
[Chapter 115.]
[Kembali Tokyo.]
[Silahkan Dibaca.]
Ryuto, Sayoko, Sasha, Yuli dan kelima anggota Klub musik tiba di Stasiun Tokyo. Lalu, Akari berjalan di depan dan merentangkan kedua tangannya, kemudian menghirup udara lebih.
“Akhirnya aku kembali ke Tokyo.” Ucap Akari, tanpa melihat keadaan sekitar. Ria yang berada di sebelah Akari, seketika malu dan berkata.
“Akari, lihat sekitar terlebih dahulu sebelum berteriak.” Ucap Ria, dia benar-benar malu saat Akari berteriak.
Hideo dan Inari menatap Akari dengan datar, namun di wajah Inari terlihat ada sedikit merah di pipinya.
Ryuto, Sayoko, Sasha, Yuli, dan Kaori melihat hal tersebut tersenyum dan terkikik melihat tingkah Akari.
Akari yang mendengar ucapan dari Ria, segera melihat ke arah sekelilingnya, kemudian ekspresinya berubah menjadi malu.
Akari melihat semua orang di Stasiun menatap ke arah dirinya, lalu Akari dengan cepat bersembunyi di balik Inari.
“Hwahwahwahwa, semuanya melihatku.” Ucap Akari, sifatnya yang pemalu kembali lagi. Sementara itu, semua orang menggelengkan kepalanya dan melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.
“Baiklah, ayo kita keluar.” Ucap Ryuto, kemudian mereka semua mengangguk. Lalu, mereka keluar dari Stasiun.
Ryuto menelpon Zero untuk mengirim seseorang untuk mengantarkan anggota klub musik tersebut kembali ke rumah mereka masing-masing.
“Kaori, kamu nanti pulang bersamaku.” Ucap Ryuto kepada Kaori, kemudian sebuah Mobil berwarna hitam berhenti di depan mereka.
Para anggota Klub musik masuk ke dalam mobil tersebut, mereka semua mengucapkan selamat tinggal kepada Ryuto, Sayoko, Sasha, Yuli, dan Kaori.
“Sampai jumpa kembali.” Ucap para anggota klub musik, Ryuto menjawab sambil mengangguk.
“Ya, sampai jumpa kembali.” Ucap Ryuto, kemudian mobil yang ditumpangi oleh Klub musik berjalan pergi meninggalkan Stasiun.
Tak lama kemudian, sebuah mobil Lamborghini berwarna putih muncul di Stasiun. Yuli yang melihat itu, berkata.
“Oh, sudah tiba. Aku pulang dulu, Ryuto dan kalian. Serta, Ryuto nanti kirim lokasi rumahmu.” Ucap Yuli, sementara Ryuto mengangguk dan berkata.
“Ya, nanti aku akan kirim.” Ucap Ryuto, lalu Yuli mendekat dan mencium pipi Ryuto. Kemudian, dia berbalik pergi.
Namun, sebelum pergi Ryuto menarik tangan Yuli dan mencium tepat di keningnya. Yuli yang mendapatkan ciuman tersebut menunduk malu.
Yuli berjalan ke arah Lamborghini putih tersebut, sambil menunduk malu. Karena, Ryuto mencium keningnya di tempat umum.
Sementara itu, di dalam Lamborghini putih. Sosok Wanita cantik melihat kejadian itu, benar-benar terkejut, lalu dia tersenyum.
__ADS_1
“Apakah itu pacarmu?.” Ucap Wanita tersebut saat Yuli masuk ke dalam mobil Lamborghini berwarna putih tersebut.
Yuli yang mendapat pertanyaan tersebut, dia tersenyum dan mengangkat tangan kanannya, menunjukkan sebuah cincin di jari manisnya.
“Kami sudah menikah, Eimi-chan.” Ucap Yuli, sementara Wanita yang bernama Eimi terkejut dan cemberut mendengar temannya sudah menikah.
Kemudian, mobil Lamborghini berwarna putih berjalan pergi dari Stasiun tersebut. Ryuto dan ketiga perempuan menatap kepergian mobil tersebut.
Lalu, beberapa saat kemudian Mobil berwarna hitam muncul. Ryuto yang melihat mobil tersebut tersenyum dan berkata.
“Ayo, jemputan sudah tiba.” Ucap Ryuto, mereka mengangguk dan berjalan ke arah mobil hitam tersebut.
Sampai di dekat mobil hitam, kaca mobil turun dan menampilkan Wanita cantik yang tak lain Nanami.
“Masuklah.” Ucap Nanami, dengan santai sambil tersenyum senang melihat Ryuto pulang. Lalu, mereka berempat masuk ke dalam mobil.
Mobil pun berjalan pergi meninggalkan Stasiun dan menuju ke arah rumah Ryuto.
Di jalan, Nanami tidak bertanya apapun karena dia melihat bahwa Ryuto bersandar di kursi, seperti orang kelelahan.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di rumah Ryuto. Nanami masuk ke dalam halaman rumah dan memarkirkan mobil di tempatnya.
“Sudah sampai, ayo turun.” Ucap Nanami, kemudian mereka semua turun. Ryuto yang sudah turun, berjalan ke arah Nanami dan mencium bibirnya.
“Terimakasih, sayang.” Ucap Ryuto, sedangkan Nanami yang dicium, hatinya benar-benar senang. Dia tersenyum dan mengangguk.
Sayoko, Sasha, dan Kaori melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum, kemudian mereka masuk ke dalam rumah.
“Kami pulang.” Ucap Ryuto, Nanami, Sayoko, dan Sasha. Sementara Kaori, dia diam di belakang semuanya. Lalu, terdengar suara.
“Selamat datang.” Ucap suara tersebut, lalu Ryuto dan yang lainnya berjalan ke arah sumber suara tersebut. Ryuto dan yang lainnya berjalan dan berhenti tepat di ruang tamu.
Disana terlihat, para Istri Ryuto semuanya berkumpul. Maid pun juga berkumpul, di tambah terdapat dua Maid baru.
“Sayang, apakah dua Maid baru adalah oleh-oleh mu?.” Ucap Istri Ryuto yaitu Aoi. Mendengar ucapan tersebut, Ryuto tersenyum tak berdaya.
“Aku sudah membelikan oleh-oleh.” Ucap Ryuto, menunjukkan sebuah bungkusan. Semua istrinya segera menghampiri Ryuto dan memeluknya secara melingkar.
“Selamat kembali, kami merindukanmu, sayang.” Ucap mereka, sementara Ryuto menunduk dan tersenyum, kemudian berkata.
“Aku pun.” Ucap Ryuto, lalu mereka semua melepaskan pelukan mereka masing-masing, Ryuto mencium kening mereka semua.
Ryuto juga melihat Erika, dia tersenyum senang melihat bahwa Erika sudah menyelesaikan urusannya di Amerika.
“Akhirnya urusan di Amerikamu selesai, Erika.” Ucap Ryuto, sambil mencium kening Erika. Sedangkan Erika, dia menikmati dan mengangguk.
__ADS_1
“Un, aku menyelesaikan dengan cepat. Karena, aku ingin berkumpul bersama dengan semuanya.” Ucap Erika dengan senang.
Kemudian, Ryuto menatap ke semuanya, lalu dia berkata, sambil berjalan dan berhenti di dekat Kaori.
“Semuanya, aku akan pergi terlebih dahulu. Mengantarkan Kaori, mungkin nanti pulang. Tempat tidur akan tambah beberapa orang kembali.” Ucap Ryuto.
Mendengar ucapan Ryuto, mereka mengangguk dan semangat. Mereka sebenarnya ingin melakukan hal tersebut, namun mereka menahan.
“Santai saja, kita nanti malam akan bermain kok.” Ucap Ryuto, berbalik dan berjalan keluar bersama dengan Kaori.
“Ryuto, ini.” Ucap Nanami, melemparkan sebuah kunci mobil. Sementara Ryuto, menangkap kunci tersebut, dia sebenarnya tidak ingin memakai mobil Nanami, karena dia punya mobil sendiri.
Namun, Ryuto tidak ingin mengabaikan kebaikan Istrinya, jadi dia menatap ke arah Nanami dan tersenyum, kemudian berkata.
“Terimakasih, sayang.” Ucap Ryuto, kemudian dia keluar bersama dengan Kaori. Sementara itu, para Istrinya mulai melakukan pembicaraan mereka.
Di sisi Ryuto, dia mengendarai mobil dengan Kaori di sampingnya. Mereka berdua pergi menuju ke rumah Kaori.
“Nah Ryuto, apakah kamu tidak apa-apa, dengan semua istrimu?.” Ucap Kaori, dia sebenarnya terkejut melihat banyak sekali istri Ryuto.
“Maksudmu, aku tidak bisa mengatasi mereka.” Ucap Ryuto, sementara Kaori mengangguk. Ryuto tersenyum dan berkata.
“Walaupun di tambah dengan dirimu dan Ibumu, apalagi ada Yuli. Aku bisa mengatasi kalian semua.” Ucap Ryuto dengan santai.
Kaori terdiam dengan ucapan Ryuto, namun dia bisa yakin bahwa Ryuto bisa mengatasi semuanya. Dia paham, kenapa para istri Ryuto ingin Ryuto mencari lagi.
‘Lihat saja, kami pasti akan membuatmu kalah dengan kami.’ Batin Kaori, dengan mata yang penuh dengan api.
Tak lama kemudian, Mobil pun sampai di tempat tujuan. Saat mobil masuk, Ryuto dan Kaori melihat Haruna menunggu mereka di depan rumah.
Haruna tersenyum melihat kedatangan Kaori dan Ryuto. Kemudian, dia melihat keduanya turun, lalu dia berjalan ke arah Kaori dan Ryuto, dia memeluk keduanya.
“Selamat datang, kalian.”
[To be Continued.]
promosi milik teman.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1