. Kalian saja, sudah cukup. Di sana hanya tempat para semut-semut berada. Kamu akan menjadi pemimpin mereka semua.”
Raja itu menatap ke arah pemuda di sampingnya. Dia tersenyum menyeringai dan terbang pergi menuju ke arah timur.
Pemuda itu menatap ke arah Raja pergi. Tatapannya dingin, kemudian tubuhnya berbalik dan menatap seluruh monster miliknya.
“Kera Api Perkasa tidak ada... lupakan, waktunya untuk berangkat menghancurkan Alam Bawah.”
Pemuda itu mengangkat tangannya, kemudian siluet telapak tangan muncul di belakangnya. Dengan dorongan ringan, gerbang di depan terbuka sepenuhnya.
Boooommmm.
Para monster meraung dan mulailah perjalanan menuju ke Alam Bawah. Pemuda itu terlihat tersenyum menyeringai, kemudian melesat masuk ke dalam gerbang.
“Tunggu aku, Kurokami.”
[Promosi teman.]
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.